SAYANG

SAYANG
Episode 112


__ADS_3

Apa yang nyonya besar Smith katakan padanya tadi lewat sambungan telepon benar benar membuat Melisa kepikiran. Melisa bahkan sampai salah mencampur adonan kue yang tidak seharusnya. Alhasil adonan kue yang sudah Melisa buat menjadi tidak bisa di gunakan.


Melisa menghela napas pelan. Meski dia terus mencoba untuk berpikir positif, namun pada kenyataannya apa yang nyonya besar Smith katakan sudah berhasil masuk ke dalam hatinya bahkan sampai mengganggu konsentrasinya.


“Sabar Melisa.. Tenang.. Kamu nggak perlu terlalu memikirkan apa yang nyonya Smith katakan.” Batin Melisa terus berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Melisa tidak bisa menampik bahwa dia memikirkan tentang bagaimana mungkin ada bangkai kecoa di dalam box kue lapis legit buatan nya. Sementara Melisa sendiri yang mengemas kue lapis legit tersebut. Melisa bahkan sendiri yang memastikan bahwa kue buatan nya itu terjamin kebersihan nya.


“Tapi bagaimana mungkin bisa ada bangkai kecoa di dalam box kue itu. Aku sudah memperhatikan semuanya dengan teliti. Bahkan aku mengemasnya diatas meja yang sudah aku lap dengan bersih. Lagi pula disini juga tidak pernah ada kecoa karena aku selalu mengepelnya setiap pagi dan sore hari.” Melisa mulai berpikir keras. Dia tidak mungkin begitu ceroboh dengan tidak menyadari ada kecoa yang masuk ke dalam box kue yang di kemasnya kemudian mati di dalamnya. Itu benar benar sangat mustahil menurut Melisa.


“Tunggu tunggu. Menantu nyonya besar Smith kan nyonya Sherin. Dan nyonya Sherin itu kan sangat membenci aku.. Jangan jangan dia yang...” Melisa menggantungkan kalimatnya sendiri. Wanita itu mulai berprasangka buruk pada Sherin yang jelas jelas tidak menyukainya bahkan pernah meminta Sherin untuk menemuinya untuk menghinanya.


“Ya Tuhan.. Enggak enggak. Aku nggak boleh berprasangka buruk pada orang lain. Bisa saja itu memang karena kecerobohan aku sendiri.. Ya ampun.. Hampir aja aku berpikir yang tidak tidak pada orang lain.”


Melisa menggelengkan kepalanya. Dia membuang jauh jauh pemikiran buruknya tentang Sherin yang mungkin saja berusaha untuk menjatuhkan namanya. Melisa lebih memilih untuk mengintrospeksi dirinya agar bisa semakin baik menjalankan usahanya.


Tidak mau terlalu memikirkan apa yang sudah terjadi, Melisa pun memilih untuk kembali membuat adonan kue yang akan dia buat malam ini. Melisa tidak mau membuat pelanggan lain kecewa hanya karena ucapan pedas nyonya besar Smith padanya siang tadi.

__ADS_1


-------------


Alex menyipitkan kedua matanya saat memperhatikan Sherin yang terlihat sangat bahagia malam ini. Padahal biasanya wanita itu tidak bersikap begitu sumringah seperti sekarang. Sherin selalu bersikap seolah dirinya adalah wanita paling lemah yang harus di manja dan di kasihani. Tapi sekarang Sherin terlihat sangat sumringah seperti baru saja berhasil melakukan sesuatu.


“Kenapa Lex?” tanya Sherin tersenyum menatap Alex yang sedang memperhatikan nya diam diam.


Alex tidak langsung menjawab. Rasa curiga mulai Alex rasakan karena sikap Sherin sekarang.


“Apa ada yang salah dengan aku? Kenapa kamu menatapku seperti itu?” Tanya Sherin lagi dengan santai.


Alex melengos enggan menjawab pertanyaan tidak penting istrinya. Pria itu malas jika harus berdebat panjang lebar dengan Sherin. Karena Sherin begitu sangat keras kepala. Sherin seperti tidak perduli dengan apapun yang Alex lakukan padanya dan tetap saja bertahan meski Alex tidak pernah bersikap baik padanya.


Sherin menghela napas melihat tingkah suaminya. Tapi kali ini Sherin tidak ingin ambil pusing. Karena saat ini Sherin sedang merasa puas karena berhasil membuat nama Melisa menjadi jelek di mata mamah mertuanya, nyonya besar Smith. Sherin juga sangat yakin nyonya besar Smith pasti langsung menegur Melisa karena bangkai kecoa yang berada di dalam box kue lapis legit buatan nya dengan tegas.


