SAYANG

SAYANG
Episode 102


__ADS_3

Lena tersenyum sembari memainkan ponselnya. Rasa khawatir yang sedari tadi merayapi hatinya kini sirna sudah setelah Erlan membalas pesan yang dia kirim dan mengatakan sudah dalam perjalanan pulang. Lena sebenarnya sedikit bingung karena tidak biasanya Erlan pulang terlambat saat akan makan siang. Padahal biasanya Erlan pulang sebelum waktu makan siang tiba.


Lena menghela napas kemudian menatap hidangan di depan nya. Hari ini Lena sengaja memasak masakan spesial untuk Erlan. Memang bukan masakan mewah karena Lena hanya memasak sayur asem dan ayam goreng serta sambal. Tidak lupa ikan asin yang memang sangat cocok jika di makan dengan sayur asam.


Lena sangat berharap Erlan menyukai hasil masakan nya. Karena untuk pertama kalinya Lena memasak sendiri di dapur dan melarang para pekerjanya untuk membantu. Lena menyuruh mereka untuk beristirahat. Dan setelah masakan nya selesai Lena memanggil mereka semua dan menyuruh untuk mencicipi hasil masakan nya. Para pelayan mengatakan jika masakan Lena sangat enak. Bahkan si mbok juga sangat meyakini Erlan akan sangat menyukai menu makan siang kali ini. Pujian dari si mbok membuat Lena merasa semakin percaya diri untuk menyajikan hasil masakan nya di meja makan. Lena bahkan juga membayangkan Erlan yang akan sangat memuji hasil dari masakan nya.


Hampir 20 menit menunggu namun Erlan belum juga pulang. Dan karena terlalu lama satu mangkuk besar sayur asam yang ada di atas meja juga mulai dingin. Lena kembali merasa khawatir. Dia meraih ponselnya berniat untuk menelepon suaminya untuk kembali menanyakan sudah sampai mana kekasih hatinya sekarang. Namun sebelum Lena mencari kontak Erlan, suara lembut pria itu berhasil menarik perhatian nya.


“Sayang...”


Lena menoleh dengan cepat mendengar Erlan memanggilnya. Lena kembali merasa lega saat mendapati sosok tampan suaminya berdiri tidak jauh darinya yang sedang duduk di kursi di meja makan.


“Erlan..” Gumam Lena menghela napas lega. Ke khawatiran yang sempat menghampirinya kembali sirna. Lena kemudian bangkit dari duduknya dan segera berlari mendekat pada Erlan yang tersenyum begitu manis padanya.


Begitu sampai di depan Erlan, Lena langsung berhambur memeluk tubuh kekar pria itu. Lena benar benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya melihat Erlan yang baik baik saja.


“Aku khawatir banget sama kamu..” Lirih Lena memejamkan kedua matanya.


Erlan tersenyum merasa sangat bahagia. Lena mulai menunjukan perasaan padanya. Lena bahkan tidak sungkan memeluknya lebih dulu. Satu tangan Erlan mengusap lembut punggung Lena. Karena memang satu tangan nya lagi dia gunakan untuk memegang bunga yang Erlan sembunyikan di balik punggungnya.


Sekitar dua menit memeluk Erlan erat, Lena pun melepaskan nya. Dia menatap wajah tampan suaminya yang selalu memperlihatkan senyuman manis padanya. Lena merasa sangat tenang juga lega karena sekarang Erlan sudah berada di depan nya dan dalam keadaan baik baik saja.


“Aku punya sesuatu buat kamu sayang..” Ujar Erlan membuat Lena mengeryit.


“Oh ya? Apa itu?” Tanya Lena penasaran.

__ADS_1


Erlan perlahan mengeluarkan sebuket bunga yang sejak tadi dia sembunyikan di balik punggungnya. Dan apa yang Erlan sodorkan membuat Lena sangat terkejut.


“Ya Tuhan ini..”


“Bunga yang cantik untuk istriku tersayang yang paling cantik.” Senyum Erlan berkata dengan tulus dan apa adanya.


Lena menutup mulutnya mendapat kejutan super romantis itu. Apa lagi Erlan juga mengatakan kata manis yang memang cukup berlebihan menurut Lena sendiri. Namun tidak bisa di pungkiri jika Lena juga senang dengan apa yang Erlan katakan.


“Ini.. Ya Tuhan...” Lena mengambil bunga yang di sodorkan oleh Erlan padanya. Dia kemudian mencium sebuket bunga tersebut dan kembali tersenyum ketika menghirup aroma wangi lembut dari bunga tersebut.


