SAYANG

SAYANG
Episode 78


__ADS_3

Selesai makan siang, Alex terlebih dulu mampir ke apotek untuk membeli susu hamil dan vitamin pesanan Sherin.


Melisa sempat bingung karena tidak biasanya Alex begitu perhatian pada Sherin. Namun kemudian Melisa tersenyum. Wanita itu ikut merasa senang jika hubungan Alex dan Sherin membaik. Karena dengan begitu dirinya juga pasti akan terbebas dari perangkap Alex.


Sekitar 15 menit Melisa menunggu, Alex kembali dengan membawa dua dus susu hamil juga vitamin yang di bungkus di dalam kresek putih. Alex kemudian menaruhnya di kursi belakang.


“Nanti tolong kamu suruh orang untuk mengantarkan apa yang saya beli tadi ke apartemen saya. Dan nanti sore kamu temani saya menghadiri acara keluarga Gilbert.” Kata Alex dengan wajah tanpa ekspresi dan tanpa menatap pada Melisa yang terkejut mendengarnya.


Melisa tau perihal tentang undangan yang di kirim Gilbert Grup pada Alex karena memang Melisa sendiri yang memberitahu Alex dan memberikan undangan tersebut. Tapi yang Melisa tau persyaratan dalam menghadiri acara itu ialah para tamu undangan di haruskan membawa pasangannya. Melisa pikir Alex akan mengajak Sherin, istrinya. Tapi tiba tiba Alex malah mengajaknya. Ingin menolak tapi tidak mungkin. Menerima juga lebih tidak mungkin lagi. Melisa pasti akan semakin di anggap mencoba merebut Alex oleh Sherin.


“Tapi pak, bukannya yang seharusnya pak Alex ajak adalah nyonya Sherin?” Tanya Melisa hati hati.


Mendengar pertanyaan hati hati Melisa, Alex pun menoleh. Pria itu menyipitkan kedua matanya menatap Melisa yang sama sekali tidak berani membalas tatapan nya.


“Yang berhak memutuskan dengan siapa saya pergi itu hanya saya Melisa. Bukan kamu apa lagi Sherin. Dan saya juga tidak menerima penolakan. Saya mau kamu yang menemani saya menghadiri undangan itu.” Tegas Alex.


“Tidak pak. Saya tidak mau ada gosip yang semakin tidak mengenakan tentang saya. Nama saya sudah jelek di kantor. Saya tidak mau mencari masalah. Hidup saya sudah susah pak, tolong pak Alex jangan membuat hidup saya semakin susah dengan memunculkan masalah masalah yang membuat saya semakin kesulitan menjalani semua ini.” Dengan mengumpulkan keberaniannya, Melisa pun membantah Alex. Wanita itu hanya ingin Alex menghargainya sedikit saja.


“Saya tidak perduli Melisa. Temani saya menghadiri undangan itu atau..” Alex menggantungkan kalimatnya. Tatapannya yang semula mengarah pada wajah cantik Melisa, kini turun ke bawah pada tubuh Melisa yang memang sudah sering dia sentuh.

__ADS_1


Melisa yang menyadari itu langsung beringsut semakin memojok ke pintu mobil Alex. Melisa tau apa arti tatapan Alex.


“Atau kamu mau aku melakukan itu sama kamu disini?” Tanya Alex dengan suara pelan namun dengan nada meremehkan serta mengancam pada Melisa.


Melisa menggelengkan kepalanya. Ingin sekali rasanya dia melayangkan tinjuan kerasnya ke wajah memuakan Alex. Tapi sekali lagi, itu sangat tidak mungkin. Masa depan kedua adik laki lakinya ada di tangannya. Melisa tidak ingin melihat mereka berdua putus sekolah karena dirinya yang kehilangan pekerjaan.


Dan pada akhirnya Melisa tidak berdaya untuk menolak ajakan Alex. Meski Melisa hanya diam yang tentu di artikan setuju oleh Alex.


--------------


“Permisi nyonya..”


