SAYANG

SAYANG
Episode 199


__ADS_3

“Jadi kamu dan suami kamu juga di undang ke pernikahan nya Melisa dan pengusaha itu?”


Lena mengernyit bingung melihat ekspresi Sasha yang seperti nya tidak suka dengan topik obrolan mereka kali ini yaitu tentang pernikahan Melisa dan Alvin.


Ya, Siang sore ini Sasha memang sengaja datang ke kediaman Harrison untuk menanyakan tentang apakah Lena dan Erlan juga di undang oleh Melisa ke pernikahan nya.


“Padahal aku pikir nggak pantes banget kalau tuan Harrison datang ke acara pernikahan nya Melisa dengan calon suami pengusaha nya itu.” Tambah Sasha dengan sinis. Sasha memang masih tidak terlalu menyukai Melisa yang dulu pernah sangat begitu angkuh dan sombong padanya juga Lena.


Lena menghela napas. Dia menutup dadanya yang di buka karena memang tadi Rezvan sedang menyusu padanya. Saat ini mereka berdua sedang berada di balkon lantai dua, duduk bersama sembari menikmati secangkir teh hangat dan camilan yang di bawakan oleh si mbok tadi.


“Kamu nggak boleh begitu dong Sha ngomong nya. Kak Melisa mengundang kita itu artinya kak Melisa itu menghargai kita sebagai teman nya. Percaya deh sama aku, kak Melisa itu sudah berubah. Dia nggak kaya dulu lagi kok.”


“Ya ialah nggak kaya dulu lagi. Orang sekarang kamu lebih unggul dari dia. Coba kalau kita berdua masih jadi bawahan dia sekarang. Aku jamin dia tetap angkuh dan sombong.” Cegat Sasha cepat.


Lena hanya bisa menghela napas dan menggelengkan kepalanya. Dulu Melisa memang sombong dan angkuh. Tapi Lena tidak pernah mempermasalahkan sikap Melisa, karena baginya dulu yang penting adalah dirinya sudah bekerja dengan baik sebagai karyawan di perusahaan Alex.


“Ya sudahlah Sha.. Yang penting kan sekarang udah nggak begitu lagi. Lagi pula kak Melisa sudah mengundang kita. Nggak baik tau kalau kita sempat tapi kita nggak hadir. Kak Melisa pasti akan kecewa nantinya. Ya kan?”


Sasha hanya berdecak sembari memutar jengah kedua bola matanya. Andai Lena tau jika Melisa dulu adalah wanita mainan Alex, mungkin Lena tidak akan begitu bermurah hati mau berteman baik dengan Melisa begitu saja. Mungkin juga Lena tidak akan sudi lagi mengenal sosok Melisa.


“Terserah kamu saja lah Len.” Hela napas Sasha tidak ingin lagi banyak berbicara tentang Melisa dengan Lena. Sasha tidak ingin berdebat dengan Lena.


Lena menghela napas sembari menggeleng kan kepalanya. Lena tau dari dulu Sasha memang tidak suka dengan Melisa. Tentu saja karena sikap Melisa. Namun menurut Lena, semua orang bisa berubah dan berhak mendapatkan kesempatan selama kesalahan nya masih berada di dalam batasnya.


“Sayang...”


Suara Erlan membuat Lena dan Sasha menoleh. Lena tersenyum saat mendapati Erlan yang sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya dan Sasha berada sekarang.

__ADS_1


“Sha... Sebentar ya..” Senyum Lena menatap pada Sasha.


“Oke...” Angguk Sasha balas tersenyum juga. Entah kenapa setiap melihat Lena dan Erlan bersama, Sasha merasa sangat tenang dan tentram. Sasha selalu ikut merasa bahagia jika Lena sudah tersenyum karena kehadiran pria tampan itu.


Sasha menghela napas pelan. Wanita itu berniat akan pulang saja setelah ini. Sasha tidak mau mengganggu waktu berdua Lena dan suaminya. Waktu yang sangat berharga mengingat Erlan yang selalu di sibukan dengan urusan perusahaan setiap harinya.


