SAYANG

SAYANG
Episode 193


__ADS_3

Besok paginya setelah Lena dan Erlan selesai sarapan, Chilla pun datang. Wanita itu bukan datang secara kebetulan melainkan karena Kenzie yang di suruh untuk menghubungi nya oleh Erlan agar Chilla memberi penjelasan demi meluruskan kesalah pahaman Lena padanya.


Lena menelan ludah. Dia melirik diam diam pada lengan Chilla yang masih di balut perban. Lena sangat ingat semalam Erlan mengatakan bahwa Chilla mengalami luka sayatan benda tajam yang cukup serius di lengannya yang membuat Erlan harus segera melarikan Chilla ke rumah sakit.


“Sebelumnya aku minta maaf kalau aku sudah membuat kalian berdua berada dalam masalah.” Ujar Chilla menatap bergantian pada Lena dan Erlan.


“Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku mengembalikan jas Erlan melalui jasa kurir karena aku berusaha untuk tidak mengganggu hubungan kalian berdua. Aku tidak mau egois sampai salah melangkah dengan terus mencari celah dari hubungan kalian berdua.”


Chilla diam sejenak. Dia menarik napas panjang lalu menghembuskan nya perlahan. Erlan dan Lena sama sama diam dan tidak mengatakan apapun. Mereka berdua sedang berusaha tenang mendengarkan penjelasan Chilla terutama Lena.


“Sekali aku benar benar minta maaf. Aku juga mau bilang makasih banget atas pertolongan kamu malam itu Erlan. Aku nggak tau apa jadinya aku kalau malam itu tidak ada kamu yang menolong aku. Dan untuk kamu Lena, kamu nggak perlu khawatir. Yang Erlan cintai itu hanya kamu. Erlan adalah laki laki yang setia dan bisa di percaya. Jadi untuk semua kesalah pahaman itu karena kebodohanku. Aku yang salah karena sudah membuat kamu berpikir yang tidak tidak. Sekali lagi aku minta maaf banget. Aku janji aku nggak akan ganggu hubungan kalian.” Senyum Chilla menatap Lena.


Lena menelan ludah. Wanita itu melirik Erlan yang duduk di sampingnya. Lena benar benar tidak bisa menahan rasa kesal dan sakit hatinya semalam. Lena bahkan sampai berteriak marah pada Erlan yang begitu sabar dan tenang menghadapinya. Erlan bahkan sampai hampir bersujud di kedua kakinya.

__ADS_1


“Hanya itu yang bisa aku katakan. Aku dan Erlan sama sekali tidak ada hubungan apa apa.” Tambah Chilla.


Setelah memberi penjelasan, Chilla pun pamit untuk pulang. Wanita itu tidak ingin berada lama lama dengan Erlan yang pasti akan menyulitkan nya untuk melupakan pria itu. Chilla ingin hidup dengan tenang seperti sedia kala sebelum kembali di pertemukan dengan Erlan. Meski memang melupakan Erlan tidak mudah, namun Chilla akan mengusahakan nya. Chilla tidak mau menjadi pengganggu di hubungan Erlan dan Lena. Apa lagi Erlan juga sudah menegaskan padanya bahwa yang Erlan cintai hanya Lena dan tidak ada yang lain.


“Sayang..” Panggil Erlan pelan. Pria itu masih belum benar benar tenang karena Lena masih saja diam bahkan setelah Chilla keluar dari rumah mereka.


Lena menoleh. Wanita itu menatap Erlan yang duduk di samping nya di ruang tamu. Bahkan Erlan sampai rela tidak berangkat ke perusahaan agar bisa menyelesaikan permasalahan nya dengan Lena lebih dulu.


“Kamu percaya kan sama aku?” Tanya Erlan pelan.


Tidak tau harus bagaimana, Lena pun memilih untuk bangkit dari duduknya kemudian berlalu dari ruang tamu meninggalkan Erlan. Lena juga tidak mengatakan sepatah katapun pada Erlan. Bukan karena masih marah, tapi karena merasa bersalah.


