
“Berhenti !!” Teriak Melisa yang langsung membuat Alvin menghentikan aksi brutal nya memukuli Alex. Dengan dasar naik turun karena masih dikuasai rasa emosi, Alvin pun menoleh menatap Melisa yang duduk di tanah dan menangis.
“Melisa...” Lirih Alvin yang kemudian melangkah menghampiri Melisa.
Alvin meraih kedua bahu Melisa yang menangis. Pria itu membantu Melisa bangkit berdiri dari tanah.
“Lebih baik sekarang kamu pulang dan jangan datang lagi kesini Alvin..” Lirih Melisa dengan suara bergetar. Melisa kemudian berlari masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Alvin yang hanya bisa diam menatapnya. Melisa benar benar merasa sangat di permalukan oleh Alex di depan Alvin. Bahkan secara langsung Alex sudah menjatuhkan harga diri Melisa di depan Alvin.
Alvin menghela napas. Pria itu juga terkejut dengan apa yang di lihatnya di ponsel Alex. Tapi Alvin tidak buta apa lagi bodoh. Di video itu jelas terlihat Melisa yang menolak dan Alex yang terus memaksa. Itu yang membuat Alvin merasa sangat marah hingga kalap memukul Alex dengan sangat membabi buta.
“Uhuk uhuk !!” Suara batuk Alex membuat Alvin menoleh. Tatapan penuh kebencian Alvin layangkan pada Alex yang sudah tidak berdaya hingga batuk sampai mengeluarkan darah dari mulut juga hidungnya. Dan semua itu karena pukulan membabi buta Alvin tadi.
Alvin kemudian melengos. Meski amarah masih menguasainya, namun Alvin berusaha untuk tenang. Pria itu memilih untuk kembali masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi dari halaman kediaman sederhana Melisa.
Sedang Alex, dengan susah payah dia berusaha untuk bangkit dari tanah. Darah keluar dari mulut juga hidungnya. Luka memar juga memenuhi wajah tampan nya. Namun sekuat apapun Alex berusaha dia tetap tidak mampu untuk bangkit hingga akhirnya dia menyerah dan menelepon seseorang yang dia percaya untuk datang dan segera menolongnya.
Sejak saat itu Melisa menolak untuk bertemu dengan Alvin. Untuk Alex, dia harus di rawat di rumah sakit karena luka yang cukup parah di bagian wajah akibat dari pukulan membabi buta Alvin.
-------------
“Apa? Chilla lagi?” Tanya Erlan pada Kenzie yang mengatakan bahwa Chilla kembali datang ke perusahaan dan mencari Erlan.
“Ya tuan..” Angguk Kenzie menjawab.
Erlan menghela napas kasar. Ternyata sikap tidak perduli dan dingin nya pada Chilla malah semakin membuat wanita itu merasa penasaran. Padahal Erlan bersikap seperti itu agar Chilla menjauh darinya. Namun ternyata sikap Erlan sama sekali tidak membuat Chilla menjauh. Justru sebaliknya, wanita itu bahkan sampai mendatangi Lena tanpa sepengetahuan Erlan.
__ADS_1
Sesaat Erlan terdiam. Pria itu berusaha memikirkan bagaimana cara agar Chilla berhenti mengejarnya. Erlan tidak mau kehadiran Chilla sampai merusak kebahagiaan nya dan Lena.
“Ya sudah, bawa dia kesini.” Kata Erlan kemudian.
“Baik tuan.” Kenzie menurut saja. Pria itu kemudian bangkit dari duduk nya di kursi dan keluar dari ruang kerja Erlan.
Chilla yang di persilahkan untuk mengikuti Kenzie menuju ruang kerja Erlan merasa sangat bahagia. Chilla akan menggunakan moment pertemuan nya dengan Erlan untuk menanyakan apa yang selama ini selalu membuat Chilla bertanya tanya. Yaitu tentang Erlan yang tiba tiba menjauh darinya.
“Silahkan nona..” Kata Kenzie mempersilahkan Chilla masuk ke dalam ruang kerja Erlan dimana Erlan sudah menunggunya.
“Terimakasih Kenzie..” Angguk Chilla tersenyum manis.
Chilla masuk ke dalam ruang kerja Erlan dengan senyum bahagia yang menghiasi bibirnya. Apa lagi saat dirinya melihat Erlan yang duduk di kursi kebesaran nya, Chilla tidak bisa memungkiri perasaan bahagia nya melihat Erlan yang sedang menunggu nya. Rasanya Chilla seperti kembali lagi ke masa lalu dimana dirinya dan Erlan begitu sangat dekat.
“Erlan...” Panggil Chilla tersenyum.
“Duduk.” Titah Erlan dingin.
“Oke..” Angguk Chilla langsung mendekat dan duduk di kursi di depan meja kerja Erlan. Saat ini posisi mereka berhadapan dengan meja kerja Erlan yang menjadi penghalang kedekatan mereka berdua.
“Sekarang kamu bisa katakan apa tujuan kamu mencari aku dan kenapa kamu tiba tiba menemui istriku?” Tanya Erlan tanpa basa basi.
Chilla tertawa pelan. Wanita itu sedikitpun tidak merasa malu walaupun Erlan menanyakan hal yang seharusnya membuatnya merasa tidak enak hati.