Sherin baru saja mandi sore ini ketika suara bibi menarik perhatiannya. Wanita itu tersenyum manis pada bibi yang berdiri di antara celah pintu kamarnya yang terbuka separuh.


“Maaf mengganggu nyonya. Ini ada kiriman untuk nyonya. Katanya dari tuan.” Ujar bibi yang berhasil membuat senyuman lebar di bibir Sherin langsung tercipta. Sherin tidak menyangka suaminya akan benar benar membelikan apa yang di pesannya.


“Oh ya? Tolong bawa kemari bi..” Antusias Sherin.


“Baik nyonya.” Angguk bibi yang kemudian melangkah masuk ke dalam kamar Sherin. Bibi memberikan satu kresek putih yang berisi dua dus susu hamil juga vitamin yang memang di minta oleh Sherin pada Alex pagi tadi.

__ADS_1


“Ya ampun.. Beneran di beliin lagi. Dia juga tau susu hamil dan vitamin yang aku minum..” Sherin membatin dengan penuh rasa gembira. Harapannya semakin besar karena apa yang Alex lakukan.


“Orang yang mengirim juga mengatakan kalau katanya tuan akan pulang sangat terlambat karena ada urusan mendadak. Nyonya tidak perlu menunggu dan langsung istirahat saja.” Kata bibi menyampaikan pesan yang memang di katakan oleh office boy yang di suruh untuk mengantarkan susu hamil dan vitamin itu ke apartemen oleh Alex lewat Melisa.


Melisa menghela napas merasa sangat bahagia mendengarnya. Tidak biasanya Alex memberi pesan padanya. Meski Sherin sedikit merasa aneh karena pesan seperti itu saja tidak Alex katakan saja lewat pesan singkat melalui ponsel dan malah menyuruh orang untuk mengatakannya secara langsung. Namun Sherin juga berpikir di tengah rasa bahagia yang sedang melandanya bahwa mungkin Alex ingin semua orang tau bahwa dirinya menaruh perhatian besar pada Sherin.


“Alex benar benar sangat romantis.” Gumam Sherin yang masih bisa dengan jelas di dengar oleh bibi.


Bibi ikut tersenyum bahagia mendengarnya. Bibi sendiri tau bagaimana Alex yang tidak pernah perduli pada Sherin. Tapi dengan apa yang dia kirim dan dia katakan sebagai pesan manis untuk Sherin membuat bibi berpikir bahwa mungkin Alex sudah mulai terbuka pintu hatinya.


“Ya sudah nyonya, kalau begitu saya permisi mau kembali mengerjakan pekerjaan saya..”


“Ah iya bi.. Makasih ya bi.. Ini tolong taruh di lemari dalur ya bi..”


“Baik nyonya.”


Bibi kembali membawa kresek putih berisi susu dan Vitamin milik Sherin. Wanita tua itu melangkah keluar dari kamar Sherin dan berniat mengerjakan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda karena menerima paket dari Alex untuk Sherin.


Sementara Sherin, dia semakin merasa terbang sekarang. Pikiran bahwa Alex mulai kembali menatapnya menghapus segala duka lara yang dia terima selama menjadi istri Alex. Dan bayangan masa depannya dengan Alex hidup bahagia penuh cinta langsung terlihat jelas di depannya. Hal itu membuat semangat Sherin semakin membara. Sherin yakin suatu saat Alex pasti akan bisa menerima dan mencintainya dengan sepenuh hati. Terlebih beberapa bulan lagi juga janin dalam kandungan Sherin akan segera lahir. Kehidupannya dengan Alex pasti akan bertambah bahagia dengan kehadiran anak di tengah mereka berdua.

__ADS_1


“Mamah sama papah jadi semakin tidak sabar menunggu kamu lahir sayang.” Senyum Sherin bergumam sambil mengusap lembut perutnya.


Sikap Alex hari ini benar benar membuat kebahagiaan memenuhi hati dan pikiran Sherin. Bahkan saking bahagianya Sherin merasa seperti sedang di atas awan dan di kelilingi oleh ribuan kupu kupu indah.


__ADS_2