
Pagi ini seperti pagi pagi biasanya, Erlan keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah rapi. Pria itu tersenyum saat mencium aroma harum masakan yang pasti sedang di masak istrinya. Sebenarnya Erlan tidak ingin Lena sampai kelelahan melayaninya. Tapi Erlan juga tidak mungkin mengekang Lena dengan melarang istrinya itu melakukan apa yang dia suka, yaitu memasak. Erlan ingin Lena bisa bebas mengekspresikan dirinya sendiri di sampingnya. Karena dengan begitu Lena bisa merasa menjadi dirinya sendiri tanpa sedikitpun merasa terkekang ataupun di tuntut.
Erlan menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai bawah dimana Lena pasti berada, tepatnya di dapur. Tempat yang setiap pagi menjadi tempat favorit istrinya.
“Sudah... Mbok, mbak.. Makasih banget ya sudah bantuin saya. Sekarang kalian boleh kembali dan selamat sarapan.” Senyum Lena dengan posisi membelakangi Erlan namun menghadap si mbok dan Mina yang sejak tadi membantunya di dapur.
Erlan ikut tersenyum mendengarnya. Lena benar benar baik pada siapapun. Bahkan pada pelayan di rumah Erlan, Lena bersikap seolah sedang bersikap dengan teman temannya. Kalaupun menyuruh Lena juga tidak lupa mengatakan tolong.
“Sama sama nyonya. Kalau begitu kami permisi.”
“Ya...” Senyum lebar Lena mengiringi si mbok dan Mina yang berlalu dari hadapannya.
Lena menghela napas pelan setelah itu. Lena kemudian memutar tubuhnya dan terkejut ketika mendapati Erlan yang berdiri tidak jauh dari posisinya.
“Kamu sudah sejak tadi disitu?” Tanya Lena yang kemudian mendekat pada Erlan.
Erlan tersenyum. Pria itu merentangkan kedua tangannya saat Lena mendekat padanya membuat Lena tau apa maksud dari suaminya itu. Apa lagi jika bukan pelukan.
Lena masuk ke dalam pelukan Erlan yang begitu sangat lembut mendekapnya. Pria itu juga mencium beberapa kali puncak kepala Lena yang sangat mudah untuk dia jangkau karena tinggi Lena yang hanya sebatas lehernya saja.
“Aku, si mbok dan Mina hanya masak nasi goreng kampung dan telur dadar pagi ini. Tapi kami juga menyajikan roti kalau kamu memang tidak ingin sarapan nasi goreng.” Ujar Lena dalam pelukan Erlan.
Erlan menghela napas kemudian melepaskan pelukannya pada Lena. Pria itu sedikit menundukan kepalanya untuk menatap Lena yang juga menatapnya.
“Aku tidak akan pernah menolak menyantap apapun yang kamu masak sayang.” Katanya membuat Lena tertawa pelan.
“Ah ya sayang, hari ini aku berencana mengajak kamu untuk menemui mommy ku.”
Tawa di bibir Lena seketika pudar mendengar apa yang Erlan katakan. Dalam benaknya Lena langsung bertanya tanya, apakah Erlan akan mengajaknya ke luar negeri hari ini untuk menemui mommy dan daddy nya. Sementara Erlan sendiri pernah mengatakan bahwa kedua orang tuanya tidak menyetujui Erlan menikah dengan Lena.
__ADS_1
Seketika rasa takut merayapi hati Lena. Lena takut sesuatu yang tidak dia inginkan terjadi. Karena sebenarnya Lena sendiri sudah mulai merasa nyaman dengan Erlan.
“Menemui mommy kamu..” Lirih Lena dengan ekspresi yang membuat Erlan langsung bisa membaca apa yang ada di pikiran istrinya itu.
Melihat ke khawatiran dan ketakutan yang begitu kentara di wajah istrinya, Erlan pun berusaha menenangkan. Pria itu membelai lembut kedua pipi Lena dengan tatapan lembut penuh perhatian yang terpusat tepat pada kedua mata Lena.
“Tidak akan ada apapun yang terjadi sayang. Mommy juga pasti akan senang banget melihat kamu.”
