
Malam harinya.
Erlan menatap bingung pada Lena yang hari ini tampak dalam keadaan hati yang tidak baik. Erlan sudah bertanya beberapa kali namun beberapa kali juga Lena menjawab bahwa dirinya tidak apa apa. Tapi Erlan tidak sebodoh itu. Ekspresi wajah Lena sudah membuat pria tampan itu tau bahwa istrinya memang sedang tidak baik baik saja suasana hatinya.
Sesaat Erlan berpikir. Erlan merasa mungkin dirinya harus menggunakan cara yang tidak biasa untuk membujuk istrinya agar mau mencurahkan isi hati padanya. Erlan tidak mau jika sampai Lena memendam sendiri masalah yang sedang dia hadapi. Tapi Erlan juga tidak mau terlalu memaksa pada istrinya yang pasti akan membuat Lena merasa tidak nyaman bersamanya.
“Coklat panas...” Gumam Erlan menemukan ide. Erlan kemudian mengukir senyuman manis di bibirnya. Yang Erlan tau, Coklat bisa membuat suasana hati seseorang yang sedang gundah menjadi rileks. Erlan berharap coklat panas juga bisa membuat suasana hati istri tercintanya membaik setelah meminumnya.
Setelah merasa yakin dengan caranya, Erlan pun bangkit dari duduknya di atas sofa panjang di seberang ranjang tempat Lena duduk sekarang. Erlan berlalu keluar begitu saja keluar dari kamar nya dan Lena.
Lena yang menyadari suaminya berlalu keluar dari kamar mereka berdecak kesal. Lena kali ini berpikir Erlan tidak memperdulikan dirinya karena pria itu bahkan malah keluar tanpa mengatakan apapun padanya yang sedang duduk sendiri di tepi ranjang.
“Nyebelin banget sih.” Sengit Lena.
Merasa jenuh terus berada di dalam, Lena pun turun dari ranjang kemudian melangkah menuju pintu balkon kamarnya yang tertutup. Lena membukanya sedikit dan keluar lalu berdiri di balkon kamar dengan kedua tangan berpegangan pada pagar tralis balkon. Lena menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan nya dengan pelan lewat mulut.
Sampai sekarang Lena masih tidak habis pikir dengan apa yang Chilla lakukan dengan menemui dan mencoba membakar hatinya. Yaitu dengan cara menceritakan moment moment manisnya di masa lalu dengan Erlan. Lena bukan tidak percaya pada kesetiaan suaminya, Lena hanya merasa kesal kenapa seorang Chilla begitu sangat berani padahal sudah jelas jelas kalau Erlan sudah menikah dengan nya.
“Aku tau Erlan itu memang laki laki yang sempurna. Dia ganteng, baik, sabar, lemah lembut. Apa lagi dia juga kaya. Tapi kan harusnya si Chilla itu sadar kalau Erlan itu sudah punya aku, istrinya. Gimana sih? Masa masih mau di akalin juga. Dasar perempuan aneh.” Dumel Lena saking kesalnya.
Lena tidak mempermasalahkan jika banyak wanita yang tergila gila pada suaminya. Tapi kalau kegilaan itu sudah melampaui batas, Lena juga tidak bisa tinggal diam. Lebih lebih lagi sikap Chilla yang begitu mencolok ingin membuat Lena dan Erlan bermasalah hubungan nya.
Sementara itu, Erlan sedang celingukan mencari keberadaan Lena. Pria itu membawa secangkir coklat panas yang akan dia berikan pada Lena. Erlan juga ingin kembali menanyakan apa yang sedang mengganggu pikiran istrinya hari ini.
“Sayang...” Panggil Erlan namun tidak ada sautan dari Lena.
Erlan menyapukan pandangan nya hingga dia mendapati pintu balkon kamarnya yang terbuka.
__ADS_1
“Oohh.. Dia disana.” Gumam Erlan tersenyum.
Erlan kemudian melangkahkan kakinya mendekat kearah pintu balkon. Dia keluar dan mendapati istrinya yang sedang berdiri diam disana.
Erlan menghela napas kemudian mendekat pada Lena dan berdiri tepat di sampingnya.
“Sayang..” Panggil Erlan membuat Lena langsung menoleh menatapnya.
Lena mengeryit ketika melihat Erlan dengan secangkir coklat panas yang diatasnya masih mengepulkan asap. Pria itu tersenyum manis menatap Lena yang masih di kuasai oleh rasa kesalnya karena sikap Lena.
