SAYANG

SAYANG
Episode 184


__ADS_3

Besoknya pagi pagi sekali Erlan pun bergegas mengantarkan kedua orang tuanya ke bandara. Dan karena semalam Erlan tidak bisa tidur dengan nyenyak, Erlan pun meminta bodyguard untuk mengemudikan mobilnya.


Erlan sendiri tidak tau kenapa dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Padahal Erlan sudah menyelesaikan pekerjaan nya. Erlan juga tidak sedang memikirkan apa apa. Akibatnya sekarang Erlan merasa sangat mengantuk bahkan punggungnya terasa sakit.


“Kamu nggak papa kan nak?” Tanya Natasha melihat Erlan yang lagi lagi menguap.


“Ya mom.. Aku oke kok. Hanya sedikit mengantuk saja.” Jawab Erlan dengan suara seraknya.


Natasha dan tuan besar Harrison saling menatap sesaat. Mereka tau Erlan pasti kelelahan karena aktivitas padatnya selama seminggu ini. Belum lagi saat di rumah Erlan selalu membantu Lena dengan turun tangan sendiri menjaga putranya.


“Erlan, mommy sama Daddy tau bagaimana perasaan kamu. Kamu pasti sangat bahagia dengan kelahiran putra kamu Rezvan. Karena Daddy sama mommy juga merasakan kebahagiaan itu. Tapi nak, kamu juga harus memperhatikan kesehatan kamu. Bukan berarti mommy sama Daddy melimpah kan kepengurusan Rezvan seutuhnya pada Lena. Tapi kan kamu juga sudah lelah seharian di luar rumah. Menurut mommy sama Daddy akan lebih baik kalau kalian berdua mempekerjakan baby siter untuk membantu Lena mengurus Rezvan. Atau mungkin kamu bisa menyuruh si mbok saja membantu Lena menjaga Rezvan.”


Erlan tertawa pelan mendengar apa yang Natasha katakan. Erlan akui membantu Lena menjaga Rezvan memang cukup melelahkan. Tapi itu juga sangat menyenangkan bagi Erlan. Itu sebabnya Erlan tidak ingin melewatkan waktunya bersama anak dan istrinya.


“Ayolah mom, dad, tidak perlu berlebihan seperti itu. Aku ini laki laki dan aku juga adalah seorang suami. Memastikan sendiri apa yang terbaik untuk anak dan istriku adalah tugas utama ku. Jadi kalian berdua nggak perlu terlalu khawatir. Percaya sama aku, aku akan baik baik saja. Dan aku akan selalu bahagia bersama istri juga anakku. Aku hanya minta do'a yang terbaik dari kalian berdua.” Senyum Erlan menatap bergantian pada kedua orang tuanya.


Natasha tersenyum simpul. Erlan tidak jauh berbeda dengan suaminya yang selalu memprioritaskan keluarga.


“Itu sudah pasti sayang.. Tidak ada orang tua yang tidak mendoakan anak anaknya.” Balas Natasha tulus.


Erlan mengangguk dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Pria itu percaya kedua orang tuanya sangat menyayangi nya. Dan Natasha, Erlan juga tau meski wanita itu sempat tidak suka pada istrinya, tapi wanita itu sudah berubah dan tulus menyayangi Lena juga Rezvan. Erlan sangat tau dan percaya itu. Natasha mommy sambung yang baik untuknya.


Sekitar 1 jam perjalanan, mereka pun sampai di bandara. Dan tidak lama setelah mereka sampai pemberitahuan jadwal penerbangan pesawat yang akan di tumpangi oleh tuan besar Harrison dan istrinya pun menggema.

__ADS_1


“Titip menantu dan cucu mommy ya sayang. Do'a mommy selalu mengiringi kalian.” Ucap Natasha sebelum mereka berpisah.


Erlan hanya bisa diam menatap kedua orang tuanya yang berlalu. Tidak jauh berbeda dengan tuan Harrison dan Natasha, Erlan pun merasa sangat berpisah dengan keduanya. Tapi sekali lagi, Erlan juga tidak bisa memaksa keduanya untuk selalu tinggal bersamanya. Selain karena kedua adiknya, tuan Harrison juga punya tanggung jawab yang sama seperti tanggung jawabnya.


