SAYANG

SAYANG
Episode 72


__ADS_3

Lena dan body guard itu semakin mempercepat langkahnya. Apa lagi sekarang Natasha sudah mulai berteriak meminta tolong. Natasha juga terdengar menangis karena di bopong dengan paksa oleh salah satu dari dua orang berpakaian serba hitam lengkap dengan penutup di kepalanya. Saat ini rasa takut yang sempat Lena rasakan sirna seketika di gantikan dengan tekad penuh Lena yang menginginkan Natasha baik baik saja. Lena tidak perduli apapun yang akan terjadi nanti. Yang terpenting adalah dirinya bisa menyelamatkan Natasha, mommy mertuanya.


Berbeda dengan Lena yang penuh tekad, body guard yang bertugas mengantar kemanapun Lena pergi justru sedang sangat ketakutan sekarang. Jika saja Lena mau mendengarkan sarannya untuk menunggu saja di mobil, mungkin dia tidak akan merasa ketakutan seperti sekarang. Bahkan lututnya bergetar karena dia menyadari ada dua nyawa yang harus dia lindungi sekaligus sekarang. Yaitu nyawa Lena juga Natasha. Keduanya sama sama nyonya besar di keluarga Harrison. Keduanya juga adalah orang yang sangat di cintai oleh tuan besar dan tuan muda di keluarga kaya raya itu. Body guard itu yakin jika salah satu dari mereka tidak selamat pasti dirinya yang akan menjadi sasaran. Apa lagi jika sampai keduanya yang tidak selamat. Sudah dapat di pastikan nyawanya pun akan ikut melayang. Dan keluarga di kampung halaman akan menderita karena kehilangan tulang punggung.


Beberapa menit terus berjalan cepat mengikuti dua orang yang terus menyeret paksa Natasha, akhirnya Lena dan body guard itu sampai di tepi jurang dimana disana Natasha sedang menangis dan berusaha memberontak dari cekalan orang berpenampilan serba hitam dengan tutup kepala sampai wajah itu. Orang itu seperti akan melempar Natasha ke jurang yang begitu sangat curam tersebut.


“Lena tolong mommy Lena !! Mommy takut.. Hiks hiks..” Melihat keberadaan Lena disana Natasha pun mengiba. Air mata sudah membasahi wajahnya yang memerah. Ketakutan jelas terpancar dari sorot matanya.


“Mommy tenang ya.. Mommy tenang.. Lena akan berusaha..” Ujar Lena dengan bibir bergetar. Sejujurnya Lena sendiri bingung harus bagaimana. Karena baik dirinya maupun body guard yang berdiri di sampingnya sama sekali tidak membawa senjata apa apa.


“Kalian berdua tolong lepaskan mommy saya.. Apapun yang kalian berdua mau keluarga kami pasti akan menurutinya.” Lena mencoba berkata dengan tenang pada dua pria yang tidak di kenalnya itu. Dia berharap dua orang asing itu mau mendengarkannya dan melepaskan Natasha.


Namun bukannya menuruti apa yang Lena katakan, dua pria tersebut malah tertawa terbahak bahak seolah apa yang Lena katakan adalah sebuah lelucon.


“Kami tidak butuh uang. Yang kami butuhkan adalah nyawa salah satu dari kalian. Karena dengan begitu keluarga Harrison pasti akan hancur.”


Lena menggelengkan kepala mendengarnya. Keluarga Harrison memang sangat kaya raya, tidak heran jika banyak pihak luar yang tidak suka dan menginginkan kehancurannya.


Ketika Lena sedang mencoba bernegosiasi, body guard itu mencoba bergerak. Namun satu pria yang tidak mencekal Natasha dengan cekatan melesatkan peluru dari senjata api yang di bawanya dan hampir saja mengenai kaki body guard tersebut. Dan itu berhasil membuat body guard tersebut shock bahkan sampai terjungkal ke belakang.


Lena yang melihat itu menelan ludah. Lena sadar dua orang asing yang sedang di hadapinya pasti bukan orang yang lemah. Apa lagi mereka bahkan sampai membawa senjata api.

__ADS_1


“Sedikit saja kamu bergerak, maka kamu yang akan lebih dulu mati.” Tegas si pria yang menembak tadi.


Natasha menggeleng kuat. Rangkulan pria itu di lehernya begitu kuat sehingga sangat sulit untuknya bisa melepaskan diri. Menendang dan menginjak kakinya pun sama sekali tidak berpengaruh apa apa. Pria yang menyanderanya begitu kuat.


