
Lena melangkah dengan sangat cepat menuju ruang tamu tempat dimana dia menyuruh si mbok agar Chilla menunggunya disana. Rasa kesal bahkan amarah menggebu gebu Lena rasakan sekarang karena kedatangan Chilla yang cukup bahkan sangat lancang menurut nya. Bagaimana tidak? Chilla sudah tau Erlan beristri, namun masih saja berusaha menarik keras perhatian Erlan. Benar benar wanita yang tidak punya harga diri menurut Lena. Dan wanita seperti itu tidak bisa di diamkan begitu saja. Lena merasa perlu bertindak untuk memberikan efek jera pada Chilla yang masih saja mencoba mencari celah pada hubungan nya Erlan.
“Sayang tunggu dulu.” Erlan yang berada di belakang Lena meraih lengan Lena menahan nya agar Lena berhenti dan mau mendengarkannya.
Lena terpaksa menghentikan langkahnya. Dia menoleh menatap Erlan yang juga menatap dengan tatapan seolah hendak menyuruh agar Lena mengurungkan niatnya untuk menemui Chilla.
“Kenapa?” Tanya Lena kesal.
Erlan menghela napas pelan. Istrinya jelas terlihat sedang sangat marah karena kedatangan Chilla yang sangat lancang itu.
“Sayang.. Kamu nggak perlu menemui Chilla. Itu sangat tidak penting. Biarkan saja bodyguard mengusir nya pergi.”
Lena tersenyum sinis. Baginya apa yang Chilla lakukan dengan masih berusaha mendekati suaminya perlu di tindak lanjuti. Chilla tidak bisa di diamkan begitu saja.
“Enggak. Aku harus membuat dia berhenti berharap pada kami Erlan. Dia sudah keterlaluan karena terus berusaha mencari celah dalam rumah tangga kita. Dan itu nggak bisa di biarkan. Jadi aku minta sama kamu, tolong jangan halangi aku untuk menemui dia.” Tegas Lena.
Erlan menelan ludah. Jika Lena sudah bersikap seperti itu Erlan tentu tidak bisa menghalanginya. Erlan tidak mau Lena salah mengartikan maksudnya.
Setelah berkata dengan tegas, Lena melepaskan cekalan tangan Erlan di lengan nya. Lena kembali melanjutkan langkahnya berlalu dari hadapan Erlan dengan langkah lebarnya.
Sekali lagi Erlan menghela napas. Pria itu menyusul Lena yang begitu sangat tidak bisa menahan diri untuk menemui Chilla.
Tidak hanya Erlan saja yang mengikuti Lena, tuan dan nyonya besar Harrison yang begitu sangat penasaran pun melangkah beriringan menyusul keduanya menuju ruang tamu.
Di ruang tamu, Chilla duduk dengan tenang menunggu Lena dan Erlan. Wanita itu sesekali menghela napas mencoba meredam perasaan nya. Chilla memang sengaja datang pagi ini karena Chilla juga tau Erlan belum kembali aktif di perusahaan nya. Kali ini Chilla tidak ingin menemui salah satu dari Erlan dan Lena di belakang. Chilla ingin menemui keduanya secara terang-terangan tanpa harus ada yang di sembunyikan.
__ADS_1
Tidak lama menunggu, Lena pun muncul dari balik tembok dengan Erlan yang berada di belakangnya. Chilla yang melihat itu segera bangkit dari duduknya. Dia menatap Lena yang melangkah mendekat padanya dengan ekspresi yang tentu saja tidak hangat. Bahkan raut wajah penuh rasa kesal terlihat jelas di wajah Lena sekarang dan Chilla menyadari itu.
Chilla tau kedatangan nya tidak di sambut dengan baik oleh Lena juga Erlan.
Begitu sudah berhadapan dengan Chilla, Lena pun menghentikan langkahnya. Dia melipat kedua tangannya di bawah dada dengan tatapan dingin yang menyoroti Chilla.
Sedang Chilla yang di tatap seperti itu hanya diam dan tetap berusaha tenang. Chilla bukan wanita bodoh yang tidak bisa membaca ekspresi seseorang yang di hadapan nya.
“Mau ngapain lagi kamu kesini Chilla?” Tanya Lena dengan tatapan sinisnya.
Chilla melirik sekilas pada Erlan yang berdiri dengan jarak satu meter dari tempatnya dan Lena. Setelah itu Chilla kembali membalas tatapan Lena dengan tenang.
