SAYANG

SAYANG
Episode 218


__ADS_3

“Jadi sekarang kamu sama Kenzie sudah?”


Sasha menganggukkan kepalanya malu malu menjawab pertanyaan Lena. Sore ini dia memang sengaja menyempatkan datang ke kediaman Harrison untuk bertemu dengan Lena dan bercerita tentang dirinya dan Kenzie yang sudah resmi berpacaran. Sasha memang sengaja tidak langsung menceritakan nya pada Lena tepat setelah mereka jadian. Dan setelah beberapa Minggu Sasha baru berani untuk mengungkapkan segalanya pada Lena.


“Ya ampun.. Selamat ya Sha. Aku sebagai teman kamu ikut merasa senang dengan kabar ini. Aku berharap hubungan kalian langgeng sampai ke jenjang yang lebih serius ya...” Senyum lebar Lena merasa ikut senang dengan kabar resminya hubungan Kenzie dan Sasha.


“Aamiiin.. Makasih banyak ya Len do'anya. Makasih juga karena kamu sudah bantu aku buat ngedapetin kerjaan baru. Bahkan sekarang aku satu perusahaan lagi sama Kenzie. Aku nggak tau bagaimana caranya balas kebaikan kamu Len. Aku hanya bisa mendoakan segala yang terbaik akan selalu mengelilingi kehidupan kamu selamanya.” Kata Sasha yang merasa banyak berhutang kebaikan pada Lena.


Lena tertawa mendengarnya.


“Amiinn aminn.. Itu kan gunanya teman Sha.. Pokonya kamu nggak usah sungkan cerita sama aku kalau kamu lagi ada masalah. Aku akan sebisa mungkin bantu kamu. Oke?”


Sasha menganggukkan kepalanya. Wanita itu tidak tau akan bagaimana nasibnya setelah di keluarkan dari perusahaan Alex jika tidak ada Lena yang membantu nya untuk masuk ke perusahaan Erlan. Perusahaan yang memang sudah punya nama di mata publik.


“Sebenarnya aku jadian sama Kenzie itu udah lama Len.. Ya udah beberapa Minggu sih bahkan hampir satu bulan. Tapi aku masih malu buat cerita sama kamu. Dan setelah aku pikir pikir aku merasa nggak bisa aja menahan semuanya sendiri. Aku ingin ada orang lain yang tau bahwa aku sedang sangat bahagia dengan hubungan ku dan Kenzie.” Kata Sasha.


Lena terkikik geli. Lena tentu saja tau bagaimana Sasha yang memang tidak mudah terbuka jika sudah menyangkut urusan hati. Dan sekarang, dengan terbukanya Sasha saja tentang hubungan nya dan Kenzie itu merupakan sebuah kemajuan yang pesat dari sikap Sasha.


“Iya.. Aku maklum kok Sha.. Yang penting sekarang kamu sudah menemukan orang yang tepat ya Sha.. Aku yakin Kenzie itu adalah orang yang baik. Dia adalah laki laki yang bertanggung jawab.”


“Ya.. Semoga aja ya Len. Do'akan ya...”


“Itu pasti..” Angguk Lena dengan mantap.


“Permisi nyonya...”


Suara si mbok membuat Lena dan Sasha langsung menoleh dengan kompak. Mereka berdua yang sedang duduk di balkon lantai dua beralaskan karpet sambil menikmati angin sore itu menatap pada si mbok yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu.


“Ya mbok.. Ada apa?” Tanya Lena dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


“Maaf mengganggu nyonya, tapi di bawah ada nyonya Melisa. Katanya dia ingin bertemu dengan nyonya.”

__ADS_1


Mendengar itu Lena melirik pada Sasha yang tampak biasa saja kali ini. Lena tau bagaimana sensitif nya Sasha jika sudah menyangkut dengan Melisa. Yah, meskipun Melisa sudah memperlihatkan sikap baiknya namun sepertinya Sasha masih belum bisa menerima kebaikan itu.


