
Sherin pulang dengan amarah yang tidak bisa dia tahan. Ucapan Melisa benar benar sangat merendahkannya. Melisa seolah tidak takut sedikitpun padanya meskipun Melisa sendiri tau siapa Sherin. Melisa bahkan mengatakan akan bisa mendapatkan lebih dari Alex dari pada dari Sherin. Ucapan tersebut seolah menantang Sherin dan menghina Sherin sebagai istri sah Alex.
“Aarrgghh !!! Brengsek !! Dasar perempuan murahan !! Perempuan j*lang !!” Teriak Sherin yang membanting apa saja yang bisa di jangkaunya.
Sherin benar benar merasa sangat terhina karena apa yang Melisa katakan.
Bibi yang menyaksikan itu dari balik tembok hanya diam saja. Bibi tidak berani menghampiri ataupun mencegah apa yang sedang Sherin lakukan. Apa lagi Sherin terlihat sangat marah dan terus mengamuk dengan menghancurkan semua barang barang yang ada diruang tengah.
Sedangkan Melisa, dia tidak sempat makan siang karena waktu untuk bolak balik dari perusahaan ke restoran lalu dari restoran ke perusahaan lagi saja sudah cukup memakan waktu. Dan itu berhasil menyita waktu Melisa untuk sekedar mengisi perutnya.
Tapi sepertinya keberuntungan memang sedang memihak pada Melisa. Karena hari ini Alex full satu hari tidak akan berada di tempatnya. Pria itu sedang sibuk menemui beberapa client nya. Apa lagi yang Melisa tau Alex juga mendapat kemarahan dari tuan besar Smith karena membuat kerja sama antar perusahaan dengan perusahaan Erlan berhenti begitu saja.
Mengingat tentang Erlan, tiba tiba Melisa teringat pada sosok Lena. Sosok yang sangat sederhana namun mampu mencuri perhatian Alex. Alex bahkan terlihat sangat mencintai Lena meskipun memang di belakang Lena Alex selalu bermain dengan banyak wanita dulu. Melisa tau semua itu, karena Melisa juga sering mendapati Alex sedang bersama Sherin di ruangannya.
“Bukankah nyonya Sherin adalah sahabat dekat Lena?” Melisa kemudian mengingat segalanya. Tentang kedekatan Lena dengan Sherin yang begitu kental.
Melisa tampak berpikir sebelum akhirnya menggeleng dan memilih tidak perduli dengan apapun tentang Alex dan orang orang di sekitarnya.
“Sudahlah.. Tidak penting aku memikirkan mereka. Yang terpenting sekarang aku harus fokus kerja dan kerja. David dan Farid membutuhkan aku...” Batin Melisa.
-------------
“Nyonya...”
Lena sedang memetik bunga di taman belakang rumah saat tiba tiba si mbok datang menghampirinya. Dan seperti biasa, dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya Lena menatap si mbok.
__ADS_1
“Iya mbok... Ada apa?” Tanya Lena dengan nada lembut serta pelan. Lena berpikir meskipun si mbok adalah pelayan di rumah itu, namun si mbok tetaplah orang tua yang harus dia hormati.
“Anu nyonya.. Itu.. Nyonya dan tuan besar datang.” Jawab si mbok yang sedikit terbata bata.
Senyuman di bibir Lena seketika pudar. Bahkan keranjang bunga yang di pegangnya jatuh karena keterkejutan Lena.
“Apa?” Gumam Lena pelan. Lena tau siapa yang di maksud nyonya dan tuan besar oleh si mbok. Siapa lagi kalau bukan mommy dan daddy Erlan.
Lena menelan ludahnya susah payah. Erlan tidak memberitahu padanya bahwa kedua orang tuanya akan datang hari ini. Erlan bahkan pergi bekerja seperti biasanya, begitu santai dan tidak lupa memberi kecupan lembut nan lama di kening Lena.
“Beliau berdua menanyakan tentang anda nyonya. Dan sekarang nyonya dan tuan besar sedang menunggun anda di ruang keluarga.” Ujar bibi lagi.
Lena diam. Dia tidak tau harus bagaimana menghadapi kedua mertuanya. Sedang yang Lena tau dari Erlan mereka sama sekali tidak setuju dengan keputusan Erlan menikahinya.
