SAYANG

SAYANG
Last Episode


__ADS_3

Tidak lama menderita penyakit tersebut, Alex pun akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. Berita tentang kematian nya juga langsung heboh. Bahkan bersamaan dengan di beritakan nya kematian Alex, terungkap pula seluruh aib Alex yang sejak dulu memang suka gonta-ganti pasangan.


Dari situ masyarakat langsung menyimpulkan bahwa mungkin Tuhan sengaja membuka aib Alex yang selama ini tidak di ketahui oleh orang banyak.


Tuan dan nyonya Smith sangat terpukul dengan kematian putra semata wayang mereka. Mereka tidak menyangka bahwa Alex akan pergi secepat itu juga se mengenaskan itu.


“Hari ini Alexander akan langsung di kebumikan. Apa kamu ingin hadir sayang?” Tanya Erlan pada Lena yang saat itu terlihat shock mendengar berita tentang kematian Alex.


Lena menghela napas. Wanita itu sama sekali tidak punya rasa benci apa lagi dendam pada sosok Alex yang dulu pernah menyakiti nya. Lena hanya tidak ingin lagi kenal dengan Alex karena ingin fokus dengan kehidupan nya sendiri juga tidak ingin lagi mengingat apapun tentang masa lalunya bersama pria itu.


“Memangnya kamu nggak keberatan?” Tanya balik Lena yang membuat Erlan tertawa pelan.


“Memangnya kenapa aku harus keberatan sayang? Niat kita kan baik. Kita ingin ikut mengantarkan Alexander ke peristirahatan terakhirnya.” Jawab Erlan tersenyum manis.


Lena ikut tersenyum. Rasa percaya Erlan padanya benar benar sangat besar. Dan Lena yakin itu karena Erlan memang sangat mencintai nya, sama seperti dirinya yang sangat mencintai Erlan.


“Ya sudah kalau begitu, aku mau. Kita pergi sama sama yah.. Ajak Rezvan juga, tapi nanti Rezvan biar sama mbok aja di mobil.” Kata Lena.


“Itu ide yang bagus. Ya sudah lebih baik sekarang kamu siap siap ya. Rezvan biar aku yang urus.”


“Oke...” Senyum Lena menganggukkan kepalanya.


Lena kemudian bergegas bangkit dari duduknya dari sofa panjang yang dia duduki. Lena mempercayakan Rezvan pada Erlan yang sudah mengambil alih kepengurusan Rezvan sendiri. Wanita itu hendak bersiap untuk kemudian sama sama menghadiri pemakaman Alex.


Tidak jauh berbeda dengan Lena, Melisa pun juga sangat terkejut mendengar kematian Alex. Apa lagi Melisa juga tidak mengikuti berita tentang Alex yang sakit sakitan sebulan terakhir ini. Semua itu karena Melisa memang sudah tidak perduli lagi dengan Alex yang sudah sangat keterlaluan menggoreskan luka di hati juga jiwanya.


Alvin yang saat itu sedang berada di perusahaan bergegas pulang. Dia khawatir jika sesuatu yang buruk kembali menimpa istrinya.


“Melisa?” Panggil Alvin pada Melisa yang sedang duduk di sofa dengan tv menyala yang sedang menayangkan berita tentang kematian Alex.


Melisa menoleh pelan. Dia menatap Alvin yang sangat mengkhawatirkannya dengan tatapan tenang. Melisa tau Alvin pasti sengaja pulang buru buru begitu mendengar berita tentang kematian Alex.


“Aku nggak papa kok...” Senyum Melisa kemudian.

__ADS_1


Alvin menghela napas pelan. Sejak malam pertama mereka, Melisa memang tidak pernah lagi berontak dan trauma karena mengingat apa yang Alex lakukan padanya. Bahkan Melisa sudah bisa melayani nya dengan baik sebagai seorang istri. Namun itu bukan berarti Alvin diam saja. Alvin tetap rutin mengajak Melisa ke psikiater untuk berjaga-jaga takut jika rasa trauma Melisa bisa kembali sewaktu waktu.


Alvin kemudian melangkah mendekat pada Melisa yang langsung bangkit dari duduknya. Mereka berpelukan dengan erat dan cukup lama. Entah kenapa kematian Alex membuat Alvin merasa sangat lega. Bukan mensyukuri musibah yang di alami orang lain. Hanya saja Alvin merasa istrinya akan benar benar aman setelah kepergian selamanya pria brengsek itu.


Sore itu juga Alex langsung di makamkan. Banyak rekan bisnis, bahkan teman teman lama tuan besar Smith yang datang untuk melayat.


Erlan dan Lena juga hadir disana. Termasuk Alvin dan Melisa. Bahkan Sasha dan Kenzie pun turut hadir disana.


Tangisan nyonya besar Smith membuat semua orang merasa ikut pilu. Semua yang hadir disana tau bagaimana perasaan wanita itu sekarang.


Ya, tidak ada satu orang ibu pun di dunia ini yang mau kehilangan putranya. Apa lagi jika itu adalah putra tunggal yang sangat di banggakan juga sangat di sayangi.


