SAYANG

SAYANG
Episode 163


__ADS_3

Di sisi lain Melisa juga sedang sangat bahagia karena akhirnya bisa mewujudkan impian nya dan David adiknya yaitu membangun toko kue sendiri di depan rumahnya meskipun memang tidak sebesar toko kue kebanyakan. Namun Melisa sudah sangat senang dan sangat merasa bersyukur. Apa lagi dalam pembangunan toko kue tersebut Melisa juga mendapat banyak dukungan dari orang orang terdekat. Termasuk Alvin dan keluarganya. Alvin bahkan tidak hanya sekedar mendukung saja. Dia membantu mencarikan tukang bangunan yang handal yang bisa membangun toko kue impian pujaan hatinya dalam waktu singkat.


“Bagaimana dek tokonya?” Tanya Melisa pada David yang sedang duduk bersamanya di teras depan rumah. Mereka sedang memandang dengan rasa bangga toko kue yang baru saja di rapikan siang hari tadi.


“Bagus kak, bagus banget. David nggak nyangka loh kakak bisa membangun toko kue sendiri dengan waktu secepat ini.” Jawab David dengan sangat bangga pada kakaknya itu.


Melisa tersenyum mendengarnya. Wanita itu menghela napas pelan sebelum mengatakan apa yang belum David tau sebenarnya.


“Ini semua juga berkat nyonya dan tuan Harrison dek. Mereka berdua memberikan upah yang sangat banyak untuk kakak setelah kakak mengajari nyonya Harrison membuat kue lapis legit itu. Mereka berdua memberikan upah itu secara cuma cuma. Nyonya Lena sendiri yang menelepon kakak sesaat setelah ada notifikasi dari bank di handphone kakak.” Kata Melisa menceritakan pada David.


David menganggukkan kepalanya pelan mendengarnya. Dia paham dan dia percaya dengan apa yang di katakan oleh kakaknya. Karena memang tidak heran jika Erlan membantu orang lain. Pria itu memang terkenal karena kebaikan dan ketampanan nya.


“Ya kak.. Tuan Harrison memang sangat baik. Kakak tau? Saat kakak dan nyonya Harrison sedang membuat kue kami berdua mengobrol banyak hal. Awalnya David merasa gugup juga tidak percaya diri. Rasanya benar benar luar biasa deg degan bisa bertatap muka langsung dengan orang sehebat tuan Erlan. Sebelum pulang dia bahkan memberikan kartu nama pada David kak. Dia mengatakan jika David sudah lulus kuliah David bisa melamar pekerjaan di perusahaan nya. Ya Tuhan kak.. David seketika merasa bangga pada diri David sendiri. David masih SMA dan sudah di tawari pekerjaan oleh orang sehebat tuan Erlan. Dan lagi David di suruh melamar di perusahaan ternama miliknya. Memang nggak salah David ngefans sama dia kak. Dia benar benar sangat luar biasa.”


Melisa tertawa mendengar cerita adiknya. Sejak dulu memang Erlan terkenal dermawan dan bijaksana. Dan Melisa tau itu. Hanya baru kali ini Melisa merasakan kebaikan seorang Erlan secara langsung.


“Ah ya, kakak sudah tau belum kabar baik tentang nyonya dan tuan Harrison?”


Pertanyaan David membuat Melisa mengernyit. Adiknya memang tidak pernah ketinggalan berita jika sudah menyangkut Erlan.


“Kabar bahagia? Kabar apa?” Tanya balik Melisa merasa sangat penasaran.


“Ah kakak mah payah selalu saja ketinggalan berita. Di media sudah tersebar tau kabar tentang kehamilan nyonya Harrison. Mereka berdua banjir pujian dan ucapan selamat dari orang orang. Meskipun memang tuan Harrison belum mengklarifikasi secara langsung kabar baik ini.” Kata David menjelaskan.

__ADS_1


“Oh ya? Syukurlah kalau begitu. Kakak akan menelepon nya nanti dan menanyakan nya secara langsung pada Lena.”


“Hah? Lena?” David terkejut sekaligus bingung karena kakak nya menyebut nama Lena secara langsung tanpa embel-embel nyonya.


“Emangnya kamu sama sekali nggak ingat ya sama Lena dek? Dulu kan Lena kadang kesini nganterin berkas yang kakak butuhin saat kami berdua masih sama sama kerja di perusahaan pak Alex. Bahkan Lena itu pernah menjadi pacarnya pak Alex loh. Kakak atasannya dia dulu.”


