SAYANG

SAYANG
Episode 117


__ADS_3

Erlan benar benar menuruti permintaan Lena meski sempat menggodanya lebih dulu. Dia mengikuti kemauan istrinya untuk makan di pinggir jalam tepatnya di warung sate padang langganan istrinya dulu.


“Gimana rasanya? Enak kan?” Tanya Lena begitu Erlan menyuapkan lontong serta bumbu sate padang pertama kali ke dalam mulutnya.


Erlan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Pria yang sudah tidak lagi mengenakan jas hitamnya itu menyetujui apa yang Lena katakan.


“Erlan..”


Baik Erlan maupun Lena, mereka berdua sama sama berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya ketika mendengar suara lembut seorang wanita yang berada di belakang Erlan. Mereka berdua langsung menatap ke sumber suara lembut tersebut.


Lena mengeryit bingung menatap pada wanita cantik dengan dress pink bunga bunga tanpa lengan yang panjangnya hanya selutut. Sedangkan Erlan, dia sedikit terkejut mendapati sosok yang berasal dari bagian dari masa lalunya tiba tiba muncul di hadapan nya.


“Chilla..” Gumam Erlan pelan.


“Ya.. Ini aku Chila.. Ya ampun.. Aku pikir tadi kamu sudah lupa sama aku loh.. Kamu apa kabar Lan? Lama banget yah kita nggak ketemu.” Senyum lebar wanita yang disebut Chila oleh Erlan merasa sangat senang karena ternyata Erlan masih mengingatnya.


Erlan menelan ludahnya susah payah. Sedikitpun Erlan tidak menginginkan bagian dari masa lalu nya itu muncul kembali ke dalam kehidupan nya. Bukan karena belum bisa melupakan, tapi karena Erlan tidak ingin masa lalu nya itu merusak kebahagiaan yang sedang dia rajut bersama Lena, istri yang sangat dia cintai.

__ADS_1


Lena berdecak pelan. Wanita yang tidak dia tau entah siapa nya Erlan tampak sangat sumringah menatap Erlan. Dia bahkan bersikap seolah mereka mempunyai hubungan yang sangat akrab.


“Aku duduk yah..” Senyum Chilla yang langsung duduk di samping Erlan tanpa lebih dulu menunggu jawaban atas boleh atau tidaknya dia duduk di samping Erlan.


Erlan melirik istrinya. Wajah sebal Lena langsung membuat Erlan paham. Erlan tau Lena merasa tidak nyaman dengan kehadiran Chilla. Tidak mau membuat istri tercintanya salah paham, Erlan pun langsung menggeser duduknya memberi jarak antara dirinya dan Chilla.


Chilla yang menyadari apa yang Erlan lakukan mengeryit bingung. Rasanya aneh sekali melihat Erlan yang dengan sadar menjauh darinya.


“Ah ya Chilla.. Kenalin ini Lena, dia istri aku.” Senyum Erlan menatap Lena yang terus memasang wajah kesalnya. Erlan merasa senang karena Lena yang cemburu padanya. Meski Erlan juga merasa takut Lena marah padanya nanti.


“Ya.. Aku sudah tau. Lagian siapa sih yang nggak menyaksikan pernikahan mewah dan meriah yang kamu adakan Erlan? Yah.. Walaupun aku melihatnya dari TV. Sayang sekali yah.. Bukan aku perempuan beruntung yang berdiri di samping kamu saat itu.” Senyum Chilla menatap Erlan. Wanita itu dengan begitu terang terangan enggan menatap Lena yang di perkenalkan sebagai istri oleh Erlan secara langsung.


Sementara Lena, dia mendelik mendengar apa yang Chilla katakan. Bagaimana mungkin ada wanita yang dengan begitu tidak tau malunya mengatakan hal yang tidak seharusnya dia katakan di depan istri sah Erlan secara terang terangan.


“Chilla, apa maksud kamu berbicara seperti itu?” Tanya Erlan tidak suka.


“Oh ya Tuhan Erlan.. Ayolah.. Aku hanya bercanda. Serius sekali.. Bukankah dulu kita juga suka bercanda seperti itu?” Tawa Chilla yang sedikitpun tidak merasa malu mengatakan hal seperti itu di depan Lena, istri sah Erlan.