Proses pemakaman Alex berlangsung dengan di iringi deraian air mata. Dan ternyata selain nyonya besar Smith, ada juga yang merasa sangat kehilangan sosok Alex. Dia adalah Moana, sosok sekretaris yang selalu melayani Alex dengan sepenuh hati. Bahkan meski Moana sendiri tau Alex tidak pernah menyentuhnya dengan cinta. Tapi selalu dengan nafsu menggebu gebu yang sengaja dia salurkan pada setiap wanita yang bisa dia manfaatkan. Moana adalah salah satu wanita yang sering di pakai oleh Alex. Moana bahkan sering melayani Alex tanpa imbalan apapun.


Beruntung nya Moana tidak terkena penyakit menular tersebut. Karena memang sejak perusahaan Alex di ambil alih oleh tuan besar Smith, Alex sudah tidak pernah lagi mendatangi nya. Moana juga beberapa kali melihat Alex membawa pulang wanita yang berbeda beda.


Setelah Alex di kebumikan dengan benar, semua pelayat yang hadir pun segera membubarkan diri. Dan disana hanya tersisa tuan dan nyonya besar Smith yang tidak berhenti menangis meratapi kepergian putra tunggal nya.


“Mamah nggak mau kehilangan Alex pah.. Mamah sayang sama Alex. Mamah pengin Alex sembuh dan kembali lagi bersama kita. Bukan malah pergi seperti ini.” Tangis nyonya besar Smith terus memeluk nisan putranya.


Tuan besar Smith hanya bisa menghela napas. Pria itu juga menginginkan kesembuhan putranya. Namun apalah daya jika Tuhan sudah berkata lain.


Tuan besar Smith tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Dia tau istrinya sangat menyayangi putranya. Dan tuan besar Smith tidak punya pilihan lain selain menemani istrinya yang terus saja menangisi kepergian Alex.


 ----------


Lena dan Erlan masuk ke dalam mobil. Lena menghela napas pelan. Kematian Alex benar benar sangat mengejutkan nya. Lena tidak menyangka Alex akan pergi dengan cerita kehidupan nya yang terkulik semua. Dan mirisnya cerita itu adalah cerita yang tidak seharusnya di umbar karena itu adalah aib yang tidak pantas untuk di konsumsi oleh khalayak umum.


“Sayang...” Panggil Erlan yang membuat Lena menoleh padanya.


“Ya..” Sahut Lena menoleh pada Erlan yang sudah siap mengemudikan mobilnya.


Erlan terkejut saat mendapati istrinya yang tampak pucat. Padahal saat di pemakaman tadi Lena tampak baik baik saja.

__ADS_1


“Ya Tuhan, sayang. Apa kamu baik baik saja?” Tanya Erlan dengan perasaan khawatir.


Lena menggeleng pelan. Dia tidak ingin berbohong karena saat ini memang kepalanya terasa pening.


“Aku sedikit nggak enak badan.” Jawab Lena pelan.


“Kita kerumah sakit sekarang ya?”


Lena tidak bisa menolak. Wanita itu hanya menurut saja. Lena tidak mau jika dirinya sampai jatuh sakit karena Rezvan pasti akan terabaikan jika dirinya sakit.


Tidak ingin membuang buang waktu, Erlan pun segera mengajak Lena kerumah sakit untuk di periksa. Erlan sengaja mencari rumah sakit terdekat karena tidak ingin jika keadaan istrinya menjadi parah jika di biarkan terlalu lama.


“Bagaimana keadaan istri saya dokter?” Tanya Erlan setelah dokter selesai memeriksa keadaan Lena.


Dokter cantik dengan rambut yang di Cepol tinggi itu tersenyum menatap Erlan yang terlihat sangat mengkhawatirkan Lena.


“Nyonya Harrison tidak apa apa. Tidak ada yang perlu di khawatirkan tuan. Memang sudah biasa ibu hamil akan mengalami pusing jika terlalu lelah beraktivitas.” Jawab dokter tersebut.


“Apa?” Erlan terkejut mendengar jawaban dokter tersebut. Erlan benar benar tidak mengerti dengan apa yang dokter tersebut bicarakan.


“Maksud dokter?” Tanya Erlan pelan.


“Nyonya Harrison sedang hamil. Usianya sudah menginjak 4 mingguan tuan.” Jawab dokter itu lagi.


Kedua mata Erlan membulat dengan sempurna. Lena kembali hamil anaknya, anak keduanya, calon adik Rezvan.


Tidak bisa membendung kebahagiaan yang sedang di rasakan nya. Erlan pun langsung bangkit dari duduknya. Pria itu menghampiri Lena yang masih duduk di brankar setelah di periksa oleh dokter. Lena juga mendengar dengan jelas apa yang dokter cantik itu katakan. Dan Lena merasa sangat bahagia karena kembali di percaya mengandung benih Erlan setelah hampir enam bulan usia Rezvan.


Erlan kemudian memeluk Lena erat. Pria itu juga menciumi seluruh wajah Lena tanpa sedikitpun merasa malu karena disana ada dokter yang tadi memeriksa keadaan Lena. Setelah menciumi seluruh bagian wajah istrinya, Erlan pun kembali memeluk Lena dengan erat dan penuh kasih sayang.


“Terimakasih Tuhan.. Terimakasih atas segala nikmat dan anugerah terindahmu yang selalu engkau limpahkan pada keluarga kecilku.” Batin Erlan penuh rasa syukur.


END

__ADS_1


__ADS_2