SAYANG

SAYANG
Episode 84


__ADS_3

Malam ini Erlan berniat mengajak Lena untuk makan malam di luar. Pria itu mengirimka pesan pada Lena untuk bersiap sementara dirinya sedang dalam perjalanan menuju pulang. Erlan benar benar ingin menikmati waktu berduanya bersama Lena dan memberikan kesan manis pada istri yang sangat di cintainya itu. Itu sebagai ungkapan rasa kebahagiaan Erlan karena penantian panjangnya untuk bisa memiliki Lena seutuhnya akhirnya terwujud.


Sementara di kamarnya, Lena sedang mematut dirinya di delan cermin. Lena memoles wajahnya dengan make up tipis tipis. Sementara panjangnya dia cepol agar simpel menurutnya. Untuk gaun yang dia kenakan, Lena memilih warna yang kalem yang menurutnya tidak terlalu berlebih di pandang mata.


Selesai memoles wajahnya dengan make up, Lena pun bangkit dari duduknya di kursi. Lena menatap penampilannya sendiri dari atas sampai bawah. Dia tersenyum merasa puas dengan hasil dandanan nya sendiri. Memang tidak sebagus dandanan perias handal, namun menurut Lena itu sudah cukup untuk menunjukan bahwa dirinya adalah istri dari seorang Erlan Dallin Harrison.


“Semoga saja Erlan suka dengan dandanan aku..” Gumam Lena menatap pantulan dirinya di cermin di depannya.


Lena menghela napas. Dia meraih ponsel yang ada di meja tempat peralatan make up tertata rapi disana. Lena tersenyum menatap jam yang tertera di layar menyala ponselnya. Lena yakin tidak sampai 20 menit lagi Erlan pasti akan sampai.


“Aku akan menyambutnya di depan.” Gumam Lena dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


Lena kemudian melangkah keluar dari kamarnya. Lena sangat tidak sabar menunggu reaksi Erlan jika melihatnya karena sebenarnya Lena juga sangat mengharapkan pujian dari suaminya itu.


“Selamat malam nyonya..” Sapa dua orang pelayan begitu Lena sampai di lantai satu rumah mewah itu.


“Ya.. Selamat malam juga.” Jawab Lena dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


Setelah menjawab sapaan ramah dari pekerja dirumahnya, Lena pun kembali melangkah menuju teras depan rumah. Begitu Lena muncul di pintu utama, Erlan juga turun dari mobilnya. Pandangan keduanya langsung bertemu. Sesaat Erlan terdiam menatap penampilan Lena yang sangat tidak biasa menurutnya. Padahal menurut Erlan tidak perlu berdandan pun Lena sudah cantik. Tapi Erlan juga tidak bisa munafik, Lena terlihat semakin cantik dan mengagumkan jika memoles wajahnya dengan make up. Rasanya Erlan tidak ingin memalingkan pandangan sedikitpun dari istri cantiknya itu.


Lena yang di tatap seperti itu oleh Erlan mendadak merasa malu. Wajahnya memanas sampai terasa ke telinga. Tatapan Erlan benar benar membuat Lena merasa salah tingkah.


Erlan menghela napas pelan kemudian melangkah mendekat pada Lena. Begitu sampai di depan Lena, Erlan di buat semakin kagum dengan kecantikan istrinya yang semakin terpancar jika di tatap dari jarak dekat.

__ADS_1


“Jangan menatapku seperti itu Erlan.. Aku malu..” Kata Lena sambil menundukan kepalanya merasa salah tingkah di tatap sedemikian intens nya oleh suaminya sendiri.


Erlan tersenyum geli mendengarnya. Tingkah Lena sangat menggemaskan bila sedang seperti itu.


“Kamu cantik banget sayang..” Puji Erlan meraih dagu Lena menyuruh dengan sangat lembut agar Lena membalas tatapannya.


Ketika tatapannya tepat mengenai mata Erlan, Lena pun terdiam mematung. Lena sendiri juga tidak bisa bohong. Suaminya begitu sangat sempurna dengan rupa tampan nya. Apa lagi Erlan juga selalu memperlihatkan senyuman manis padanya. Itu membuat ketampanannya semakin bertambah.


“Kita berangkat sekarang ya sayang...” Ajak Erlan. Pria itu semakin mendekatkan wajahnya pada Lena hingga Lena dapat merasakan napas lembut dan hangat Erlan di wajahnya.