__ADS_1


“Dulu dan sekarang itu beda Chilla. Dulu kita masih anak sekolahan. Sekarang kita sudah sama sama dewasa. Seharusnya kamu juga tau apa yang tidak seharusnya kamu katakan.” Kata Erlan dingin.


Lena yang berada di antara keduanya hanya diam saja. Lena merasa tidak perlu dirinya ikut berbicara sekarang.


“Oke oke.. Aku minta maaf. Kamu benar benar sudah berubah Erlan. Kamu tidak selucu dulu. Kamu terlalu serius dan yah.. Sedikit tidak asik. Padahal dulu kita sering sekali membicarakan tentang masa depan bersama. Kamu ingat tidak? Dulu kamu mengajak aku menikah jika dewasa?”


Lena menggelengkan kepalanya. Lena berpikir sepertinya memang urat malu wanita bernama Chilla itu sudah benar benar putus.


“Chilla tolong, jangan mengungkit tentang masa lalu. Semua itu sudah tidak penting untuk di ingat. Kita punya masa sekarang yang harus di jalani sendiri sendiri. Juga masa depan yang lebih penting untuk di pikirkan dengan pasangan kita masing masing.” Tegas Erlan.


Chilla kembali tertawa dengan mengangguk anggukan kepalanya. Wanita dengan dress pink bunga bunga itu terus saja tertawa seolah tidak menganggap keberadaan Lena di antaranya dan Erlan sekarang.


“Oke oke.. Jangan marah Erlan. Aku hanya terlalu merasa sayang jika tidak membahas masa masa indah itu.” Chilla berkata sembari melirik sekilas pada Lena seolah sedang menunjukkan rasa tidak sukanya.


Erlan melengos. Dulu sebelum bertemu dengan Lena Erlan memang pernah sangat mengagumi bahkan mencintai Chilla. Hampir setiap hari memang Erlan mendekati Chilla. Bercanda bersama, membicarakan tentang masa depan bersama, hingga Erlan mengajak Chilla untuk menikah di masa mendatang jika mereka sama sama dewasa. Tapi kemudian saat Erlan bermaksud menyatakan perasaan nya, Erlan melihat dengan mata kepalanya sendiri Chilla yang sedang bercumbu dengan begitu mesra dengan salah satu teman sekelasnya. Saat itu Erlan merasa sangat hancur, Erlan merasa patah hati karena melihat Chilla bermesraan dengan pria lain. Merasa sakit hati Erlan pun melampiaskan kemarahan nya dengan kebut kebutan di jalanan yang mengakibatkan dirinya jatuh tersungkur. Saat itulah Lena tiba tiba muncul dan menolongnya. Lena yang begitu imut dan polos dengan wajah ketakutan susah payah membantu Erlan bangkit. Erlan juga melihat bagaimana Lena yang seperti hendak menangis saat melihat luka di siku Erlan yang berdarah. Di detik itu juga semua kesakitan Erlan sirna entah kemana. Wajah Lena terus membayanginya sejak mereka bertemu. Dan sejak saat itu Erlan terus mencari tahu siapa Lena dan mengawasinya diam diam. Semua itu masih sangat Erlan ingat. Tapi Erlan tidak ingin mengingatnya dengan sengaja. Erlan sudah merasa bahagia dengan apa yang dia miliki sekarang dan tidak perlu lagi mengingat apapun tentang masa lalunya. Seindah apapun itu. Karena hidup bersama Lena adalah sebuah keindahan dan kebahagiaan yang sudah bertahun tahun Erlan tunggu.


“Oh iya Erlan, kamu tumben banget mau makan di tempat seperti ini?” Tanya Chilla kemudian.

__ADS_1


Erlan memusatkan perhatian nya pada Lena. Pria itu kemudian meraih tangan Lena dan menggenggamnya lembut menunjukan pada Chilla bahwa sekarang hanya Lena wanita yang sangat dia cintai.


“Ya.. Istriku yang sangat aku cintai ini sedang ingin makan disini.” Jawab Erlan tersenyum menatap Lena yang terkejut dengan apa yang Erlan lakukan.


__ADS_2