SAYANG

SAYANG
Episode 93


__ADS_3

“Terimakasih ya mbak Mel. Anak saya dan teman temannya suka sekali dengan kue buatan mbak loh. Saya juga suka. Manisnya pas, teksturnya juga lembut banget dan coklatnya berasa. Kapan kapan kalau ada acara saya order lagi ke mbak ya..” Ujar seorang wanita muda dengan perut besar pada Melisa yang baru saja mengantarkan kue pesanan nya.


“Syukurlah kalau begitu bu. Saya ikut senang kalau ibu dan anak anak ibu menyukai kue buatan saya. Dengan senang hati saya akan mengantarkan kue pesanan ibu selanjutnya.” Senyum Melisa merasa sangat senang. Orderan kue buatan nya semakin banyak sehingga Melisa cukup kewalahan. Melisa bahkan sampai meminta tolong pada David adiknya untuk mengantar kue pesanan yang jaraknya memang cukup jauh.


“Oh iya, ini mbak uang nya.. Jangan bosen bosen ya mbak kalau saya sering order kue nya. Soalnya enak banget mbak. Saya dan keluarga saya jadi ketagihan..”


“Iya bu.. Terimakasih ya bu. Kalau begitu saya permisi.” Senyum Lena. Setelah menerima uang kue itu Lena pun pamit pada ibu muda tersebut. Lena akan melanjutkan mengantar kue ke rumah rumah tetangga yang cukup dekat dengan rumahnya menggunakan sepeda motornya.


Lena menghela napas pelan. Ketika memutar kunci untuk menghidupkan mesin kendaraan beroda duanya itu, Melisa tiba tiba terdiam. Entah kenapa tiba tiba pikirannya tertuju pada Alex.


Melisa merasa ada yang kurang karena beberapa hari tidak bertemu dengan pria itu. Padahal Melisa pikir hidupnya akan terasa tenang dan damai jika tanpa kehadiran Alex di hari harinya. Tapi nyatanya setiap dia sedang mendapat waktu luang tiba tiba pikirannya tertuju pada Alex. Pria yang membuatnya selalu merasa tidak tenang menjalani harinya. Parahnya lagi Melisa bahkan sampai memimpikan Alex yang datang dan tiba tiba bersikap manis saat hendak menyentuhnya. Dan itu terjadi semalam. Untungnya Melisa langsung terbangun sebelum Alex benar benar menyentuhnya dalam mimpi.


“Enggak enggak, aku nggak boleh mikirin dia. Harusnya aku senang karena aku terbebas dari dia. Harusnya aku bahagia. Aku nggak boleh merasakan hal yang tidak seharusnya. Aku harusnya merasa tenang sekarang.” Melisa menggeleng berusaha membuang jauh jauh pemikirannya tentang Alex. Melisa tidak mau hidupnya semakin tidak tenang dan hancur karena Alex.


“Apa aku ikutin apa kata David aja. Aku mengundurkan diri dari perusahaan dan memulai untuk fokus dengan bisnis kue ini saja?” Melisa tampak berpikir. David memang beberapa kali memberi saran padanya agar Melisa mengundurkan diri saja dari perusahaan Alex. David bahkan menyanggupi membantu bisnis kue Melisa jika Melisa benar benar berhenti dari perusahaan tersebut.

__ADS_1


“Sepertinya memang lebih baik begitu. Toh rezeki itu Tuhan yang mengatur. Selama aku mau berusaha aku yakin hasil itu pasti akan ada.” Senyum Melisa kemudian.


“Yah.. Besok aku akan datang ke perusahaan untuk mengantarkan surat pengunduran diri sama pak Alex. Yah.. Lebih baik memang seperti ini. Aku akan menjauh dari orang orang yang tidak menyukaiku.” Lanjutnya.


Setelah yakin dengan apa yang di pikirkan nya, Melisa pun menghidupkan mesin motor metiknya dan perlahan melajukannya berlalu dari depan rumah pelanggan barunya.