Erlan melepaskan dagu Lena kemudian meraih tangan Lena, menggandengnya dengan lembut dan mengajaknya mendekat kearah mobil mewahnya.


Erlan membukakan pintu mobil untuk Lena dengan kata romantis yang dia ucapkan yang tentu saja membuat Lena tertawa dengan kebahagiaan yang memenuhi hatinya.


“Eum.. Nanti juga kamu tau sayang. Pokonya aku jamin kamu bakal seneng banget malam ini.” Jawab Erlan dengan penuh percaya diri.


Lena menyipitkan kedua matanya. Kemanapun Erlan mengajaknya sebenarnya Lena akan tetap merasa bahagia. Apa lagi Erlan juga selalu mengistimewakan nya.


“Bagaimana kalau aku tidak senang?” Tanya Lena meledek Erlan.


“Tentu saja aku akan mengusahakan kamu selalu senang dan bahagia saat bersamaku sayang. Apapun itu akan aku lakukan untuk kamu.” Senyum Erlan yakin.


Lena tertawa pelan. Erlan terlalu serius menanggapi ledekan nya. Tapi Lena tau itu Erlan lakukan demi untuk bisa membuatnya senang.

__ADS_1


“Baiklah baiklah.. Aku percaya sepenuhnya padamu tuan Harrison.”


Erlan tertawa geli. Pria itu kemudian segera menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan luas kediaman mewahnya.


Tidak ada obrolan apapun selama mereka dalam perjalanan menuju tempat yang di maksud oleh Erlan.


Lena menyenderkan kepalanya di bahu Erlan mencari kenyamanan yang pasti akan selalu dia dapatkan disana. Lena tidak menyangka jika lambat laun dirinya juga bisa mencintai Erlan. Cinta yang membuat Lena merasa sangat istimewa dengan segala kesederhanaan nya. Cinta yang juga tidak banyak menuntut pada Lena yang memang selalu tampil apa adanya. Cinta yang membuat Lena merasa sangat berharga.


“Erlan, jika aku mati duluan apakah kamu akan menikah lagi?” Entah kenapa Lena tiba tiba melontarkan pertanyaan yang membuat Erlan mengeryit.


“Kenapa nanya nya begitu hem?” Erlan balik bertanya dan sesekali mencium puncak kepala Lena yang bisa dengan mudah dia gapai.


“Jawab saja.” Tuntut Lena pelan.


Erlan menghela napas. Selama menikah dengan Lena, Erlan tidak pernah memikirkan hal hal ataupun kemungkinan buruk yang akan menghampirinya juga Lena. Karena yang selalu Erlan pikirkan adalah bagaimana caranya membuat Lena betah dan nyaman berada dalam pelukannya. Karena Erlan sendiri sangat yakin bahwa Lena memang jodoh yang Tuhan takdirkan untuk bersamanya selamanya.


“Jujur sayang, aku sedikitpun tidak pernah memikirkan hal hal buruk yang akan menimpa kita. Aku terlalu bahagia sehingga yang aku pikirkan setiap hari hanya bagaimana caranya aku membuat kamu bahagia di samping aku. Yah.. Meskipun aku juga sadar cobaan itu pasti akan datang menghampiri. Tapi aku juga selalu aku pasti bisa menghadapinya dengan tenang.” Ujar Erlan pelan dengan pandangan tetap fokus pada jalanan yang sedang di lewatinya dengan Lena sekarang.


“Tapi kalau untuk masalah kematian, kayanya aku dulu deh yang akan lebih dulu mati dari pada kamu sayang. Karena aku nggak akan pernah bisa tanpa kamu. Aku akan mati kalau sampai kamu pergi dari aku..” Lanjut Erlan.


Lena tertawa mendengarnya. Erlan selalu saja mengatakan sesuatu dengan sangat berlebihan meski memang cukup romantis.


“Huu.. Dasar raja gombal.” Ejek Lena merasa geli.

__ADS_1


Erlan ikut tertawa. Meski mungkin Lena menganggap apa yang dia katakan adalah sebuah gombalan, tapi Erlan benar benar mengatakan itu dari hati. Karena memang Erlan merasa tidak akan bisa hidup lagi jika tanpa Lena di sampingnya.


__ADS_2