SAYANG

SAYANG
Episode 194


__ADS_3

Seharian ini Erlan benar benar tidak semangat. Dia bahkan mengurungkan niatnya untuk pergi ke perusahaan. Erlan lebih memilih mengurung dirinya di ruang kerjanya tanpa Lena tau. Erlan bingung dan tidak tau harus bagaimana lagi membujuk Lena agar mau memaafkan nya. Erlan takut jika dirinya terlalu memaksa Lena justru akan semakin marah padanya.


Kegalauan hati Erlan membuat pria itu merasa tidak mempunyai gairah hidup lagi. Erlan hanya duduk di kursi kerjanya dengan punggung yang dia sandarkan dan terus saja diam melamun. Bahkan untuk mengisi perutnya saja Erlan enggan. Pria itu seperti kehilangan arah karena kemarahan Lena. Ya, memang sebesar itu pengaruh Lena dalam hidupnya. Rasa lapar Erlan abaikan tanpa sedikitpun memikirkan tubuhnya yang tentu akan sakit jika sampai dia melupakan rutinitas wajibnya itu. Jangan kan untuk makan, minum saja rasanya Erlan tidak ingin.


Sementara di sisi lain Lena juga terus di liputi rasa bersalah. Bahkan sekarang rasa cemas itu juga menghampiri. Bagaimana tidak? Pagi tadi setelah Lena naik ke lantai atas Erlan pergi begitu saja tanpa berpamitan padanya. Bahkan saat makan siang tiba Erlan juga tidak pulang. Menghubunginya pun tidak. Lena takut Erlan balik marah dan kemudian kecewa padanya.


Tidak tau harus bagaimana, Lena memutuskan untuk menemui si mbok. Hanya wanita tua itu yang sangat Lena percaya di antara para pekerja lain nya. Lena ingin menanyakan apakah Erlan mengatakan sesuatu pada si mbok sebelum Erlan pergi tadi pagi.


“Mbok..” Panggilan Lena membuat si mbok langsung mengesampingkan pekerjaan nya. Wanita sebenarnya tau Lena dan Erlan sedang ada masalah. Hanya saja dia pura pura tidak tau karena tidak ingin di anggap terlalu mencampuri urusan majikan nya.


“Saya nyonya...” Si mbok buru buru mendekat pada Lena mencampakkan begitu saja sayuran yang sedang dia beresi.


Lena tersenyum tipis. Sebisanya dia berusaha untuk menutupi masalahnya dan Erlan dari siapapun sekarang.


“Mbok, tadi sebelum berangkat ke kantor apa Erlan ada mengatakan sesuatu pada mbok?” Tanya Lena langsung.


Si mbok langsung menggelengkan kepalanya.


“Tidak nyonya. Lagipula tuan tidak kemana mana hari ini nyonya.”


Lena terkejut mendengarnya. Bagaimana mungkin Erlan tidak kemana mana tapi tidak menghampirinya. Dan lagi Erlan juga tidak kelihatan.


“Maksudnya?” Tanya Lena bingung.

__ADS_1


“Jadi tuan seharian ini berada di ruang kerjanya nyonya.” Jawab si mbok.


Kedua mata Lena membulat dengan sempurna. Itu artinya Erlan berada di rumah seharian dan mengurung dirinya di ruang kerjanya. Lena yakin Erlan juga pasti mengabaikan makan siangnya karena seharian Lena di lantai satu Lena sama sekali tidak melihat suaminya.


“Ya Tuhan...” Lirih Lena menutup mulutnya yang terbuka.


“Saya sudah beberapa kali menawarkan makan siang untuk tuan nyonya, tapi tuan selalu menolak. Saat saya bawakan ke ruangan nya pun tuan menyuruh saya untuk membawanya keluar lagi.” Jelas si mbok yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan keadaan tuan nya itu.


Lena menggelengkan kepalanya. Erlan benar benar mengabaikan segala hal kali ini. Merasa sangat khawatir dengan keadaan suaminya sekarang, Lena pun langsung berlalu dari hadapan si mbok tanpa mengatakan apapun. Wanita itu berjalan cepat menuju ruang kerja suaminya. Begitu sampai di depan pintu ruangan itu Lena pun langsung membukanya.


Suara pintu yang terbuka membuat Erlan tersentak. Pria itu menelan ludah dan segera bangkit dari duduknya begitu melihat Lena yang berdiri di ambang pintu ruangannya.