“Aku kesini untuk menjenguk kamu dan bayi kamu Lena.” Jawab Chilla pelan.
Lena tersenyum sinis mendengar nya. Ucapan Chilla tidak bisa dia percaya begitu saja mengingat bagaimana sikap Chilla yang selalu berusaha menarik perhatian Erlan.
“Kamu ingin bertemu dengan suami saya kan Chilla?” Tanya Lena kemudian.
Erlan yang mendengar itu hanya diam saja. Dia tidak menyangka istrinya bisa bersikap sesinis itu pada sesama wanita. Namun mengingat apa yang sudah Chilla lakukan, Erlan pun hanya bisa maklum.
“Ya.. Aku ingin bertemu dengan Erlan. Tapi bukan hanya dengan Erlan saja, kamu juga Lena.”
“Untuk apa?” Tanya Lena cepat.
Chilla menarik napas kemudian menghembuskan nya dengan pelan.
__ADS_1
“Aku akui aku salah karena sudah berusaha mencari celah di antara kalian berdua. Aku memang bodoh. Aku tetap berusaha walaupun aku sendiri tau Erlan sudah tidak mungkin mengingat ku lagi. Aku hanya ingin mencoba meraih apa yang dulu tidak sempat aku raih Lena. Karena sama seperti kamu, aku juga ingin bahagia. Aku ingin di cintai dan mencintai seseorang yang tepat.”
“Jadi kamu pikir mencintai suami orang itu perbuatan yang bisa di maklumi begitu?” Tanya Lena menyela cepat apa yang sedang Chilla katakan.
Chilla menelan ludah. Dia tidak menyangka Lena akan sesinis itu padanya. Padahal dari rumor yang beredar Lena adalah wanita yang penuh dengan kelembutan dan bijaksana. Tapi sekarang bukan Lena yang di rumorkan yang dia hadapi. Tetapi Lena yang begitu keras dan sinis.
“Awalnya iya. Tapi sekarang tidak. Erlan sudah dengan tegas menolak ku karena dia hanya mencintai kamu Lena.”
“Bagus kalau kamu tau tentang itu. Jadi sekarang lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan lagi muncul di hadapan aku apa lagi sampai berani mencari celah lagi dalam rumah tanggaku dan Erlan. Karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi Chilla. Erlan suamiku, dia milikku, dan dia hanya mencintai aku. Jelas?” Sahut Lena dengan cepat dan penuh penekan di akhir katanya.
Chilla menganggukkan kepalanya paham dengan apa yang Lena katakan. Dirinya memang bodoh karena terus memikirkan Erlan yang bahkan sedikitpun tidak pernah memikirkan nya. Karena memang Erlan hanya menganggapnya sebagai masa lalu yang tidak perlu di ingat.
“Baik, sekali lagi aku minta maaf. Dan untuk kamu Erlan. Aku juga minta maaf untuk apa yang terjadi di masa lalu. Maaf kalau aku sudah membuat kamu kecewa dulu.” Ujar Chilla yang kembali menatap Erlan sesaat lalu fokus lagi pada Lena yang berdiri di hadapan nya.
“Selamat untuk kelahiran anak kalian. Aku ada hadiah untuk putra kalian. Semoga kalian sudu menerimanya. Aku permisi.”
Dengan kelapangan hatinya Chilla pun berlalu dari hadapan Lena juga Erlan keluar dari kediaman mewah Harrison. Apa yang Lena katakan memang benar dan tepat sasaran. Sebagai seorang wanita baik baik tidak seharusnya Chilla mencari celah dalam kehidupan rumah tangga orang lain.
Sedangkan Lena, ada sedikit rasa penyesalan setelah apa yang dia katakan pada Chilla. Lena berpikir tidak seharusnya dia berkata begitu sinis dan kasar pada Chilla.
Erlan menghela napas merasa lega karena ternyata Chilla tidak datang untuk membuat masalah. Pria itu melangkah mendekat pada Lena dan mengusap lembut kedua bahu istri tercinta nya.
Natasha yang berdiri berdampingan dengan tuan Harrison dari kejauhan tersenyum mendengar apa yang Lena katakan pada Chilla.
“Menantuku memang hebat.” Pujinya.
__ADS_1
Tuan Harrison yang mendengar nya hanya menggelengkan kepala saja.