SAYANG

SAYANG
Episode 88


__ADS_3

“Udahlah kak.. Kakak jangan menyalahkan diri kakak terus menerus.. Kakak nggak salah kok. Aku yakin kakak punya alasan kuat kenapa kakak mau menemani pak Alex ke acara itu. Aku percaya sama kakak, kakak adalah perempuan baik baik. Kakak nggak mungkin mempunyai keniatan tidak baik pada nyonya Sherin kan.. Apa lagi kakak kan juga bekerja di perusahaan pak Alex jauh sebelum pak Alex menikah dengan nyonya Sherin.”


Melisa terus saja menangis dalam perjalanan menuju pulang. Meski David sudah berusaha untuk menenangkannya, namun sepertinya itu sama sekali tidak mempan karena Melisa tetap merasa sangat sedih juga merasa sangat bersalah atas apa yang sudah terjadi.


David yang tidak tau lagi harus bagaimana menenangkan kakaknya menghela napas kasar. Sejujurnya David juga penasaran kenapa sampai kakaknya begitu dekat dengan Alex. Sedangkan kakaknya sendiri tau Alex sudah punya istri. Ingin rasanya David bertanya, tapi David takut pertanyaan itu akan menyinggung perasaan kakaknya.


Tidak lama taksi yang mereka tumpangi sampai tepat di depan rumah sederhana mereka, David segera turun dari taksi tidak lupa membayar ongkosnya. David juga kembali menggendong kakaknya dan membawanya melangkah menuju ke rumah sederhana mereka.


Tok tok tok


“Dek, kakak pulang..” David mengetuk pintu sembari memanggil adik bungsunya. Dan tidak lama kemudian pintu itu di buka oleh si bungsu Farid.


“Kak Mel kenapa kak?” Pertanyaan itu langsung terlontar dari mulut Farid begitu melihat Melisa yang berada di gendongan David.


David tersenyum. Dari ekspresi dan nada pertanyaan adik bungsunya, David tau Farid sangat mengkhawatirkan kakak mereka.


“Kak Mel nggak papa kok. Cuma lelah saja makanya kakak gendong. Ya udah sebentar ya kakak bawa kak Mel ke kamarnya. Kamu tutup lagi pintunya jangan lupa di kunci.” Senyum David pada Farid.


“Ya kak..” Si bungsu Farid hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Wajah tampannya masih begitu sangat polos pertanda dia tidak tau apa apa. Bahkan Farid juga langsung percaya saja dengan apa yang David katakan.

__ADS_1


Farid menatap David yang membawa Melisa menuju kamarnya. Tidak ada pertanyaan apapun yang terbesit di hati maupun pikiran nya saat ini. Dia begitu sangat percaya pada David juga Melisa, kakaknya.


Farid kemudian menutup dan mengunci kembali pintu utama di rumahnya. Setelahnya dia kembali ke kamar untuk melanjutkan istirahatnya.


“Kakak berhentilah menangis, sudah malam. Lebih baik kakak istirahat. Kakak tidak perlu memikirkan apapun yang memang buka. menjadi tanggung jawab kakak..” Ujar David begitu membaringkan Melisa di atas tempat tidur.


“Kalau memang kakak merasa tidak nyaman dan tertekan berada di antara pak Alex dan istrinya, David rasa akan lebih baik kalau kakak mengundurkan diri saja dari pekerjaan kakak.”


Melisa tidak menyahut. Wanita itu masih sangat kalut karena apa yang Sherin katakan padanya tadi.


Sedang David, setelah berkata demikian dia pun melangkah keluar meninggalkan Melisa sendiri di kamarnya.


“Aku? Mengundurkan diri dari perusahaan pak Alex? Memangnya aku bisa?” Gumam Melisa lirih.


------------


Setiap saat kebahagiaan selalu menghampiri Lena. Dia bahkan tidak bisa untuk tidak tersenyum karena kasih sayang yang begitu limpah selalu Erlan berikan padanya. Seperti semalam contohnya, mereka menghabiskan waktu bersama dengan penuh cinta. Bahkan apa yang terjadi benar benar terbalik. Erlan yang ulang tahun tapi Erlan pula yang memberikan Lena hadiah. Padahal seharusnya Lena lah yang memberikan hadiah pada Erlan.


