SAYANG

SAYANG
Episode 69


__ADS_3

Alex mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata. Alex ingin memastikan sendiri bahwa teman sekelas David tidak mengalami cidera yang fatal. Karena jika cidera itu fatal, David dan Melisa akan semakin mendapat tuntutan yang berat.


Sesampainya di rumah sakit, Alex langsung menanyakan keberadaan teman David pada petugas rumah sakit. Dan disana dia bertemu dengan kedua orang tua teman David yang sedang ketar ketir menunggu putranya sedang di tangani.


“Mamah nggak akan tinggal diam pah.. Mamah akan menuntut keluarga rendahan itu. Mamah akan pastikan anak itu masuk ke dalam penjara dan di hukum seberat beratnya.” Ujar wanita bersetelan coklat yang tidak lain adalah mamah dari teman sekelas David.


“Ya mah.. Kita tidak boleh diam saja. Anak kita terluka begitu parah karena ke brutalan anak itu.” Tambah si suami dengan kemarahan ber api api.


Alex yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Alex sendiri tau apa yang David lakukan memang salah. Tapi niat David baik. Yaitu membela harga diri kakaknya yang di rendahkan oleh teman sekelasnya.


Tidak mau kedua orang tersebut benar benar menuntut David, Alex pun bergegas mendekat. Pria itu menyapa dengan tenang pasangan suami istri yang sedang gelisah menunggu anaknya di tangani oleh dokter.


“Tuan Alexander..” Keduanya bergumam terkejut ketika Alex menghampiri dan menyapanya. Mereka berdua langsung berdiri dari duduknya menatap bingung pada Alex yang entah kenapa tiba tiba berada di depannya.


“Eum.. Saya mewakili keluarga David ingin tau bagaimana kondisi anak itu sekarang.” Ujar Alex yang membuat kedua orang tersebut semakin terkejut.


“Tapi tuan.. Memangnya ada hubungan apa anda dengan David sehingga anda yang datang?” Dengan sedikit tergagap papah dari teman sekelas David bertanya.


“Saya atasan Melisa. Kakaknya David. Saya juga sengaja datang untuk mempertanggung jawabkan apa yang David lakukan pada anak kalian.” Jawab Alex dengan tenang. Pria itu sedikitpun tidak berpikir tindakannya justru akan membuat isu tentang Melisa yang adalah wanita simpanannya semakin panas.

__ADS_1


Pasangan suami istri itu hanya diam tidak mengerti kenapa Alex sampai se perduli itu pada Melisa dan David.


“Saya akan tanggung biaya rumah sakitnya sampai anak kalian benar benar sembuh total. Tapi tolong jangan ada tuntutan apapun. Ini semua hanya kesalah pahaman. David melakukan itu karena merasa keluarganya di hina dan di rendahkan.” Jelas Alex pada keduanya.


Keduanya hanya diam saja. Meski sebenarnya mereka berdua tidak bisa menerima apa yang menimpa putranya, namun jika sudah Alex yang maju keduanya tentu tidak berani berbuat apa apa. Keduanya takut jika menuntut justru tuntutan itu akan menjadi bumerang untuk mereka sendiri.


Tidak lama kemudian dokter keluar dan menjelaskan bahwa cidera di kepala yang di alami oleh teman sekelas David tidak parah. Hal itu membuat pasangan suami istri itu hanya diam saja karena Alex juga mendengarkan secara langsung apa yang dokter tersebut katakan tentang keadaan teman sekelas David.


Tidak lama kemudian Melisa datang sebagai perwakilan dari keluarga David. Meski rasa takut begitu sangat kuat mendominasi hati dan pikirannya, namun demi adiknya Melisa melawan rasa ketakutan itu. Melisa akan menanggung segala tuntutan yang di layangkan keluarga teman sekelas David karena memang meski berniat membelanya, apa yang di lakukan oleh David tetaplah salah.


“Pak Alex...” Melisa mengeryit ketika mendapati Alex yang masih berada disana. Apa lagi Alex sedang bersama dengan kedua orang tua teman David.


Alex hanya diam saja. Mendadak Alex merasa bingung kenapa dirinya tiba tiba berinisiatif membantu Melisa dan David adiknya. Padahal Alex bukan lah orang yang mau perduli dengan urusan orang lain. Alex adalah pria egois yang selalu mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Tapi sekarang, hanya karena melihat Melisa dan David yang begitu saling menyayangi dan melengkapi Alex merasa sangat tersentuh. Apa lagi saat mendengar alasan David memukuli teman sekelasnya untuk membela harga diri Melisa sebagai kakak yang sangat di sayanginya. Alex merasa tergugah hingga tiba tiba melakukan hal yang bahkan tidak pernah Alex duga sendiri.


“Maaf, tuan nyonya.. Bagaimana keadaan Bagas?” Tanya Melisa hati hati.


“Bagas baik baik saja.” Jawab mamah Bagas dengan tenang.


Melisa terdiam sesaat. Bukan mengharapkan tuntutan. Namun menurut Melisa sikap kedua orang tua Bagas sangatlah aneh.

__ADS_1


“Dokter bilang tidak ada luka serius yang Bagas derita. Jadi lebih baik sekarang kita pulang saja.” Ujar Alex membuat Melisa kembali menatapnya.


“Tapi pak saya harus...”


Sebelum Melisa melanjutkan ucapannya, Alex sudah lebih dulu mendekat kemudian menarik tangan Melisa menjauh dari kedua orang tua bagas. Alex sudah memberikan sejumlah uang agar mereka berdua tidak menuntut Melisa. Alex juga yang menanggung biaya pengobatan Bagas di rumah sakit itu.


“Pak tolong lepaskan saya. Saya harus bicara dengan kedua orang tua Bagas. Saya harus bertanggung jawab atas apa yang sudah David lakukan.” Melisa mulai memberontak. Dia berusaha melepaskan cekalan tangan Alex di lengannya.


Namun Alex tidak memperdulikan Melisa yang memberontak mencoba melepaskan cekalan di lengannya. Sebaliknya, Alex justru semakin mengeratkan cekalan tangannya di lengan Melisa membawa Melisa keluar dari gedung rumah sakit itu menuju parkiran dimana mobilnya berada.


“Pak Alex tidak bisa seenaknya begini sama saya. Saya masih punya urusan disini. Saya...”


Alex benar benar tidak memperdulikan apapun yang keluar dari mulut Melisa. Pria itu langsung membuka pintu mobilnya dan memaksa Melisa masuk ke dalam mobilnya.


Setelah Melisa berada di dalam mobilnya, Alex pun segera menyusul ke dalam dan duduk di kursi kemudi disamping Melisa.


“Pak Alex..”


“Semuanya sudah beres. Orang tua bagas tidak akan menuntut apapun pada kamu dan David. Saya sudah menghandle semuanya. Saya memberikan uang yang jumlahnya tidak sedikit pada mereka. Saya juga menanggung semua biaya rumah sakit Bagas.” Sela Alex menatap Melisa serius.

__ADS_1


Kedua mata Melisa membulat dengan sempurna mendengarnya. Pantas saja kedua orang tua Bagas tidak mengatakan apapun padanya. Mereka bahkan tidak sedikitpun terlihat marah dan malah memberikan senyuman tipis pada Melisa. Dan itu karena Alex.


“Ya Tuhan...” Lirih Melisa menutup mulutnya tidak menyangka dengan apa yang di dengarnya. Alex mengeluarkan uang yang pasti tidak sedikit untuk membantunya.


__ADS_2