
“Ekhem !!”
Suara deheman keras Alex membuat perhatian Melisa dan Alvin teralihkan. Melisa terkejut melihat Alex yang tiba tiba muncul di depan nya. Berbeda dengan Alvin yang tetap terlihat santai karena tidak tau siapa Alex untuk Melisa.
“Pak Alex..” Gumam Melisa menelan ludah. Rasanya sudah lama sekali Melisa tidak bertatap muka secara langsung dengan Alex. Tepatnya setelah Melisa mengundurkan diri sebagai sekrtaris Alex. Dan sekarang pria itu muncul di hadapan nya dengan gaya arogan nya seperti biasa.
“Kamu kenal sama dia Sa?” Tanya Alvin yang mendengar Melisa menggumamkan nama Alex.
Melisa tergagap sesaat. Mendadak rasa takut merayapi hatinya. Melisa takut Alex berbicara yang tidak tidak di depan Alvin. Apa lagi Melisa juga sudah sangat hapal bagaimana Alex yang selalu menghina dan merendahkan marbatabatnya sebagai seorang wanita.
“Ya.. Dia pak Alexander. Mantan bos aku dulu.” Jawab Melisa pelan.
Alvin menganggukkan kepalanya mengerti. Dengan senyuman yang menghiasi bibirnya, Alvin pun kemudian menyodorkan tangan nya berniat untuk memperkenalkan diri pada Alex.
Namun respon Alex benar benar di luar dugaan Alvin. Alex sama sekali tidak menyambut uluran tangan Alvin. Sebaliknya, pria itu malah tersenyum sinis dan menatap remeh pada Alvin.
“Saya Alvino Putra. Saya juga adalah teman masa sekolah Melisa.” Ujar Alvin memperkenalkan dirinya pada Alex.
Alex menatap sebentar pada tangan Alvino yang mengudara di depan nya kemudian beralih menatap pada Melisa yang hanya diam berdiri di samping Alvino.
“Jadi ini alasan kamu mengundurkan diri dari perusahaan Melisa?”
__ADS_1
Kedua mata Melisa melebar mendengar apa yang Alex katakan. Melisa benar benar tidak tau kenapa Alex berkata seperti itu padanya.
“Apa maksud anda pak?” Tanya Melisa bingung.
Alex tersenyum sinis. Dia menatap dari atas sampai bawah penampilan sederhana Melisa. Dan tatapan Alex langsung membuat Melisa merasa waspada. Melisa langsung menggeser tubuhnya bersembunyi di balik punggung Alvino yang berhasil membuat Alvino kebingungan kemudian langsung menarik kembali tangan nya yang mengudara di depan Alex.
“Ada apa Melisa?” Tanya Alvino bingung juga khawatir secara bersamaan.
Melisa hanya diam saja. Tatapan Alex membuat Melisa merasa trauma. Apa lagi mengingat Alex yang dulu selalu menindas dan menghinanya.
“Dengar Melisa, saya bisa memberikan apapun yang kamu mau. Kalau kamu sudah merasa bosan dengan dia kamu bisa datang padaku. Kita bisa bermain lagi seperti dulu.” Ujar Alex yang kemudian berlalu begitu saja.
Melisa memejamkan kedua matanya mendengar itu. Ucapan Alex membuatnya merasa sangat terhina. Melisa akui dulu dirinya memang sering di beri bonus oleh Alex karena hampir setiap hari Alex berbuat semaunya padanya. Tapi sedikitpun Melisa tidak pernah menginginkan hal itu. Melisa ingin bisa lepas dari Alex sejak dulu. Tapi begitu dirinya berhasil lepas dan mulai merasa hidup dengan tenang Alex justru kembali datang dan mengucapkan kata yang tidak pantas di depan Alvino, teman sekolah Melisa dulu.
“Sudah, tidak perlu di dengarkan. Anggap saja angin lalu Sa. Pokonya yang kamu harus tau kamu bisa menghubungi aku kapanpun kamu membutuhkan aku.” Kata Alvino.
Melisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia lalu keluar dari persembunyian nya di balik punggung Alvino. Melisa menatap mobil Alex yang berada tidak jauh dari kediaman nya. Tiba tiba Melisa teringat akan jasa Alex yang pernah membantu membuayai rumah sakit teman sekelas David yang David pukuli karena menghinanya. Melisa menghela napas pelan. Dia yakin tabungan nya sudah lebih dari cukup untuk mengganti uang yang pernah Alex keluarkan untuk biaya rumah sakit teman David dulu.
“Sa.. Kamu nggak papa kan?” Tanya Alvin menyentuh lembut bahu Melisa.
Melisa menoleh dan menatap wajah tampan Alvin. Melisa akui Alvino memang tidak setampan Alex. Tapi Melisa berani menjamin Alvin jauh lebih baik dari Alex.
__ADS_1
“Ya.. Aku nggak papa kok.” Senyum Melisa dengan menganggukkan kepalanya.
Alvin tersenyum merasa lega mendengarnya. Pria itu merasa dirinya harus lebih bisa menjaga Melisa mulai saat ini.
“Ya sudah lebih baik sekarang kamu masuk. Kalau mantan bos kamu datang lagi kesini kamu bisa hubungi aku. Kamu nggak usah takut. Aku akan berusaha menjaga kamu dari siapapun termasuk mantan bos kamu yang aneh itu. Oke?”
Melisa tertawa geli mendengar apa yang Alvin katakan. Sejak dulu Alvin memang selalu baik padanya.
“Iya makasih yah.. Ya sudah kalau begitu aku masuk yah.. Makasih untuk traktiran nya tadi. Dan terimakasih juga untuk orderan nya.”
“Ssht.. Sudah sudah nggak usah ngomong yang nggak penting. Mending sekarang kamu masuk ke rumah. Dari pada nanti mantan bos kamu yang sok keren itu kembali lagi.” Ujar Alvin yang merasa Melisa tidak perlu berterimakasih padanya.
“Hahaha.. Oke oke, kamu hati hati di jalan ya.. Aku masuk.” Tawa Melisa yang menurut saja lalu masuk ke dalam rumah menuruti apa yang Alvin katakan.
Alvin menghela napas setelah Melisa masuk ke dalam rumahnya. Pria itu menatap ke sekitar kediaman Melisa memastikan Alex sudah benar benar tidak ada lagi. Setelah dirasa aman, Alvin pun melangkah berlalu dark teras depan rumah Melisa. Dia merogoh saku celana bahan warna hitam pekatnya meraih ponsel untuk memesan taksi online yang akan membawanya kembali menuju perusahaan yang di pimpin nya.
Sedangkan Melisa, dia menatap Alvin dari jendela kaca rumahnya. Seulas senyum terukir di bibirnya. Kilasan masa lalu kedekatan nya dengan Alvin dulu kembali membayanginya membuat Melisa terlena sesaat. Mereka berdua memang sangat dekat dulu hingga akhirnya mereka harus berpisah setelah hari kelulusan karena Alvin yang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Saat itu tidak ada janji apapun yang mereka ucapkan. Hanya ada salan perpisahan biasa dimana mereka berdua juga tidak pernah berangan angan akan bisa kembali di pertemukan. Dan ternyata Tuhan begitu sangat baik karena mempertemukan mereka berdua lagi hingga kini keduanya kembali dekat. Namun tiba tiba wajah tampan dengan ekspresi dingin Alex muncul dan membuyarkan lamunan indah masa lalu Melisa dengan Alvin.
Melisa menggelengkan kepalanya membuang jauh jauh pemikiran nya tentang Alex. Hidupnya sudah tenang karena jauh dari Alex. Dan Melisa tidak ingin kembali tertekan karena Alex yang memang selalu bertindak sesuka hatinya. Apa lagi di tambah dengan Alex sudah menikah dengan Sherin yang menganggap Melisa berniat merebut Alex darinya.
“Hiii.. Amit amit deh kalau sampai aku beneran ada rasa sama laki laki brengsek seperti Alexander itu. Mending juga Alvin yang jauh lebih dari segala sisi.” Geleng Melisa merasa enggan jika harus jatuh cinta pada sosok kejam Alex.
__ADS_1