
Di tempat lain, tidak hanya Melisa saja yang merasa bahagia karena akan melangsungkan pernikahan dengan Alvin, Sasha pun merasa berbunga bunga karena sekarang Kenzie sedang jalan menuju kerumahnya.
Ya, pria itu baru saja menghubungi nya dan mengajak Sasha untuk mencari camilan di malam hari yang sudah menunjukkan pukul 9 itu.
Sasha yang memang tidak bisa menolak pun mengiyakan saja ajakan Kenzie. Dan sekarang Sasha sudah bersiap di teras depan rumahnya menunggu kedatangan Kenzie yang memang sudah berada di jalan menuju ke kediaman nya.
Tiba tiba ucapan Lena terngiang kembali di telinga Sasha. Sasha tertawa sendiri merasa apa yang Lena pikirkan tentang hubungan nya dan Kenzie itu sangatlah berlebihan.
“Lena ada ada sih mikirnya. Masa iya Kenzie suka sama aku. Aku juga sadar diri lah.. Kenzie itu terlalu sempurna untuk seorang aku. Kenzie pasti akan berpikir dua kali kalau mau suka sama aku.” Geleng Sasha merasa lucu sendiri.
Sasha kemudian menghela napas. Sasha tidak mau berpikir terlalu jauh tentang kedekatannya dan Kenzie. Tentu karena Sasha sendiri menyadari dirinya tidak sepadan dengan Kenzie.
Tidak lama menunggu, mobil Kenzie pun sampai tepat di depan halaman kediaman Sasha. Pria itu langsung turun dari mobilnya dan mendekat pada Sasha yang sedang duduk di teras depan rumah sembari menunggu kedatangan Kenzie.
“Sorry ya membuat kamu menunggu lama..” Kata Kenzie begitu sampai di depan Sasha.
Sasha tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Wanita itu menolak apa yang Kenzie katakan.
“Nggak juga. Aku juga belum lama disini.” Balas Sasha.
Kenzie tersenyum tipis. Pria itu menghela napas pelan. Sesaat Kenzie terdiam. Sekarang Kenzie tidak tau harus bagaimana. Kenzie bingung harus berkata apa pada Sasha. Terlebih yang dia lakukan malam ini cukup menggelikan. Yaitu dengan mengajak Sasha tiba tiba untuk mencari camilan malam. Padahal sebenarnya itu hanya alasan Kenzie saja agar bisa bertemu dengan Sasha lagi malam ini. Lucu memang mengingat siang tadi saja mereka baru bertemu dan makan siang bersama.
“Ya sudah kalau begitu gimana kalau kita pergi sekarang aja?” Tanya Kenzie sedikit salah tingkah.
“Oh oke.. Ayo..” Angguk Sasha setuju setuju saja.
Kenzie mempersilahkan untuk Sasha lebih dulu melangkah. Mereka berdua melangkah beriringan menuju mobil Kenzie. Dan begitu Sasha sampai di depan pintu mobil Kenzie, pria itu dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Sasha.
__ADS_1
Sasha yang mendapatkan perlakuan istimewa itu dari Kenzie tertawa merasa lucu. Namun Sasha tetap masuk ke dalam mobil Kenzie dengan tenang tanpa mengatakan terimakasih pada Kenzie yang sudah membukakan pintu mobil untuk nya.
Sementara itu, Kenzie tersenyum setelah Sasha masuk ke dalam mobilnya. Pria itu tersenyum merasa sangat senang karena akhirnya bisa kembali bersama dengan Sasha lagi. Kenzie lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya dan duduk dengan tenang di kursi kemudinya.
“Kita jalan sekarang ya..” Katanya seperti meminta izin pada Sasha.
“Oke..” Angguk Sasha yang merasa sikap Kenzie sedikit berlebihan kali ini. Namun Sasha berusaha untuk bersikap biasa saja. Wanita itu tidak ingin menyinggung Kenzie sedikitpun karena Sasha sendiri juga tidak mau jika sampai hubungan baiknya dengan Kenzie menjadi renggang karena dirinya yang salah bicara.
Perlahan Kenzie mulai melajukan mobilnya berlalu dari halaman rumah Sasha. Pria itu sebenarnya sedang merasa sangat gugup sekarang. Selain itu Kenzie juga merasa khawatir jika ajakan nya membuat Sasha merasa tidak nyaman bersama nya. Meski Sasha tidak menunjukan rasa tidak nyaman nya itu secara langsung. Hal itu membuat Kenzie sedikit merasa menyesal mengajak Sasha keluar malam ini. Padahal Kenzie sendiri juga tau sekarang adalah waktunya untuk Sasha istirahat karena sudah lelah seharian bekerja, sama seperti dirinya.
“Eum.. Kita mau kemana?” Tanya Sasha yang tidak mau jika suasana hening terus menyelimuti mereka berdua. Karena Sasha sendiri merasa tidak nyaman jika harus diam diaman.
