SAYANG

SAYANG
Episode 157


__ADS_3

Setelah menerima bunga dari Alvin, Melisa pun menyuruh Alvin untuk masuk. Namun dia tidak langsung menemani Alvin melainkan lebih memilih membuat kan minuman lebih dulu untuk Alvin.


“Mamah..”


Melisa mengernyit ketika mendengar suara Alvin menyebutkan mamah. Karena penasaran, Melisa pun segera berlalu dari dapur untuk mengecek ke ruang tamu memastikan apakah benar ada nyonya Genie disana.


Begitu sampai di ruang tamu, Melisa terkejut karena ternyata memang benar ada nyonya Genie, orang tua Alvin.


“Tante..” Gumam Melisa menelan ludah. Melisa mendadak merasa takut dengan kedatangan tiba tiba wanita itu.


“Ya, mamah sengaja mengikuti kamu kesini. Mamah ingin bertemu dengan Melisa.” Katanya dengan tenang.


Alvin mengernyit mendengar penuturan sang mamah. Sedangkan Melisa, dia semakin merasa was was. Melisa merasa akan ada sesuatu yang terjadi dan kembali menyayat hatinya.


“Mau bertemu dengan Melisa? Tapi untuk apa mah?” Tanya Alvin semakin merasa penasaran.


Nyonya Genie tersenyum sembari mendudukkan dirinya disamping Alvin.


“Memangnya harus ya mamah bilang sama kamu tentang maksud mamah yang ingin bertemu dengan Melisa?” Tanya balik wanita itu.


Alvin menghela napas. Mamahnya memang selalu penuh dengan teka teki.


“Mana Melisa?” Nyonya Genie menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari sosok Melisa. Hingga pandangan nya tidak sengaja tertuju pada Melisa yang berdiri sedikit jauh darinya dengan sebagian tubuh yang tertutup oleh tembok.


Nyonya Genie tersenyum melihat Melisa berdiri disana. Wanita itu kemudian kembali berdiri dari duduknya dan melangkah menghampiri Melisa yang terkejut karena nyonya Genie malah mendekat kearahnya.


“Ya Tuhan...” Batin Melisa benar benar takut sekarang. Melisa takut nyonya Genie datang untuk menyuruh nya menjauh dari Alvin karena sudah tau bagaimana masa lalunya.

__ADS_1


“Hy cantik..” Sapa nyonya Genie dengan senyuman manis yang menghiasi bibir berlipstiknya. Wanita itu begitu ramah menyapa Melisa yang sudah di penuhi berbagai pikiran negatif di kepalanya.


“Tante...” Senyum tipis Melisa yang langsung menyalimi nyonya Genie.


Nyonya Genie merasa sangat senang karena sikap sopan dari wanita yang sangat di cintai oleh putra semata wayangnya itu.


“Tante apa kabar?” Tanya Melisa kemudian. Dia berusaha bersikap tenang dengan mengukir senyum di bibirnya pada nyonya Genie yang sebenarnya sudah tau perasaan was was Melisa saat itu.


“Kabar baik sayang. Ah ya Melisa, Tante sedang ingin ke suatu tempat. Dan Tante merasa enggan jika sendiri kesana. Apa kamu mau menemani Tante kesana?” Jawab nyonya Genie yang kemudian bertanya pada Melisa apakah Melisa bersedia menemaninya atau tidak.


Melisa mengerjap beberapa kali. Ajakan nyonya Genie begitu sangat mendadak. Apa lagi sekarang sudah malam. Melisa ingin menolak tapi tidak enak hati mengingat wanita itu yang sudah jauh jauh datang ke rumahnya.


“Ke kemana Tante?” Tanya Melisa gagap.


“Ke tempat teman lama Tante. Kamu mau kan?” Jawab nyonya Genie yang kembali bertanya tentang kesediaan Melisa. Dan hal itu sukses membuat Melisa merasa semakin tidak enak hati jika menolak ajakan itu.


Melisa menghela napas. Dia melirik pada Alvin yang juga hanya diam tidak tau harus bagaimana. Melisa benar benar bingung sekarang. Mengiyakan rasanya tidak mungkin karena sudah malam. Tapi menolak juga lebih tidak mungkin lagi mengingat nyonya Genie sengaja datang hanya untuk mengajaknya bertandang ke tempat teman lamanya.


“Oke, jangan lama lama.” Angguk nyonya Genie tersenyum lebar. Wanita itu kemudian kembali mendekat pada Alvin dan duduk lagi di sampingnya. Dia duduk dengan tenang menunggu Melisa yang akan bersiap siap.


“Mah..” Panggil Alvin pelan.


“Ya...” Sahut nyonya Genie menatap Alvin yang tampak ragu ragu ingin bertanya.