“Kamu suka bunganya sayang?” Tanya Erlan masih dengan senyuman yang menghiasi bibir tipisnya.


“Yah.. Aku suka banget Erlan. Terimakasih.” Angguk Lena tersenyum. Lena berjinjit mencium pipi tirus Erlan sekilas. Wanita itu benar benar sudah tidak lagi punya rasa canggung jika sedang bersama dengan Erlan. Lena bahkan tidak segan mencium Erlan lebih dulu seperti sekarang.


Erlan yang mendapat ciuman dari Lena semakin tersenyum lebar. Kebahagiaan tak terhingga terus menghampirinya. Bukan hanya karena bahagia memiliki Lena di hidupnya. Tapi juga karena di cintai oleh Lena, wanita yang juga sangat Erlan cintai sejak dulu.


“Maaf sayang.. Tadi aku sibuk banget makannya pulang sedikit terlambat. Apa lagi jalanan juga macet banget siang ini. Jadi ya.. aku harus sedikit bersabar untuk itu.” Jelas Erlan.


Lena mengangguk anggukkan kepalanya mengerti. Lena sendiri tau bagaimana padatnya kota tempat mereka berada.


“Ayo kita makan.” Lena melingkarkan satu tangannya di lengan kekar Erlan. Sedang satu tangannya lagi memeluk sebuket bunga pemberian suaminya. Dia mengajak Erlan melangkah menuju meja makan untuk segera makan siang bersama.


Begitu mereka berdua sudah berada di meja makan dan duduk di kursinya masing masing, Lena pun mulai meladeni Erlan. Seperti biasanya, Lena mengambilkan nasi, lauk beserta sayur yang akan di makan oleh suaminya.


“Sayang aku mau sambalnya juga dong. Ikan asin nya juga. Tapi separuh saja.” Pinta Erlan.

__ADS_1


“Oke..” Angguk Lena kemudian mengambilkan apa yang Erlan inginkan.


Lena menaruh dengan pelan sepiring nasi dengan lauk serta semangkuk kecil sayur asem di depan Erlan.


“Makasih sayang..” Senyum Erlan menatap Lena. Pria itu benar benar tidak bisa jika tidak tersenyum pada Lena.


“Sama sama..” Angguk Lena. Dia tidak langsung mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Lena menunggu Erlan mulai menyantap makan siangnya untuk tau bagaimana penilaian pria itu tentang masakan nya. Lena juga tidak memberitahu Erlan bahwa semua hidangan yang ada di depan mereka berdua adalah hasil masakan Lena sendiri tanpa bantuan dari si mbok atau siapapun.


Erlan yang sudah merasakan masakan itu sesaat terdiam. Rasa masakan itu sedikit berbeda di lidahnya dan tidak seperti biasanya.


“Gimana rasanya?” Tanya Lena yang tidak sabar menunggu penilaian dari suaminya.


“Hem.. Ini sambal sama ayamnya enak banget sayang. Kuah sayur asemnya juga rasanya pas banget. Kayanya aku bakal nambah deh makan nya.” Jawab Erlan dengan jujur.


Lena tersenyum lebar mendengar apa yang di katakan suaminya. Senang sekali rasanya jika Erlan menyukai masakan sederhananya.


“Tapi sayang, tumben banget si mbok masaknya begini. Biasanya kan dia sukanya nyontek makanan restoran.” Bingung Erlan sembari kembali menyantap makanan nya.


“Hehehe.. Sebenarnya ini itu aku yang masak semua Erlan. Aku sengaja masakin buat kamu tanpa bantuan dari si mbok atau siapapun.” Ujar Lena pelan.


Erlan berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya. Kemampuan Lena dalam memasak memang tidak di ragukan lagi. Tapi Erlan tidak menyangka jika semua hidangan yang ada di depan nya juga adalah hasil dari tangan kecil istrinya.


“Ya ampun.. Pantesan enak banget. Pasti masaknya pake bumbu cinta juga deh makannya aku langsung pengin nambah. Makasih ya sayang, masakan kamu memang paling enak.”


Lena tersipu malu mendengar pujian berlebihan suaminya meski memang itulah yang dia harapkan.

__ADS_1


“Apaan sih kamu, lebay banget.” Katanya malu malu.


Erlan tertawa melihatnya. Merasakan masakan Lena yang enak itu membuat Erlan rasanya ingin menghabiskan semua yang tersaji di depannya. Tapi itu tidak mungkin mengingatnya perutnya bukan karet yang bisa menampung banyak makanan di dalamnya.


__ADS_2