
Erlan baru saja keluar dari dalam kamar mandi saat indra penciuman nya mengendus aroma harum coklat panas yang menguar di dalam ruangan luas kamarnya dan Lena. Pria itu kemudian menoleh kearah sofa dan tersenyum saat menemukan istrinya yang sedang duduk disana dengan secangkir coklat panas yang baru saja dia letakan diatas meja kaca di depan sofa yang di dudukinya.
“Kamu sudah selesai..” Senyum Lena menatap Erlan yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
“Ya sayang...” Sahut Erlan membalas senyuman manis istrinya. Pria tampan yang mengalungkan handuk putih di lehernya itu kemudian melangkah mendekat pada Lena yang duduk di sofa panjang di seberang ranjang mereka.
“Apa coklat panas ini untuk aku?” Tanya Erlan pada Lena sembari meletakkan handuknya di sandaran sofa kemudian mendudukan dirinya disamping Lena.
Lena tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia kemudian meraih secangkir coklat panas buatan nya dan memberikan nya pada Erlan.
“Aku harap kamu suka dengan coklat panas buatan aku..” Ujar Lena yang berhasil membuat Erlan tertawa.
Lena yang melihat Erlan tertawa mengeryit bingung. Lena tidak sedang membuat lelucon namun Erlan malah tertawa.
“Kenapa ketawa?” Tanya Lena bingung.
Erlan menyeruput coklat panas pemberian Lena kemudian meletakan nya kembali diatas meja seperti semula. Pria tampan itu kemudian menarik lembut tubuh Lena ke dalam pelukan hangat nya.
“Dengar ya sayang.. Aku selalu menyukai segala hal tentang kamu. Apa lagi coklat panas buatan kamu yang rasanya begitu pas di lidah aku. Masakan kamu yang lezat, juga senyuman kamu yang manis. Pokonya aku suka segalanya tentang kamu.” Kata Erlan.
Lena tersenyum dalam dekapan hangat suaminya. Erlan tidak pernah absen memujinya. Pria itu selalu mengatakan hal manis tentang dirinya yang memang sangat berlebihan menurut Lena.
“Kamu terlalu berlebihan Erlan. Aku tidak se sempurna itu. Aku mempunyai banyak kekurangan. Dan aku masih harus banyak belajar juga memperbaiki kekurangan yang aku miliki.” Lena dengan lembut menolak pujian berlebihan dari suaminya. Lena tidak ingin menjadi besar kepala karena pujian pujian yang selalu Erlan lontarkan padanya.
“Apapun itu kamu tetap yang paling indah untuk aku sayang..” Senyum Erlan tidak perduli dengan penolakan halus Lena akan pujian nya.
Lena hanya tertawa saja. Suaminya memang selalu begitu. Terlalu mengagungkan cinta padanya sehingga terkadang Lena merasa was was sendiri. Lena takut dirinya menjadi besar kepala karena Erlan yang selalu mengagungkan cinta padanya. Erlan bahkan tidak pernah perduli dengan apapun kekurangan yang Lena miliki dan tetap menganggap Lena adalah yang terbaik untuknya.
__ADS_1
“Erlan..” Panggil Lena pelan.
“Ya sayang...” Sahut Erlan sembari mengusap usap usap dengan sangat lembut lengan terbuka Lena karena memang Lena menggunakan piyama dengan lengan pendek.
Lena melepaskan dengan pelan dekapan Erlan kemudian mendongak menatap wajah tampan suaminya.
“Bolrh aku tanya sesuatu sama kamu?” Tanya Lena dengan wajah polos yang membuat Erlan merasa sangat gemas.
“Tentu saja. Tanyakan segala apa yang ingin kamu ketahui dari aku sayang.” Jawab Erlan dengan yakin.
Lena diam sesaat. Dia menghela napas sebelum melontarkan pertanyaan pada Erlan.
“Kenapa kamu tidak pernah memanggilku dengan sebutan nama yang orang tuaku berikan padaku sejak aku lahir ke dunia ini? Kenapa kamu selalu memanggilku dengan sebutan manis itu?” Tanya Lena menatap serius pada Erlan.
Erlan tertawa merasa geli mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh istri tercintanya. Pertanyaan itu sangat aneh menurutnya. Bagaimana mungkin Lena bahkan sampai mempertanyakan perihal tentang panggilan sayang yang selalu Erlan tujukan pada dirinya. Tapi itulah Lena, sosok yang penuh kejutan menurut Erlan. Karena Erlan sebenarnya bisa dengan mudah menebak apa yang di pikirkan istrinya. Tapi tindakan Lena selalu membuat Erlan merasa seperti di berikan kejutan setiap saat.