Setelah kedua orang tuanya sudah tidak lagi terlihat, Erlan pun membalikkan tubuhnya kemudian melangkah keluar dari bandara untuk kembali pulang. Hari ini Erlan memutuskan untuk berangkat lebih siang dari biasanya. Erlan ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak guna menghilangkan kantuk dan rasa sakit di punggung nya.


Begitu sudah berada di dalam mobilnya, seperti biasa jika dirinya tidak bisa hadir tepat waktu di tempat, Erlan pasti akan menghubungi Kenzie untuk sementara menghandle semua urusannya.


“Kita pulang sekarang.” Kata Erlan pada bodyguard nya.


“Baik tuan.” Jawab si bodyguard dengan nada tegas.


Erlan menghela napas dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang dia duduki. Kali ini bahkan kepalanya mulai berdenyut. Pria itu pun memejamkan kedua matanya dalam perjalanan menuju pulang sembari menikmati keheningan di dalam mobil karena memang di dalam mobil itu hanya ada dirinya dan bodyguard yang mengemudikan mobil tersebut.


Erlan turun dari mobil kemudian melangkah masuk ke dalam rumah. Erlan berhenti melangkah ketika mendapati istrinya yang sedang menuruni satu persatu anak tangga dengan Arka yang berada di gendongan nya.


Pria itu tersenyum. Seketika rasa tidak enak pada tubuhnya terasa sirna detik itu juga hanya karena melihat sosok cantik alami istrinya. Sosok sederhana yang selalu berhasil membuat Erlan jatuh cinta setiap saat.


Erlan kembali melangkah dengan cepat. Pria itu mencegat langkah istrinya yang saat itu sudah sampai di tengah tengah tangga.


“Sayang...” Panggil Erlan yang langsung mengambil alih Rezvan dari gendongan istrinya.


“Loh.. Aku pikir kamu langsung berangkat ke kantor loh..” Lena mengeryit bingung. Lena pikir dari bandara Erlan akan langsung menuju perusahaan. Tapi nyatanya pria itu sekarang berada di depan nya sedang menciumi gemas pipi gembul putranya.

__ADS_1


“Hari ini aku berangkat agak siangan sayang.. Aku ingin bermain dengan jagoanku yang menggemaskan ini..” Senyum Erlan menatap Lena.


Lena hanya menghela napas dengan gelengan kepala. Erlan memang tidak pernah kenal lelah dalam beraktivitas.


“Tapi sepertinya jagoan Daddy sudah mengantuk lagi. Apa dia sudah menyusu sayang?”


“Belum. Aku niatnya mau sarapan dulu, baru setelah itu nidurin Rezvan.” Kata Lena.


“Ya sudah lebih baik sekarang kita sarapan. Setelah itu kita tidurin Rezvan sama sama. Bagaimana?” senyum Erlan menatap Lena.


Lena tampak berpikir sejenak sebelum mengiyakan saran suaminya.


“Oke..” Angguk Lena.


Mereka kemudian melangkah beriringan menuruni satu persatu anak tangga untuk sarapan bersama di meja makan. Erlan memang belum sarapan karena sengaja agar bisa sarapan bersama dengan istri tercinta nya.


“Nitip sebentar ya mbak..” Senyum Lena saat menyerahkan Rezvan pada salah satu pelayan yang bekerja di rumah mewah itu.


“Baik nyonya.” Angguk pelayan itu menerima Rezvan dalam gendongannya.


Erlan tersenyum melihatnya. Dalam hatinya Erlan selalu memanjatkan do'a terbaiknya untuk keluarga kecilnya. Setiap menatap Lena, Erlan merasa segala sesuatu yang ada di pikiran nya sirna termasuk beban yang sedang di tanggung nya. Lena seperti obat penawar dari segala permasalahan dalam hidup Erlan.


Setelah menyerahkan Rezvan pada pelayan, Lena pun mendekat kembali pada Erlan yang sudah duduk dengan tenang di kursinya di meja makan. Lena mulai melayani suaminya dengan baik. Wanita itu mengambilkan apa yang ingin di makan oleh suaminya dari berbagai hidangan yang tersaji di atas meja di depan nya.

__ADS_1


__ADS_2