SAYANG

SAYANG
Episode 120


__ADS_3

Setelah Erlan menceritakan semuanya, Lena pun kembali bersikap seperti biasanya. Begitu ceria dan selalu penuh senyum menyambut Erlan yang sepertinya tidak pernah absen mendatanginya. Hal itu juga membuat Erlan merasa tenang. Terlebih Erlan juga sudah memberitahukan segalanya pada Lena, istri tercintanya.


“Sayang...” Panggil Erlan pada Lena yang sedang fokus mengeringkan rambut Erlan. Saat ini keduanya sedang berada di depan cermin di meja rias Lena dengan Erlan yang duduk di kursi, sedang Lena yang berdiri di belakang Erlan memegang alat pengering rambut yang sedang dia gunakan untuk mengeringkan rambut suaminya.


“Ya.. Kenapa?” Sahut Lena kemudian bertanya pada Erlan. Lena juga mematikan alat pengering rambut itu karena memang sudah selesai dia gunakan.


Erlan membuka laci di meja rias Lena kemudian tertawa pelan.


“Apa kamu tidak pernah menggunakan kartu kredit yang aku berikan sayang?” Tanya Erlan meraih kartu kredit yang dia berikan pada Lena. Erlan memberikan itu agar Lena bisa bebas membeli apa saja yang Lena inginkan tanpa harus mengatakan lebih dulu padanya.


Lena terkekeh geli. Sejak Erlan memberikan kartu kredit tersebut, Lena memang langsung menyimpan nya di laci meja rias dan tidak pernah dia sentuh. Karena jika sedang menginginkan sesuatu, Lena selalu meminta di belikan oleh si mbok dan si mbok memasukan nya ke dalam list belanjaan bulanan. Kebetulan si mbok juga di beri pegangan ATM oleh Erlan untuk mengatur segala kebutuhan rumah.


“Maaf.. Aku bingung harus menggunakan nya untuk apa. Karena sepertinya semua yang aku mau sudah kamu sediakan.” Jawab Lena.


Erlan memutar tubuhnya hingga kini berhadapan dengan Lena. Posisinya yang duduk di kursi membuat tingginya hampir sama dengan tinggi Lena.


Erlan kemudian meraih kedua tangan Lena dan menggenggamnya lembut namun erat. Perlahan, Erlan mengangkat kedua tangan Lena yang di genggamnya lalu mencium punggung tangan Lena dengan lembut secara bergantian. Kesederhanaan Lena membuat cinta yang tumbuh di hati Erlan semakin subur. Lena tidak pernah banyak tingkah meski tau siapa Erlan. Wanita itu tetap menjadi dirinya sendiri dengan kesederhana anya.


“Sayang.. Aku merasa aku selalu kehabisan kata kata manis untuk menggambarkan sosok kamu. Kamu bukan hanya cantik dari luar, tapi juga dari hati kamu. Aku benar benar beruntung memiliki kamu sayang..” Ujar Erlan membuat Lena tersipu mendengarnya.

__ADS_1


“Tapi sayang.. Kedepan nya tolong kamu gunakan apa yang sudah aku sediakan. Terserah kamu mau menggunakan nya untuk apa. Asal itu untuk kebaikan aku tidak akan merasa keberatan. Aku akan sangat senang sekali kalau kamu menggunakan fasilitas yang sudah aku sediakan.” Lanjut Erlan.


“Sungguh? Apapun itu apa kamu benar benar akan mengizinkan?” Tanya Lena dengan wajah antusiasnya.


Erlan menganggukkan kepalanya tanpa ragu sedikitpun. Pria itu sangat percaya pada istrinya. Lena adalah wanita yang baik yang tidak mungkin macam macam dan menyalahi aturan sebagai wanita yang sudah berstatus sebagai istri.


“Apapun itu..” Jawab Erlan mantap dan sedikit mengangkat kepalanya untuk menatap wajah penuh antusias istrinya.


“Bagaimana kalau aku gunakan untuk menyenangkan hati para pekerja di rumah ini? Atau aku menyumbang untuk yayasan panti asuhan, atau bisa jadi untuk membangunkan rumah dan membiayai anak jalanan agar bisa bersekolah kembali?”


