SAYANG

SAYANG
Episode 155


__ADS_3

Hari ini hasil tes DNA itu sudah bisa Alex ambil. Pria yang hampir tidak pernah menjenguk lagi istrinya yang ada di rumah sakit siang ini menyempatkan waktunya untuk datang kerumah sakit guna melihat sendiri hasil tes tersebut. Saat sampai di parkiran rumah sakit, Alex tidak sengaja melihat Reyhan, adik iparnya. Alex tersenyum. sinis melihat Reyhan yang turun dari motor gedenya. Tiga hari ini memang kedua orang tuanya juga sibuk bolak balik ke rumah sakit. Dan Alex menebak hal itu juga di lakukan oleh kedua orang tua dan adik Sherin.


“Sherin, kamu memang bisanya hanya menyusahkan orang orang di sekitar kamu.” Gumam Alex dengan menggelengkan kepalanya.


Pria itu kemudian turun dari mobilnya dan melangkah dengan santai memasuki gedung rumah sakit tempat Sherin dan bayinya berada. Ya, bayi itu memang masih berada di rumah sakit karena permintaan Alex. Alex tidak ingin siapapun menyentuh bayi itu sebelum hasil tes DNA yang dia harapkan keluar.


Tidak ingin membuang buang waktu, Alex pun langsung menemui dokter untuk menanyakan hasil tes DNA nya.


“Ini hasil tes DNA nya tuan.” Ujar seorang dokter pria sembari menyodorkan amplop berisi surat keterangan hasil tes DNA Alex dan bayinya.


Alex menerimanya tanpa mengucapkan terimakasih. Pria itu langsung membukanya dan membaca isi dari surat tersebut.


Alex membaca dengan cermat hasil tes yang menunjukan bahwa DNA mereka berdua memang sama. Hasil tes itu positif yang artinya bayi yang di lahirkan Sherin memang adalah darah dagingnya.


Alex berdecak. Pria itu merasa keberatan dengan hasil tes tersebut. Namun bagaimana pun juga Alex yakin dokter itu tidak mungkin melakukan kecurangan. Apa lagi dokter itu juga tau siapa dirinya.


Sekali lagi tanpa berkata apapun Alex pun berlalu dari hadapan dokter tersebut. Hal itu membuat sang dokter hanya bisa menggelengkan kepalanya. Alex tidak menunjukan seorang yang mempunyai pendidikan tinggi. Pria itu begitu arogan dan seenaknya. Bahkan untuk sekedar mengucapkan kata terimakasih dan permisi saja Alex enggan. Namun dokter itu tidak mau ambil pusing. Dia pun memutuskan untuk kembali ke pekerjaan nya tanpa mau memikirkan sikap tidak sopan seorang Alexander Smith.


Alex membawa surat itu ke ruangan tempat Sherin berada. Alex yakin mamahnya pasti juga berada disana.


Dan benar saja, saat Lex membuka pintu ruang rawat Sherin, mamahnya sedang berada disana dengan bunda Sherin juga Reyhan, adik laki laki Sherin.

__ADS_1


Alex menghela napas saat ketiganya menatapnya. Alex kemudian melangkah mendekat dan memberikan hasil tes DNA itu pada mamahnya.


“Apa ini?” Tanya nyonya besar Smith pada Alex yang berdiri di depan nya.


“Hasil tes DNA.” Jawab Alex pelan.


Bunda Sherin dan Reyhan adik Sherin hanya diam saja. Mereka berdua saling menatap sesaat sebelum akhirnya menatap pada nyonya besar Smith.


“Ya Tuhan..” Gumam nyonya besar Smith menutup mulutnya yang terbuka begitu membaca surat keterangan hasil tes DNA Alex dan putranya.


“Jadi dia benar benar adalah cucu mamah Alex..” Tangis haru nyonya besar Smith.


“Ya mah. Dia anak Alex. Itu artinya Alex akan membawa anak Alex. Untuk Sherin, Alex akan segera menceraikan nya. Alex juga akan menanggung seluruh biaya rumah sakit sampai Sherin sembuh. Anggap saja itu sebagai ucapan terimakasih Alex karena Sherin sudah mengandung dan melahirkan anak Alex.” Ujar Alex dengan begitu tenang dan santai.


Sedang Reyhan yang sangat menyayangi kakak nya merasa tidak terima dengan apa yang Alex katakan. Apa lagi Alex sama sekali tidak menunjukan rasa ibanya pada keadaan Sherin. Bahkan dengan tenang Alex mengatakan akan menceraikan Sherin yang sejak melahirkan putranya masih belum juga siuman.


Reyhan mengepalkan erat erat kedua tangannya bahkan buku buku jarinya terlihat memutih. Reyhan sudah tidak bisa lagi menahan dirinya sekarang. Dia bangkit dari duduknya disamping Bunda nya kemudian tanpa aba aba langsung melayangkan bogem mentahnya di wajah Alex yang sangat memuakkan menurut nya.