“Oke Erlan, aku langsung saja. Pertama aku ingin tanya sesuatu sama kamu. Ini berkaitan dengan masa lalu kita. Memang sebenarnya masa lalu itu sudah tidak perlu di ungkit lagi. Tapi Erlan, aku benar benar penasaran sampai sekarang. Aku juga terus bertanya tanya tentang penyebab nya.”
__ADS_1
Jeda sejenak. Chilla tampak menarik napas dalam dalam sebelum akhirnya menghembuskan nya dengan pelan.
“Kenapa Erlan? Kenapa tiba tiba kamu menjauhiku dulu? Bahkan saat aku menjenguk kamu di rumah sakit kamu bersikap seolah kita tidak pernah dekat. Sebenarnya apa salahku? Apa yang membuat kamu tiba-tiba menjauh tanpa mengatakan apapun padaku Erlan?” Lanjut Chilla melontarkan pertanyaan yang selama ini bersarang di benaknya.
Erlan berdecak pelan. Semua itu sudah tidak lagi penting menurut nya. Karena sejak melihat Chilla bersama teman satu kelasnya di masa lalu dulu Erlan langsung merasa hancur bahkan hampir saja putus asa. Tapi Tuhan sangat baik karena langsung mengirimkan penawar sakit itu pada Erlan hingga dengan cepat Erlan bisa melupakan rasa sakit itu karena fokus pada penawar tersebut.
“Masa lalu itu sudah tidak penting untuk di bahas Chilla. Tapi kalau kamu memang kamu penasaran ingin tau aku akan menjawabnya. Tapi setelah aku menjawabnya, aku harap kamu tidak lagi mengganggu kehidupanku dan istriku.” Kata Erlan.
Chilla menggelengkan kepalanya. Wanita itu tidak tau sebesar apa kesalahan nya sehingga Erlan sangat tidak ingin lagi berhubungan baik dengan nya.
“Jujur, dulu aku sangat mencintai kamu. Aku pernah menghubungi kamu malam itu dan mengatakan ingin berbicara sama kamu. Dan ke esokan harinya aku begitu percaya diri dengan perasaan yang akan aku ungkapkan sama kamu. Apa lagi kedekatan kita dulu cukup membuat aku yakin bahwa kamu juga mmpunyai rasa yang sama denganku. Tapi kemudian aku mendapati kamu dengan bercumbu dengan Roky, teman sekelas kamu. Aku hancur Chilla, aku patah hati bahkan hampir putus asa. Aku jatuh dari motor dan akhirnya masuk rumah sakit itu karena aku yang begitu bodoh melampiaskan amarah dan sakit hati dengan kebut kebutan di jalanan. Kamu tau Chilla? Saat itu Lena yang menolongku. Lena istriku. Dia penawar paling ampuh atas rasa sakit hati aku karena cinta ku yang bertepuk sebelah tangan sama kamu. Dan yah.. Kehadiran Lena membuat aku berhasil melupakan kamu dengan cepat. Kehadiran Lena mampu menyembuhkan luka hatiku.” Cerita Erlan panjang lebar.
Chilla terkejut mendengar apa yang Erlan ceritakan begitu panjang lebar. Chilla akui dulu dirinya memang mempunyai hubungan dengan Roky, teman satu kelasnya. Namun hubungan itu tidak berlangsung lama karena setelah Erlan menjauh darinya Chilla pun menyadari bahwa yang dia inginkan bukan Roky, tapi Erlan.
“Aku juga tau kamu pernah hamil sama Roky, Chilla. Tapi aku pura pura tidak tau karena itu memang sudah tidak lagi penting buat aku.” Lanjut Erlan lagi.
“Erlan aku.. Aku juga mencintai kamu Erlan.. Bahkan sampai sekarang, aku masih sangat mencintai kamu dan aku berharap kita masih bisa bersama lagi seperti dulu. Kita mulai lagi dari nol.. Kita perbaiki semuanya.”
Erlan tertawa mendengar nya. Pria itu tidak menyangka Chilla akan berkata seperti itu tanpa sedikitpun merasa ragu.
“Sudah, cukup Chilla. Aku sudah memberitahu kamu semuanya. Jadi aku harap setelah ini kamu berhenti mengganggu aku dan istriku. Hubungan kita di masa lalu sudah selesai. Kamu carilah kebahagiaan kamu sendiri. Aku berharap kamu juga akan lebih bahagia kedepan nya.” Tolak Erlan dengan tegas namun masih secara baik baik.
“Tapi aku masih mencintai kamu sampai detik ini Erlan. Aku mohon kamu mengerti. Aku minta maaf karena tanpa sadar sudah menyakiti kamu dulu Erlan. Tolong beri aku satu kali lagi kesempatan untuk membuktikan sama kamu bahwa aku adalah yang terbaik untuk kamu.” Chilla terus memohon pada Erlan berharap pria itu mau kembali mengulang masa indah itu.
Erlan menggeleng kembali tidak menyangka dengan sikap keras kepala Chilla.
__ADS_1
“Chilla kamu tau siapa aku kan? Aku paling tidak suka di ganggu. Apa lagi jika ada orang yang mengganggu milikku. Siapapun itu aku akan bertindak tegas. Tidak perduli meskipun orang itu adalah kamu.” Ujar Erlan yang membuat Chilla langsung diam.
Ya, Erlan memang baik. Tapi dia juga bisa menjadi jahat bahkan sangat jika ada orang yang mengusik kehidupan nya. Apa lagi jika orang itu juga mengganggu orang yang sangat di cintainya, yaitu Lena.