Lena menghela napas pelan menatap lekat lekat wajah tampan suaminya yang masih begitu tenang terlelap dengan tangan yang memeluk pinggang Lena. Posisi mereka sedang berbaring berhadapan sekarang dengan selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya.

__ADS_1


Lena tidak pernah sekalipun bermimpi akan mendapatkan jodoh sesempurna Erlan. Karena yang Lena tau dulu jodoh yang Tuhan kirim untuknya adalah Alex, bukan Erlan. Tapi Tuhan begitu baik padanya karena menunjukan apa yang tidak pernah Lena tau dari seorang Alex lalu mempertemukannya secara tidak sengaja di tengah ke kalutan Lena karena penghianatan Alex dan Sherin dengan Erlan. Pria yang pernah dia temui secara tidak sengaja karena insiden Erlan yang jatuh tersungkur dari motor besarnya kala itu. Dan tanpa Lena ketahui ternyata selama ini Erlan selalu ada di sekitarnya, mengawasinya dan mencintainya dalam diam.


Lena mengangkat tangannya menyusuri setiap inci wajah tampan Erlan dengan jari jari lentiknya. Di mulai dari kedua alis, kedua mata, hidung mancung Erlan yang kemudian berakhir di bibir tipis pria tampan itu. Lena tersenyum lagi. Kulit wajah suaminya begitu halus dan lembut. Kedua mata yang selalu menatapnya penuh cinta dan perhatian terpejam dengan begitu tenang namun itu sama sekali tidak mengurangi ketampanan suaminya. Juga bibir tipis yang selalu tersenyum manis padanya dan selalu mengucapkan kata lembut nan romantis. Jangan lupakan panggilan SAYANG yang selalu Erlan lontarkan. Itu benar benar membuat Lena merasa sangat beruntung karena di pertemukan kembali dengan Erlan oleh sang pencipta. Pria tampan dengan segala kesempurnaan nya.


“Erlan.. Aku tidak tau apa jadinya aku kalau malam itu bukan kamu yang membawaku. Mungkin sekarang aku tidak akan ada di dunia ini jika malam itu bukan kamu yang aku temui.” Lirih Lena terus menatap lekat wajah tampan Erlan.


“Itu tidak mungkin sayang..” Jawab Erlan yang ternyata sudah terbangun dari tadi lalu perlahan membuka kedua matanya.


Lena terkejut karena itu. Saat tangannya hendak menjauh, Erlan langsung menahannya kemudian mengecup lembut telapak tangan Lena.


“Demi Tuhan sayang.. Aku tidak akan membiarkan kamu menderita. Aku akan selalu melindungi dan menjaga kamu apapun resikonya. Dan selama napas ini masih berhembus aku akan pastikan sendiri kamu tidak akan pernah kehilangan senyuman manis di bibir kamu.”


Lena menelan ludah. Setiap kata yang keluar dari bibir tipis Erlan tidak pernah gagal masuk ke dalam relung hatinya. Menghangatkan juga membuat Lena percaya bahwa kebahagiaan itu masih ada untuknya.


“Aku nggak akan memaksa kamu untuk percaya dengan apa yang aku katakan sayang. Karena aku membuktikan sama kamu apa yang aku katakan bukan hanya ucapan belaka.” Lanjut Erlan.


Lena tersenyum merasa sangat terharu. Dirinya bukan apa apa juga bukan siapa siapa. Tapi kasih sayang dan cinta Erlan membuat Lena percaya bahwa dirinya juga pantas bahagia.


Lena kemudian berhambur memeluk tubuh Erlan erat. Lena tidak tau harus mengatakan apa untuk menggambarkan perasaan nya sekarang.

__ADS_1


Sedang Erlan yang di peluk begitu erat oleh Lena tersenyum merasa sangat bahagia. Erlan juga merasakan ada sesuatu yang kembali bangkit dari dalam dirinya.


“Sayang, boleh tidak satu kali lagi?”


__ADS_2