“Ya sudah mbok, suruh kak Melisa kesini saja ya..”


“Baik nyonya.”


Si mbok kemudian berlalu kembali dari balkon lantai dua. Sedangkan Lena, dia menatap Sasha yang sedang mengajak Rezvan berceloteh. Lena sebenarnya merasa tidak enak jika harus menyatukan Sasha dan Melisa dalam satu obrolan. Namun jika harus menyuruh Sasha pulang dan menerima Melisa juga tidak mungkin. Apa lagi jika harus menyuruh si mbok berbohong dengan mengatakan dirinya sedang tidak ada di rumah pada Melisa, itu jauh lebih tidak mungkin lagi.


“Eum.. Sha, nggak papa kan?” Tanya Lena pelan dan hati hati.


Sasha menoleh menatap pada Lena kemudian tersenyum.


“Memangnya kenapa? Melisa kan juga tamu kamu. Nggak baik dong kalau menolak tamu.” Jawab Sasha yang juga bertanya.


Lena menghela napas.


“Maksud aku kamu nggak papa kalau ada kak Melisa disini?” Tanya Lena memperjelas maksudnya.


“Ya nggak papa lah Len. Udah tenang aja. Aku fine kok. Kan kita semua teman.” Senyum Sasha manis.


Lena menghela napas merasa sangat lega mendengarnya. Wanita itu berharap hubungan mereka bertiga bisa benar benar akrab dan baik.


Tidak lama kemudian, datanglah Melisa dengan senyuman lebarnya. Wanita itu langsung menubruk Rezvan yang memang sudah terbiasa dengan kehadirannya. Balita yang sudah genap empat bulan itu bahkan tidak menangis saat Melisa menggendongnya. Sebaliknya, Rezvan begitu sangat excited saat berada di gendongan Melisa.


“Hay Sha.. Kamu apa kabar?” Sapa Melisa yang kemudian menanyakan kabar Sasha.


“Hay juga. Kabarku seperti yang kamu lihat. Aku sangat baik baik saja.” Jawab Sasha dengan senyuman lebarnya memperlihatkan gigi gingsulnya.


“Syukurlah kalau begitu. Kalau kamu Lena, aku tau kabar kamu akan selalu baik baik saja setiap hari. Jadi aku pikir aku tidak perlu menanyakan kabar kamu bukan?” Ujar Melisa bercanda.


Lena tertawa mendengarnya, begitu juga dengan Sasha. Apa yang Melisa katakan memang benar. Keadaan Lena akan selalu baik baik saja setiap hari karena selalu mendapatkan cinta yang melimpah dari Erlan juga keluarga nya. Itu memang sudah bukan lagi rahasia. Bahkan kebahagiaan yang Lena alami juga di rasakan oleh semua orang yang mendengarnya.

__ADS_1


“Aku setuju Mel. Orang baik memang akan selalu bahagia.” Tambah Sasha yang merasa sependapat dengan Melisa.


“Ya Sha.. Kita harus banyak belajar dari Lena seperti nya.” Angguk Melisa dengan mantap.


Lena menggelengkan kepala dengan sisa tawanya. Wanita itu sedikitpun tidak pernah merasa sebaik apa yang Melisa dan Sasha katakan. Karena Lena hanya melakukan apa yang memang sudah seharusnya dia lakukan. Membantu sesama dan hidup rukun dan bersahabat dengan siapa saja itu menyenangkan menurutnya.


Sore itu mereka bertiga mengobrol dengan begitu asik. Tidak ada lagi sikap sinis Sasha pada Melisa. Dia benar benar menerima kebaikan Melisa seperti Lena. Ketiganya mengobrol dengan begitu akrab, santai, juga di sertai canda tawa. Hingga akhirnya Erlan pun pulang yang membuat Melisa dan Sasha akhirnya memutuskan untuk pulang. Mereka berdua tentu tidak mau mengganggu waktu keluarga kecil Lena dan Erlan. Karena memang mereka hanya bisa intim bersama saat sore sampai malam. Sedang untuk siangnya Erlan harus bekerja di perusahaan.