Alvin menghela napas pelan. Alvin tidak bisa menebak apa maksud kedatangan mamahnya ke rumah pujaan hatinya. Apa lagi dengan alasan akan pergi ke tempat teman lamanya. Itu benar benar bukan sikap mamahnya yang adalah seorang wanita yang jarang keluar apa lagi jika hanya untuk sekedar datang ke tempat teman nya. Nyonya Genie akan lebih suka mengundang teman nya jika memang ada yang penting untuk langsung datang ke kediaman mewah mereka.


“Alvin boleh ikut mamah juga nggak?” Tanya Alvin yang berhasil mengundang tawa nyonya Genie.

__ADS_1


Wanita itu bahkan sampai menepuk nepuk bahu tegap putranya dengan pertanyaan yang seperti pertanyaan seorang anak kecil yang ingin ikut dengan mamahnya.


“Oh sayangku.. Mamah benar benar minta maaf. Kali ini mamah hanya ingin pergi berdua saja dengan calon menantu mamah. Mungkin lain kali kita bisa pergi sama sama.” Jawabnya menatap Alvin gemas.


Alvin berdecak kesal. Mamahnya membuat nya bertanya tanya karena penasaran.


Tidak lama menunggu Melisa pun keluar dari kamar nya. Wanita itu mengenakan kaos lengan panjang yang di padu dengan celana jins hitam panjang yang membuat kakinya terlihat semakin jenjang. Melisa melangkah mendekat pada nyonya Genie yang tersenyum dan langsung berdiri dari duduknya menyambut kedatangan Melisa yang mendekat kearahnya.


“Sudah?” Tanya nyonya Genie. Dia terus tersenyum pada Melisa yang semakin merasa canggung dan ragu.


“Ya Tante..” Angguk Melisa menjawab.


“Ya sudah kalau begitu kita pergi sekarang. Alvin, mamah pinjam pacar kamu sebentar ya.. Ayo sayang..”


Nyonya Genie meraih tangan Melisa dan menarik nya berlalu dari hadapan Alvin. Padahal Alvin sedang sangat merindukan Melisa dan sengaja datang untuk mencurahkan rasa rindunya itu. Namun mamahnya justru membawa Melisa pergi darinya.


Melisa menurut saja saat nyonya Genie menuntun nya menuju mobil. Nyonya Genie bahkan sampai mempersilahkan Melisa untuk lebih dulu masuk ke dalam mobilnya dimana seorang supir sudah menunggunya di kursi kemudi.


Setelah dirinya dan Melisa duduk tenang di kursi belakang, nyonya Genie pun segera menyuruh supirnya itu untuk melajukan mobilnya.


Sepanjang perjalanan menuju tempat teman lama nyonya Genie, Melisa merasa sangat tidak nyaman. Dan perasaan tidak nyaman itu muncul karena rasa was was Melisa akan kemana sebenarnya nyonya Genie mengajaknya. Rasa penyesalan juga muncul di hati Melisa karena seharusnya dia menolak saja dengan lembut ajakan nyonya Genie. Tapi penyesalan itu juga sebenarnya sudah tidak lagi ada gunanya karena sekarang mereka sudah berada dalam perjalanan menuju tempat teman lama yang di maksud oleh nyonya Genie yang tentu Melisa juga tidak tau siapa teman lama nyonya Genie.


Tidak sampai setengah jam perjalanan mereka pun sampai di tempat tujuan. Melisa terkejut begitu menyadari ada dimana dirinya dan nyonya Genie sekarang. Mobil milik wanita itu berhenti tepat di depan sebuah klub malam yang sangat ramai pengunjung.


“Tante, kok kita kesini?” Tanya Melisa yang mulai di hantui rasa takut. Melisa khawatir nyonya Genie mempunyai maksud tidak baik terhadapnya.


“Ya.. Ini tempat teman lama Tante. Ayo kita turun.” Senyum nyonya Genie menjawab. Dia mengajak Melisa untuk turun dari mobil yang lagi lagi Melisa tidak berdaya untuk menolak.

__ADS_1


Dengan tubuh bergetar karena rasa takut, Melisa mengikuti nyonya Genie turun dari mobil. Mereka berdua kemudian melangkah masuk ke dalam klub malam itu. Beberapa pasang mata sempat menatap pada mereka berdua. Ada yang menatap Melisa dengan pandangan remeh, ada juga yang menatap Melisa dengan tatapan penuh nafsu. Dan itu di sadari oleh Melisa yang semakin merasa takut seiring dengan langkahnya mengikuti nyonya Genie.


“Ya Tuhan.. Tolong aku...” Batin Melisa memohon.


__ADS_2