Erlan berdecak pelan. Kebodohannya benar benar sangat keterlaluan kali ini. Bisa bisanya Erlan sampai melupakan hal penting yang seharusnya dari awal dia ceritakan pada Lena. Hal yang akhirnya membuat hubungan harmonis dan romantis nya dengan Lena menjadi kaku bahkan sampai Lena marah dan merasa kecewa padanya.

__ADS_1


“Ya Tuhan... Kenapa aku bisa sebodoh itu? Kenapa aku bisa sampai melupakan hal penting yang seharusnya dari awal aku ceritakan pada Lena.” Gumam Erlan frustasi sendiri.


Erlan berdecak kemudian mengusap dengan kasar wajah tampan nya. Pria itu benar benar tidak tau harus bagaimana lagi sekarang. Menjelaskan pada Lena sudah. Menghadirkan Chilla untuk memberi penjelasan juga sudah. Tapi Lena masih tetap marah padanya. Itu membuat Erlan merasa sangat tidak tenang. Pikiran nya buntu, hatinya pilu karena wanita yang sangat di cintai nya telah hilang kepercayaan terhadap dirinya.


“Lena.. Tolong jangan seperti ini sayang.. Kamu boleh melakukan apapun padaku, tapi tolong jangan marah dan terus mendiamkan aku seperti ini..” Batin Erlan merasa tidak sanggup.


Sementara itu di lantai dua, Lena masuk ke dalam kamarnya. Wanita itu kembali menutup pintu kamar yang kemudian dia jadikan sebagai tempat bersandar untuk punggungnya. Setelah melihat lengan Chilla yang di perban juga mendengar sendiri penjelasan wanita itu, Lena menjadi merasa sangat bersalah pada suaminya. Lena sendiri tidak menyangka kenapa dirinya bisa begitu sangat kejam menuduh suaminya melakukan hal di luar batas di belakangnya. Sementara Erlan sendiri selalu menunjukkan bagaimana dia sangat bahagia memilikinya.


“Ya Tuhan...” Lirih Lena. Dia memejamkan kedua matanya. Mengingat bagaimana Erlan bersimpuh di depan kedua kakinya sembari menatap nya dengan permohonan yang begitu tulus membuat Lena merasa dirinya sangat egois. Apa lagi semalam Lena juga sampai berkata dengan nada tinggi pada suaminya sendiri. Suatu yang jika di ingat kembali membuat Lena merasa tidak percaya dirinya bisa melakukan itu. Membentak suaminya sendiri, pria yang seharusnya dia hormati.


Perlahan Lena membuka kembali kedua matanya. Lena tidak tau harus bagaimana meminta maaf pada Erlan sekarang. Lena malu juga ragu.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Gumam Lena bingung.

__ADS_1


Perlahan tubuh Lena meluruh ke lantai hingga akhirnya dia terduduk dengan punggung bersandar di pintu kamarnya. Saat ini Lena benar benar merasa sangat menyesal karena sudah menuruti nafsunya dan langsung emosi pada Erlan. Namun sebenarnya itu juga sangat wajar mengingat Lena yang mendapat kiriman jas Erlan dan ucapan terimakasih yang begitu manis dari Chilla. Sebagai seorang wanita tidak heran jika Lena menaruh curiga. Apa lagi sebelum bersama Erlan, Lena juga pernah mendapatkan kecurangan saat berhubungan dengan Alex dulu. Hal itu membuat Lena merasa trauma takut jika hal itu akan kembali dia alami.


Dan hari ini baik Erlan maupun Lena keduanya sama sama merasakan hal yang sama. Yaitu tidak harus bagaimana untuk memperbaiki semuanya. Lena yang merasa malu dan ragu dengan apa yang sudah terjadi, Erlan yang bingung harus bagaimana meyakinkan Lena yang dia anggap masih marah padanya.


__ADS_2