SAYANG

SAYANG
Episode 83


__ADS_3

Berita tentang Sherin yang masuk rumah sakit karena setres di kehamilannya pun langsung menyebar di seluruh media juga stasiun TV. Hal itu membuat Melisa yang saat itu juga tertangkap kamera menjadi pasangan Alex saat menghadiri acara keluarga Gilbert menjadi sasaran orang orang di luar sana.


Lena pun tau berita itu karena tidak sengaja melihat di berita online saat sedang memainkan ponsel miliknya. Lena mencoba untuk tidak perduli karena memang itu tidak ada hubungannya dengannya. Meski hati nuraninya masih merasa kasihan pada Sherin yang seolah tidak di anggap sebagai istri oleh Alex.


Sedang Melisa, dia merasa tidak nyaman karena banyak komentar pedas serta hinaan yang di tujukan padanya. Bahkan saat berangkat ke perusahaan Alex, Melisa juga mendapat tatapan sinis dari kebanyakan karyawan yang juga bekerja disana.


“Mbak, itu airnya sudah penuh.”


Suara Sasha berhasil mengagetkan Melisa. Wanita itu tersadar segera dari lamunannya kemudian berhenti memencet tombol dispenser di depannya. Melisa berdecak. Karena kebodohannya sekarang lantai di sekitarnya menjadi becek. Beruntung air itu tidak membasahi sepatunya.


Sasha yang melihat itu segera mendekat. Tanpa bertanya pun Sasha tau apa yang sedang di pikirkan Melisa sekarang. Karena Sasha pun juga tau tentang berita yang sedang beredar. Mustahil rasanya jika Melisa tidak perduli dengan komentar pedas dan hinaan dari orang orang yang berkomentar di berita online. Mereka menyalahkan dan memojokkan Melisa bahkan sampai menyebut Melisa sebagai pelakor.


“Kamu nggak papa kan mbak Mel?” Tanya Sasha.


Melisa menoleh menatap Sasha yang tersenyum ramah padanya. Dari sekian banyak rekan kerjanya baru Sasha yang tersenyum padanya hari ini. Tapi Melisa yakin Sasha juga tau tentang berita yang sedang beredar sekarang.


“Hem enggak, saya nggak papa.” Jawab Melisa yang kemudian berlalu begitu saja. Melisa enggan berlama lama berinteraksi dengan siapapun sekarang. Karena Melisa berpikir semua orang pasti sedang menyalahkannya dan menuduhnya sebagai orang ketiga dalam hubungan pernikahan Alex dan Sherin.


Sasha yang melihat itu hanya bisa menggeleng saja. Melisa memang tidak mudah bergaul dengan siapapun. Sikapnya yang terkadang sinis juga membuat teman teman sekantor kadang merasa tidak nyaman dengannya. Tidak heran jika saat Melisa terkena kasus seperti sekarang mereka begitu sangat semangat menggali semua kesalahan yang belum tentu benar benar Melisa lakukan. Karena sejak dulu Melisa memang sudah dekat dengan Alex bahkan saat Alex masih menjalin hubungan dengan Lena.


Sasha kemudian menatap lantai becek karena tumpahan air dari botol minum milik Melisa. Tidak mau ada yang terpeleset dan jatuh, Sasha pun segera memanggil office girl dan menyuruhnya untuk membersihkan lantai becek tersebut.

__ADS_1


Dan ternyata berita itu juga sampai di telinga David. David juga melihat senditi Alex dan Melisa yang menghadiri pesta tersebut. Dan David tidak jika kedekatan Alex dan Melisa ternyata lebih dari yang dia bayangkan. David pikir mereka hanya dekat sebatas atasan dan bawahan. Tapi nyatanya mereka bahkan seperti pasangan yang saling mencintai saat menghadiri acara mewah tersebut.


“Sabar ya Vid.. Kadang nggak semua yang kita lihat itu sesuai dengan kenyataan. Bisa saja kakak kamu hanya sedang mencoba profesional dalam bekerja. Mungkin menggantikan posisi istri dari atasan kakak kamu yang sedang sakit untuk menjadi pasangan atasannya.” Hibur Pretty, teman dekat David yang duduk di samping David di kantin sekolah.


------------


Siangnya di kediaman mewah Harrison.