Kenzie tidak langsung menjawab. Sekarang dia semakin merasa gugup karena Kenzie juga tidak tau harus mengajak Sasha kemana. Sekali lagi, ajakan mencari camilan itu hanya alasan belaka Kenzie yang ingin kembali bersama dengan Sasha malam ini.
“Eum.. Aku juga bingung sebenarnya. Aku ikut kamu aja deh baiknya kemana.” Jawab Kenzie.
“Loh kok malah ikut aku sih? Kan kamu yang ngajak?”
Kenzie meringis. Dia tidak tau harus beralasan bagaimana lagi sekarang. Selain karena Kenzie tidak tau harus mengajak Sasha kemana, mencari camilan malam bukanlah kegiatan yang Kenzie sukai. Alasannya tentu saja karena Kenzie tidak mau menimbun lemak di tubuhnya.
“Tapi ya udah deh nggak papa. Kita ke kafe saja. Kita bisa memilih camilan untuk mengobrol santai di sana. Bagaimana?” Ujar Sasha yang kemudian bertanya meminta pendapat dari Kenzie.
“Itu ide yang bagus.” Senyum Kenzie merasa sangat terselamatkan dengan saran dari Sasha.
“Oke kita ke kafe langganan aku ya...”
Sasha mengangguk dengan senyuman yang menghiasi bibir pink-nya. Wanita itu diam diam tersenyum menatap Kenzie yang mulai fokus memacu kendaraan beroda empat nya. Sasha merasa Kenzie memang sedikit berbeda dari beberapa pria yang pernah dekat dengan nya. Dan entah kenapa Sasha tiba tiba merasa apa yang Lena katakan tempo hari tentang Kenzie yang menyukainya mulai mempengaruhi nya.
__ADS_1
“Eh apaan sih? Kenapa aku malah jadi GR begini. Enggak enggak, aku nggak boleh mikir terlalu jauh. Kenzie itu bukan orang sembarangan. Jangan sampai aku kecewa nantinya.” Batin Sasha sembari menggelengkan kepalanya
Sasha kemudian menghela napas. Konyol sekali rasanya jika dirinya juga berpikir seperti Lena. Tentu saja, dunianya bukan dunia seperti dalam dongeng dimana ada seorang pangeran berkuda putih yang jatuh cinta pada gadis miskin yang hidup serba berkekurangan. Dimanapun yang kaya dan berprestasi pasti juga akan berpasangan dengan yang sepadan. Dan Sasha, dia tidak merasa sepadan dengan Kenzie. Hidup nya berbeda dengan Lena yang memang benar benar di cintai dengan tulus oleh pria kaya raya yang baik dan rendah hati.
Tidak sampai 20 menit perjalanan, mereka pun sampai di kafe yang di maksud oleh Kenzie. Keduanya segera masuk dan memilih tempat duduk yang mereka anggap nyaman untuk mereka mengobrol sambil bersantai menikmati camilan.
“Kamu di undang juga nggak sama mbak Mel ke acara pernikahan nya dan tuan Alvin?”
Pertanyaan Kenzie membuat Sasha yang sedang mengunyah kentang goreng langsung terdiam. Sasha tidak menyangka jika obrolan mereka akan langsung menyerempet pada Melisa, wanita yang sampai saat ini masih belum Sasha terima perubahan baiknya. Ya, Sasha masih menganggap Melisa seperti dulu.
“Eum.. Ya.” Jawab Sasha tersenyum tipis. Sasha tidak semangat jika harus Melisa yang menjadi topik obrolan mereka kali ini.
“Oh sama dong. Kamu mau dateng sama siapa? Kalau belum ada temen nya gimana kalau kita dateng barengan. Aku jemput kamu besok malam.”
“Hah? Datang bareng? Memangnya nggak papa?” Tanya Sasha yang sedikit terkejut dengan ajakan Kenzie untuk datang secara bersama sama ke acara Melisa dan Alvin yang memang akan diadakan besok malam.
“Oh nggak boleh ya?” Kenzie balik bertanya salah mengartikan maksud dari pertanyaan Sasha.
“Bukan, bukan begitu. Maksud aku memangnya nggak papa kalau kita datang barengan ke acara Melisa dan calon suaminya?”
“Oh.. Ya nggak papa dong. Atau jangan jangan bakal ada yang marah ya kalau kamu pergi sama aku?”
Sasha tertawa pelan mendengar nya. Lucu sekali jika ada yang marah hanya karena Sasha pergi bersama dengan Kenzie. Kalaupun ada yang marah pasti itu dari pihak Kenzie, bukan dari pihaknya.
“Ya enggak lah. Ya udah besok aku tunggu kamu di rumah.” Senyum Sasha kemudian.
“Oke..” Angguk Kenzie tersenyum juga.
__ADS_1