“Aku punya sesuatu buat kamu.” Kata Erlan kemudian.
Lena mengeryit. Dia tidak melihat Erlan yang sedang menyembunyikan sesuatu di punggung nya seperti saat Erlan hendak memberikan sesuatu padanya.
“Secangkir coklat panas yang manis kaya kamu.” Senyum lebar Erlan.
“Cobain ya sayang.. Ini aku buat sendiri loh..” Ujar Erlan lagi.
Lena mengangguk mengiyakan. Dia menerima secangkir coklat panas yang di sodorkan oleh Erlan padanya. Lena kemudian menyeruputnya sedikit dan dengan sangat hati hati karena coklat panas memang masih sangat panas.
“Panas sayang.. Hati hati.” Titah Erlan.
Lena tersenyum. Entah kenapa setelah menyeruput coklat panas itu emosinya sedikit mereda.
“Terima kasih.. Coklatnya enak.” Kata Lena.
“Sama sama sayang. Ah ya sayang aku boleh nanya nggak sama kamu?”
__ADS_1
“Boleh.. Mau nanya apa?” Tanya balik Lena sambil meniup secangkir coklat panas yang di pegangnya.
Erlan menghela napas lebih dulu sebelum menanyakan nya pada Lena. Pria itu sangat berharap kali ini Lena mau menjawab pertanyaan nya.
“Hari ini kamu tidak seceria seperti biasanya sayang. Ini untuk yang kesekian kalinya aku tanya sama kamu hari ini. Sebenarnya ada apa? Apa ada sesuatu yang membuat kamu merasa tidak nyaman Hem?”
Lena menelan ludahnya. Memendam sendiri rasa kesal dan amarah memang sangat tidak enak. Lena merasa kesal dan marah sendiri tanpa tau harus kemana dirinya mengadu.
“Tadi pagi setelah kamu berangkat ke kantor, Chilla datang kesini.”
Erlan terkejut mendengar apa yang Lena katakan. Erlan tidak menyangka jika Chilla akan datang kerumahnya dan menemui Lena. Padahal Erlan pikir sikap dingin dan tidak perduli nya pada Chilla akan membuat wanita itu menjauh dan merasa benci dengan sendirinya. Tapi ternyata Chilla malah nekat datang ke rumahnya dan menemui Lena tanpa Erlan ketahui.
“Dia menceritakan semua hal manis yang pernah terjadi di antara kalian berdua. Dia sepertinya memang sengaja ingin membuat aku marah Erlan. Dan dia berhasil. Aku marah dan aku sangat kesal.” Lanjut Lena yang akhirnya memutuskan untuk menceritakan apa yang di rasakan nya.
Erlan mengepalkan satu tangannya diam diam. Namun bibirnya mengembangkan senyuman menatap Lena yang terlihat sendu.
“Apa yang terjadi antara aku dan Chilla itu hanya masa lalu sayang. Kamu tidak perlu memikirkan itu. Kamu juga tidak perlu marah dengan apapun yang Chilla ceritakan. Yang harus kamu tau sekarang adalah yang aku cintai adalah kamu. Hanya kamu perempuan yang aku mau sayang. Jadi tolong jangan pernah merasa khawatir akan apapun apa lagi hanya karena cerita tentang masa lalu.” Ujar Erlan pelan juga lembut.
Erlan kemudian mengambil kembali secangkir coklat panas yang di pegang oleh Lena. Setelah itu, Erlan menaruh secangkir coklat panas tersebut diatas meja kaca yang berada sedikit jauh darinya juga Lena.
Erlan kembali mendekat pada Lena. Dia meraih dan menggenggam kedua tangan Lena lembut.
“Kamu percaya kan sama aku?” Tanya Erlan menatap Lena dalam.
Lena tidak langsung menjawab. Lena membalas tatapan dalam Erlan yang terasa menyentuh tepat di relung hati terdalam nya. Lena kemudian menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
“Pokonya aku janji sama kamu sayang. Aku akan selalu setia sama kamu. Aku akan selalu mencintai kamu seumur hidup aku.” Kata Erlan meyakinkan.
__ADS_1
Lena tertawa mendengar nya. Dia kemudian memeluk Erlan erat yang tentu langsung di balas dengan sangat lembut oleh Erlan.