“Mommy ngomong apa aja tadi pagi sama kamu sayang?” Tanya Erlan pada Lena yang sedang mengambil ayam goreng untuknya.


Lena menghela napas dan tersenyum kecil.


“Mommy bilang dia kangen sama aku. Dia marah karena semalam kamu nggak angkat telepon dari mommy..” Jawab Lena.


“Jadi ceritanya dia kangennya sama kamu doang begitu?” Tanya Erlan dengan mimik wajah kesal.


Lena tertawa geli melihatnya ekspresi suaminya yang menurutnya sangat lucu itu. Erlan seperti anak kecil yang tidak terima jika orang tuanya lebih menyayangi anak lain ketimbang dirinya.


“Untuk itu aku nggak tau ya..”


Erlan menghela napas. Dia tidak benar cemburu dengan rasa kangen Natasha pada Lena. Erlan justru merasa senang karena akhirnya Natasha bisa menerima Lena seperti apa yang Erlan harapkan.

__ADS_1


Lena kemudian kembali menyantap makanan di piringnya. Namun pikirannya kembali pada apa yang sedang ramai di berbincangkan di media hari ini. Yaitu tentang keadaan Sherin yang katanya frustasi karena Alex membawa Melisa sebagai pasangan di pesta kemarin.


Erlan yang memang sudah mengerti segalanya tentang Lena pun mengeryit. Erlan tau ada sesuatu yang sedang Lena pikirkan sekarang.


“Apa ada sesuatu yang mengganggu kamu sayang?” Tanya Erlan pada Lena.


Lena berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya. Erlan memang selalu mengerti dirinya.


“Katakan saja apapun itu. Jangan di pendam sendiri. Oke?” Senyum Erlan membujuk Lena dengan sangat lembut.


Lena meraih segelas air putih yang ada di samping piringnya lalu meminumnya sedikit. Setelah itu Lena menaruhnya kembali ke tempat semula.


“Tentang berita yang sedang berdar itu..”


Erlan bingung sesaat namun akhirnya mengerti dengan apa yang Lena katakan. Berita yang memang sedang sangat ramai di perbincangkan di seluruh stasiun TV bahkan di berbagai media sosial.


“Sebenarnya saat di pesta aku juga melihat Alex dan Melisa bersama. Aku tidak berpikir semuanya akan seheboh ini Erlan. Apa lagi Sherin yang katanya sampai frustasi karena apa yang Melisa dan Alex lakukan..” Ujar Lena mengatakan dengan sejujurnya apa yang sedang mengganggu pikirannya sekarang.


Erlan tersenyum mendengarnya. Pria itu meletakan sendok dan garpu yang di pegangnya. Dia menyudahi makan siangnya yang memang sudah dia habiskan dan hanya tinggal sedikit saja. Itupun bagian yang tidak Erlan sukai.


“Sayang.. Kamu tidak perlu memikirkan apapun tentang mereka. Mereka sudah dewasa dan seharusnya sudah tau mana yang harus mereka lakukan dan mana yang tidak seharusnya mereka lakukan. Lagi pula tidak semua yang di beritakan di media itu benar. Bisa saja kan itu hanya isu tidak jelas yang di sebar untuk membuat berita tersebut semakin meledak. Berpikir positif saja sayang.. Mungkin saja kemarin Sherin tidak bisa hadir karena sedang sakit dan secara langsung meminta pada Melisa untuk menggantikannya sebagai pasangan Alex di acara yang di adakan keluarga Gilbert. Simpel kan?”

__ADS_1


Lena menatap Erlan yang tersenyum dengan begitu lembut saat meminta agar Lena tidak terlalu memikirkan apa yang memang bukan masalahnya. Tapi Erlan menyampaikan maksudnya dengan bahasa yang menurut Lena sangat mudah dia mengerti juga tidak menyinggungnya.


“Ya.. Kamu benar. Aku tidak seharusnya memikirkan mereka. Aku sudah punya kehidupanku sendiri dengan kamu. Dan sepertinya memang tidak ada gunanya juga aku memikirkan mereka.” Lena tersenyum setuju dengan apa yang Erlan katakan. Pikirannya langsung teralihkan dan merasa tidak seharusnya memikirkan masalah yang tidak ada hubungan dengannya.


__ADS_2