SAYANG

SAYANG
Episode 97


__ADS_3

Karena hanya membeli beberapa bumbu dapur, Si mbok pun pergi ke pasar dengan Lena yang mengikuti. Tidak seperti nyonya kebanyakan yang akan merasa jijik saat menginjak becek becek, Lena justru terlihat biasa saja. Tentu saja karena Lena yang memang sudah terbiasa pergi ke pasar untuk berbelanja sebelum bertemu dengan Erlan, pria yang saat ini sudah sah menjadi suaminya.


“Mbok, saya mau buah sawo boleh?” Tanya Lena pada si mbok sambil menunjuk segunung buah sawo yang berada tidak jauh darinya.


Si mbok menoleh kearah yang di tunjuk oleh Lena. Wanita itu tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Sawo adalah buah yang sangat tidak di sukai oleh Erlan. Selain karena teksturnya, juga karena Erlan yang akan batuk jika sedikit saja mengkonsumsi buah tersebut.


“Boleh nyonya. Mari.” Kata si mbok mempersilahkan Lena untuk melangkah lebih dulu menuju si penjual buah tersebut.


Lena dengan sangat antusias melangkah di depan si mbok. Lena benar benar tidak bisa menahan dirinya melihat buah sawo yang begitu besar menggunung begitu rapi.


“Sawonya berapa satu kilo pak?” Tanya Lena pada si penjual buah.


“Murah neng, 30 ribu saja.” Jawab si penjual tersenyum ramah.


Lena mengeryit.


“20 lah pak, masa 30. Di tempat lain saja nggak segitu.”


Si mbok diam diam tertawa geli mendengar Lena yang sedang menawar buah sawo itu. Rasanya benar benar sangat menggelikan mengingat siapa Lena. Istri seorang konglomerat seperti Erlan menawar buah di pasar.


“Memang harganya segitu dari sananya neng. Sawonya juga kan bagus bagus. Besar juga.” Kata si penjual sambil meraih satu buah sawo kemudian membelahnya dengan pisau.


“Kalau yang 20 itu yang kecil kecil neng. Ini yang super. Silahkan neng coba dulu biar nggak ragu sama kualitasnya.” Si penjual itu menyodorkan buah sawo yang sudah di belahnya pada Lena.


Lena meraihnya separuh dan mencicipinya. Dia mengangguk anggukan kepalanya ketika memakan buah sawo itu.

__ADS_1


“Manis sih, lembut juga. Tapi jangan 30 lah pak. 25 deh.” Lena kembali mencoba menawar membuat si pedagang menggelengkan kepalanya.


“28 lah neng.”


“25 pak. Kalau boleh saya beli tapi kalau nggak ya sudah saya cari yang lain.” Balas Lena dengan begitu santai.


“Ya sudah. Satu kilo saja ni neng?” Si pedagang pun akhirnya mengiyakan. Pria yang masih terlihat muda itu segera mengambilkan sawo untuk Lena kemudian menimbangnya.


“Ini neng..”


“Ah ya pak terimakasih. 25 ya pak..”


Si mbok langsung mengambil uang lima puluh ribuan dan memberikan nya pada penjual tersebut. Ketika si penjual menyodorkan kembalian nya, si mbok pun menolak dengan pelan.


“Ambil saja kembalian nya pak. Kami permisi.” Kata si mbok.


“Loh tapi bu..” Si penjual itu terlihat bingung. Bagaimana tidak? Lena sudah menawar dengan harga hampir mendekati modal. Namun begitu membayar malah menolak kembalian nya.


Lena dan si mbok berlalu dari depan lapak pedagang buah tersebut. Lena tersenyum kemudian mengingat si mbok yang begitu baik dan perduli akan sesama. Sikap keibuan wanita tua itu juga membuat Lena selalu betah bersamanya. Lena merasa seperti sedang bersama ibunya sendiri.


“Biar saya yang bawa buahnya nyonya.” Tawar si mbok pada Lena ketika mereka berdua sudah keluar dari pasar.