“Sayang...” Lirih Erlan menatap Lena dengan tatapan yang Lena sendiri bisa mengartikan nya.


“Sayang aku...” Erlan mencoba untuk menjelaskan kembali namun tidak sanggup. Suaranya tertelan kembali begitu tatapan Lena mengintimidasi nya.


BPAKK !!


Erlan terkejut karen tiba tiba Lena memukul bahu kanan bagian depan nya. Sedetik kemudian Lena menangis terisak.


“Kamu pikir kamu siapa hah? Memangnya kamu Superman nggak makan nggak sakit hah? Dasar laki laki bodoh.” Umpat Lena sembari menangis.


Erlan menelan ludahnya. Untuk yang kesekian kalinya dia membuat Lena menangis. Dan itu membuat Erlan merasa gagal menjadi suami yang baik untuk Lena.

__ADS_1


“Aku minta maaf udah marah marah sama kamu. Aku minta maaf udah nggak percaya sama kamu. Aku juga minta maaf karena udah kasar dan ngebentak kamu.” Tangis Lena. Air mata membanjiri pipi chuby nya. Wanita itu menangis terisak menyesal dengan kecurigaan nya yang melampaui batas pada suaminya sendiri.


Mendengar itu Erlan tersenyum. Pria itu tidak bodoh. Erlan langsung tau apa arti permintaan maaf istrinya. Itu artinya Lena sudah tidak marah lagi padanya.


“Jadi kamu udah nggak marah lagi sama aku? Kamu percaya sama aku sayang?” Tanya Erlan yang kembali merasa menemukan arah hidupnya.


“Dasar bodoh.” Umpat Lena lagi yang kemudian beringsut masuk ke dalam pelukan Erlan.


Erlan tersenyum merasa sangat bahagia. Pria itu langsung membalas pelukan istrinya tanpa pikir panjang. Erlan pikir Lena masih tidak percaya padanya. Erlan pikir Lena masih marah padanya sehingga dia tidak berani untuk menemui Lena.


“Aku minta maaf.. Aku udah nggak percaya sama kamu.. Hiks hiks..” Isak Lena menangis dalam pelukan Erlan.


Erlan tersenyum merasa sangat terharu juga bahagia karena akhirnya Lena nya telah kembali percaya padanya. Erlan tidak menyalahkan Lena. Kecurigaan Lena mempunyai dasar. Dan penyebab nya tentu adalah kebodohan Erlan sendiri.


Merasa sangat bersyukur karena akhirnya Lena tidak lagi marah padanya, Erlan pun melepaskan pelukannya dan menghujani wajah Lena dengan ciuman yang berakhir dengan ciuman lembut di bibir istri tercintanya itu. Erlan benar benar sangat lega juga bahagia karena Lena percaya padanya.


“Kamu tidak perlu minta maaf sayang.. Aku tau dan aku paham dengan apa yang kamu rasakan. Yang seharusnya minta maaf itu aku, aku yang sudah menyakiti kamu tanpa sadar. Aku yang sudah membuat kamu sedih dan menangis. Aku minta maaf. Aku sangat sangat minta maaf. Aku janji tidak akan bodoh lagi seperti kemarin dan hari ini. Sungguh sayang, demi nama Tuhan, aku tidak pernah bermaksud menyembunyikan apapun dari kamu. Aku benar benar lupa. Aku juga sangat sibuk dua hari ini sampai tidak bisa pulang untuk menemani kamu makan siang.” Lirih Erlan tepat di depan bibir Lena. Kedua tangan besar nya menangkup lembut kedua pipi chuby Lena.


Lena tersenyum dalam tangis nya. Wanita itu menganggukkan kepalanya percaya dengan apa yang di katakan suaminya.


Erlan yang melihat itu kembali tersenyum dan menarik kembali tubuh Lena ke dalam dekapan hangatnya. Erlan tidak bisa berhenti memanjatkan rasa syukur dalam hatinya karena akhirnya Tuhan mengembalikan keharmonisan yang selama ini selalu Erlan utamakan dalam kehidupan rumah tangganya bersama Lena.


Tidak berbeda dengan Erlan, Lena pun merasa sangat bersyukur karena akhirnya dia tau semuanya dan kecurigaan yang menyerang hati dan pikirannya sama sekali tidak benar.

__ADS_1


__ADS_2