Nyonya besar Smith juga bunda Sherin terkejut melihat apa yang Reyhan lakukan. Mereka tidak menyangka Reyhan akan melakukan itu pada Alex.


“Dasar brengsek !! Laki laki tidak tau diri. Laki laki tidak punya hati.” Umpat Reyhan dengan amarah memuncak.

__ADS_1


Alex yang tersungkur ke lantai meringis memegangi sudut bibirnya yang terasa perih juga nyeri akibat dari bogem mentah adik iparnya. Pria itu mendesis sembari menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Alex tidak menyangka Reyhan akan begitu berani padanya. Bahkan sampai memukulnya dengan begitu keras.


“Jangan mentang mentang anda kaya anda bisa seenaknya tuan. Kakak saya memang bodoh karena mencintai laki laki tidak punya hati seperti anda. Laki laki yang bahkan sedikitpun tidak pernah perduli pada apa yang kakak saya alami dan rasakan. Laki laki brengsek yang hanya bisa mempermainkan perasaan perempuan.” Ujar Reyhan yang benar benar sudah tidak bisa lagi menahan kesabaran nya. Reyhan tidak bisa terima apa yang Alex lakukan pada kakaknya yang masih dalam keadaan tidak berdaya itu.


Mendengar itu Alex tertawa. Pria itu benar benar merasa lucu dengan apa yang Reyhan katakan. Menurut Alex, Reyhan tidak seharusnya marah padanya karena apa yang dia lakukan pada Sherin. Karena Sherin sendiri sudah membuat Alex kehilangan Lena dan Melisa. Dua wanita yang berhasil menyentuh relung hatinya yang paling dalam.


Alex kemudian bangkit dari duduknya di lantai. Pria itu menghela napas dan mendekat pada Reyhan. Ketika Reyhan hendak melayangkan kembali pukulan kerasnya, Alex pun dengan tanggap menangkisnya.


“Hey bocah, dengar baik baik. Saya tidak pernah sedikitpun mencintai kakak kamu. Saya bahkan tidak pernah mengharapkan kakak kamu hadir dalam hidup saya. Karena kakak kamu itu hanya seorang perempuan tidak berharga yang sudah merusak harapan dan kebahagiaan saya. Kamu pikir saya perduli dengan apa yang kamu katakan tadi? Asal kamu tau, menceraikan kakak kamu adalah keinginan terbesar dalam hidup saya saat ini. Karena kakak kamu hanya beban buat saya.” Kata Alex dengan penuh penekanan.


Setelah berkata penuh penekanan pada Reyhan, Alex pun mendorong kasar tangan Reyhan sampai Reyhan mundur beberapa langkah. Pria itu kemudian menoleh pada Sherin yang masih terbaring tidak berdaya di brankarnya dengan sinis. Alex pun berlalu sambil memegangi sudut bibirnya yang terasa perih juga ngilu akibat bogem mentah Reyhan, adik iparnya.


“Sudahlah Rey.. Kamu tidak perlu marah. Justru akan lebih baik kalau kakak kamu lepas dari tuan Alex. Itu akan meringankan penderitaan nya.” Tangis bunda Sherin.


Reyhan menghela napas kasar. Reyhan kemudian memeluk bunda nya yang menangis dan mencoba menenangkan nya.


Untuk nyonya besar Smith, wanita itu benar benar tidak tau apa yang ada di pikiran putranya. Padahal dulu dia mengajarkan segala sesuatu yang baik pada putranya. Nyonya besar Smith juga selalu mewanti wanti Alex sejak Alex memasuki usia remaja dan mulai mengerti wanita agar selalu menjaga dan menghargai seorang wanita apapun alasan nya. Tapi nyatanya bahkan putranya lebih brengsek dari suaminya di masa lalu.


“Ya Tuhan.. Kesalahan seperti apa yang pernah hamba lakukan dimasa lalu sehingga putra hamba menjelma menjadi laki laki tidak berhati seperti ini..” Batin nyonya besar Smith sedih.


Nyonya besar Smith hanya bisa diam menatap bunda Sherin yang menangis dalam pelukan Reyhan, putranya. Padahal nyonya besar Smith berpikir Alex akan berubah pikiran dan bersikap baik pada Sherin jika tes DNA itu menunjukan hasil yang positif. Tapi ternyata Alex tetap begitu sangat keras kepala dan tidak perduli dengan apapun yang terjadi pada Sherin sekarang.

__ADS_1


“Alex.. Mamah benar benar tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari nak..” Nyonya besar Smith kembali membatin. Kali ini dengan air mata yang menetes membasahi kedua pipinya. Hatinya hancur karena sikap putranya sendiri. Putra yang selama ini selalu dia bangga banggakan.


“Ya Tuhan.. Tolong sentuh hati putraku dengan kelembutanmu Tuhan..”


__ADS_2