SAYANG

SAYANG
Episode 142


__ADS_3

Hampir setiap hari selama seminggu ini Alvin terus datang untuk menemui Melisa. Namun Melisa tidak mau menemuinya sekalipun. Alvin tidak tau dimana letak kesalahannya sehingga Melisa marah padanya dan enggan menemuinya.


“Melisa.. Aku nggak masalah dengan apapun masa lalu kamu. Yang aku tau aku mencintai kamu dan siap menerima apapun kekurangan kamu.” Batin Alvin merasa sedih. Dia terus berdiri di depan pintu utama kediaman sederhana Melisa berharap Melisa mau menemuinya. Alvin benar benar merasa ada yang kurang dari hidupnya karena merenggangnya hubungan nya dengan Melisa. Alvin merasa kehilangan gairah hidupnya. Bahkan Alvin menjadi sangat pemarah karena hatinya yang selalu merasa tidak tenang.


Suara pintu yang di buka membuat Alvin langsung mengangkat kepalanya. Kali ini Alvin tidak akan mau pergi meski David yang menemuinya dan mengatakan Melisa tidak ada di rumah. Alvin ingin bertemu dengan Melisa dan menanyakan dimana letak kesalahan nya sehingga Melisa menjauh darinya.


Saat sosok di balik pintu itu terlihat, Alvin terkejut. Bukan David yang menemuinya, melainkan Melisa sendiri. Mendadak hati Alvin yang semula terasa dingin langsung menghangat kembali. Alvin merasa sangat senang karena penantian nya selama seminggu ini terwujud. Melisa mau menemuinya lagi.


“Melisa...” Gumam Alvin dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


Melisa menelan ludah. Wanita itu menunduk dan memejamkan kedua matanya. Melisa merasa sangat malu dan tidak pantas dekat dengan Alvin setelah apa yang Alvin lihat di ponsel Alex. Melisa merasa kotor dan tidak layak berhubungan baik dengan Alvin.


“Melisa aku...”


“Aku minta maaf..” Sela Melisa yang membuat Alvin tidak meneruskan apa yang ingin di katakan nya.


Alvin menggelengkan pelan kepalanya. Alvin tidak marah apa lagi kecewa pada Melisa. Memang Alvin sempat terkejut dengan apa yang di lihatnya. Tapi Alvin tau siapa dan bagaimana Melisa sejak dulu. Alvin yakin Alex lah yang bersalah karena dari video yang dia lihat juga Melisa menangis dan berusaha melawan Alex yang begitu brengsek memaksanya.


“Sekarang kamu sudah tau kan siapa aku? Jadi lebih baik kamu nggak usah dekat dekat sama aku lagi Alvin. Aku nggak pantes dekat sama kamu..” Lirih Melisa dengan suara bergetar. Melisa berusaha menahan tangisnya. Karena sesungguhnya Melisa sendiri merasa sangat berat jika harus berjarak dengan Alvin.


“Enggak Melisa. Aku tau siapa dan bagaimana kamu. Kita sudah mengenal sangat lama. Aku yakin kamu tidak seperti itu. Semua ini pasti salah laki laki brengsek itu Melisa..” Alvin menolak untuk menjauh dari Melisa. Pria itu yakin dengan apa yang dia lihat dan apa yang dia tau dari seorang Melisa.


“Alvin tapi...”


“Melisa aku mohon jangan seperti ini.. Aku tidak masalah dengan apa dan bagaimanapun masa lalu kamu Melisa. Yang aku tau kamu adalah perempuan baik baik. Aku percaya sama kamu.” Sela Alvin.

__ADS_1


Melisa tidak kuasa menahan air matanya mendengar apa yang Alvin katakan. Alvin begitu tulus dan baik padanya. Itulah yang membuat Melisa tidak pantas bersanding dengan Alvin.


Alvin kemudian meraih tangan Melisa, menariknya dengan lembut menuntun Melisa agar mengikutinya.


“Alvin aku...”


“Sshhtt.. ikut aku sekarang.” Sela Alvin yang tidak ingin Melisa menolak ajakan nya.


Melisa hanya menurut saja meski kebingungan. Wanita itu mengikuti Alvin yang mengajaknya masuk ke dalam mobil nya.


