SAYANG

SAYANG
Episode 141


__ADS_3

Sejak di permalukan oleh Alex di depan Alvin, Melisa menjadi sering terdiam. Dia memang tetap menjalankan bisnis kuenya. Namun Melisa selalu menolak jika Alvin datang untuk menemuinya. Melisa merasa sangat malu pada Alvin karena Alvin sudah tau semuanya. Apa lagi Alvin juga melihat secara langsung video dirinya dan Alex siang itu.


David yang menyadari perubahan sikap sang kakak pun mulai bertanya tanya. Apa lagi setiap Alvin datang Melisa menyuruh nya untuk mengatakan sesuatu yang tidak benar. Ya, Melisa selalu menyuruh David maupun Farid untuk berbohong pada Alvin.


“Sudah selesai kak?” Tanya David yang baru saja selesai mengantar semua pesanan kue langganan Melisa.


Melisa yang baru saja selesai membereskan serta mencuci semua peralatan yang sudah di gunakan pun menoleh. Dia tersenyum dan menganggukkan kepala menatap David yang sudah duduk di kursi di meja makan. Melisa memang selalu menata kue yang akan dia packing di atas meja makan.


“Kakak sudah masak. Tapi belum sempet kakak taruh di wadahnya. Sebentar kakak akan siapin buat kamu.” Ujar Melisa yang begitu sibuk mengurus rumah juga usahanya. Wanita itu seakan tidak pernah kenal lelah mengurus dua adik yang memang sangat dia cintai.


David yang melihat itu hanya bisa menghela napas. Kali ini David sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasaran nya. David tau kakak nya sedang tidak baik baik saja. Dan sebagai adik yang baik, David akan bertanya pada sang kakak serta mencoba membantu mencari solusi akan masalah yang sedang di hadapi oleh Melisa, sosok kakak sekaligus orang tua untuknya dan Farid. David tidak rela jika kakaknya itu memendam sendiri permasalahan dalam hidupnya.


David menunggu sampai Melisa selesai menghidangkan makan siang untuknya. Remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas itu benar benar merasa kasihan pada kakaknya yang tampak tidak semangat akhir akhir ini.


“Nanti tolong jemput Farid ya Vid, katanya hari ini Farid ada pelajaran tambahan. Mungkin jam tigaan nanti baru pulang. Kakak juga sudah kasih uang saku lebih terus kakak bawain kue buat Farid makan siang.” Celoteh Melisa sembari mengambilkan nasi ke piring David.


David menelan ludah. Kakaknya berusaha untuk terlihat baik baik saja setiap sedang bersamanya dan Farid. Namun sebagai remaja yang sudah mulai peka dengan perasaan wanita David bisa membaca gelagat kakaknya. Apa lagi David juga beberapa kali mendapati kakaknya yang melamun sambil meneteskan air mata saat sedang sendiri.


Yang berada di pikiran David sekarang adalah Melisa sedang punya masalah dengan Alvin, teman nya yang akhir akhir ini juga sedang dekat dengan Melisa. Hal itu David tebak karena Melisa yang selalu berusaha menghindari Alvin setiap Alvin datang.


“Kak...” Panggil David pelan.


“Hem.. Kenapa?” Sahut Melisa kemudian bertanya sembari meletakan sepiring nasi dan lauk serta sayur di depan David.


David menghela napas. David yakin Melisa pasti tidak akan langsung mau terbuka padanya. Tapi David akan terus mengorek informasi dari kakaknya secara langsung. David tidak mau jika sampai Melisa menghadapi sendiri masalahnya dengan Alvin. Apa lagi jika sampai Alvin menyakiti kakaknya, David tidak akan tinggal diam. David akan berusaha membela dan melindungi kakaknya yang sudah banyak berkorban untuknya dan Farid.

__ADS_1


“Boleh David tanya sesuatu?” Tanya David pelan.


“Tentu saja. Tanyakan apapun yang ingin kamu tau dek.. kakak pasti akan menjawab dengan sejujur jujurnya.” Jawab Melisa tersenyum manis.


Sesaat David terdiam. Dia berharap Melisa benar benar jujur dan terbuka padanya.


“Kakak kenapa?”


Melisa mengeryit mendengar pertanyaan yang David lontarkan. Wanita itu merasa bingung karena David tiba tiba bertanya tentang dirinya.


“Kenapa apanya? Memangnya ada yang salah ya sama kakak?” Tanya balik Melisa kebingungan.