“Ah tidak usah mbok. Biar saya bawa sendiri saja.” Tolak Lena dengan senyuman manis di bibirnya.


“Ya sudah.” Angguk si mbok tidak mau memaksa.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian berjalan menuju mobil dimana body guard yang menjadi supir mereka menunggu. Awalnya body guard tersebut hendak mengikuti Lena dan si mbok untuk memastikan keamanan keduanya, namun Lena melarangnya.


Begitu Lena sampai di depan mobil, body guard itu dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Lena juga si mbok.


“Terimakasih pak.” Ujar Lena tersenyum tipis kemudian masuk ke dalam mobil di ikuti oleh si mbok.


“Sama sama nyonya.” Balas si body guard mengangguk. Setelah Lena dan si mbok duduk dengan tenang di kursi belakang, Pria itu pun kembali menutup pintu dengan pelan lalu menyusul masuk ke dalam mobil dan duduk tenang di kursi kemudi.


“Kita pulang sekarang nyonya?” Tanya nya pada Lena menoleh ke belakang.


“Iya pak.” Angguk Lena menjawab.


Setelah mendapat jawaban dari Lena, body guard itu pun segera menghidupkan mesin mobilnya kemudian melaju dengan kecepatan sedang berlalu dari parkiran pasar yang cukup di padati oleh berbagai macam kendaraan itu.


Tanpa Lena ketahui ada sosok yang diam diam memperhatikan nya dari jauh. Sosok tersebut adalah Alex. Dia berdiri di samping mobilnya yang berada tidak jauh dari tempat mobil Lena tadi di parkirkan.


Alex tersenyum menatap Lena yang tampak sangat bahagia dengan kehidupan nya sekarang. Namun yang membuat Alex merasa kagum pada Lena adalah dia yang tidak berubah meskipun sudah menjadi istri dari pengusaha kaya raya. Penampilan nya tetap sederhana dan manis seperti dulu. Lena juga tidak sombong dan begitu ramah bahkan seorang yang berpapasan dengan nya dan Alex yakini tidak Lena kenal.


Rasa penyesalan kembali melanda hati Alex. Pria itu merasa sangat menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan. Dia mengkhianati dan menghancurkan kepercayaan Lena dan berselingkuh dengan Sherin, sahabat Lena sendiri.


Alex kemudian tersenyum miris. Andai saja malam itu Lena tidak melihat apa yang sedang Alex dan Sherin lakukan mungkin sekarang Lena lah yang menjadi istrinya, bukan Sherin. Mungkin Alex juga akan sangat bahagia dan merasa cukup hanya dengan memiliki Lena saja. Tidak seperti sekarang. Alex merasa tidak bahagia sedikitpun bersama Sherin. Bahkan sekarang Alex terus berada di samping Sherin karena janji nya pada sang mamah.


“Lena.. Aku akui aku memang bodoh. Aku menyia nyiakan perempuan sebaik kamu hanya karena nafsu sesaatku pada Sherin. Seharusnya dulu aku berpikir dua kali untuk mengkhianati kamu. Andai saja waktu bisa aku putar kembali Lena. Aku akan berjanji tidak akan mengkhianati apa lagi sampai menyakiti kamu.” Batin Alex.


Alex menghela napas kasar. Setelah mobil Lena tidak terlihat lagi, Alex pun kembali mendekat pada penjual siomay yang sudah sejak tadi me racikan siomay pesanan nya. Alex membayar siomay tersebut kemudian berjalan menuju mobilnya. Sebenarnya Alex tidak sengaja melihat Lena keluar dari pasar saat sedang menunggu antrian membeli siomay yang di inginkan oleh Sherin. Karena merasa merindukan sosok nya, Alex pun memperhatikan diam diam dengan jarak yang Alex rasa cukup dekat untuk memperhatikan Lena lekat lekat. Saat memperhatikan Lena lah pikiran Alex kemudian kembali pada kilasan masa lalu indahnya dengan Lena sehingga penyesalan atas perbuatan nya mengkhianati Lena dulu juga kerap muncul kembali ke permukaan.

__ADS_1


__ADS_2