Lena mulai tidak paham. Bagaimana mungkin mommy Erlan bisa senang melihatnya. Sedang mommy Erlan saja tidak menyetujui pernikahan mereka.
“Erlan tapi..”
“Ssshhtt.. Lebih baik kita sarapan sekarang. Aku nggak mau kita kesiangan sayang. Mommy pasti sudah sangat menunggu waktu untuk bertemu dengan kamu meski nantinya kalian tidak bisa saling menatap secara langsung.”
Lena semakin bingung sekarang. Tapi Lena juga tidak tau harus bertanya apa pada Erlan.
Erlan merangkul bahu Lena dan mengajaknya melangkah menuju meja makan. Dengan senyuman yang terus menghiasi bibirnya Erlan menyantap sarapan nya yang terasa sangat nikmat karena Lena sendiri yang terjun ke dapur untuk membuatnya.
Selesai sarapan, Erlan langsung mengajak Lena untuk pergi. Pria itu bahkan tidak menyuruh Lena untuk lebih dulu mengganti bajunya atau membawa barang bawaan mengingat mereka berdua akan mengunjungi mommy Erlan di luar negeri.
Merasa ada yang salah, Lena pun melepaskan gandengan lembut Erlan. Hal itu membuat langkah Erlan terhenti begitu mereka sampai di teras depan rumah.
“Kenapa sayang?” Tanya Erlan kebingungan.
“Kita berdua akan mengunjungi mommy kamu. Tapi kamu bahkan tidak menyuruhku untuk sekedar mengganti baju Erlan.” Geleng Lena tidak habis pikir.
Erlan tertawa mendengarnya. Pria itu baru ingat jika dirinya tidak menjelaskan secara keseluruhan pada Lena tentang siapa mommy nya yang sebenarnya.
“Kita mau ke luar negeri kan? Memangnya bisa dengan cara mendadak seperti ini? Semuanya harus di rencanakan dengan matang bukan? Tidak bisa mendadak seperti ini.” Lanjut Lena.
__ADS_1
Erlan menghela napas. Pria itu kembali meraih tangan Lena dan menggenggamnya lembut.
“Maaf sudah membuat kamu bingung sayang. Aku lupa memberitahu kamu semuanya.”
Lena mengeryit mendengarnya.
“Apa maksud kamu?” Tanya Lena tidak mengerti.
“Aku akan jelaskan di jalan sayang. Kita pergi sekarang yah..”
Lena menghela napas. Terlalu banyak yang Lena tidak tau dari seorang Erlan sehingga Lena harus banyak bertanya pada pria itu.
“Ya sudah.” Setuju Lena akhirnya.
Erlan kembali menggandeng Lena menuju mobilnya. Pria itu membukakan pintu mobil untuk Lena sebelum akhirnya Erlan sendiri menyusul masuk ke dalam mobil. Untuk yang kesekian kalinya Erlan memilih mengemudikan mobilnya sendiri tanpa meminta bantuan pada supir.
Erlan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Pria itu melirik sekilas pada Lena yang duduk di samping kemudinya.
“Jadi apa yang belum kamu kasih tau ke aku tentang mommy kamu?” Tanya Lena yang tidak bisa lagi sabar menunggu.
Erlan menghela napas pelan.
“Jadi sebenarnya mommy yang tinggal di luar negeri dengan daddy itu adalah istri kedua daddy. Dia adalah mommy sambung. Sedangkan mommy ku yang sebenarnya dia sudah meninggal tepat saat melahirkan aku.” Senyum Erlan menceritakan.
Lena terkejut mendengarnya. Lena tidak pernah tau tentang hal itu. Karena yang publik tau adalah Erlan seorang pengusaha tampan dan kaya raya. Itu saja. Kehidupan Erlan tidak pernah tercium oleh media apapun.
“Jadi...”
“Ya.. Aku mau ajak kamu buat mengunjungi makam mommy.” Sela Erlan menatap sebentar pada Lena dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
__ADS_1
Lena terdiam. Terlalu banyak kejutan di balik sosok tampan suaminya itu. Itu membuat Lena merasa akan ada lagi kejutan berikutnya dari Erlan nantinya.