Sementara itu tanpa Melisa tau David tersenyum melihatnya dan Alvin berlalu. David berharap Alvin memang bisa membuat kakaknya bahagia. David juga sangat berharap Alvin benar benar serius dan tidak hanya berniat mempermainkan kakaknya. Karena menurut David, kakaknya pantas untuk bahagia. Kakaknya adalah wanita yang baik dan pekerja keras. Lebih lebih lagi kakaknya adalah wanita yang penuh dengan ketulusan.


“David yakin kak.. Tuhan tidak akan membiarkan hambanya yang baik hati seperti kakak menderita. Tuhan pasti punya rencana yang paling indah untuk kakak di masa depan nanti.” Gumam David sembari terus menatap mobil Alvin yang mulai melaju berlalu dari pekarangan rumah sederhananya.


Alvin yang mengerti dengan kegelisahan Melisa hanya bisa tersenyum saja. Alvin benar benar tulus menerima Melisa apa adanya. Alvin bahkan tidak mempermasalahkan apapun yang sudah terjadi pada Melisa. Termasuk kenyataan bahwa Melisa tidak lagi sesuci dulu.


“Kamu tenang aja Sa, aku nggak mungkin kok macem macem ke kamu. Aku cuma mau kamu tau sesuatu.” Kata Alvin.


Lena mengernyit. Entah apa yang di maksud oleh teman masa sekolahnya itu.


Tidak lama kemudian mobil Alvin berhenti. Melisa mengernyit semakin merasa bingung karena ternyata Alvin membawanya ke rumahnya.


“Alvin ini...”


“Ayo.. Mamah sama papah aku sudah menunggu kita dari tadi loh.” Sela Alvin yang kemudian turun lebih dulu dari mobilnya.

__ADS_1


Melisa menggeleng pelan. Perasaan nya mulai tidak enak. Bagaimana mungkin tiba tiba Alvin membawanya kerumah kedua orang tuanya. Apa lagi Alvin juga bilang kedua orang tuanya sudah menunggu mereka berdua.


Karena Melisa yang tidak juga kunjung keluar dari mobil, Alvin pun membukakan pintu mobil untuk Melisa. Pria itu mengulurkan tangannya pada Melisa yang hanya diam tidak tau harus melakukan apa sekarang.


“Ayoo..” Ajak Alvin.


Melisa menelan ludah. Meski hubungan nya cukup dekat dengan Alvin, namun Melisa tidak pernah bertemu secara pribadi dengan kedua orang tua Alvin. Kalaupun bertemu paling karena tidak sengaja saat dulu Melisa sering menggantikan Alex menghadiri acara acara yang tidak bisa Alex hadiri.


“Alvin aku..”


“Izinkan aku membuktikan sama kamu Melisa bahwa aku serius ingin bersama dengan kamu.” Sela Alvin.


Melisa benar benar tidak habis pikir. Bagaimana mungkin Alvin begitu yakin sementara Alvin sendiri tau Melisa sudah tidak sesuci dulu. Melisa sudah ternoda oleh Alex.


Melisa menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan nya perlahan. Setelah berpikir sesaat akhirnya Melisa menerima uluran tangan Alvin dan mereka pun melangkah beriringan masuk ke dalam kediaman keluarga Alvin. Melisa mencoba kembali berharap akan suatu keajaiban yang mungkin saja bisa dia raih. Melisa masih percaya bahwa Tuhan itu baik padanya.


Alvin langsung membawa Melisa menghadap pada kedua orang tuanya yang sedang berada di meja makan. Dan kedatangan Melisa di sambut dengan sangat hangat oleh kedua orang tua Alvin. Mamah Alvin juga langsung mempersilahkan Melisa untuk ikut bergabung makan siang bersamanya dan suaminya.


“Jadi ini Melisa yang selalu kamu ceritakan sama mamah Hem?” Goda mamah Alvin, nyonya Genie.


Alvin hanya tersenyum saja sembari menganggukkan kepalanya. Alvin sudah banyak menceritakan tentang Melisa pada mamahnya. Alvin bahkan tidak malu mengakui bahwa dirinya sudah lama memendam rasa terhadap Melisa pada sang mamah.


“Jadi kapan kalian akan menikah?”


“Apa?!”

__ADS_1


__ADS_2