David menggelengkan kepalanya tidak menyangka dengan apa yang di dengar nya. Bagaimana mungkin itu semua benar. Lena pernah menjadi bawahan kakaknya.


“Tapi kak..”


“Ya dek.. Roda kehidupan itu berputar. Dulu mungkin Lena bukan siapa siapa. Tapi sekarang dia adalah orang yang sangat penting. Dia menjadi istri seorang Erlan Dallin Harrison. Pengusaha kaya raya yang sudah terkenal di kalangan publik. Sementara kakak, kakak seperti di jatuhkan dari posisi kakak sendiri. Dulu kakak adalah sekretaris pak Alex yang meskipun tidak seterkenal tuan Erlan namun juga punya nama di kalangan publik. Tapi sekarang kakak hanya seorang penjual kue.” Senyum miris Melisa dengan helaan napas kasar di akhir kalimatnya.


David yang mendengar itu berdecak pelan.


“Kakak nggak boleh begitu dong ngomong nya. Kakak itu hebat. Sangat hebat. Kakak pahlawan buat David dan Farid. Harusnya kan kakak bangga. Kakak punya usaha sendiri dengan jerih payah kakak sendiri. Sekarang mungkin kita hanya penjual kue biasa. Tapi kan tidak ada yang tau nanti kita bisa menjadi pengusaha kue dengan banyak cabang kan? Yang penting kita selalu berusaha dan tidak lupa berdo'a pada Tuhan. Bukan begitu kak?”


“Hhhh.. Kakak tuh ngomong apa sih? Harusnya tuh David sama Farid yang makasih sama kakak. Kakak udah jadi orang tua yang hebat banget buat kita berdua. Pokonya kakak nggak perlu khawatir. David sama Farid akan selalu berusaha buat jagain kakak. Kami berdua nggak akan biarin siapapun menyakiti kakak.”


Melisa tersenyum dan mengangguk percaya dengan apa yang David katakan. Melisa yakin kedua adiknya juga sangat menyayangi nya sama seperti dirinya yang sangat menyayangi keduanya.


“Betul banget.” Suara Alvin membuat David dan Melisa menoleh. Melisa tersenyum menatap Alvin yang entah sejak kapan sudah berada tidak jauh darinya dan David. Suara deru mesin mobil pria itu juga tidak terdengar tadi.


“Huh.. David masuk deh kak.. Nggak mau David jadi obat nyamuk disini.” Sindir David.

__ADS_1


Melisa tertawa mendengar nya. Dia tau David hanya sedang bercanda. David berkata seperti itu karena David tau Melisa dan Alvin butuh waktu untuk berdua.


“Kak Alvin, David masuk yah.. Titip kakak, jangan sampai kena gigitan nyamuk loh.” Ujar David sembari bangkit dari duduknya.


Melisa tertawa lagi merasa sangat geli mendengar apa yang adiknya katakan. Bagaimana mungkin David mengatakan hal sekonyol itu pada Alvin.


“Beres.. Tenang aja Vid. Aku bakal penjarain nyamuk yang berani ngegigit calon istri aku yang luar biasa ini.” Balas Alvin dengan senyuman manis yang menghiasi wajah tampannya.


“Ck, apa apaan sih kalian berdua. Lebay banget.” Decak Melisa merasa sikap keduanya sangat berlebihan.


David tertawa melihat ekspresi kakaknya. Remaja itu kemudian masuk ke dalam rumah karena tidak ingin mengganggu waktu berdua kakaknya Melisa, dan Alvin.


Alvin menghela napas dengan gelengan di kepalanya. Pria itu kemudian mendekat pada Melisa dan mendudukkan dirinya tepat di kursi yang tadi di duduki oleh David.


“Udah makan?” Tanya Alvin kemudian.


“Udah, kamu sendiri?” Jawab Melisa yang kemudian balik bertanya pada Alvin.


“Aku belum sebelumnya. Ini dari kantor langsung kesini. Kamu mau nggak temenin aku makan pecel di depan sana?”


“Oke.. Sebentar aku ambil tas dulu.” Angguk Melisa tanpa lebih dulu berpikir.


Melisa kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah masuk ke dalam rumah untuk mengambil tasnya.

__ADS_1


Sedangkan Alvin, dia dengan sabar menunggu. Pandangan nya tertuju pada toko kue milik Melisa yang baru selesai di bangun. Pria tersenyum merasa sangat bangga dengan kemandirian Melisa.


“Aku yakin hati aku nggak salah memilih kamu Melisa. Aku akan berusaha sebaik mungkin menjaga dan melindungi kamu.” Gumam Alvin dengan penuh keyakinan.


__ADS_2