Erlan tertawa geli mendengar rentetan pertanyaan tanpa jeda dari Lena. Pria kembali merasa jatuh cinta denga apa adanya Lena. Bahkan kebebasan menggunakan uang membuat pemikiran Lena langsung bekerja untuk bakti sosial, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Benar benar wanita yang sangat langka menurut Erlan. Erlan yakin Alex yang notabenenya adalah mantan kekasih Lena merasa sangat menyesal karena menyia nyiakan wanita sebaik dan setulus Lena.


Lena terdiam. Dia mencoba memutar otak memikirkan apa lagi yang perlu dia lakukan untuk membantu sesama.


“Ah aku tau, menyediakan peralatan medis yang lengkap di puskesmas dekat rumah yang dulu aku sewa. Boleh tidak?”


Erlan tertawa mendengar itu. Dari sekian apa yang Lena katakan tidak satupun Lena menyebut kepentingan pribadinya. Itu sangat lucu namun juga sangat mengagumkan bagi Erlan.


Gemas dengan tingkah istri tercintanya, Erlan pun melepaskan genggaman tangan nya pada kedua tangan Lena. Pria tampan yang sudah rapi dengan kemeja biru mudanya itu meraih pinggang Lena mesra kemudian mengangkatnya dengan lembut dan mendaratkan Lena di pangkuan nya. Lena yang terkejut dengan apa yang Erlan lakukan refleks mengalungkan kedua tangan nya di leher Erlan.

__ADS_1


“Lakukan semua yang kamu sebutkan tadi sayang. Aku akan dengan senang hati menemani kamu mendatangi beberapa tempat yang kamu sebutkan tadi.” Lirih Erlan.


Lena tersenyum merasa sangat terharu atas izin yang Erlan berikan padanya. Lena tidak menyangka apa yang di cita citakan nya dari dulu agar bisa membantu sesama akhirnya terwujud.


“Terimakasih Erlan. Aku benar benar merasa sangat bahagia karena akhirnya aku bisa melakukan apa yang sejak dulu aku cita citakan.” Senyum haru Lena yang kemudian langsung berhambur memeluk Erlan dengan sangat erat.


“Tidak perlu berterimakasih sayang.. Jika kamu senang, aku juga akan merasa senang. Dan jika kamu bahagia aku pun akan merasa sangat bahagia. Lakukan segala yang terbaik. Aku selalu ada untuk mendukung kamu sayang..” Bisik Erlan tersenyum di balik punggung Lena yang memeluknya dengan sangat erat.


Lena hanya menganggukan kepalanya saja. Sejak dulu memang Lena sangat ingin bisa melakukan apa yang dia katakan pada Erlan tadi. Dan sekarang semua itu terwujud berkat suaminya, Erlan.


“Jadi apa kamu akan menyelesaikan membantuku bersiap sebelum aku berangkat ke kantor, atau mungkin kita bisa melakukan hal lain yang lebih menyenangkan pagi ini sayang? Aku tidak masalah jika harus tinggal di rumah lagi hari ini sama kamu..” Goda Erlan yang membuat Lena langsung melepaskan pelukan erat.


“Oh tidak tidak. Kamu harus ke kantor Erlan. Ingat kalau kamu harus memberikan contoh yang baik untuk para pekerja kamu.” Balas Lena. Lena kemudian segera bangkit dari pangkuan Erlan yang malah tersenyum geli. Pria itu sama sekali tidak berniat menahan istrinya dan membiarkan saja Lena bangkit dari pangkuan nya.


“Aku akan menyisir rambut kamu. Tunggu sebentar.” Lanjut Lena kemudian. Lena meraih sisir dan segera menyisir rambut kecoklatan Erlan.


Erlan terkekeh geli. Menggoda istrinya adalah hobi baru baginya. Selain karena Lena yang menurutnya sangat menggemaskan saat sedang tersipu, tingkah Lena juga membuat Erlan merasa sangat terhibur karena Lena yang polos namun juga memiliki sisi dewasa yang semakin hari semakin membuat Erlan merasa kagum dengan sosok Lena.


“I Love you sayangku...” Bisik Erlan membuat Lena tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2