SAYANG

SAYANG
Episode 177


__ADS_3

Erlan dan Lena duduk di kursi panjang di taman belakang rumah dengan tangan Erlan yang terus menggenggam lembut tangan Lena. Pandangan keduanya terus tertuju pada Natasha dan tuan besar Harrison yang sedang menggendong Rezvan.


Ya, setelah sarapan bersama pagi ini mereka memutuskan untuk bersantai di taman sembari menikmati udara segar pagi hari.


“Jadi sebenarnya kamu tau tentang mommy dan Daddy yang akan pulang hari ini?” Tanya Lena pada Erlan yang posisinya begitu sangat dekat dengan nya.


Erlan mengalihkan pandangan nya dari kedua orang tuanya. Dia menatap lembut pada wajah cantik Lena yang jika Erlan memajukan sedikit saja wajahnya, wajah mereka pasti akan bertabrakan.


Erlan tidak langsung menjawab pertanyaan istrinya. Pria itu menatap lekat lekat wajah cantik Lena yang rasanya tidak pernah bosan untuk dia puja. Wajah yang selalu tersenyum dan memancarkan cinta untuk nya.


Lena yang di tatap sedemikian intensnya pun mulai merasa gugup. Lena menelan ludah merasa tidak biasa dengan tatapan Erlan. Walaupun memang Erlan sering menatap nya seperti itu, namun Lena tetap saja merasa gugup jika Erlan menatapnya seperti sekarang.


“Eumm.. Erlan ada mommy sama daddy.” Lirih Lena mendorong pelan dada Erlan agar sedikit menjauh darinya. Sebenarnya bukan karena ada kedua orang tuanya Lena beralasan seperti itu. Tapi karena Lena memang merasa malu karena tatapan tersebut.


Erlan terkekeh geli sembari menjauhkan sedikit wajah nya dari Lena. Sekarang Erlan semakin yakin bahwa sikap Lena yang manja dan selalu ingin bersamanya selama 9 bulan Rezvan berada di kandungan nya adalah karena bawaan dari kehamilan nya.


Erlan kemudian menghela napas. Rasanya Erlan tidak ingin masa masa itu berlalu. Dimana Lena begitu agresif padanya.


“Aku juga baru tau tadi menjelang subuh sayang. Mommy sama Daddy nggak bilang dari awal kalau mereka mau pulang ke indonesia.” Jawab Erlan.


Lena mengangguk pelan percaya dengan apa yang Erlan katakan.


“Lalu kenapa Jesy dan Liam tidak ikut serta?” Tanya Lena lagi.


“Mungkin karena mereka tidak bisa meninggalkan sekolahnya. Yah.. Mereka memang tipe anak anak yang sangat tekun dalam belajar. Mereka tidak akan mau libur kalau memang bukan hari libur.” Jawab Erlan dengan tawa pelan nya.


Kedua adiknya memang sangat disiplin. Dan itu tentu saja karena ajaran dari Natasha. Mereka berdua tidak seperti Erlan yang berani membantah apa yang Natasha inginkan. Mereka selalu menuruti apa yang Natasha katakan dengan alasan semua itu demi kebaikan mereka berdua. Erlan sebenarnya kasihan pada kedua adiknya itu. Tapi Erlan juga tidak mungkin membuat keduanya melawan Natasha. Apa lagi mengingat mereka berdua adalah anak yang di kandung oleh Natasha.

__ADS_1


“Begitu ya? Padahal aku pengin banget loh ketemu sama mereka.” Hela napas Lena pelan.


Erlan menatap Lena kemudian mengernyit.


“Kan kita sering video call sayang sama mereka.” Katanya pelan.


“Iya... Tapi kan tetap lebih utama kalau ketemu secara langsung Erlan.” Lena membalas tatapan Erlan dengan ekspresi sendunya.


Erlan yang mengerti dengan apa yang Lena maksud kembali menghela napas. Erlan memang belum pernah mengajak Lena ke Amerika selama mereka menikah. Semua itu karena dari awal Erlan meminta izin untuk menikah dengan Lena, Natasha dan tuan besar Harrison menentang nya. Hal itu lah yang membuat Erlan tidak pernah berpikir untuk membawa Lena kesana. Di tambah lagi dengan sikap Natasha yang sebelumnya juga tidak baik pada Lena. Kemudian setelah semuanya membaik, Lena pun hamil yang semakin tidak memungkinkan lagi bagi Erlan membawa Lena pergi dalam perjalanan jauh.


