SAYANG

SAYANG
Episode 114


__ADS_3

Pagi ini Sherin sengaja bangun lebih awal dari biasanya. Wanita itu bahkan juga membangunkan Alex yang memang tidur terpisah dengan nya. Sherin seolah lupa bahwa Alex selalu menolaknya dan bertingkah seolah Alex sangat mencintainya.


Beberapa kali Sherin mengetuk pintu kamar Alex dengan sabar hingga akhirnya Alex merasa terusik dengan suara ketukan pintu tersebut kemudian terbangun.


“Bisa tidak kamu jangan ganggu aku hah?! Kalau perlu kamu pergi jauh jauh dari hidup aku. Aku muak melihat kamu Sherin.” Marah Alex begitu membuka pintu kamarnya.


Sherin yang mendapat amukan dari Alex sama sekali tidak merasa gentar. Sebaliknya dia justru tersenyum begitu sangat manis yang membuat Alex semakin merasa muak padanya.


“Pagi pagi nggak boleh marah marah loh. Ah ya Alex, mamah sudah dalam perjalanan menuju kesini. Sebaiknya kamu siap siap karena sebentar lagi mamah pasti sampai.”


Mendengar apa yang di katakan Sherin kedua mata Alex membulat dengan sempurna. Pria itu kemudian langsung kembali masuk ke dalam kamarnya tanpa mengatakan apapun pada Sherin. Alex bermaksud bersiap siap dan berekting seolah hubungan nya dengan Sherin baik baik saja di depan mamahnya.


Sedangkan Sherin, dia merasa sangat senang karena akhirnya bisa menekan Alex. Dan satu satunya alasan yang bisa membuat Alex bersikap baik padanya adalah nyonya besar Smith.


“Aku tunggu di meja makan yah..” Seru Sherin dari balik pintu yang sudah di tutup dengan sangat rapat oleh Alex.


Dengan penuh rasa bangga dan kemenangan, Sherin pun melangkah menuju meja makan. Sherin memang sengaja meminta nyonya besar Smith untuk datang kerumah dengan alasan ingin makan bersama seperti tempo hari.


Tidak lama kemudian nyonya besar Smith sampai di apartemen Alex. Dan lagi lagi Sherin dengan semangat membukakan pintu untuk mamah mertuanya.


“Selamat pagi mamah..” Sapa Sherin begitu membukakan pintu untuk nyonya besar Smith.

__ADS_1


Nyonya besar Smith tidak langsung menjawab sapaan ramah Sherin. Dia menatap tubuh Sherin yang nenurut orang orang pasti terlihat sangat subur. Dan hal itu membuat nyonya besar Smith semakin merasa yakin bahwa putranya Alex sudah benar benar berubah.


“Kemana Alex?” Tanya nyonya besar Smith yang langsung masuk melewati Sherin begitu saja.


“Alex masih bersih bersih mah.. Sebentar lagi juga selesai kok.” Jawab Sherin. Dia melangkah mengejar mamah mertuanya mengikuti dari belakang menuju sofa ruang yang ada di ruang tengah apartemen tempat tinggalnya dan Alex.


Sedang nyonya besar Smith, dia bersikap seperti biasanya. Begitu acuh tak acuh dan seolah tidak menganggap penting kehadiran Sherin.


“Ah ya Sherin. Saya mau tanya sama kamu. Ini tentang kue lapis legit Melisa yang kamu kirim photo nya kemarin.”


Sherin menelan ludah. Sherin pikir caranya sudah benar dan tidak membuat mamah mertuanya curiga.


“Saya membeli kue sama perempuan bernama Melisa itu memang hanya satu kali. Tapi Sherin, saat itu saya membeli banyak. Dan dari banyak nya box kue yang dia kirim itu benar benar sangat rapih dan bersih. Pengemasan nya juga baik. Bahkan teman teman saya juga merasa puas dengan kue buatan Melisa. Karena dari segi rasa saja saya dan teman teman saya tau bahwa bahan bahan kue itu terbuat dari bahan yang baik.” Ujar nyonya besar Smith sembari mendudukkan dirinya di sofa.


