
Tidak sabar ingin bertanya langsung pada Sasha tentang hubungan Sasha dengan Kenzie, Lena pun berniat menghubungi Sasha setelah makan malam ini. Namun sebelum itu, Lena lebih dulu memastikan putranya tertidur dengan nyaman di ranjang nya sendiri.
Lena tersenyum. Seolah tau dengan apa yang di inginkan oleh Lena, Rezvan begitu cepat terlelap dengan damai. Bayi tampan itu begitu pengertian dan tau apa yang di inginkan oleh mommy nya tanpa harus Lena memberitahu. Kalaupun memang Lena memberitahu toh Rezvan juga tidak akan mengerti karena dia memang masih bayi.
“Rezvan sudah tidur?” Tanya Erlan yang sejak tadi fokus dengan laptop nya. Pria itu duduk di sofa seberang ranjang sambil menatap Lena yang masih berdiri disamping ranjang bayi putranya.
“Sudah..” Jawab Lena dengan senyuman manis yang menghiasi bibir nya.
Erlan menghela napas kemudian tersenyum. Pria itu bangkit dari duduknya. Dia juga menaruh laptop yang tadi di pangkuannya diatas meja. Setelah itu Erlan melangkah menghampiri Lena.
Erlan mengusap lembut kedua bahu kecil istrinya. Satu kecupan pria itu daratkan di pipi Lena.
“Sayang.. Usia Rezvan sudah hampir memasuki dia bulan. Apa itu artinya aku sudah boleh...” Lirih Erlan.
Lena terdiam. Setelah melahirkan Lena memang tidak pernah melayani suaminya di atas tempat tidur. Tentu saja karena Lena yang sibuk mengurus Rezvan yang suka terbangun saat tengah malam bahkan saat Lena baru memejamkan kedua matanya. Dan selama itu pula Erlan tidak pernah menyinggung tentang hal tersebut. Tapi kali ini Erlan menanyakan nya dengan begitu lirih dan mesra. Hal itu membuat Lena berpikir tidak mungkin jika malam ini dirinya menolak jika Erlan menginginkan nya. Yang artinya Lena tidak bisa menanyakan tentang kedekatan Sasha dan Kenzie pada Sasha lewat telepon malam ini.
Lena menelan ludah kemudian memutar tubuhnya menghadap pada Erlan yang menatap nya dengan tatapan penuh cinta.
“Tentu saja boleh...” Jawab Lena dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Lena sedikitpun tidak merasa keberatan apa lagi merasa terpaksa untuk melayani suaminya untuk pertama kalinya setelah melahirkan Rezvan malam ini.
“Tapi sayang.. Memangnya kamu tidak lelah seharian menjaga Rezvan?” Tanya Erlan yang tidak ingin memaksa istrinya. Erlan memang sedang menginginkan Lena sekarang. Tapi itu bukan berarti Erlan memaksakan kehendaknya agar Lena mau melayani nya sementara Erlan sendiri tau Lena sudah kelelahan setelah seharian menjaga Rezvan.
Lena terkekeh geli. Lena tidak pernah merasa kelelahan mengurus putranya karena memang Lena selalu melakukan nya dengan penuh cinta dan kasih sayang yang membuat nya selalu merasa bahagia. Di samping itu Lena juga tidak pernah melakukan pekerjaan apapun. Dia hanya fokus mengurus putranya itupun terkadang di bantu oleh si mbok ataupun pelayan lain nya.
“Aku tidak pernah sedikitpun merasa mengurus putraku adalah beban Erlan. Aku sendiri yang mengharapkan kehadiran dia di dunia ini. Itu sebabnya aku tidak takut meskipun aku harus bertaruh nyawa saat melahirkan Rezvan. Dan juga Rezvan itu adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan dalam hidupku Erlan. Jadi aku nggak punya alasan untuk mengatakan aku lelah mengurus anak kita.” Ujar Lena menatap tepat pada kedua bola mata coklat bening suaminya.
Erlan merasa sangat takjub mendengar apa yang Lena katakan. Pria itu tidak menyangka Lena akan mengatakan hal yang sedikitpun tidak pernah Erlan duga. Padahal Erlan sendiri merasakan bagaimana lelahnya mengurus Rezvan yang membuat nya tidak bisa tidur dengan tenang. Namun Lena sedikitpun tidak mengeluh bahkan saat dirinya bertanya.