Melisa tidak tau bahwa Alex juga merasakan hal yang sama dengan nya. Alex merasa tidak tenang selama beberapa hari ini karena tidak melihat Melisa. Namun Alex berusaha menutupinya. Alex juga berusaha selalu ada untuk Sherin. Istrinya yang sedikitpun tidak dia cintai.


-------------


Alex hanya diam saja mendengar celotehan Sherin. Meskipun memang dirinya merasa jengah dengan sikap Sherin yang menurutnya sangat berlebihan lebay nya itu namun Alex berusaha untuk tidak mencela. Alex sudah berjanji pada mamahnya akan menjadi suami yang baik. Apa lagi mengingat janin dalam kandungan Sherin yang adalah darah dagingnya. Walaupun memang keniatan untuk tes DNA setelah janin itu lahir masih ada di dalam pikiran Alex.


“Ah ya, nanti kamu pulangnya jangan kemaleman ya.. Aku pengin makan malam sama kamu soalnya. Tapi makan malam di luar ya.. Steak, daging itu sudah masuk ke keranjang di otakku soalnya.” Ujar Sherin lagi yang di akhiri dengan kekehan kecil di akhir kalimatnya.


Alex memutar jengah kedua bola matanya. Ingin sekali bibirnya berkata tidak. Tapi itu tidak mungkin dia lakukan. Apa lagi banyak orang mengatakan jika wanita hamil ngidamnya tidak di turuti anak yang lahir nanti akan menjadi ileran. Dan Alex tidak mau jika sampai itu terjadi. Apa kata orang nanti jika anaknya ileran.

__ADS_1


“Hem.. Ya..” Jawab Alex singkat.


“Ya sudah kalau begitu aku mau makan lagi nih rujaknya. Kamu jangan lupa makan siang ya.. Aku tunggu kamu pulang.” Sherin bersuara dengan sangat manja pada Alex yang hanya bisa menghela napas.


“Ya...” Alex kembali menjawab dengan singkat. Setelah itu Alex mematikan sambungan telepon nya. Tentu karena Alex berniat kembali mengerjakan apa yang sudah menjadi tugasnya sebagai pemimpin di perusahaan sang papah.


Alex berdecak pelan. Pria itu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesaran nya. Wajah tampan nya dia usap dengan kasar. Alex merasa sangat tertekan sekarang. Satu sisi dirinya di haruskan untuk bersikap baik pada Sherin. Tapi di sisi lain, Alex tidak bisa melupakan bayang bayang Melisa. Wanita yang selalu dia perlakukan sesuka hatinya. Wanita yang juga selalu berusaha melakukan yang terbaik untuknya.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Batin Alex merasa sangat frustasi.


Alex tidak bisa berpura pura mencintai Sherin. Karena pada kenyataannya memang Alex tidak pernah mencintai Sherin. Adapun yang dia lakukan dulu dengan Sherin di belakang Lena itu hanya karena terbawa nafsu saja. Alex tidak pernah melakukannya dengan hati. Dia hanya menjadikan Sherin sebagai pemuas nafsu saja karena Lena yang tidak ingin dia nodai.


Memikirkan tentang Lena, tiba tiba Alex penasaran bagaimana keadaan nya sekarang. Terakhir dirinya bertemu dengan Lena di depan supermarket. Dan Alex mendapat tamparan keras dari Lena karena ucapannya yang sangat keterlaluan. Alex akui dirinya juga sangat menyesal karena mengatakan sesuatu yang tidak sepantasnya pada Lena. Sedang Alex sendiri tau bagaimana Lena yang sangat menjunjung tinggi kehormatan nya sebagai seorang wanita. Itulah sebabnya Alex tidak pernah melakukan apa yang Alex lakukan pada Sherin dan Melisa. Alex menghormati Lena yang begitu menjaga kehormatan nya sebagai seorang wanita.


“Ya ampun.. Kenapa sekarang malah mikirin Lena juga sih? Bodoh banget aku.” Keluh Alex merasa bodoh karena terlalu banyak memikirkan wanita yang jelas jelas belum tentu memikirkan nya.

__ADS_1


__ADS_2