
Air mata Lena menetes seiring terdengarnya suara peluru yang melesat dari pistol tersebut. Tapi anehnya Lena sama sekali tidak merasakan apa apa.
“Apa aku sudah mati sekarang? Tapi kenapa aku tidak merasakan apa apa?” Lena bertanya tanya dalam hati. Kedua matanya masih tetap terpejam setelah bunyi peluru melesat itu terdengar begitu memekakan telinga. Namun kemudian Lena berpikir mungkin karena nyawanya langsung terpisah dari tubuhnya sehingga Lena tidak merasakan apapun sekarang. Lena menjadi teringat dengan cerita teman sekelasnya dulu saat dirinya duduk di bangku sekolah menengah pertama bahwa seorang yang meninggal rohnya akan melupakan kejadian yang menyebabkan roh tersebut terlepas dengan paksa dari raganya. Dan sekarang Lena baru mempercayai itu.
“Sekarang kalian tau kan kenapa aku sangat mencintai istriku?”
Lena mengeryit. Itu adalah suara Erlan. Penasaran dengan apa yang sedang terjadi di depannya, pelan pelan Lena pun membuka kedua matanya. Betapa terkejutnya Lena ketika mendapati sosok dengan pakaian serba hitam itu ternyata adalah suaminya sendiri yaitu Erlan. Pria itu sudah melepas penutup kepala dan wajahnya. Sedangkan pistol yang menempel di kening Lena perlahan dia turunkan. Sedang untuk bunyi tembakan tadi adalah karena satu tangan Erlan yang memegang pistol lainnya yang dia tembakan ke udara.
Lena terdiam masih tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. Yang menculik Natasha adalah Erlan sendiri. Tidak heran pria itu tidak bisa di hubungi.
“Apa lagi yang kalian mau? Istriku bahkan rela mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan mommy.. Apa lagi yang kalian ingin buktikan Hah?!” Di akhir ucapannya Erlan meninggikan nada pertanyaannya karena tidak bisa menahan amarahnya.
Sedangkan tuan besar Harrison yang berperan sebagai penculik yang hendak melempar Natasha ke jurang hanya bisa diam. Pria itu hanya bisa menghela napas sambil melepas penutup kepala dan wajahnya.
Untuk Natasha, dia sama terkejutnya dengan Lena. Mulut wanita itu terbuka namun tidak bisa mengatakan apapun. Semuanya benar benar sangat membingungkan baginya. Dua pria yang yang membawanya dengan paksa ternyata adalah anak dan suaminya sendiri.
Tuan besar Harrison menghela napas lagi. Perlahan, pria itu melepaskan Natasha yang melemas dan tubuhnya langsung meluruh ke tanah saking lemasnya. Tuan besar Harrison tidak bermaksud membuat putra sulung bersama mendiang istri pertamanya itu kecewa. Dia hanya ingin bisa membuka mata hati istrinya bahwa Lena tidak seburuk yang Natasha pikirkan.
__ADS_1
“Maaf.. Daddy benar benar minta maaf.. Daddy tidak bermaksud..” Tuan besar Harrison tidak bisa meneruskan ucapannya. Dia tau bagaimana perasaan Erlan saat ini.
Sedangkan Natasha. Antara bersyukur dan sedih wanita itu merangkak mendekat pada Lena. Tubuhnya terutama kedua kakinya yang masih terasa sangat lemas membuatnya tidak mampu untuk bangkit.
Begitu sampai tepat di depan kedua kaki Lena, Natasha menangis meraung. Apa yang baru saja terjadi berhasil membuka mata hatinya. Prasangka buruknya pada Lena seketika sirna. Apa lagi nyonya besar Harrison itu melihat sendiri bagaimana Lena yang begitu tenang rela mengorbankan dirinya demi bisa menyelamatkannya. Suatu yang tidak pernah dia duga sebelumnya. Padahal Natasha pikir Lena tidak akan perduli dan akan lebih senang jika Natasha mati. Tapi nyatanya, Lena bahkan dengan sangat berani tanpa gentar sedikitpun memasang badan untuk menyelamatkannya.
“Maaf.. Huhuhu.. Maafin mommy.. Mommy bersalah Lena.. Mommy bersalah sama kamu..” Tangis Natasha meraung raung sambil memeluk kedua kaki Lena.
