SAYANG

SAYANG
Episode 208


__ADS_3

Setelah bertanya tanya dengan penuh rasa khawatir dan takut, baik Melisa maupun David sekarang bisa bernapas lega. Ketiganya kini sudah berada dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Alvin.


Melisa dan David bahkan Alvin sudah tau siapa para pria berbadan kekar yang mengatakan di beri tugas untuk mengawal Melisa dan kedua adiknya. Ya, orang orang tersebut adalah bodyguard suruhan Erlan yang sengaja Erlan suruh untuk memastikan keamanan Melisa dan kedua adiknya. Dan semua itu juga atas permintaan Lena.


Melisa juga sudah menghubungi Lena dan mengatakan terimakasih atas inisiatif Lena. Melisa merasa sangat beruntung karena bertemu kembali dengan Lena dan sekarang mempunyai hubungan baik dengan Lena.


-------------


Sementara itu di kediaman Harrison, Erlan sengaja pulang lebih awal dari biasanya. Pria itu berniat beristirahat lebih dulu sebelum akhirnya datang dengan Lena ke pernikahan Melisa dan Alvin. Apa lagi Melisa dan Alvin juga meminta secara khusus pada mereka agar menjadi saksi pernikahan mereka berdua yang akan di langsungkan sore ini juga.


Tidak hanya Erlan saja yang istirahat, namun Lena juga. Itu karena ajakan Erlan yang mengerti istrinya sudah lelah seharian menjaga putranya. Erlan tidak mau jika sampai istrinya kelelahan dan tidak semangat saat menghadiri acara pernikahan Melisa dan Alvin. Erlan tau bagaimana antusiasnya Lena begitu Melisa meminta nya secara khusus untuk menjadi saksi di acara pernikahan nya.


Erlan tersenyum menatap istrinya yang masih terlelap damai dalam pelukan nya. Sore ini mereka berniat hanya pergi berdua saja karena sebelum nya keduanya juga sudah sepakat untuk sementara menitipkan Rezvan pada si mbok. Namun sebelum menitipkan Rezvan pada si mbok, keduanya juga sudah mempertimbangkan segala sesuatunya. Mereka juga menyiapkan segala apa yang di butuhkan oleh Rezvan nantinya agar bayi tampan itu tidak menangis saat di tinggal.


Tidak mau telat datang ke acara Melisa dan Alvin, Erlan pun berusaha selembut mungkin membangun kan istrinya. Pria itu menciumi wajah cantik Lena membuat Lena perlahan mulai menggeliat karena merasa tidur lelap nya di usik.


“Emmhh..” Lenguh Lena mulai terbangun dari tidur lelap nya.


Perlahan Lena mulai membuka kedua matanya. Wanita itu langsung mengukir senyum di bibirnya ketika mendapati Erlan yang sedang menatap nya.


“Sudah sore sayang.. Lekaslah bangun dan mandi. Kita akan terlambat datang ke acara Melisa dan Alvin kalau kamu terus tidur di pelukan aku.” Ujar Erlan dengan sangat lembut dan penuh perhatian.


Lena terkekeh geli.

__ADS_1


“Oke oke...” Angguknya menurut saja.


Perlahan Lena bangkit dari berbaring nya. Dia turun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi meninggal kan Erlan yang mengubah posisi berbaring miring nya menjadi terlentang.


Tidak ingin terlambat menghadiri acara Melisa dan Alvin, Lena pun berusaha secepat mungkin membersihkan dirinya karena setelah nya Erlan juga harus membersihkan diri sebelum bersiap siap untuk pergi ke acara pernikahan Melisa dan Alvin.


Secara bergantian mereka berdua membersihkan dirinya. Lena yang lebih dulu selesai langsung bersiap siap namun tetap saja Erlan yang lebih dulu selesai dan sudah berpakaian rapi dengan setelan jas hitamnya.


Erlan tersenyum menatap istrinya yang sedang memoles wajahnya dengan make up. Erlan sudah menawarkan sebelumnya pada Lena agar memanggil perias handal saja. Namun Lena menolak dengan alasan tidak mau di dandani terlalu menor. Karena itu Erlan tidak memaksa dan mengiyakan saja apa yang menjadi keinginan istrinya.