__ADS_1
Melihat suaminya yang terdiam, Lena pun mulai mengangkat kedua tangan nya dan melingkarkan lengan nya di bahu tegap dan kokoh Erlan.
“Kamu boleh melakukannya malam ini. Karena sebenarnya aku juga kangen sama kamu..” Senyum Lena.
Erlan yang mendengar itu merasa sangat bahagia. Pria itu tidak menyangka Lena akan menyambut dengan senang hati ajakan nya untuk bercinta.
Erlan menghela napas. Tangannya mulai meraih pinggang ramping Lena, mengusapnya dengan lembut dan mesra. Pria itu sungguh sangat merindukan saat saat mesra bersama istrinya.
Perlahan Erlan mulai mendekatkan wajahnya pada Lena, namun tiba-tiba Lena mengernyit membuat Erlan yang sudah hampir meraih bibirnya menghentikan laju wajahnya.
“Kenapa sayang?” Tanya Erlan pelan.
“Sshhh.. Perut aku tiba tiba nyeri..” Jawab Lena meringis. Kedua tangannya perlahan Lena turunkan dari bahu tegap Erlan. Wanita itu memegangi perutnya yang entah kenapa tiba tiba terasa nyeri.
“Ya Tuhan sayang.. Kamu nggak papa kan?” Tanya Erlan dengan wajah khawatir karena Lena yang sedikit membungkuk sembari memegangi perut bagian bawahnya. Erlan benar benar takut sesuatu terjadi pada istrinya.
Lena menggelengkan kepalanya. Dia menolak ajakan Erlan untuk ke rumah sakit.
“Sebentar, aku ke kamar mandi dulu.” Kata Erlan kemudian.
Erlan membantu Lena menuju kamar mandi. Pria itu tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya sekarang. Lena tidak biasanya mengeluhkan sakit seperti sekarang.
Setelah Lena masuk ke dalam kamar mandi, Erlan pun mondar mandir di depan pintu kamar mandi. Pria itu jelas sekali terlihat khawatir pada keadaan istrinya sekarang.
Sementara di dalam kamar mandi, Lena terus meringis sembari memegangi perutnya. Lena tidak tau apa yang terjadi padanya saat ini karena selama Rezvan lahir baru kali ini Lena merasakan sakit di perut bagian bawahnya.
Lena kembali mengernyit. Dia merasakan ada sesuatu yang aneh yang akhirnya membuat nya bergegas mengeceknya. Lena melongo begitu mendapati noda merah di ****** ***** nya. Ya, Lena mendapatkan tamu bulanan nya untuk yang pertama kali setelah hampir dua bulan usia Rezvan.
__ADS_1
“Ya ampun.. Aku kira kenapa.” Hela napas Lena.
Lena segera mengecek laci di meja wastafel di kamar mandi namun tidak menemukan pembalut dan celana untuk dia ganti. Hal itu membuat Lena harus meminta tolong pada Erlan yang sedang mondar mandir di depan pintu kamar mandi menunggu nya dengan perasaan khawatir.
Erlan menoleh dengan cepat mendengar suara pintu kamar mandi yang di buka. Pria itu mengerutkan keningnya melihat Lena yang tampak malu malu di celah pintu yang dia buka sedikit.
“Kamu nggak papa kan sayang?” Tanya Erlan penasaran bercampur takut.
“Aku nggak papa. Tapi..”
“Tapi apa sayang?” Sela Erlan tidak sabar.
Lena menghela napas. Padahal dia berniat melayani suaminya malam ini. Namun dirinya malah mendapatkan tamu bulanan nya yang artinya Lena tidak bisa melayani Erlan.
“Aku.. Aku mens.” Jawab Lena pelan.
“Hah?” Erlan melongo mendengar nya. Perasaan khawatir dan takutnya sirna seketika. Pria itu kemudian menghela napas merasa lega karena ternyata istrinya baik baik saja.
“Aku boleh tidak minta tolong?” Tanya Lena kemudian.
“Tentu saja. Apa yang bisa aku bantu sayangku?” Senyum Erlan menatap Lena penuh perhatian.
Lena menghela napas pelan. Dia merasa sangat bersalah pada Erlan karena tidak melayaninya malam ini. Tapi Lena juga tidak tau kalau tamu bulanan nya akan datang malam ini.
“Tolong ambilin pembalut sama celana buat ganti.” Kata Lena pelan.
“Siap sayangku. Tunggu sebentar.” Jawab Erlan dengan semangat.
__ADS_1