SAYANG

SAYANG
Episode 49


__ADS_3

Seperti kata pepatah, apa yang kau tanam itulah yang akan kau tuai. Begitu juga dengan apa yang terjadi pada kehidupan Lena dan Sherin.


Lena hidup bahagia bersama Erlan karena kebaikan di masa lampau yang berhasil membuat rasa luar biasa itu tumbuh dengan subur di hati Erlan. Sementara Sherin, dia merasa menderita dan tertekan akibat dari perbuatannya sendiri yang mengkhianati persahabatannya dengan Lena. Persahabatan yang sudah terjalin begitu lama.


Lena bahagia karena begitu sangat di manjakan, di perhatikan, juga sangat di cintai oleh Erlan. Sedangkan Sherin, dia menderita karena mengharapkan cinta dari Alex yang bahkan masih sangat mencintai Lena dan masih berharap bisa kembali bersama Lena.


“Ada apa? Kenapa kamu senyum senyum begitu?” Lena menatap curiga pada suaminya yang sedang duduk menikmati teh hangat di balkon kamarnya malam ini. Lena beranggapan suaminya sedang memikirkan sesuatu yang tidak tidak sehingga terus saja senyum senyum sendiri.


Mendengar suara Lena, Erlan pun menoleh. Pria itu tertawa pelan. Sejak menikah dengan Lena, setiap hari bahkan setiap detik yang Erlan rasakan hanya lah kebahagiaan. Itulah sebabnya Erlan terus tersenyum bahkan meski sedang sendiri. Bisa memiliki Lena seutuhnya adalah satu hal yang sangat Erlan impikan sejak lama. Dan kini impian itu benar benar menjadi nyata. Lena menjadi istrinya.


“Sini sayang...” Senyum Erlan menepuk pelan pahanya menyuruh dengan lembut agar Lena mendekat dan duduk di pangkuannya.


Lena menghela napas lalu menurut. Dia melangkah mendekat pada Erlan dan duduk di pangkuan Erlan. Lena juga mengalungkan kedua tangannya di leher Erlan. Sedang Erlan, pria itu memeluk mesra pinggang Lena sembari mengusapnya lembut.


“Kamu nggak lagi ngebayangin yang aneh aneh kan?” Tanya Lena menatap Erlan serius.


Erlan tersenyum merasa geli mendengarnya. Di tambah dengan tatapan penuh selidik Lena yang justru terkesan sangat menggemaskan bagi pria itu.


“Kalaupun aku membayangkan yang aneh aneh asal dalam bayangan itu aku sama kamu nggak papa kan?” Itu bukan jawaban. Tapi pertanyaan balik yang Erlan lontarkan pada Lena.


Lena mengeryit.

__ADS_1


“Memangnya apa yang kamu bayangkan? Jangan mesum loh..”


Erlan tidak bisa untuk tidak tertawa. Erlan memang sering membayangkan sesuatu yang berlebihan dengan Lena. Bahkan pria itu mengingat detail setiap mereka bersama di atas tempat tidur. Hal itu yang selalu membuat Erlan merasa sangat bersyukur karena bisa bersama dengan Lena dengan begitu intim setiap malam.


“Memangnya membayangkan kemesraan dengan istri sendiri termasuk mesum? Kan nggak ada yang ngelarang aku mau membayangkan apapun sama kamu sayang. Bahkan melakukan secara langsung pun tidak ada ancaman seperti dosa kan? Kamu milik aku seutuhnya sayangku.”


Wajah Lena merona mendengarnya. Meski melakukan hubungan suami istri dengan Erlan sudah bukan lagi hal baru bagi Lena, namun tetap saja Lena merasa malu jika Erlan mengatakan secara gamblang tentang hal tersebut.


“Apaan sih? Dasar laki laki.” Ketus Lena berusaha menahan malu juga senyuman di bibirnya sembari melengos menghindari tatapan Erlan.


