
“Hati hati Daddy...” Senyum Lena sembari melambaikan satu tangan nya yang bebas karena satu tangan Lena lagi sedang menggendong Rezvan yang asik menyusu padanya.
Erlan yang sudah berada di dalam mobil membalas lambaian tangan Lena dengan senyuman yang menghiasi bibir tipisnya. Pria tampan itu kemudian segera menyuruh bodyguard untuk melajukan mobilnya karena pagi ini Erlan ada meeting bersama para kolega nya yang tidak bisa di wakilkan oleh siapapun sekalipun oleh Kenzie.
Lena terus menatap mobil suaminya sampai akhirnya mobil mewah Erlan tidak lagi terlihat setelah keluar dari pekarangan luas kediaman mewah nya.
Setelah mobil Erlan tidak lagi terlihat, Lena pun masuk kembali ke dalam rumah. Kali ini Lena akan benar-benar menanyakan pada Sasha tentang kedekatan Sasha dan Kenzie.
“Halo Sha...” Lena menghubungi Sasha sembari melangkah menuju tangga. Wanita itu benar benar tidak sabar ingin mendengar secara langsung dari Sasha tentang kedekatan nya dengan Kenzie.
“Ya Len ada apa? Aku lagi agak sibuk nih.. Datang telat juga soalnya.” Sahut Sasha dari seberang telepon.
Lena berdecak kemudian mengerucutkan bibirnya merasa kesal. Bahkan dirinya belum mengutarakan niatnya pada Sasha menelepon, namun Sasha sudah punya alasan untuk menghindar dari pertanyaan yang sedang bersarang di benak Lena saat ini.
“Tumben banget kamu telat. Emangnya semalam pulang jam berapa? Terus ngapain aja sama Kenzie sih?” Tanya Lena pada Sasha.
“Hah? Kok jadi ke Kenzie sih? Tadi pagi tuh aku bangun telat Len, nggak ada hubungannya sama siapapun apa lagi Kenzie. Ada ada aja deh kamu.”
Lena memutar jengah kedua bola matanya mendengar Sasha berkilah. Lena yakin dengan apa yang di lihatnya, di tambah lagi dengan apa yang di katakan suaminya. Sasha sedang dekat dengan Kenzie.
“Kamu pikir aku nggak tau apa Sha? Kemarin sore itu kamu pulang bareng Kenzie kan? Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri kamu naik ke dalam mobil Kenzie tidak jauh dari gerbang. Kamu nggak bisa bohong sama aku tau Sha.”
Sasha menghela napas di seberang telepon. Wanita itu tidak menyangka Lena akan tau dengan begitu cepat perihal kedekatan yang sedang dia jalin dengan orang yang paling di percaya oleh Erlan di perusahaan nya.
“Oke oke.. Nanti aku ceritain sama kamu Len. Tapi please jangan sekarang. Aku lagi sibuk banget ini.. Kamu tau kan bagaimana pak Alex? Bisa mati aku kalau sampai berhadapan langsung sama dia.”
__ADS_1
Lena menarik napas kemudian menghelanya dengan kasar. Alasan Sasha sekarang memang sangat masuk akal. Dan Lena tidak bisa memaksa agar Sasha segera menceritakan semuanya detik itu juga. Sasha akan dalam masalah jika Lena tetap memaksa.
“Ya sudah kalau begitu. Aku tunggu kamu sore ini di rumah loh Sha. Awas kalau nggak datang. Aku ngambek sama kamu.” Kata Lena.
“Huft.. Iya iya nyonya Harrison. Pulang kerja nanti aku usahain mampir kesitu.” Balas Sasha yang membuat Lena tersenyum merasa puas.
“Oke kalau begitu.”
“Kamu mau di bawain apa nanti?” Tanya Sasha kemudian.
“Eum.. Siomay bandung boleh.” Jawab Lena tersenyum lebar.
“Baiklah. Ya sudah ya Len. Nanti sore aku kesitu. Aku kerja dulu.”
“Oke..”
Lena mempercepat langkahnya menuju tangga. Wanita itu berniat menuju kamarnya untuk menidurkan Rezvan yang sudah kembali terlelap tenang di gendongan nya.
