SAYANG

SAYANG
Episode 119


__ADS_3

Sejak pertemuan tidak sengaja antara Erlan dan Chilla, Lena menjadi sering terdiam. Dia juga berbicara seperlunya saja dengan Erlan. Jika Erlan tidak lebih dulu mengajaknya bicara, Lena juga akan diam saja tanpa berniat memulai pembicaraan dengan Erlan.


Erlan yang mulai mengerti dengan perubahan sikap istrinya memutuskan untuk tinggal di rumah hari ini. Karena Erlan berpikir percuma dirinya berangkat ke perusahaan jika pikiran nya hanya tertuju pada Lena. Erlan juga tidak ingin meninggalkan Lena yang kondisi hati dan pikiran nya sedang tidak baik baik saja. Pria itu tidak mau membuat Lena merasa di tinggalkan dan tidak di perdulikan di saat dirinya sedang sangat membutuhkan teman untuk mencurahkan segala isi hati dan pikiran nya.


“Sayang, apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan ke aku?” Tanya Erlan pada Lena yang belum selesai menghabiskan sarapan nya pagi ini.


Lena berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya. Sejujurnya banyak sekali pertanyaan yang bersarang di kepala Lena. Mulai dari siapa Chilla, hingga ada hubungan apa suaminya dengan Erlan sehingga Chilla tampak begitu sangat akrab dengan Erlan.


Lena menatap Erlan dengan ekspresi sendu. Lena bukan tidak berani bertanya tentang siapa dan apa hubungan Erlan dengan Chilla. Lena hanya tidak ingin ada masalah antara dirinya dan Erlan. Lena tidak mau di anggap terlalu ingin tau segala sesuatu tentang suaminya.


Lena menghela napas pelan kemudian menggelengkan kepalanya pelan menjawab pertanyaan suaminya. Lena akan berusaha berpikir positif tentang suaminya. Lena percaya Erlan adalah suami yang baik dan tentunya setia.


Erlan yang melihat itu tersenyum. Pria itu tidak bodoh. Erlan tau ada banyak hal yang sedang mengganjal di hati dan pikiran istri tercintanya saat ini. Dan Erlan juga tau apa yang di pikirkan oleh istrinya pasti tidak jauh jauh dari sosok Chilla.


Erlan sendiri tidak menyangka dirinya akan kembali di pertemukan dengan sosok yang dulu pernah dia cintai. Sosok yang juga pernah menghancurkan hati dan perasaan Erlan.


Tidak mau memaksa istrinya, Erlan pun memilih untuk diam. Dia kembali melanjutkan sarapan nya begitu juga denga Lena.


Selesai menghabiskan sarapan nya, Lena di buat bingung karena Erlan yang malah mengajaknya ke kamar. Padahal pria itu juga sudah rapi dengan setelan jas hitamnya.

__ADS_1


“Kamu nggak ke kantor?” Tanya Lena menatap Erlan bingung.


Erlan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Ada yang mau aku bicarain sama kamu sayang..” Katanya membuat Lena mengeryit penasaran.


“Tentang apa?” Tanya Lena lagi.


Erlan meraih pinggang Lena dan mengusapnya dengan sangat mesra.


“Akan lebih baik kalau kita bicara di kamar sayang..” Bisik Erlan.


Pria tampan itu kemudian membopong tubuh ramping Lena dan membawanya menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua dimana kamar mereka berada.


Begitu sampai di kamar mereka, Erlan menurunkan Lena dan membaringkan nya diatas tempat tidur king size mereka. Setelah itu, Erlan melepaskan jas yang di pakainya di susul denga dasi kemudian sepatu dan kaos kakinya. Dengan senyuman yang terus menghiasi bibirnya, Erlan ikut naik ke atas tempat tidur dan berbaring tepat disamping Lena yang hanya diam saja.


“Kemari sayang..” Titah Erlan lembut.


Lena menurut saja. Dia masuk ke dalam pelukan hangat Erlan.

__ADS_1


“Ini tentang masa lalu aku sayang.. Dan ini juga masih berhubungan dengan Chilla. Tapi satu hal yang harus kamu tau, di dunia ini hanya kamu satu satunya perempuan yang sangat aku cintai. Hidup dan matiku hanya untuk kamu sayang..” Ujar Erlan pelan. Pria itu berkata sembari memgusap usap pelan lengan terbukan Lena karena Lena saat ini memang mengenakan dress rumahan warna maroon tanpa lengan yang begitu pas membalut tubuh rampingnya.


