SAYANG

SAYANG
Episode 132


__ADS_3

Ucapan Melisa yang memperkenalkan Alvin sebagai pacarnya berhasil membuat Alex sangat terkejut bahkan sampai melupakan segalanya. Alex juga lupa keniatan nya untuk memberi pelajaran pada Sherin yang sudah berani memanfaatkan kebaikan mamahnya. Semua itu karena pemikiran Alex yang terus berfokus pada berbagai pertanyaan yang bersarang di benaknya tentang benar atau tidaknya apa yang Melisa katakan yaitu tentang hubungan Melisa dan Alvin. Alex sendiri tau mereka berdua memang sangat dekat dan selalu tersenyum begitu lebar dan bahagia saat sedang bersama. Alex pun merasa sangat iri dan cemburu pada Alvin yang bisa dekat dan membuat Melisa tertawa bahagia. Tapi apa yang Melisa katakan masih juga belum membuat Alex percaya bahwa mereka berdua memang memiliki hubungan dekat lebih dari sekedar teman.


Sementara di depan rumah sederhana Melisa, keduanya baru saja turun dari mobil Alvin. Ya, Alvin memang yang awalnya berinisiatif mengajak Melisa jalan setelah makan siang bersama. Alvin juga tidak menyangka akan bertemu dengan Alex dan istrinya bahkan sampai dengan orang tua Alex juga. Tapi yang lebih tidak menyangka lagi adalah pengakuan Melisa tentang hubungan mereka berdua. Alvin tidak keberatan sebenarnya, dia hanya merasa terkejut saja.


“Makasih ya Vin buat makan siang dan jalan jalan nya..” Senyum Melisa manis.


“Santai aja kali Sa sama pacar.” Balas Alvin yang berhasil membuat senyuman di bibir Melisa langsung memudar.


Melisa menelan ludah. Dia mengakui dirinya cukup lancang karena mengakui begitu saja Alvin sebagai pacarnya bahkan tanpa lebih dulu meminta persetujuan pada Alvin.


“Maaf...” Lirih Melisa merasa tidak enak hati.


“Aku nggak bermaksud lancang Vin. Aku hanya merasa kesal juga lelah. Aku hanya ingin menunjukan pada pak Alex dan juga istrinya bahwa aku bisa bahagia. Aku nggak mau di remehin terus sama mereka.” Lanjut Melisa dengan ekspresi wajah sendu.


Alvin menghela napas pelan. Pria itu sama sekali tidak bermaksud menyindir Melisa. Dia hanya merasa bangga saja dengan pengakuan Melisa di depan Alex dan istrinya bahwa dirinya adalah pacar dari Melisa.


Alvin akui, dirinya memang mempunyai rasa pada Melisa sejak lama. Dan rasa itu semakin kuat juga besar seiring dengan kedekatan mereka sekarang.

__ADS_1


“Melisa, aku tidak bermaksud apa apa. Tidak masalah tentang apa yang kamu akui tadi di depan mantan bos kamu dan istrinya. Hanya saja aku lumayan terkejut. Tapi aku senang karena kamu membuat aku merasa sangat percaya diri dengan status sebagai pacar kamu.”


Melisa mengeryit bingung. Padahal dia pikir Alvin merasa keberatan dengan apa yang dia akui di depan Alex dan Sherin.


“Senang? Kamu nggak merasa keberatan atau mungkin marah bahkan merasa tersinggung mungkin dengan pengakuan lancang aku tadi.”


Alvin terkekeh geli. Akan sangat bodoh jika dirinya malah marah dengan pengakuan Melisa tadi di depan Alex dan istri bahkan mamahnya juga, nyonya besar Smith.


“Melisa...” Alvin meraih kedua tangan Melisa dan menggenggamnya lembut. Tatapan nya begitu lembut mengarah pada Melisa yang langsung menelan ludah karena tatapan tersebut.