“Ya sudah.. Nanti kalau aku ada waktu kita sama sama kesana ya.. Atau aku yang suruh mereka berdua kesini di liburan musim panas nanti.” Senyum Erlan.


Lena ikut tersenyum mendengarnya. Lena kemudian menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang Erlan katakan. Bertemu secara langsung dengan kedua adik iparnya memang adalah keinginan terbesar Lena kali ini.


Lena menghela napas untuk yang kesekian kalinya. Pandangan nya kembali dia arahkan pada Natasha dan tuan Harrison yang terus saja tertawa bersama sambil menggendong Rezvan yang begitu sangat anteng. Tuan Harrison bahkan mengajak Rezvan bercanda seolah Rezvan sudah bisa merespon nya. Dan itu membuat Lena dan Erlan tertawa merasa geli. Erlan juga berpikir bahwa Daddy nya ternyata lebih konyol dari pada dirinya.


Suara si mbok berhasil membuat Erlan juga Lena menoleh dengan kompak kearahnya.


“Ya mbok, ada apa?” Sahut Erlan mengernyit penasaran. Erlan yakin ada sesuatu yang membuat si mbok menghadap padanya dan Lena sekarang.


“Sebelumnya saya minta maaf kalau saya mengganggu tuan, nyonya. Tapi di depan ada yang mencari tuan dan nyonya.”


“Siapa?” Tanya Erlan penasaran.


“Nona Chilla tuan.” Jawab si mbok.


Kedua mata Lena melebar mendengar si mbok menyebut nama Chilla. Chilla adalah wanita yang dengan terang terangan berusaha mengadu domba dirinya dan Erlan. Chilla adalah wanita yang adalah bagian dari masa lalu Erlan yang juga berusaha mencari celah dalam rumah tangga Erlan dan Lena.

__ADS_1


“Apa? Chilla?” Erlan pun terkejut. Entah apa lagi maksud Chilla datang. Padahal sebelumnya Erlan sudah memperingati wanita itu agar tidak mengganggu hubungan nya dan Lena. Tapi sekarang dia kembali datang bahkan kali ini saat dirinya sedang berada di rumah.


“Suruh dia masuk dan tunggu di ruang tamu mbok. Kami akan menemuinya nanti.” Kata Lena yang membuat Erlan semakin terkejut mendengarnya.


“Baik nyonya. Kalau begitu saya permisi.” Angguk si mbok menurut saja. Si mbok pun berlalu dari hadapan Erlan dan Lena untuk mempersilahkan Chilla masuk seperti apa yang Lena katakan.


Sedangkan Erlan, pria itu menggeleng tidak percaya. Erlan tau istrinya sangat tidak suka pada Chilla. Erlan berpikir seharusnya Lena menyuruh saja bodyguard untuk mengusir Chilla dan bukan malah menyuruh si mbok untuk mempersilahkan Chilla masuk.


“Sayang tapi...”


“Aku pengin tau apa lagi maksud kedatangan perempuan itu kesini.” Sela Lena dengan suara ketus. Lena sangat kesal sebenarnya. Untuk itu Lena ingin melampiaskan nya secara langsung pada Chilla yang sudah berani datang lagi.


Erlan menelan ludah. Chilla memang cukup keras kepala. Tapi Erlan tidak menduga bahwa Chilla akan kembali datang.


“Tapi kan...”


“Aku nggak mau di anggap pengecut Erlan. Perempuan seperti itu harus di tegasin.” Sela Lena lagi. Kali ini bahkan suara Lena semakin meninggi karena emosinya.


Setelah berkata dengan penuh amarah, Lena pun bangkit dari duduknya. Dia melangkah begitu saja meninggalkan Erlan yang berdecak gusar. Erlan benar benar tidak ingin ada masalah sekarang.


Tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, Erlan pun bergegas menyusul Lena yang berniat menemui Chilla.


Tuan dan nyonya besar Harrison yang melihat itu tampak bertanya tanya. Apa lagi mereka juga mendengar suara Lena yang meninggi tadi.


“Sepertinya ada yang tidak beres.” Gumam Natasha penasaran.


“Ya sayang.. Lebih baik kita lihat juga. Aku takut mereka akan berantem nantinya.” Kata tuan Harrison yang tidak ingin Erlan dan Lena bermasalah.

__ADS_1


Natasha menganggukkan kepala setuju. Mereka berdua kemudian segera melangkah dengan membawa Rezvan menyusul Lena dan Erlan.


__ADS_2