Sherin menggigit bibir bawahnya. Dia benar benar tidak berpikir panjang saat itu. Yang Sherin pikirkan hanya bagaimana caranya dirinya menjatuhkan nama Melisa yang sangat di bencinya.


“Saya bukan membela penjual kue itu Sherin. Tapi sejujurnya apa yang kamu katakan itu membuat saya ragu.” Lanjut nyonya besar Smith yang membuat Sherin semakin merasa kebingungan harus berkata apa pada mamah mertuanya itu.


Karena Sherin yang hanya diam saja, nyonya besar Smith pun kembali bangun dari duduknya kemudian mendekat pada Sherin yang berdiri tidak jauh dari sofa yang tadi di dudukinya.


“Kenapa kamu diam Sherin?” Tanya nyonya besar Smith dengan nada menuntut.

__ADS_1


“Sherin hanya sedang mendengarkan apa yang mamah katakan. Dan Sherin tidak bohong. Sherin juga tidak tau bagaimana mungkin bisa ada bangkai kecoa di dalam box kue itu. Tapi pada kenyataan nya memang seperti itu. Lagi pula kan tidak mungkin Sherin berani mengambil bangkai kecoa kemudian menaruhnya di kue itu lalu untuk membohongi mamah. Sherin tau mamah sangat tidak suka di bohongi.” Senyum Sherin menjawab dengan tenang. Walaupun sebenarnya jantungnya berdetak begitu cepat, namun Sherin berusaha untuk tenang agar tidak membuat nyonya besar Smith curiga padanya.


Nyonya besar Smith menatap penuh selidik pada Sherin berusaha untuk mencari kejujuran lewat tatapan Sherin. Dan senyuman manis serta sikap tenang Sherin membuat nyonya besar Smith merasa bimbang. Wanita itu ragu dengan penjelasan menantunya, namun sikap tenang Sherin menunjukan bahwa Sherin tidak menyembunyikan sesuatu darinya.


“Oke saya percaya. Tapi kalau saya tau kamu berbohong, kamu akan tau akibatnya Sherin. Kebohongan apapun alasan nya tetaplah kesalahan. Dan saya adalah orang yang paling tidak suka dengan kesalahan berbentuk kebohongan.” Katanya.


“Kebohongan apa? Siapa yang berbohong mah?”


Suara Alex membuat Sherin dan nyonya besar Smith langsung menoleh. Sherin melebarkan kedua matanya melihat Alex yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya. Pria itu sudah tampak rapi dengan setelan jas abu abu nya.


Nyonya besar Smith tersenyum menatap putra kebangga anya yang sudah selesai bersiap. Wanita itu memang sudah memberitahu pada Sherin bahwa hari ini dia akan ikut memeriksakan kandungan Sherin. Dia juga sudah memberitahu pada Alex sebenarnya, hanya saja Alex tidak membaca pesan darinya. Alex bahkan tidak tau mamahnya mengirim pesan padanya.


“Jadi begini Alex, kemarin istri kamu ini minta di belikan kue lapis legit pada penjual kue langganan baru mamah. Kamu tau nak, kue nya sangat enak. Tapi tidak tau kenapa di dalam box kue yang mamah suruh kirim kesini malah ada bangkai kecoa nya. Mamah sih berharap semoga apa yang Sherin katakan dengan mengirim photo pada mamah itu benar adanya, bukan kebohongan belaka.” Ujar nyonya besar Smith menatap putranya dan sekilas melirik pada Sherin yang hanya diam di tempatnya berdiri.


“Penjual kue langganan baru mamah? Siapa mah?” Tanya Alex mengeryit penasaran.


“Namanya mbak Mel lebih tepatnya Melisa.” Jawab nyonya besar Smith membuat Alex terkekut.


“Apa?” Lirih Alex.


Sherin yang mendengar mamah mertuanya menyebut nama Melisa mendelik. Dia yakin Alex pasti akan langsung tau siapa penjual kue langganan baru mamahnya itu. Dan jika Alex sampai tau, itu artinya Sherin dalam keadaan terancam.

__ADS_1


__ADS_2