SAYANG

SAYANG
Episode 212


__ADS_3

Erlan dan Lena bergegas pulang bahkan sebelum acara selesai. Mereka berdua merasa tidak tenang dan sangat mengkhawatirkan putranya yang mereka titipkan pada si mbok dan pekerja lain nya di rumah. Namun sebelum pulang, Erlan dan Lena berpamitan lebih dulu pada Melisa dan Alvin juga kedua orang tua Alvin.


“Bisa lebih cepat sedikit lagi nggak?” Tanya Lena yang sudah merasa gelisah di tempat nya duduk.


“Nggak bisa sayang.. Kamu liat sendiri kan jalanan malam ini sangat padat. Kalau aku tambah kecepatan takut nya terjadi hal yang tidak baik. Kamu sabar ya sayang.. Rezvan pasti anteng kok sama mbok..” Erlan mencoba menenangkan istrinya meski dirinya sendiri juga sebenarnya sedang merasa tidak tenang.


Lena hanya bisa menghela napas pelan kemudian menganggukkan kepalanya. Lena juga berharap demikian. Lena tidak mau jika sampai putranya menangis karena merasa kehilangan sosoknya.


Wajar memang kalau Lena merasa seperti itu mengingat dirinya yang memang setiap hari turun tangan sendiri dalam menjaga dan mengurus putranya. Lena juga jarang meminta bantuan pada para pelayan di rumahnya jika dirinya masih bisa menghandle sendiri apa yang memang sudah menjadi tugasnya sebagai seorang ibu.


“Tenang yah.. Percaya sama aku, Rezvan pasti anteng sama mbok.” Ujar Erlan lagi.


“Eum.. Iya..” Balas Lena pelan.


Untuk kali ini meskipun Erlan sudah menenangkan nya, namun Lena sama sekali tidak bisa merasa tenang. Pikiran nya terus tertuju pada putranya yang bisa saja menangis dan tidak mau diam karena mencari dirinya. Tapi sebisa mungkin Lena berusaha terlihat tenang agar Erlan juga bisa tetap tenang dalam mengemudikan mobilnya.


“Rezvan.. Tunggu mommy pulang nak.” Batin Lena dengan helaan napas pelan nya.


Perjalanan dari kediaman Alvin menuju kediaman Harrison rasanya sangat lama sekali bagi Lena saat ini. Lena lagi lagi melirik layar ponselnya yang juga terasa berjalan begitu lambat waktunya. Lena terus memikirkan bagaimana dan sedang apa putranya sekarang bersama si mbok dan pelayan lainnya. Lena benar benar takut putranya menangis karena merasa tidak nyaman berada bersama orang lain.


Tidak berbeda dengan Lena, Erlan pun juga berpikir demikian. Erlan tau Rezvan tidak mudah merasa nyaman bersama orang lain selain dirinya juga istrinya. Dan sejak sore tadi hingga malam mereka meninggalkan nya bersama si mbok. Memang semuanya sudah di siapkan, namun tetap saja Erlan dan Lena merasa tidak tenang mengingat Rezvan yang begitu sangat lengket pada Lena.

__ADS_1


Hampir setengah jam perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di kediaman nya. Lena bergegas turun dari mobil kemudian berlari masuk ke dalam rumah meninggalkan Erlan yang masih berada di dalam mobilnya.


Erlan yang melihat itu hanya bisa menghela napas. Erlan paham bagaimana perasaan istrinya sekarang.


Erlan turun dari mobilnya kemudian melangkah masuk ke dalam rumah mewahnya.


Sedangkan di dalam rumah, Lena langsung mencari keberadaan si mbok. Dia bertanya pada pelayan lainnya dengan sangat tidak sabaran.


Setelah tau bahwa si mbok membawa Rezvan ke kamarnya, Lena pun bergegas kesana. Lena benar benar tidak sabar ingin tau apakah Rezvan rewel atau sebaliknya.


Pelan pelan, Lena membuka pintu kamar si mbok yang di tutup namun tidak benar benar rapat. Wanita itu menghela napas lega saat mendapati Rezvan yang sedang tidur dengan begitu pulas di pelukan si mbok yang juga ikut memejamkan kedua matanya dengan tenang.