Lena yang tidak ingin Natasha bersimpuh di kakinya dengan pelan melepaskan lingkaran kedua tangan Natasha di kakinya. Setelah itu Lena membantu Natasha bangkit berdiri.
“Nggak papa mom.. Lena nggak marah sama mommy.. Mommy nggak perlu minta maaf.. Justru seharusnya.. Lena yang minta maaf sama mommy karena terlalu berani pada mommy..”
“Enggak sayang.. Kamu nggak salah. Mommy yang salah.. Mommy yang jahat. Mommy terlalu egois dan selalu merasa benar. Mommy mohon maafin mommy ya.. Maafkan segala kesalahan mommy..”
Lena hanya tersenyum merasa sangat terharu mendengarnya. Padahal tanpa harus Natasha meminta maaf pun Lena sudah memaafkannya. Lena juga memaklumi sikap Natasha yang seperti itu padanya dan menganggap itu hal yang wajar.
Natasha kemudian berhambur memeluk Lena dengan sangat erat. Natasha tidak tau apa yang terjadi sekarang jika kedua pria itu bukan suami dan anaknya. Mungkin dirinya akan terus menanggung rasa bersalah seumur hidup jika Lena benar benar mengorbankan diri demi menyelamatkannya.
__ADS_1
Tuan Harrison yang melihat itu tersenyum. Misinya menyadarkan istrinya benar benar berhasil. Natasha menyadari kesalahannya dan menghapus prasangka buruknya pada Lena, menantu mereka sendiri.
Sementara itu, Erlan malah melengos merasa sangat kesal karena harus melakukan apa yang tidak dia kehendaki agar mommy nya berhenti berprasangka buruk pada Lena. Suatu hal yang sesungguhnya sangat bertentangan dengan hati Erlan. Karena menodongkan pistol pada istrinya sendiri adalah perbuatan yang Erlan sendiri tidak bisa memaafkan. Erlan sudah membuat Lena ketakutan.
Erlan enggan melihat adegan dramatis di depannya. Apapun alasan nya membuat Lena ketakutan tetaplah salah bagi Erlan. Dan bodohnya itu Erlan lakukan secara sadar karena saran dari sang daddy. Erlan sudah menolak sebenarnya. Tapi karena daddy nya mengatakan akan menyuruh orang lain, akhirnya dengan sangat terpaksa Erlan menyanggupi. Tentu saja karena Erlan tidak mau pria lain sampai berbuat kasar pada istrinya meskipun semua itu hanya sandiwara saja.
Lena terus mengusap punggung Natasha yang bergetar karena tangisannya. Meski masih bingung kenapa sampai dirinya bisa di kelabui oleh daddy mertua dan suaminya yang berpura pura menjadi penculik, namun Lena tetap merasa lega karena hal mengerikan yang sempat dia bayangkan tidak benar benar terjadi.
“Lebih baik sekarang kita pulang mom.. Mommy harus istirahat.” Ujar Lena.
Natasha hanya mengangguk saja. Wanita itu tidak bisa berkata apa apa sekarang. Lena begitu baik dan tulus. Dan itu baru dia sadari sekarang.
Sementara body guard yang sudah tidak punya harapan lagi untuk hidup itu juga terlihat kebingungan. Dia memasang ekspresi bodoh dengan posisi tetap terduduk di tanah dengan jarak yang cukup dekat dengan Erlan juga Lena. Dia tidak mengerti kenapa dua pria asing yang menyeret paksa Natasha adalah tuan besar Harrison suami Natasha sendiri, juga Erlan anaknya.
“Ya Tuhan.. Ada apa ini sebenarnya?” Batin body guard itu kebingungan.
Setelah Natasha cukup tenang, Mereka pun berlalu dari tepi jurang yang sangat curam itu dengan Natasha yang di papah oleh tuan besar Harrison. Sedangkan Lena, dia mendadak merasa lemas karena kakinya yang juga terluka akibat goresan tumbuhan berduri yang dia lewati begitu saja saat berlari. Hal itu membuat Lena tidak bisa berjalan sehingga Erlan harus menggendongnya.
__ADS_1
Sementara body guard yang mengantar Lena, dia seperti orang linglung berjalan mengikuti Erlan dari belakang. Semua yang dia saksikan tadi benar benar hampir membuatnya mati mendadak.