“Apa aku mengganggu kalian?” Tanya Erlan pada Lena yang sudah mendekat padanya.


“Tidak.. Aku hanya sedang mengobrol ringan dengan Sasha, tentang pesta pernikahan kak Melisa dan calon suaminya.” Jawab Lena setelah menggelengkan kepalanya.


Erlan mengernyit.


“Jadi Sasha juga di undang?” Tanya nya penasaran.


“Tentu saja. Kami bekerja di satu perusahaan dulu. Dan hubungan kami dulu bisa di katakan sebagai teman meski tidak terlalu dekat.”


“Ya sudah kalau begitu kamu lanjut lagi dulu saja ngobrol nya. Aku biar bersih bersih dulu.” Senyum Erlan membelai lembut pipi Lena.


Lena tersenyum dan menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang Erlan katakan. Wanita itu kemudian kembali melangkah mendekat pada Sasha yang berdiri di balkon lantai dua menunggu nya.


“Eum, Len aku pulang yah.. Sudah sore juga.” Kata Sasha begitu Lena sampai di depan nya.


“Ya sudah deh kalau begitu. Aku suruh bodyguard antar kamu pulang sampai rumah yah..” Ujar Lena menawarkan pada Sasha.


“Eh enggak, enggak usah. Aku bisa naik taxi kok. Santai saja lah..”


“Beneran?” Tanya Lena memastikan.

__ADS_1


“Iya.. Tenang aja lagi. Aku juga udah biasa kan naik kendaraan umum. Ya sudah aku pulang yah..” Angguk Sasha sambil mengusap usap bahu Lena.


“Oke...” Lena tersenyum. Wanita itu tetap berdiri di tempat nya saat Sasha berlalu dari hadapan nya. Lena tersenyum menatap punggung Sasha yang semakin menjauh darinya. Lena yakin Sasha pasti akan paham dan mengerti bahwa Melisa memang sudah berubah dan tidak lagi sinis seperti dulu lagi.


Lena menatap Sasha yang melangkah di halaman luasnya menuju gerbang dari balkon lantai dua rumah nya. Sasha memang adalah teman terbaik nya. Sasha selalu mengerti Lena bahkan saat dalam keadaan bingung dan masih terpuruk, Sasha lah yang ada untuk menyemangati nya. Termasuk saat Lena bingung apakah dirinya bisa hidup bersama Erlan atau tidak, Sasha lah yang meyakinkan nya.


Lena menghela napas. Lena berharap, Sasha segera bertemu dengan pria yang mau menerima Sasha apa adanya. Pria yang bukan hanya mencintai kelebihan Sasha, tapi juga kekurangan Sasha.


Lena terus memperhatikan Lena yang berjalan di luar gerbang rumahnya dan Erlan. Tidak lama kemudian melintas sebuah mobil yang tentu Lena tau siapa pemiliknya itu dan berhenti tepat di samping Sasha.


Lena menyipitkan kedua matanya saat melihat Sasha yang tampak berbincang dengan si pengemudi yang ada di dalam mobil tersebut.


“Itukan...”


“Itu Kenzie sayang...” Sela Erlan yang sudah tampak segar dengan rambut basahnya. Pria itu berdiri di samping Lena yang sedang memperhatikan mobil yang berhenti di samping Sasha.


“Memangnya kamu nggak tau ya? Sasha dan Kenzie itu sedang dekat akhir akhir ini. Aku bahkan pernah beberapa kali melihat Kenzie jalan dengan Sasha.” Ujar Erlan memberitahu Lena.


“Oh ya? Tapi kok Sasha nggak pernah cerita sama aku sih?” Tanya Lena tidak percaya.


“Aku tebak Sasha pasti akan masuk ke dalam mobil Kenzie.” Senyum Erlan dengan percaya diri.


Lena kembali memperhatikan Sasha, dan benar saja Sasha kemudian masuk ke dalam mobil Kenzie yang melaju dengan kecepatan sedang dari sekitar kediaman mewah Harrison.


“Loh kok...”


“Apa aku bilang...” Senyum Erlan kembali menyela.

__ADS_1


__ADS_2