Lena kemudian melangkah masuk ke dalam kamar si mbok. Dia tersenyum, putranya tampak sangat lelap tertidur diatas tempat tidur di mbok.


Lena menoleh dan tersenyum pada suaminya yang berdiri di ambang pintu kamar si mbok.


“Biarkan saja dulu Rezvan disini sama mbok yah.. Kasihan kalau si mbok harus di bangunin juga. Apa lagi kalau si mbok bangun Rezvan juga pasti akan bangun sayang.” Kata Erlan.


Lena menganggukkan kepalanya paham dengan apa yang di maksud suaminya. Yang terpenting baginya sekarang adalah Rezvan tidak rewel dan tampak tidur dengan damai di samping si mbok.


“Lebih baik sekarang kita bersih bersih dulu yuk?” Ajak Erlan.

__ADS_1


Sekali lagi Lena menganggukkan kepalanya. Wanita itu kemudian mendekat pada Erlan dan keluar dari kamar si mbok dengan sangat pelan dan hati hati. Setelah itu Lena dan Erlan pun berlalu setelah sebelumnya kembali menutup pintu kamar si mbok lebih dulu.


Erlan dan Lena melangkah beriringan menuju lantai dua dimana kamar mereka berada. Dan begitu mereka berdua sudah berada di dalam kamar, Erlan pun memeluk Lena dengan sangat lembut dan mesra.


“Apa kamu masih mens sayang?” Tanya Erlan berbisik tepat di depan telinga Lena.


Wajah Lena memerah mendengar nya. Lena tau kenapa suaminya bertanya demikian. Tentu saja karena Erlan sedang menginginkan nya.


“Eum.. Sudah tidak sejak kemarin.” Jawab Lena lirih.


Erlan tersenyum penuh arti. Selama Lena berada dalam masa kedatangan tamu bulanan nya, Erlan sudah dengan sangat sabar menunggu. Dan sekarang penantian itu berakhir karena Lena yang sudah tidak lagi mens. Di tambah lagi Rezvan juga sedang sangat anteng bersama si mbok. Hal itu semakin mendukung apa yang sedang sangat di inginkan oleh Erlan terhadap istrinya.


“Kalau begitu artinya aku boleh...” Erlan tidak secara langsung melontarkan maksudnya. Dia sangat yakin Lena mengerti apa yang sedang di inginkan nya.


“Tentu saja...” Sahut Lena yang menyambut dengan baik suaminya.


Erlan tersenyum lebar mendengarnya. Pria itu mengusap lembut lengan terbuka istrinya yang kemudian merembet ke lengan atas hingga akhirnya berakhir di bahu Lena.


Lena hanya diam dan pasrah saja dengan apa yang akan di lakukan Erlan padanya. Bahkan saat tangan Erlan mulai menurunkan tali gaun di bahu yang di kenakan nya Lena juga membiarkan saja. Wanita itu memejamkan kedua matanya menikmati usapan lembut tangan besar Erlan di bahunya yang terbuka.


Erlan menatap lekat kedua mata indah istrinya yang begitu pasrah menyerahkan diri padanya. Kedua mata yang bahkan berhasil meluluhkan hati Erlan saat pertama kali mereka bertemu dulu. Pertemuan tidak di sengaja di masa lalu yang akhirnya membuat keduanya berjodoh. Meski memang banyak kesakitan yang Erlan rasakan karena tau Lena menjalin hubungan dengan Alexander dulu. Namun sekalipun Erlan tidak pernah menyerah meski pernah hampir putus asa. Erlan selalu yakin bahwa Lena memang adalah jodohnya.

__ADS_1


Gaun yang Lena kenakan merosot dengan mulus melewati tubuhnya yang sudah kembali ramping setelah melahirkan. Dan detik berikutnya Erlan langsung membopong tubuh Lena dan membawanya menuju kamar mandi dengan saling membalas tatapan.


Malam itu untuk yang pertama kalinya keduanya kembali menyatukan cintanya setelah Lena melahirkan putra pertama mereka.


__ADS_2