Sesaat Lena terdiam. Dia menatap Natasha yang sudah berurai air mata dalam sandera salah satu dari pria asing itu. Lena tau dari Erlan bahwa di Amerika Lena dan tuan besar Smith memiliki dua orang anak. Satu laki laki dan satu lagi perempuan yang masih berusia remaja. Lena tiba tiba berpikir jika sampai Natasha yang mati itu artinya akan ada duka mendalam seorang anak yang kehilangan ibunya. Mereka pasti akan sangat sedih terutama anak perempuan remaja yang masih sangat butuh bimbingan dari Natasha.


Sedang dirinya, Lena merasa tidak punya siapa siapa lagi selain Erlan. Jika dirinya yang mati tentu tidak akan terluka. Kalaupun ada itu hanya Erlan yang pasti juga lambat laun akan bisa melupakan luka itu dan mencari pengganti Lena. Tentu saja, Erlan adalah pria kaya raya yang pasti bisa mendapatkan perempuan manapun yang Erlan inginkan.


Lena memejamkan kedua matanya sesaat dan menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


“Kalau begitu bunuh saja saya. Tapi tolong lepaskan mommy saya. Biarkan dia pergi.” Putus Lena kemudian.


Mendengar itu Natasha menggelengkan kepalanya. Wanita itu tidak menyangka Lena akan berkata seperti itu.


Natasha akui dirinya memang tidak suka pada Lena karena pikiran negatifnya tentang Lena. Tapi Natasha juga tidak mau jika sampai mengorbankan nyawa orang lain demi dirinya sendiri. Terlebih Lena adalah wanita yang sangat di cintai oleh Erlan, putra sambungnya.


“Erlan sama daddy pasti akan datang mom.. Tapi yang terpenting sekarang adalah mommy bebas dulu.” Senyum Lena tulus pada Natasha.


“Hey j*lang jangan bodoh kamu !! Jangan pikir saya akan berterimakasih.” Natasha kembali memekik marah.


Namun tekad Lena untuk mengorbankan dirinya sudah bulat. Lena melangkah mendekat pada satu pria yang berdiri diam di seberang Natasha dan si penyandera. Tangan Lena meraih tangan besar pria itu yang memegang pistol kemudian menempelkan ujung pistol tersebut ke keningnya.

__ADS_1


“Tolong bebaskan mommy saya. Biarkan dia pulang dengan body guard saya..” Ujar Lena kemudian memejamkan kedua matanya.


Lena sangat yakin keputusannya tidak salah. Lena rela mengorbankan dirinya demi keluarga suaminya.


“Erlan.. Selamat tinggal. Di detik terakhirku ini aku ingin kamu tau bahwa aku mencintai kamu..” Batin Lena tenang.


“Hey bodoh !! Pergi dari sini !! Dasar keparat !!” Natasha terus memekik marah sambil menangis. Dia tidak pernah menyangka jika Lena bahkan sampai rela mengorbankan dirinya demi bisa menyelamatkannya. Lena seperti wanita yang tidak punya otak menurut Natasha karena dengan begitu bodohnya memasang badan dan rela mati demi orang yang jelas jelas selalu memperlihatkan ketidak sukaan nya.


“Jangan lakukan itu !! Lepaskan dia !! Biarkan dia pergi. Bunuh saja saya !! lempar saya sekarang !! Ayo lempar saya !!” Natasha sengaja memajukan langkahnya agar segera terjatuh ke jurang. Natasha benar benar tidak ingin jika sampai ada nyawa melayang karena nya.


“Diam !!” Bentak pria yang menyandera Natasha dengan suara bergetar.


Sementara Lena, dia begitu tenang memasrahkan dirinya pada pria yang tidak dia ketahui siapa. Dan dalam kegelapan karena matanya terpejam, bayangan wajah tampan Erlan begitu nyata. Erlan tersenyum begitu manis padanya.


Sedang body guard yang terduduk di rerumputan itu hanya bisa pasrah sekarang. Ponselnya lowbat dan tidak mungkin jika dirinya maju. Karena itu akan sangat percuma. Lena dan Natasha sudah berada di tangan kedua penculik itu.


“Pilihan yang bijaksana nyonya muda Harrison.” Kata si penculik.


Natasha memejamkan kedua matanya tidak berani menyaksikan apa yang akan terjadi begitu juga dengan si body guard yang sudah pasrah jika memang perjalanan hidupnya harus berhenti setelah ini.


DORRRRR !!!

__ADS_1


“TIDAAAAKKKKKK !!!”


__ADS_2