“Aku akan ceritakan semuanya tentang masa lalu aku sayang. Kalau kamu tidak mengerti, kamu bisa tanyakan sama aku. Oke?”


Lena tersenyum dalam pelukan Erlan. Dia hanya menganggukkan saja kepalanya. Lena tidak menyangka Erlan begitu sangat peka. Erlan mengerti apa yang sedang Lena pikirkan tanpa harus Lena mengatakan nya. Pria itu bahkan bercerita tanpa menunggu Lena bertanya padanya lebih dulu.


“Jadi begini sayang.. Dulu aku dan Chilla itu satu sekolah. Tapi kami tidak satu kelas. Kami juga dulu sangat dekat karena aku yang diam diam memendam perasaan pada dia. Kamu pasti taulah bagaimana rasanya jatuh cinta di masa masa sekolah. Rasanya setiap hari bahkan setiap saat aku selalu dekat dengan dia. Aku selalu berusaha selalu ada untuk Chilla. Aku membuatnya tersenyum bahkan pernah aku mengajaknya menikah jika kita berdua sudah sama sama dewasa nanti. Saat itu aku merasa aku tidak bisa hidup tanpa dia sayang.. Aku merasa dia adalah sumber kebahagiaan aku.”


Jeda sejenak. Erlan menghela napas kasar. Dia tidak ingin lagi mengingat apapun tentang masa lalu sebenarnya. Tapi Erlan juga tidak mau mengambil resiko Lena salah paham karena sikap Chilla padanya kemarin malam.


“Pagi aku datang ke sekolah dengan penuh percaya diri sayang. Aku berniat mengutarakan perasaan aku sama Chilla dengan harapan Chilla juga memiliki perasaan yang sama. Tapi begitu aku sampai di depan kelas Chilla aku melihat sendiri dengan kedua mataku Chilla sedang bercumbu mesra dengan teman sekelasnya. Hati dan perasaanku hancur detik itu juga. Aku marah tapi aku nggak tau harus marah pada siapa. Karena aku sendiri menyadari bahwa apa yang aku rasakan hanya aku yang tau. Aku tidak menyalahkan Chilla dengan teman sekelasnya. Karena tidak bisa menahan amarah, akhirnya aku melampiaskan nya dengan kebut kabutan di jalanan. Aku sama sekali tidak berpikir bahwa nyawa yang aku miliki hanya satu. Aku tidak berpikir bahwa jalanan aspal lebih keras dari tubuhku. Yang aku tau hanya aku sedang marah dan sangat kecewa karena ternyata perempuan yang aku cintai bermesraan dengan laki laki lain. Karena tidak bisa menguasai diri sendiri akhirnya aku jatuh tersungkur karena aku berusaha menghindari tabrakan dengan becak. Saat itulah aku bertemu dengan kamu sayang. Gadis berseragam merah putih yang dengan rasa ketakutan serta menahan tangis membantuku bangkit. Gadis manis yang juga langsung berhasil mengalihkan duniaku. Menghilangkan rasa sakit dan kecewa yang aku rasakan.” Lanjut Erlan panjang lebar.


Lena langsung melepaskan diri dari dekapan hangat Erlan. Dia menatap Erlan yang juga menatapnya.


“Apa itu artinya kamu sudah benar benar tidaj mempunyai rasa apapun pada Chilla?” Tanya Lena dengan rasa ingin tau yang begitu tinggi.


Erlan tersenyum geli kemudian mendorong lembut kedua bahu Lena sehingga Lena menjadi berbaring dengan Erlan yang berada di atasnya.


“Tentu saja. Hanya kamu perempuan yang aku cintai sayang. Sekarang, esok, dan selamanya.” Jawab Erlan yakin.

__ADS_1


Lena tersenyum merasa sangat lega mendengarnya. Semua pertanyaan yang bersarang di benaknya terjawab sudah. Erlan sudah menceritakan semuanya dengan sangat detail dan jelas.


Lena kemudian mengalungkan kedua tangan nya di leher Erlan. Dengan perasaan berbunga bunga, Lena menekan tengkuk Erlan sehingga wajah Erlan turun dan bibir mereka saling menempel. Lena merasa beban dalam hatinya terangkat sekarang. Begitu ringan sampai Lena merasa terbang.


__ADS_2