
Kedatangan Alvin, Melisa dan kedua adiknya di sambut dengan hangat oleh Lena dan Erlan. Dan kebetulan saat Melisa datang, disana juga sudah ada Sasha yang sedang bersama dengan Lena.
Sasha yang merasa aneh dengan sikap hangat Melisa pada Lena merasa aneh dan tidak nyaman. Karena dulu Sasha sendiri tahu bagaimana sombong nya seorang Melisa. Bahkan Melisa dulu juga selalu seenaknya padanya dan Lena. Hal itulah yang kemudian membuat Sasha kurang menyukai Melisa.
“Sejak kapan kamu dekat sama dia Len?” Tanya Sasha saat Melisa menjauh sambil menggendong dan mengayun Rezvan yang begitu tenang terlelap setelah menyusu pada Lena.
“Sejak aku tau kalau penjual kue lapis legit yang sangat aku sukai itu adalah kak Melisa. Kamu tau tidak Sha, kuenya enak banget. Ini.. Kamu harus cobain.” Jawab Lena yang belum menyadari ketidak nyamanan Sasha karena kehadiran Melisa. Lena bahkan dengan sangat antusias menyodorkan sepotong kue yang di bawa Melisa untuk nya pada Sasha.
“Lena, ayolah.. Kita tidak seharusnya dekat dengan Melisa.” Kata Sasha yang membuat Lena langsung merasa heran.
“Kok kamu ngomong nya begitu Sha? Memang apa salahnya kalau kita dekat sama kak Melisa? Dia kan juga orang baik.”
Sasha menggeleng dengan senyuman tidak menyangka menatap pada Lena.
“Memangnya kamu nggak ingat Len seperti apa dulu dia sama kita. Lagi pula dia juga adalah...” Sasha urung melanjutkan ucapannya nya. Wanita itu menelan ludah merasa tidak mungkin jika harus mengatakan apa yang telah lalu pada Lena. Apa lagi itu juga menyangkut tentang Alex, mantan pacar Lena.
__ADS_1
“Maksud kamu simpanan Alex begitu? Begini ya Sha, aku nggak pengin mengingat apapun lagi tentang masa lalu apa lagi tentang Alex. Aku sudah bahagia dengan kehidupan ku sekarang. Dan tentang sikap kal Melisa dulu pada kita, itu juga sudah berlalu dan tidak perlu lagi kita ingat ingat. Yang penting sekarang kita berhubungan baik. Bukan nya berteman dengan banyak orang itu sangat menyenangkan?” Senyum Lena yang benar benar tidak ingin lagi mengingat apapun yang telah terjadi di masa lalu. Sampai sekarang sebenarnya Lena juga tidak tau kalau Alex sering bersama dengan Melisa selain bersama Sherin. Bahkan kebersamaan Alex dan Melisa lebih intens dari pada dengan Sherin.
“Ya iya sih... Tapi kan..”
“Kak Melisa udah nggak kaya dulu lagi kok Sha. Percaya sama aku. Dia baik sekarang.” Sela Lena meyakinkan Sasha.
Sasha hanya bisa menghela napas saja. Jika Lena sudah seperti itu Sasha tidak bisa berbuat apa apa. Lagi pula dari sikap yang di tunjukkan Melisa sekarang juga sepertinya memang Melisa sudah benar benar berubah dan tidak lagi seperti dulu. Begitu yang Sasha pikirkan sekarang.
Sasha kemudian menatap pada Melisa yang sedang mengayun Rezvan di dekat pintu balkon kamar Lena dan Erlan. Saat ini mereka bertiga memang sedang berada di kamar Lena dan Erlan karena Erlan yang menyuruh nya. Erlan tidak ingin jika sampai Lena naik turun tangga terlalu sering. Pria itu takut sesuatu yang sangat tidak dia inginkan terjadi pada istrinya yang tentu sangat membutuhkan istirahat total setelah berjuang melahirkan putra pertamanya.
“Sudahlah.. Toh semuanya sudah tidak ada hubungan nya lagi dengan Lena. Lena sudah bahagia dengan tuan Erlan. Dan aku tidak mau perasaan Lena tersakiti hanya karena cerita tidak penting yang telah berlalu itu.” Batin Sasha sambil menatap Melisa.
“Udah... Nggak usah di pikirin lagi. Yang lalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang kita pikirkan masa depan kita yang masih panjang ini.” Ujar Lena sambil mengusap lembut bahu Sasha.
Sasha tersenyum dan mengangguk setuju. Apa yang Lena katakan memang benar. Mungkin itulah kenapa Tuhan mempertemukan Lena dengan Erlan. Tentu karena pada dasarnya Lena memang orang yang sangat baik. Dan Tuhan membalas kebaikan tanpa pamrih Lena dengan memberikan Lena jodoh terbaik seperti Erlan.
__ADS_1
“Cobain Sha kue lapis legit nya. Beneran enak banget loh..” Lena kembali menyodorkan sepotong kue lapis pada Sasha memaksa agar Sasha mencobanya.
Dan Sasha pun menyerah. Dia menerima sepotong kue lapis tersebut dari Lena dan segera mencicipinya. Sembari mencicipi kue lapis legit buatan Melisa, kedua mata Sasha terus terarah pada Melisa yang masih mengayun tubuh kecil Rezvan. Sasha masih belum bisa sepenuhnya percaya bahwa Melisa sudah berubah seperti apa yang Lena katakan. Meskipun memang sikap Melisa sudah berbeda dari sikapnya yang dulu. Melisa bahkan menyapanya dengan sangat ramah dan tidak lupa menanyakan kabar Sasha yang memang sudah lama tidak bertemu dengan nya.
“Kebaikan kamu kadang kadang membuat aku takut Lena. Aku takut kebaikan kamu di manfaatkan oleh orang lain.” Batin Sasha.
--------------
Sementara itu Erlan, Alvin, juga David dan Farid sedang berada di ruang tamu. Mereka bertiga mengobrol dengan begitu hangat karena memang Farid hanya diam saja sambil menikmati Snack yang memang sengaja si mbok belikan karena Lena yang menyuruhnya.
Alvin memang tau dan mengenal siapa Erlan, namun kalau untuk bertemu ini adalah kali pertama bagi Alvin bertatap muka secara langsung dengan Erlan. Tapi karena memang mereka memiliki kesamaan, mereka berdua pun langsung nyambung saat mengobrol. Dan topik mengobrol mereka bukan lah seputar bisnis, tapi seputar masa masa sekolah. Obrolan itu Erlan dan Alvin pilih dengan kompak karena di antara mereka berdua ada David yang pasti akan bingung jika mereka berdua membicarakan tentang bisnis. Mereka berdua tidak ingin membuat David merasa tidak biasa dengan obrolan tentang bisnis sehingga mereka lebih memilih obrolan tentang masa masa sekolah agar David bisa bergabung dengan obrolan mereka berdua.
Dan benar saja, David merasa senang karena ternyata keduanya tidak membicarakan tentang apa yang David tidak tau. Hanya saja mereka berdua sama sekali tidak membicarakan tentang wanita. Mereka lebih asik membicarakan tentang pengalaman mereka seperti saat mereka berdua di hukum karena terlambat dan skors karena melanggar peraturan sekolah.
“Masa sekolah itu memang sangat menyenangkan. Bukan begitu Vid?” Kata Erlan yang kemudian menanyakan tentang pendapat David.
__ADS_1
“Ya tuan.. Itu benar.” Angguk David setuju.