David tersenyum miris dengan disertai gelengan di kepalanya. Sudah dia tebak Melisa pasti tidak akan langsung terbuka padanya.


“Kakak nggak perlu pura pura nggak tau di depan David. David tau kok kakak sedang ada masalah sama kak Alvin. Ayolah kak... Masa kakak nggak mau cerita sih sama David?” Ujar David menatap Melisa dengan ekspresi sendu.


“Kak..” David meraih tangan Melisa dan menggenggamnya dengan sangat lembut, memberi tahu pada kakaknya itu bahwa dirinya ada dan siap membantu apapun masalah yang sedang di hadapi oleh kakaknya.


“Kakak nggak sendiri. Ada aku, ada Farid. Kakak bisa ceritakan apa saja beban hati kakak sama David. David pasti akan sebisa mungkin membantu kakak apapun masalah nya.”


Melisa perlahan mengukir senyuman di bibirnya. Ucapan David benar benar sangat menyentuh. Melisa tau adiknya memang anak yang baik dan penuh pengertian. Itu sebabnya Melisa sangat mempercayai adiknya itu. Bahkan saat David terkena kasus penganiayaan di sekolahnya dulu Melisa tidak marah. Apa lagi David melakukan itu karena membelanya.


“Makasih banget ya kamu udah ngertiin kakak. Makasih juga kamu selalu ada dan selalu membantu kakak. Tapi kakak beneran nggak papa. Kakak cuma sedang merasa ingin fokus saja dengan usaha kita.”


David berdecak mendengar apa yang Melisa katakan. Kakaknya masih juga tidak mau menceritakan masalahnya.

__ADS_1


“Kakak ada masalah sama kak Alvin? Kak Alvin nyakitin kakak? Iya? jujur sama David kak..” David mulai hilang kesabaran karena Melisa yang tidak juga mau jujur dan terbuka padanya tentang masalah yang sedang di hadapinya.


Melisa menggeleng pelan. Meski memang masalah yang terus mengganggu pikiran nya itu ada hubungan nya dengan Alvin, namun bukan Alvin yang membuatnya seperti sekarang, melainkan Alex. Pria itu dalang dari segala apa yang Melisa rasakan sekarang.


“Nggak David, Alvin nggak salah apa apa. Dia nggak tau apa apa. Ini benar benar nggak ada sangkut pautnya sama Alvin.”


“Terus kalau memang benar begitu kenapa kakak menghindar dari kak Alvin? kenapa kakak selalu menyuruh aku berbohong dengan mengatakan kakak sedang tidak ada di rumah setiap kak Alvin datang? Kenapa kak?”


Serentet pertanyaan yang David lontarkan membuat Melisa kebingungan. Melisa tidak mungkin menceritakan semuanya pada David. Karena jika Melisa menceritakan pada David, itu sama saja Melisa harus membuka aib yang harus rapat rapat dia tutupi dari kedua adiknya.


“Kenapa kakak diam? Apa perlu David kasih pelajaran dulu ke kak Alvin baru kakak mau cerita sama David?” Marah David yang benar benar sudah kehilangan kesabaran nya.


Melisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka David akan terpancing emosi.


“David tolong kamu tenang dulu. Ini semua tidak ada hubungannya dengan Alvin. Kamu jangan salah paham. Kakak menjauh dari Alvin karena kakak merasa kakak tidak sepadan dan tidak pantas dekat dengan Alvin. Kamu tau kan siapa Alvin?”


David tersenyum miring. Kakaknya bukan tipe wanita yang suka minder hanya karena derajat.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Melisa dan David menoleh kearah pintu. David yakin yang ada di balik pintu utama kediaman sederhananya pasti adalah Alvin.


“Biar David yang kasih pelajaran pada kak Alvin.” Ujar David yang langsung membuat Melisa bergerak cepat. Dia bangkit dari duduknya berdiri menghalangi David yang salah paham dengan apa yang sedang terjadi.


“Enggak enggak. Kamu tetap disini. Kakak yang akan menemui Alvin. Kakak akan selesaikan masalah kakak pelan pelan.” Tegas Melisa yang kemudian berlalu begitu saja meninggalkan David yang berdiri dari kursi yang di dudukinya.

__ADS_1


David menghela napas pelan. David berharap apapun masalah yang sedang di hadapi kakaknya bisa segera di selesaikan dengan baik. David tidak mau kakaknya terus terusan merasa sedih karena hubungan nya yang tiba tiba merenggang dengan Alvin.


__ADS_2