Erlan tidak bisa menyangkal bahwa Lena tetap cantik meski tanpa polesan make up. Dan sekarang wanita nya sedang berusaha memoles make up sendiri dengan begitu telaten di depan cermin.


Tidak lama menunggu Lena pun selesai merias wajahnya sendiri. Dia tersenyum merasa puas dengan hasil make up nya sendiri. Mungkin memang tidak sebagus para perias handal atau wanita yang berpengalaman di bidang itu. Namun Lena tetap merasa puas dengan hasil polesan dari tangan nya sendiri. Yah, meski hanya sapuan tipis tipis saja agar tidak terlalu mencolok dan tetap terlihat natural.


Selesai memoles wajahnya dengan make up, Lena pun bangkit dari duduk nya. Dia kemudian melangkah menuju lemari tempat koleksi gaun yang di belikan Erlan untuk nya.


Erlan yang melihat istrinya kebingungan segera mendekat. Pria itu berdiri tepat di belakang Lena dan menyentuh dengan lembut kedua bahu istrinya itu, mengusapnya dengan penuh kasih sayang.


“Kenapa sayang?” Tanya Erlan lirih.


Lena menghela napas pelan.


“Aku bingung harus mengenakan gaun yang seperti apa. Semuanya aku suka, dan semuanya juga bagus.” Jawab Lena pelan.

__ADS_1


Erlan terkekeh geli. Istrinya memang tidak terlalu suka mengenakan gaun. Wanita itu lebih suka mengenakan dress simpel. Namun Lena juga suka dengan gaun gaun yang Erlan belikan untuk nya. Gaun yang memang secara langsung Erlan pilih untuk istri tercintanya.


“Biar aku bantu pilih ya sayangku..”


“Oke..” Angguk Lena tersenyum menyetujui.


Erlan kemudian maju selangkah sejajar dengan posisi berdiri Lena. Erlan menatap deretan gaun milik istrinya sebelum akhirnya mengambil salah satu dari gaun gaun tersebut. Pilihan Erlan jatuh pada gaun berwarna Sage dengan aksen permata di bagian dadanya. Gaun tanpa lengan yang meskipun tidak terlalu terbuka di bagian dadanya namun sangat elegan dan mewah. Gaun yang panjangnya sampai di bawah lutut Lena.


“Bagaimana dengan yang ini sayang?” Tanya Erlan meminta persetujuan dari Lena.


Lena tersenyum dan mengangguk. Dia merasa sangat terbantu dalam pemilihan gaun yang cocok untuk dia kenakan di acara resmi Melisa dan Alvin sore ini.


“Kalau begitu aku akan segera ganti baju.” Kata Lena hendak meraih gaun yang masih berada di tangan Erlan. Namun bukannya memberikan gaun itu, Erlan justru menjauhkan nya. Dan satu tangan nya yang bebas meraih pinggang Lena memeluknya dengan sangat lembut dan mesra.


Hal itu sontak membuat Lena terkejut. Lena tidak tahu kenapa suaminya malah memeluknya.


“Erlan..”


“Biar aku bantu sekali lagi sayang..” Bisik Erlan tepat di depan wajah cantik Lena.


Lena menelan ludah. Bisikan Erlan membuatnya sedikit meremang. Apa lagi hangatnya napas Erlan juga menerpa wajahnya.


Melihat kediaman istrinya, Erlan pun tersenyum. Pria itu kemudian menjatuhkan gaun yang di pegang nya. Tangannya pelan pelan mulai membuka kancing bagian depan dress istrinya. Sementara tatapan nya terus tertuju pada Lena yang juga menatapnya.

__ADS_1


Lena tidak tau harus bagaimana sekarang. Rasa gugup juga terpana menjadi satu. Sikap lembut dan mesra Erlan membuatnya gugup sekarang. Namun wajah tampan nan rupawan suaminya membuatnya merasa terhipnotis hingga rasanya Lena tidak bisa mengalihkan perhatian nya barang sedetikpun dari wajah Erlan.


Perlahan tapi pasti Erlan pun menurunkan dress rumahan yang di kenakan istrinya hingga jatuh merosot ke kedua kaki telanjang Lena. Suasana romantis itu membuat Lena hanyut dan terlena akan kelembutan dan kasih sayang suaminya sehingga Lena hanya pasrah saja pada apa yang di lakukan oleh Erlan padanya.


__ADS_2