“Kita ini sudah lama saling mengenal. Yah.. walaupun kita sempat berpisah dan tidak sekalipun bertemu semenjak kelulusan dulu, tapi kan sekarang kita sudah sering bareng bareng lagi. Jadi aku minta sama kamu kalau memang kamu ada masalah dan sedang sangat membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi aku. Aku pasti akan membantu kamu bagaimana pun caranya.” Ujar Alvin lembut juga pelan.


Melisa menganggukkan kepalanya. Dia membalas genggaman lembut tangan Alvin.


“Yah.. Aku tau aku memang tidak salah percaya sama kamu Vin.” Senyum Melisa.


Alvin ikut tersenyum dan mengangguk senang. Melisa percaya padanya itu adalah sebuah awal yang sangat bagus menurut nya.

__ADS_1


---------------


Dia hari kemudian.


Seakan tidak jera dengan penolakan terang terangan Erlan padanya, Chilla kali ini nekat datang secara langsung ke kediaman mewah Lena dan Erlan. Dia datang tidak lama setelah mobil Erlan berlalu dari kediaman mewahnya. Chilla juga memang sengaja mendatangi Lena dan ingin tau bagaimana sosok Lena yang sangat di cintai oleh Erlan itu.


“Aku berani taruhan Erlan, Lena tidak sebaik aku..” Gumam Chilla yang masih duduk di dalam mobilnya. Wanita itu menatap kediaman mewah Erlan dengan kaca mata hitam yang bertengger manis di pangkal hidung mancung sempurnanya.


Chilla kemudian kembali melajukan mobilnya mendekat pada gerbang menjulang tinggi disana. Dia membunyikan klakson yang membuat salah satu body guard dengan sigap berlari ke arah gerbang. Namun body guard itu tidak langsung membukakan gerbang untuk Chilla. Dia lebih dulu bertanya tentang siapa Chilla dan ada maksud apa datang ke kediaman mewah Erlan.


“Saya Chilla, saya adalah teman Erlan. Saya datang kesini untuk bertemu dengan Lena, istri Erlan.” Ujar Chilla dengan begitu percaya diri.


“Baik, kalau begitu tunggu sebentar nona. Saya akan memberitahu pada nyonya Lena tentang kedatangan anda.” Balas si bodyguard.


Chilla berdecak kesal. Wanita itu merasa sangat terhina karena di suruh menunggu oleh seorang bodyguard. Padahal Chilla sudah memperkenalkan diri sebagai teman Erlan dan Lena. Tapi bodyguard tersebut tetap saja bersikap begitu lancang dengan menyuruhnya untuk menunggu. Tapi Chilla mencoba menahan diri. Chilla merasa dirinya tidak harus emosi agar bisa bertemu dengan Lena pagi ini. Chilla akan membuat Lena merasa tidak pantas menjadi istri Erlan. Karena dengan begitu masalah pasti akan menghantui hubungan Erlan dan Lena. Saat hubungan mereka kacau dan Erlan merasa frustasi, saat itulah Chilla akan menjalankan peran nya. Dengan begitu Chilla pasti akan bisa mendekati Erlan lagi dan menyingkirkan Lena secara halus.


“Erlan.. Aku nggak akan rela hubungan kita yang begitu manis dulu harus berakhir tanpa penjelasan apapun. Aku juga nggak akan rela melihat kamu bahagia dengan perempuan lain. Aku yakin, bahkan sangat. Kamu pasti mempunyai perasaan lebih sama aku. Sama seperti aku yang dulu sangat mencintai kamu dalam diam.” Gumam Chilla pelan.

__ADS_1


Chilla menghela napas. Jika mengingat kembali masa lalunya dengan Erlan, Chilla benar benar ingin bisa kembali memutar waktu dimana saat itu Erlan selalu berusaha mendekatinya. Erlan bahkan selalu punya alasan agar bisa mengantarnya pulang. Itu benar benar moment manis yang tidak bisa begitu saja Chilla lupakan.


“Erlan... Andai saat itu kamu nggak menjauh, mungkin yang menjadi istri kamu sekarang itu aku, bukan Lena.”


__ADS_2