
Pagi ini tidak ada obrolan apapun di meja makan. Namun itu tidak membuat Lena merasa canggung sedikitpun. Lena tetap melayani Erlan di meja makan dengan baik tidak perduli dengan tatapan sinis Natasha padanya. Lena selalu meyakinkan dirinya sendiri selama apa yang dia lakukan bukan suatu yang salah, Lena tidak perlu merasa takut.
“Erlan, mungkin lusa Daddy sama Mommy akan pulang ke Amerika.” Ujar tuan besar Harrison.
Erlan dan Lena yang sedang mengunyah makanan dalam mulutnya seketika berhenti. Keduanya saling menatap satu sama lain kemudian kompak menatap pada tuan Harrison.
“Baiklah.. Kalau aku nggak sibuk, aku dan Lena akan mengantar kalian berdua ke bandara.” Balas Erlan dengan tenang.
Natasha berdecak. Wanita itu tidak menyangka bahkan Erlan dan Lena sama sekali tidak ada basa basi untuk mencegah kepulangannya dan suaminya ke Amerika. Itu benar benar sangat keterlaluan menurut Natasha. Erlan terlalu memihak pada Lena sampai melupakan jasa kedua orang tuanya sendiri.
Natasha akui dirinya memang bukan mommy kandung Erlan. Tapi selama menjadi nyonya di keluarga Harrison, Natasha tulus mengabdikan hidupnya untuk tuan besar Harrison. Bahkan Natasha tidak keberatan meski saat hamil besar harus mengurus Erlan yang saat itu sedang sangat aktif bergerak kemana mana.
“Awas saja kamu Lena. Jangan kamu harap bisa menguasai Erlan.” Batin Natasha penuh rasa benci menatap pada Lena.
Setelah selesai sarapan, Erlan pun pamit pada Lena untuk berangkat ke kantor. Dan seperti biasanya, ciuman lembut di kening Lena serta kata cinta dari Erlan menjadi amanah yang harus di emban oleh Lena selama Erlan tidak ada disampingnya.
Sedangkan tuan Harrison, dia juga pamit untuk pergi pagi ini. Dia mengatakan akan menemui teman lamanya pada Natasha. Namun tuan Harrison tidak mengatakan dia akan pergi kemana. Hal itu membuat Natasha merasa aneh dan curiga karena tidak biasanya tuan besar Harrison tidak mengajaknya jika ingin bertemu dengan teman lama.
Karena merasa ada yang tidak beres, Natasha pun memutuskan untuk mengikuti suaminya. Wanita itu memesan taksi online yang kebetulan saat itu di dengar langsung oleh Lena.
Lena yang awalnya bersikap masa bodoh mendadak menjadi khawatir pada mommy sambung suaminya itu. Lena khawatir apa yang dia rasakan juga di rasakan oleh Natasha.
Tidak ingin apa yang dia rasakan di rasakan juga oleh wanita lain apa lagi mommy mertuanya, Lena pun memutuskan mengikuti kemana Natasha akan pergi dengan mengajak satu body guard. Lena juga mengirim pesan lebih dulu pada Erlan sebelum pergi namun Erlan tidak membacanya karena sedang fokus dengan pekerjaannya.
__ADS_1
“Kita mau kemana nyonya?” Tanya body guard saat Lena sudah duduk tenang di kursi belakang.
“Kita kejar taksi online yang membawa mommy tadi. Cepat yah..”
“Baik nyonya.” Angguk si body guard menurut saja.
Awalnya tidak ada yang mencurigakan saat Lena mengikuti taksi online tersebut. Karena ternyata taksi online yang Natasha tumpangi mengarah ke pemakaman umum tempat mommy kandung Erlan di makamkan. Disana Natasha turun kemudian masuk ke area pemakaman.
Sementara Lena, dia tetap duduk tenang di dalam mobil menunggu Natasha keluar. Sekitar setengah jam menunggu akhirnya tuan besar Harrison keluar dari area pemakaman. Hal itu membuat Lena sempat kebingungan namun akhirnya Lena mengerti dan mengambil kesimpulan mungkin daddy mertuanya itu baru saja berziarah ke makam mendiang istri pertamanya.
