SAYANG

SAYANG
Episode 144


__ADS_3

Di kediaman mewahnya, Erlan baru saja selesai membersihkan dirinya ketika mendapati istri tercinta nya yang tampak murung duduk diatas tempat tidur. Erlan yang merasa penasaran segera mendekatinya sembari mengeringkan rambut basah nya menggunakan handuk putih. Hari ini memang Erlan pulang sedikit telat. Bahkan saat makan siang tadi Erlan tidak bisa pulang untuk makan bersama dengan Lena.


“Sayang...” Panggil Erlan yang langsung membuat Lena menoleh padanya.


Dengan ekspresi sendu Lena menatap Erlan yang mulai mendudukan dirinya di tepi ranjang tepat disampingnya.


“Kenapa sayang?” Tanya Erlan dengan sangat lembut serta tatapan penuh perhatian pada Lena.


Lena menghela napas. Setelah mendapatkan penolakan secara halus dari penjual kue bernama mbak Mel itu Lena menjadi sangat tidak bersemangat. Karena memang Lena sangat ingin bisa belajar membuat kue lapis legit itu. Keinginan nya bahkan begitu sangat menggebu gebu. Tidak seperti keinginan Lena yang biasanya yang hanya sekedar ingin saja.


“Tadi aku telepon mbak Mel. Dia menolak untuk bertemu dengan kita. Katanya dia sangat sibuk.” Adu Lena pada Erlan.


Erlan tersenyum mendengar apa yang Lena katakan. Tidak biasanya Lena sampai seperti itu hanya karena sedang menginginkan sesuatu yang menurut Erlan sendiri tidak terlalu penting. Lena bisa saja membeli sebanyak apapun kue lapis legit yang dia mau dari penjual tersebut.


“Memangnya kamu pengin banget ya bisa bikin kue lapis legit itu Hem?” Tanya Erlan lagi.


Lena hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Lena sendiri bingung kenapa kali ini keinginan nya itu seakan tidak menerima penolakan apapun.


“Ya sudah kamu minta resepnya saja sayang, terus kamu bisa bikin dirumah sama mbok. Mbok juga sangat jago memasak loh. Apa lagi cuma bikin kue kue.” Saran Erlan yang tidak ingin istrinya menjadi murung hanya karena keinginan nya untuk bisa membuat kue lapis legit kesukaannya tidak terpenuhi.


“Enggak mau. Aku maunya sama mbak Mel langsung buatnya.” Geleng Lena dengan wajah memelas.


Erlan menghela napas. Erlan sudah berjanji pada dirinya sendiri bahkan sebelum dia menikah dengan Lena, Erlan akan memenuhi apapun keinginan Lena selama dirinya bisa melakukan nya.


“Aku juga nggak tau kenapa aku begitu sangat ingin Erlan. Tapi kali ini aku benar benar menginginkan itu.” Tambah Lena.


“Iya sayang.. Ya sudah kamu tenang saja ya. Nanti coba kita datang langsung saja ke alamatnya ya. Kita ngomong baik baik. Siapa tau kalau ketemu secara langsung mbak Mel itu jadi nggak tega sama kamu.” Senyum Erlan mencoba menghibur istrinya yang sedang murung karena penolakan lewat sambungan telepon dari Melisa.


Lena menghela napas kemudian menganggukkan kepalanya. Tidak baik memang memaksa orang lain agar mau menuruti kemauan nya. Tapi kali ini Lena benar benar tidak bisa menahan keinginan nya yang begitu sangat menggebu gebu tersebut.

__ADS_1


“Ya sudah jangan sedih lagi ya.. Lebih baik kamu bantuin aku keringin rambut.” Kata Erlan yang langsung mendapat anggukan setuju dari Lena.


Lena kemudian turun dari ranjang dan berjalan menuju lemari dimana semua peralatan yang dia butuhkan ada disana. Lena meraih alat pengering rambut kemudian kembali mendekat lagi pada Erlan.


Dengan sangat telaten Lena mengeringkan rambut suaminya. Wanita itu sesaat terdiam dan mengeryitkan keningnya karena rambut Erlan yang menurut nya sudah terlalu panjang.


“Kayanya rambut kamu sudah panjang banget. Apa nggak sebaiknya segera di pangkas?” Tanya Lena sambil terus mengeringkan rambut basah Erlan.