“Kayaknya tadi ngobrol nya serius dan asik banget sama Melisa dan Sasha?” Tanya Erlan menghampiri Lena yang sedang duduk sambil mengajak putra mereka berceloteh.


Lena tertawa mendengarnya. Lena sendiri tidak menyangka dirinya akan bisa akrab dengan Sasha juga Melisa. Dua orang yang dulu tidak dekat dengan nya. Sedang orang yang sangat dekat dan sudah seperti saudara bagi Lena malah mengkhianati nya bahkan sekarang sudah tidak ada lagi di dunia ini. Yah, hidup memang penuh misteri dan teka teki. Apa yang menurut kita baik dan pantas belum tentu baik selamanya. Dan apa yang menurut kita buruk bahkan tidak pantas belum tentu juga akan seperti itu.


“Jujur, aku juga nggak nyangka bisa begitu dekat dengan mereka berdua. Padahal dulu kami tidak sedekat itu. Bahkan kak Melisa juga sangat sinis dan angkuh saat kami masih sama sama menjadi karyawan di perusahaan Alex. Tapi yah.. Selalu ada kejutan tidak terduga dalam kehidupan kita bukan?”


Erlan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Namun bagi Erlan apa yang Lena katakan tentang kejutan dalam kehidupan itu tidak sepenuhnya bisa di benarkan. Karena memang pada dasarnya Tuhan tidak mungkin menakdirkan kebaikan untuk orang yang tidak berkelakuan baik. Adapun kebaikan demi kebaikan yang di rasakan istrinya sekarang juga pasti karena kebaikan yang Lena tanam sebelumnya.


“Ah ya, kamu sudah tau belum kalau ternyata Kenzie dan Sasha itu sekarang pacaran loh.” Ujar Lena yang kemudian mengalihkan topik pembicaraan dengan menyinggung tentang Kenzie dan Sasha.


Erlan tersenyum manis kemudian menganggukkan kepalanya.


“Tentu saja, mereka sudah lama pacaran. Mungkin sudah hampir sebulan ini sayang.” Jawan Erlan.


“Kok kamu tau?” Tanya Lena mengernyit penasaran.


“Tentu saja. Kenzie menceritakan sama aku setelah dia berhasil mengungkap kan perasaan nya pada Sasha. Kamu tau sayang, Sasha membuat Kenzie hampir gila saat itu. Dia bahkan sampai lalai dengan pekerjaan nya. Aku tentu saja tidak mau kalau sampai Kenzie mencampurkan urusan hati dan pekerjaan. Itu akan sangat fatal akibatnya untuk segala sisi. Jadi aku memberikan Kenzie waktu untuk menemui Sasha di pagi menjelang siang itu. Dan yah, Kenzie kembali dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya. Dia juga berterimakasih sama aku karena aku memberikan nya waktu untuk menemui Sasha.”


“Oh ya? Ya ampun.. Suaminya aku baik banget.” Senyum Lena merasa sangat takjub dengan kemurahan hati suaminya.


“Bisa aja kamu mujinya. Kalau begitu di kiss dong suami baiknya biar tambah baik.” Ujar Erlan mencari kesempatan.


“Yee.. Maunya..” Sorak Lena tertawa merasa geli dengan tingkah suaminya.

__ADS_1


Erlan ikut tertawa. Pria itu sebenarnya juga banyak belajar dari Lena. Kemurahan dan kebaikan hati Lena bukan hanya membuat Erlan selalu jatuh cinta setiap saat. Tapi juga menjadi inspirasi bagi Erlan setiap melakukan kebaikan pada siapapun.


__ADS_2