Disana tuan Harrison tampak berdiri di depan area pemakaman sambil memainkan ponselnya. Dan tidak lama datang taksi online yang menjemputnya.
Lena sempat kebingungan kenapa kedua mertuanya malah lebih memilih memesan taksi online sedang di rumah banyak mobil Erlan yang nganggur.
“Tunggu sampai mommy keluar dari pemakaman baru setelah itu kita pulang.” Jawab Lena tenang.
Dan benar saja, tidak lama kemudian Natasha pun keluar. Lena menebak Natasha juga sedang memesan taksi online saat memainkan ponsel di tanganya karena tidak lama juga datang mobil yang berhenti tidak jauh dari Natasha.
Seseorang berpakaian serba hitam turun dari mobil dan mendekat pada Natasha. Mereka sempat berbincang sebentar sebelum akhirnya pria itu melakukan sesuatu yang berhasil membuat kedua mata Lena membulat seolah akan keluar dari tempatnya.
Pria berpakaian serba hitam itu membekap mulut Natasha dan memaksa Natasha yang terus memberontak untuk ikut masuk ke dalam mobilnya.
“Ya Tuhan..”Lirih Lena merasa sangat takut juga terkejut.
__ADS_1
“Nyonya itu..”
“Kita ikuti mobil itu. Saya akan menghubungi Erlan dan daddy. Cepat ya..” Sela Lena yang sudah dirundung rasa takut dan khawatir.
“Baik nyonya..” Jawab tegas si body guard.
Sekitar satu jam mobil yang membawa Natasha terus kejar kejaran dengan mobil yang di kendarai oleh Lena dan body guard yang mengemudikan mobilnya. Selama itu pula Lena selalu berusaha menghubungi Erlan juga daddy mertuanya. Namun baik Erlan maupun daddy nya sama sekali tidak mengangkat telepon atau membalas pesan dari Lena. Hal itu membuat Lena semakin merasa takut dan khawatir hingga tanpa sadar Lena menangis terisak.
Body guard yang terus berusaha mengejar mobil tersebut dibuat ketar ketir. Apa lagi mobil yang membawa Natasha mengarah ke jalanan yang sepi kendaraan hingga akhirnya berhenti tepat di jalanan sepi di tepi jurang.
Lena dan body guard itu sudah tidak punya lagi pilihan. Mereka sama sama keluar dari mobil untuk menyelamatkan Natasha yang sedang dalam keadaan bahaya.
“Sebaiknya nyonya di dalam mobil saja. Biar saya yang mengikuti orang itu dan nyonya Natasha.” Ujar body guard itu menyarankan pada Lena.
“Enggak. Saya mau memastikan sendiri mommy baik baik saja. Kamu tidak perlu khawatir. Saya bisa menjaga diri saya sendiri.” Balas Lena sambil mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya.
“Tapi nyonya..”
“Ayo.. Saya tidak mau kita ketinggalan. Mommy harus baik baik saja. Saya sudah mengirim pesan pada Erlan dan daddy. Tidak perlu khawatir. Erlan dan daddy pasti akan segera kesini.” Sela Lena yakin.
Body guard itu tidak bisa mencegah karena bahkan Lena melangkah lebih dulu dari body guard itu mengikuti si penculik yang menyeret Natasha dengan paksa menjauh dari mobil yang digunakan untuk membawa Natasha ke arah hutan. Hal itu membuat si body guard tidak punya pilihan. Apa lagi sekarang Natasha sudah dibawa oleh dua pria yang tidak di kenal itu karena mereka menggunakan penutup kepala.
Body guard itu mengikuti langkah Lena dengan sangat siaga. Dalam hati dia merutuki dirinya sendiri karena lupa membawa senjata yang biasanya dia bawa untuk melindungi Erlan atau siapapun yang dia kawal.
__ADS_1
“Hati hati nyonya..” Katanya memperingati Lena.