Sore harinya, Sasha benar benar datang ke kediaman Harrison setelah pulang bekerja. Wanita itu juga tidak lupa membelikan siomay bandung seperti yang di inginkan oleh Lena. Dan kedatangan nya tentu saja di sambut dengan sangat hangat oleh Lena.
“Jadi sekarang kamu bisa dong jelasin ke aku tentang kedekatan yang sedang kamu dan Kenzie jalani?”
Sasha tertkikik geli mendengar pertanyaan tidak sabaran Lena. Bahkan Lena bertanya dengan mulut penuh siomay yang baru dia suapkan ke dalam mulutnya.
“Gimana ya? Aku bukan nya mau nyembunyiin dari kamu Len. Tapi aku pikir kedekatan aku sama Kenzie itu masih di batas level teman. Kami tidak punya hubungan khusus. Yah.. Untuk jalan pernah beberapa kali. Tapi aku merasa di antara aku sama Kenzie itu sama sekali nggak ada spesial. Hubungan kami benar benar hanya sebatas teman.” Cerita Sasha.
__ADS_1
Lena menghela napas sembari membenarkan posisi Rezvan yang ada di pangkuan nya. Lena yakin Kenzie mempunyai niat tersendiri mendekati Sasha. Karena sejauh yang Lena tau Kenzie sepertinya tidak pernah dekat dengan wanita manapun.
“Ya kan memangnya berawal dari kedekatan biasa dulu Sha..”
Sasha terdiam beberapa detik.
“Ya iya sih.. Tapi masa seorang Kenzie mau sama aku sih Len.. Kamu tau sendiri dia siapa. Dia itu orang kepercayaan suami kamu loh. Dia bukan orang sembarangan. Itu yang membuat aku nggak berani berangan angan lebih. Aku hanya berpikir apa yang sedang kita jalani itu murni hanya hubungan pertemanan biasa.”
Lena mengeryit. Lena maklum jika Sasha berpikir demikian karena memang Sasha jarang dekat dengan lawan jenisnya. Itu yang mungkin membuat Sasha tidak percaya diri.
“Emangnya sikap Kenzie kalau lagi sama kamu itu gimana? Terus dia romantis nggak?” Tanya Lena penasaran.
“Romantis gimana sih? Kita itu nggak ngapa ngapain Len. Kalaupun jalan ya paling sekedar cerita cerita sambil makan malam atau duduk duduk di taman. Itu aja. Beneran deh, nggak ada yang lebih antara aku sama Kenzie. Kami benar benar hanya berteman. Aku nggak bohong sama kamu.” Jawab Sasha. Sasha bahkan sampai mengangkat dua jari tanda sumpahnya berharap Lena percaya pada apa yang di katakan olehnya.
Lena tertawa kemudian menggelengkan kepalanya pelan. Pengalaman Sasha tentang cinta benar benar sangat minim. Bahkan Sasha tidak peka dengan Kenzie yang sedang mendekati nya.
“Jadi kamu sama sekali nggak berpikir Kenzie mendekati kamu karena Kenzie itu sebenarnya punya rasa yang sepesial di hatinya untuk kamu begitu?” Tanya Lena lagi.
“Ya ampun Len.. Masa aku sebegitu narsisnya dengan percaya diri berpikir seperti itu. Malu kali sama diri sendiri.” Jawab Sasha tidak habis pikir.
Lena tertawa merasa lucu dengan jawaban Sasha. Sasha benar benar berpikir sesederhana itu tentang kedekatan nya bersama Kenzie sekarang.
“Oke lah terserah apa yang kamu pikirin Sha.. Tapi yang jelas apapun itu aku pasti akan dukung selama itu yang terbaik buat kamu. Dan aku sangat yakin Kenzie itu sebenarnya punya rasa sama kamu.” Ujar Lena dengan senyuman tulusnya. Lena sebenarnya sangat berharap Sasha dan Kenzie memang berjodoh.
“Yee.. Apaan sih? Berlebihan banget mikirnya.” Decak pelan Sasha.
__ADS_1
Lena tertawa mendengar nya. Sasha benar benar sangat lucu jika sudah menyangkut tentang cinta yang ada pada kehidupannya sendiri.