Lena dan si mbok sama sama terkejut mendengar suara dari mommy sambung Erlan, nyonya besar kedua Harrison.
Lena menelan ludah menatap wanita cantik dengan dress warna hijau toska yang membalut tubuhnya. Dress simpel yang semakin membuat penampilan wanita itu terlihat elegant.
“Kenapa?” Tanya tegas wanita itu tidak terima dengan tatapan Lena yang menurutnya seperti sedang menilai penampilannya.
Lena langsung menundukan kepalanya. Mommy sambung Erlan persis seperti apa yang selama ini di pikirkan nya. Begitu angkuh dan sombong.
“Berani sekali kamu menatap saya seperti itu. Kamu pikir kamu siapa? Jangan karena Erlan mencintai kamu, kamu bisa dengan bebas bertingkah. Kamu bahkan sama sekali tidak punya itikad baik menemui saya dan suami saya padahal si mbok sudah memberitahu kamu tentang kedatangan kami. Heran saya, kok Erlan mau sih sama perempuan minim sopan santun seperti kamu.”
Lena memejamkan kedua matanya berusaha untuk diam dan menerima saja apa yang nyonya besar Harrison katakan. Bukan maksud Lena tidak mau menemui mereka berdua, Lena hanya terlalu terkejut dan tidak tau harus bersikap bagaimana dengan kedatangan tiba tiba mertuanya itu.
__ADS_1
“Buatkan saya dan suami saya makanan sekarang juga.” Perintahnya tegas.
“Baik nyonya..” Angguk si mbok menurut saja.
“Bukan kamu. Tapi menantu saya ini.”
Si mbok terkejut mendengarnya. Erlan selalu mengistimewakan Lena. Bahkan Erlan juga selalu mewanti wanti padanya agar mengawasi Lena kalau kalau Lena mengerjakan pekerjaan berat. Bahkan untuk memasak pun Erlan meminta tolong pada si mbok untuk selalu siaga membantu Lena. Semua itu tentu saja karena Erlan tidak mau jika sampai Lena kelelahan.
“Tapi nyonya..”
“Tidak ada tapi tapian. Disini saya yang lebih berhak atas rumah ini. Erlan itu anak saya. Kamu jangan sekali kali membantah apa yang saya mau kalau tidak ingin kehilangan pekerjaan Mbok.” Tegas nyonya besar Harrison memperingati si mbok.
Si mbok hanya diam saja dengan kepala tertunduk. Siapapun tau siapa Natasha Lauren. Dia adalah istri kedua tuan besar Harrison yang selalu marah jika siapapun membantah keinginannya. Bahkan sekalipun itu tuan besar Harrison sendiri. Hanya Erlan yang sejak kecil berani membantahnya.
Sekali lagi Lena menelan ludah. Lena belum tau bagaimana sikap mommy sambung suaminya yang sebenarnya. Erlan juga tidak pernah menceritakan apapun padanya. Pria itu hanya mengatakan bahwa mommy yang bersama daddy nya sekarang bukanlah mommy kandung, melainkan mommy sambung.
“Sudah mbok.. Nggak papa. Biar saya saja yang menyiapkan makan untuk mommy sama daddy. Mbok kerjakan yang lain saja.” Kata Lena tersenyum tipis menatap si mbok yang menatap sendu padanya.
“Ya nyonya..” Angguk si mbok menurut saja.
Sementara Natasha Lauren, wanita itu tersenyum dengan sinis nya menatap Lena sebelum akhirnya berlalu dari taman belakang rumah untuk kembali menghampiri suaminya yaitu tuan besar Harrison.
“Ya sudah mbok, saya masak dulu yah.. Saya akan membuatkan masakan yang sepesial untuk mommy dan daddy. Pasti mereka berdua bakal suka.” Senyum lebar Lena berusaha menutupi apa yang di rasakannya sekarang dari si mbok.
Si mbok hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Karena yang ada di pikiran si mbok sekarang adalah dirinya harus segera menghubungi Erlan untuk memberitahu perihal tentang kedatangan tuan dan nyonya besar Harrison yang begitu sangat tiba tiba. Si mbok yakin tuan mudanya juga tidak tau tentang kedatangan keduanya.
__ADS_1