“Melisa.. Harusnya kamu tau kamu berhadapan dengan siapa. Kamu tidak seharusnya begitu keras kepala terus mendekati Alex.” Batin Sherin tersenyum licik. Sherin menyendok lagi makanan nya kemudian melahapnya dengan tenang. Dia sangat percaya diri bahwa rencananya membuat usaha Melisa jelek di mata mamah mertuanya pasti berhasil.


“Jangan pernah main main dengan ku Melisa. Karena aku tidak akan membiarkan siapapun yang mengusik kehidupanku hidup dengan tenang.” Sherin kembali membatin.

__ADS_1


Sementara itu Alex masuk ke dalam ruang kerjanya. Bayang bayang Melisa semakin sering menghantuinya membuat Alex merasa tidak tenang. Alex bahkan sampai beberapa kali diam diam mengawasi kediaman sederhana Melisa namun Alex sama sekali tidak bisa melihat sosok yang selalu membayanginya itu.


Alex menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjanya. Dia menyandarkan punggung nya dengan mendongakkan kepalanya ke langit langi ruang kerjanya. Rasa ingin bertemu dan bertatap mata langsung dengan Melisa begitu sangat menggebu gebu. Rasanya Alex tidak bisa menahan keinginan nya itu. Alex bahkan juga sering mengingat apa yang pernah dia lakukan pada Melisa. Dan itu berhasil membuat sesuatu dalam diri Alex bangkit. Namun Alex tidak tau harus menyalurkan nya pada siapa karena Alex sendiri merasa enggan jika harus melakukan itu pada Sherin.


Alex menghela napas kasar. Pria itu memejamkan kedua matanya, namun bayangan wajah Melisa yang begitu pasrah saat dia kuasai kembali membayanginya.


“Melisa.. Kenapa kamu menjauhiku? Kenapa kamu pergi begitu saja dariku Melisa? Apa kamu tidak pernah sedikitpun mempunyai perasaan padaku?” Alex bertanya tanya dalam hati. Pria itu selalu berharap Melisa akan datang padanya dan Alex bisa melakukan itu lagi padanya. Alex bahkan sampai berjanji pada dirinya sendiri akan melakukan nya dengan lembut pada Melisa. Namun Itu hanya harapan semu karena pada kenyataan nya Melisa bahkan tidak pernah mau lagi dekat dengan nya. Melisa bahkan merasa lebih tenang tanpa Alex yang ada dalam kehidupan nya.


“Apa aku datangi saja dia. Aku nyatakan apa yang aku rasakan akhir akhir ini. Dengan begitu Melisa pasti akan mau lagi kembali di sampingku..” Alex tampak berpikir dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Pria itu begitu sangat percaya diri Melisa mau kembali menjadi sekretarisnya.


“Melisa.. Apapun akan aku lakukan asal kamu mau kembali menjadi sekretarisku. Berapapun uang yang kamu mau aku akan berikan asal kamu bisa selalu ada kapanpun aku mau.” Alex mulai percaya diri. Alex merasa sangat yakin dengan uang yang dia punya Melisa akan bertekuk lutut padanya.


Setelah merasa yakin dengan apa yang akan di lakukan nya, Alex pun mulai meraih laptopnya. Dan di laptopnya Alex asik memperhatikan photo photo Melisa yang sebenarnya sering Alex ambil diam diam tanpa sepengetahuan Melisa.


Alex tersenyum miring. Melisa memang lebih cantik dan lebih menggoda dari Sherin. Tidak heran jika Alex merasa lebih puas bersama Melisa dari pada bersama Sherin dulu. Adapun Alex berselingkuh dengan Sherin dulu itu hanya Alex lakukan karena Melisa tidak mungkin mau datang ke apartemen nya dan menyerahkan diri dengan suka rela padanya. Karena setiap Alex melakukan nya, Alex selalu menggunakan pemaksaan dan ancaman pada Melisa.


Mengingat apa yang di lakukan nya tiba tiba saja Alex merasa bersalah. Alex mendesis merasa sangat bodoh karena bisa bisanya dia kembali berencana ingin menguasai Melisa semaunya sendiri.

__ADS_1


“Ya Tuhan..” Gumam Alex begitu menyadari apa yang di rencanakan nya sudah salah. Alex hampir saja melakukan sesuatu yang tidak seharusnya lagi pada Melisa.


__ADS_2