“Hey..” Tidak mau Lena memalingkan wajah darinya, Erlan pun meraih dagu Lena dan menuntunnya kembali agar Lena menatapnya. Pria itu sedetik pun tidak ingin sampai melewatkan pemandangan indah wajah cantik alami istrinya yang Erlan rasa tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu dulu.


Lena selalu tidak bisa membalas setiap kata romantis yang keluar dari bibir Erlan. Karena menurut Lena apa yang Erlan rasakan padanya itu sangat berlebihan. Lena sendiri merasa dirinya tidak se sempurna apa yang Erlan katakan. Tapi entah kenapa Erlan bisa begitu sangat dalam mencintainya. Terkadang Lena juga ragu dengan apa yang dia jalani sekarang mengingat dirinya yang tidak pernah mengenal siapa Erlan. Karena dengan Alex saja yang dalam waktu tidak sebentar selalu bertemu hampir setiap hari Lena bisa kecolongan. Alex mengkhianatinya dengan Sherin sahabatnya. Lena akui Sherin memang cantik dan menawan. Tidak heran jika Alex sampai terpesona pada sahabatnya itu.


“Apa yang kamu alami di masa lalu jangan pernah kamu pikirkan lagi sayang. Anggap itu sebagai pelajaran berharga untuk kamu ke depannya. Kamu juga tidak perlu lagi merasa kesal apa lagi dendam. Karena aku yang akan memastikan kamu akan hidup bahagia bersama aku.” Kata Erlan lagi.


Lena mengerjapkan kedua matanya beberapa kali tidak menyangka dengan apa yang Erlan katakan. Erlan seperti mengetahui apa yang sedang Lena pikirkan. Yaitu tentang Alex yang mengkhianatinya dengan Sherin.


“Kamu..”


“Aku Erlan Dallin Harrison. Aku bisa mengetahui apa saja isi kepala cantik kamu sayang.” Sela Erlan membuat Lena mendelik.

__ADS_1


Lena kemudian berdecak. Tidak mungkin rasanya jika suaminya bisa membaca pikirannya. Lena yakin itu hanya sebuah kebetulan saja.


“Tuan Erlan Dallin Harrison, Tuhan sangat tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan. Termasuk kepercayaan diri kamu yang melampaui batas itu.” Kata Lena melepaskan kedua tangannya yang mengalung di leher Erlan lalu melipat kedua tangannya di bawah dada dengan ekspresi kesal.


Erlan tertawa geli. Pria itu menekan sedikit pinggang Lena membuat tubuh Lena semakin merapat padanya.


“Ya.. Aku tau tentang itu. Tapi bagaimana jika sangat mencintai kamu membuat aku merasa semakin bersyukur dan semakin dekat dengan Tuhan? Itu berlebihan juga bukan?” Tanya Erlan dengan wajah yang begitu dekat dengan wajah Lena.


Lena menyipitkan kedua matanya membalas tatapan penuh perhatian suaminya. Pria itu terus saja tersenyum seolah sedang memperlihatkan kebahagiaan tidak terhingga nya karena memiliki Lena di sampingnya sekarang.


“Bibir kamu benar benar sangat manis Erlan.” Cibir Lena.


Erlan kembali tertawa. Bahagia sekali rasanya karena bisa selalu bersama dengan Lena. Yang dulu kebersamaannya dengan Lena hanya sebatas angan angan saja, kini semua itu benar benar nyata. Lena dapat dengan mudah Erlan gapai. Lena bisa Erlan peluk dan Erlan cium sesuka hatinya karena Lena adalah miliknya seutuhnya.


“Sudahlah.. Angin nya semakin kencang sayang. Bagaimana kalau kita masuk ke dalam saja?”


“Oke..” Angguk Lena setuju saja. Lena bermaksud bangkit dari pangkuan Erlan namun Erlan menahannya. Pria itu justru bangkit dari duduknya dengan Lena yang berada di gendongannya.


“Begini lebih baik sayang.” Bisik Erlan mesra.


Lena tersenyum diam diam. Dia menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Erlan merasa sangat di istimewakan oleh suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2