“Begitu kah? Ya sudah nanti kalau ada waktu senggang kamu temani aku ya buat pangkas rambut.”


“Dengan satu Syarat.” Ujar Lena yang membuat Erlan mengeryit.


“Apa?” Tanya Erlan penasaran.


“Aku yang pilih model rambutnya. Bagaimana?”


“Hem.. Tidak masalah sayang.” Senyum Erlan setuju saja.


Selesai mengeringkan rambut Erlan, Lena pun segera meraih sisir untuk merapikan rambut suaminya yang acak acakan. Namun ketika berhadapan dengan Erlan yang duduk di depan nya Lena terdiam. Entah kenapa akhir akhir ini Lena merasa pesona suaminya begitu kuat. Erlan terlihat berlipat lipat lebih tampan dari biasanya.


Erlan yang di tatap sedemikian intensnya oleh Lena mulai salah tingkah. Erlan merasa tidak biasa dengan tatapan Lena.


“Kenapa sayang? Apa ada yang salah dengan aku?” Tanya Erlan yang membuat Lena kemudian tersenyum.


Lena menggeleng pelan kemudian mulai menyisir rambut Erlan. Posisinya yang berdiri dan Erlan yang duduk membuat Lena lebih mudah meraih rambut suaminya untuk di sisir.


“Tidak apa apa. Tidak ada yang salah sama kamu. Aku hanya merasa kamu sangat tampan.” Jawab Lena memuji.


Erlan merasakan wajah tampan sampai telinganya memanas mendengar pujian yang Lena lontarkan. Rasa malu juga tersanjung Erlan rasakan secara bersamaan membuat Erlan menahan senyuman di bibir tipisnya.

__ADS_1


“Rasanya aku ingin selalu dekat dengan kamu setiap waktu Erlan.” Tambah Lena yang semakin membuat Erlan dibuat salah tingkah.


“Aku...”


“Ssshhtt...” Sela Erlan menempelkan jari telunjuknya di bibir berlipstik Lena.


“Berhenti menyanjungku sayang. Jangan membuat aku malu.” Kata Erlan.


Lena tertawa geli mendengarnya. Melihat suaminya yang malu malu dengan wajah tampan nya yang memerah membuat Lena merasa sangat gemas. Lena kemudian meraih tangan Erlan dimana jari telunjuk pria itu masih menempel di bibirnya.


Pelan pelan Lena mendorong tubuh Erlan hingga Erlan terlentang dengan kaki menjuntai di tepi ranjang. Pria itu di buat semakin salah tingkah dengan apa yang Lena lakukan. Lena benar benar bersikap sangat tidak biasa akhir akhir ini. Lena hampir setiap malam selalu menggodanya lebih dulu yang berakhir membuat Erlan tidak bisa menahan dirinya.


“Sayang kamu...”


“Shhhtt...” Lena mengungkungi tubuh kekar suaminya. Jari lentiknya dia tempelkan di bibir tipis Erlan seperti apa yang Erlan lakukan padanya tadi untuk membuat prianya itu diam.


“Aku serius Erlan. Kamu benar benar sangat tampan.”


Erlan menelan ludah. Sesuatu di dalam dirinya mulai bangkit karena apa yang Lena lakukan padanya. Darahnya berdesir dengan jantung nya yang mulai berdetak diluar normalnya.


“Sayang tolong aku...”


“Kamu tidak berniat menolak ku kan Erlan?” Tanya Lena kembali menyela apa yang ingin Erlan katakan.


Erlan benar benar di buat tidak bisa berkutik oleh istrinya. Apa lagi saat Lena mulai membelai pipinya dan menyusuri wajah tampan nya dengan sangat lembut dan menggoda.


Erlan memejamkan kedua matanya. Sentuhan tangan lembut Lena membuat Erlan merasa semakin terbakar. Pria itu mengeraskan rahangnya merasakan sesuatu yang sudah memuncak dan tidak bisa lagi di tahan nya. Lena benar benar sangat pandai membangkitkan sesuatu di dalam dirinya.


“Ya Tuhan sayang kamu benar benar..”

__ADS_1


Cup


Kali ini Lena menyela ucapan Erlan dengan ciuman tiba tiba nya di bibir Erlan. Hal itu membuat Erlan kalap yang akhirnya mengambil kuasa atas apa yang lebih dulu Lena mulai.


__ADS_2