Lena mengeryit merasa sangat penasaran.
“Apa itu?” Tanya nya penasaran.
“Apa kamu merasa keberatan dengan panggilan sayang itu?”
Pertanyaan Erlan membuat Lena kembali mengeryit. Bohong jika Lena mengatakan tidak suka dengan panggilan tersebut. Karena sejatinya wanita memang sangat suka jika pasangan nya memiliki panggilan khusus untuknya. Hanya saja Lena sangat penasaran karena sejak pertama kali Lena mendapati dirinya berada diatas ranjang Erlan, pria itu selalu saja memanggilnya dengan sebutan sayang. Lena sudah tau Erlan mencintainya sejak lama. Tapi Lena juga merasa penasaran kenapa sekalipun Erlan tidak pernah memanggilnya dengan nama yang Lena miliki.
“Bukan aku keberatan Erlan. Munafik sekali kalau aku keberatan dengan panggilan itu. Aku hanya penasaran saja karena kamu hampir tidak pernah menyebut namaku.” Jawab Lena tersenyum lucu.
Erlan mengangguk anggukan kepalanya paham dengan maksud istrinya. Pria itu kemudian meraih pinggang Lena dan mengangkatnya dengan sangat ringan lalu mendudukan Lena di pangkuan nya dengan posisi mereka yang saling berhadapan.
__ADS_1
“Marlena susianti, dengarkan baik baik apa yang aku katakan. Alasan aku selalu memanggil kamu sayang adalah karena bagi aku kamu adalah sosok luar biasa yang selalu berhasil menumbuhkan kasih sayang di hati aku. Kamu sosok yang tidak pernah aku lupakan sejak pertemuan pertama kita hari itu. Kamu juga sosok yang membuat aku langsung bisa melupakan masalah bahkan mampu menghilangkan rasa sakit hati aku saat itu. Aku sudah bilang bukan? Bahwa sejak hari itu aku sangat menginginkan kamu bahkan hampir setiap hari memimpikan kamu yang ternyata memang adalah jodoh terindah yang Tuhan berikan untuk ku.”
Untuk yang kesekian kalinya Lena merasa sangat tersentuh. Hatinya terasa hangat dan penuh mendengar penjelasan suaminya.
“Jangan tanyakan ini lagi kamu mengerti?” Titah Erlan lembut.
Lena tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Lena lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Erlan. Tatapanya mengarah tepat pada kedua bola mata coklat bening Erlan.
“Erlan, aku sangat bahagia karena Tuhan mempertemukan bahkan mengirim jodoh yang begitu baik untuk aku yaitu kamu. Aku akui kamu tampan..”
“Aha.. Lalu?”
“Kamu baik..”
“Selanjutnya?”
“Kamu juga sangat menarik. Kamu sempurna untuk ukuran seorang laki laki.” Lanjut Lena.
Erlan menyimak apa yang Lena katakan dengan seksama. Dia mengelus lembut pinggang Lena sembari menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Sejak mereka bersama ini pertama kalinya Lena begitu jujur dan terbuka tentang sosoknya.
“Aku merasa sangat beruntung karena bersuamikan kamu. Laki laki penuh cinta dan kasih sayang. Laki laki yang selalu memberikan senyuman manis bahkan meski aku melakukan kesalahan. Kamu sabar menghadapi aku yang aku akui terkadang memang sangat menyebalkan. Aku sendiri tidak menyangka Tuhan telah menyiapkan jodoh yang sangat sempurna buat aku yaitu kamu... Aku...”
Cup
Erlan mencium bibir Lena dan memagutnya mesra sembari memeluk erat pinggang Lena sehingga tubuh mereka dengan sempurna menempel. Lena yang sempat terkejut dengan apa yang Erlan lakukan pun mencoba mengimbangi ciuman lembut dan dalam suaminya. Kedua tanganya yang mengalung di leher suaminya begitu erat memeluk Erlan yang selalu berhasil membuatnya luluh dan pasrah.
“Inilah akibat dari pujian kamu sayang..” Bisik Erlan melepaskan sejenak ciuman nya sebelum akhirnya melanjutkan nya kembali.
__ADS_1