SAYANG

SAYANG
Episode 176


__ADS_3

Menjelang subuh Erlan terpaksa harus bangun karena kedatangan kedua orang tuanya dari luar negeri. Namun untuk membangunkan Lena rasanya Erlan sangat tidak tega. Apa lagi Lena juga sering terbangun untuk menyusui Rezvan yang sering kali menangis dan terbangun di tengah malam.


Pelan pelan Erlan turun dari ranjang. Dia melangkah dengan sangat hati hati agar tidak mengganggu tidur lelap istrinya. Erlan juga membuka pelan pintu kamar mereka untuk keluar guna menyambut kedatangan kedua orang tuanya.


Begitu sudah berada di luar kamar, Erlan pun mempercepat langkah nya dan menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai bawah untuk menemui keduanya.


“Mom.. Dad..” Senyum Erlan begitu mendapati keduanya sedang menikmati secangkir teh hangat juga cemilan ringan.


Erlan bisa menebak mungkin keduanya kelaparan juga kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari luar negeri.


“Hey anaknya mommy...” Natasha bangkit dari duduknya dengan sangat antusias. Wanita itu tersenyum begitu sangat bahagia sembari mencegah langkah Erlan lalu kemudian memeluknya dengan penuh kasih sayang.


Erlan yang mendapatkan pelukan hangat penuh kasih dari mommy sambungnya tersenyum dan segera membalas pelukan itu. Erlan sangat senang karena kembali menemukan Natasha yang dulu. Yang penuh kasih dan kelembutan sebagai mommy nya.


Sedangkan tuan besar Harrison. Pria itu hanya tersenyum saja sembari menggelengkan kepalanya. Natasha memang sangat antusias dan sangat tidak sabar ingin cepat cepat sampai di jakarta saat dalam perjalanan. Bahkan saat baru keluar dari kediaman nya di Amerika, Natasha begitu heboh berpamitan pada kedua anak nya yang lagi lagi memang tidak bisa ikut serta karena alasan sekolah yang tidak bisa mereka tinggalkan.


Tuan besar Harrison bangkit dari duduknya di sofa kemudian ikut melangkah mendekat pada Erlan dan Natasha yang masih berpelukan.


“Mommy benar benar bangga sama kamu sayang.. Kamu sudah menjadi seorang Daddy sekarang.” Kata Natasha di balik punggung Erlan.


Erlan hanya tersenyum saja. Erlan sendiri juga tidak menyangka dirinya akan secepat itu menjadi seorang Daddy.


Natasha kemudian melepaskan pelukannya. Wanita itu menangkup kedua pipi tirus Erlan dengan penuh rasa bangga.

__ADS_1


“Kamu anak mommy.. Anak kesayangan mommy.” Lirih Natasha tulus dari hati.


“Ya mom..” Balas Erlan percaya.


Natasha mungkin memang selalu ingin di dengarkan. Semua kemauan nya harus di setujui oleh siapapun. Itulah sebabnya Erlan sering memberontak. Karena memang apa yang menurut Natasha baik tidak selalu baik juga menurut Erlan.


“Mommy minta maaf...”


“Sshhtt.. Semuanya sudah berlalu kan mom? Yang penting sekarang mommy sama Daddy sudah merestui pernikahan Erlan dan Lena. Itu sudah lebih dari cukup membuat Erlan bahagia. Jadi mommy tidak perlu lagi mengingat apa yang sudah berlalu.” Sela Erlan dengan senyuman di bibirnya. Erlan benar benar tidak ingin menyimpan dendam pada siapapun apa lagi pada Natasha, mommy nya sendiri. Erlan ingin hidup tenang bahagia juga damai tanpa ada sedikitpun rasa benci di hatinya pada siapapun.


“Erlan benar Natasha, kamu tidak perlu lagi mengingat yang sudah berlalu. Yang penting kedepan nya kamu dan terutama kita semua harus berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi.” Timpal tuan besar Harrison yang setuju dengan apa yang di katakan oleh putra sulungnya bersama mendiang istri pertamanya.


Natasha tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tidak menyimpan rasa benci pada siapapun memang membuat nya merasa hidup tenang dan tentram.


“Sebenarnya kalau boleh jujur, mommy sudah kangen sekali pada Lena. Mommy juga ingin sekali menggendong dan mencium cucu pertama mommy, Rezvan. Tapi ya sudahlah. Mommy tau kok Lena pasti sangat kelelahan sejak kelahiran Rezvan.” Ujar Natasha dengan helaan napas pelan nya.


Erlan tersenyum mendengar nya. Pria itu kemudian membiarkan kedua orang tuanya berlalu. Setelah memastikan keduanya masuk ke dalam kamar yang ada di lantai satu rumah nya, Erlan pun kembali naik ke lantai dua menuju kamarnya. Masih ada waktu satu jam untuk dirinya tidur sebelum pagi benar benar datang.


Saat pagi datang bahkan matahari pun sudah mulai memperlihatkan sinarnya, Lena pun bangun dan bergegas membersihkan diri sebelum Rezvan terbangun. Karena jika Rezvan sudah terbangun, Lena tidak akan bisa melakukan apa apa. Bayi tampan itu selalu ingin bersamanya.


Erlan yang juga sudah bangun pun mengalah untuk lebih dulu menjaga Rezvan sementara Lena membersihkan diri. Erlan belum memberitahu Lena tentang kedatangan mommy dan Daddy nya. Pria itu sengaja ingin memberikan kejutan pada istri tercintanya.


“Hey jagoan Daddy, kamu tau tidak? Grandma dan grandpa datang loh. Mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kamu.” Erlan menatap wajah tampan putranya yang masih terlelap dengan tenang sembari bergumam memberitahu putranya tentang kedatangan kedua orang tuanya. Menggelikan memang karena Rezvan saja masih tenang memejamkan kedua matanya. Kalaupun memang Rezvan sudah terbangun, bayi itu juga belum tentu tau apa yang Erlan katakan.

__ADS_1


“Nanti kalau mereka gendong kamu, kamu jangan nangis ya. Jagoan Daddy nggak boleh cengeng. Kan nanti kita harus bekerja sama untuk jagain mommy. Jadi kamu harus tangguh dan kuat. Oke?” Ujar Erlan lagi.


Jika saja Lena mendengar apa yang Erlan katakan pada Rezvan, Lena pasti akan tertawa karena kekonyolan suaminya itu. Bagaimana mungkin seorang pria yang pintar dan cerdas seperti Erlan begitu konyol mengajak putranya yang belum genap berusia satu Minggu itu berbicara.


Tidak lama kemudian Lena keluar dari kamar mandi dengan rambut yang di gulung handuk putih. Lena sudah mengenakan dress rumahan warna orange berlengan pendek dan hanya sebatas lutut panjangnya. Penampilan yang jauh dari kata glamour namun tetap terlihat manis.


“Makasih sudah jagain Rezvan selama aku mandi..” Senyum Lena mendekat pada Erlan yang duduk disamping Rezvan yang terlelap diatas ranjang mereka.


“Tidak perlu berterimakasih sayang.. Aku hanya sedang berusaha menjalankan peranku sebagai Daddy yang baik.” Balas Erlan yang membuat Lena menganggukkan kepala dengan senyuman yang terus menghiasi bibirnya.


“Ya sudah kalau begitu lebih baik kamu mandi.”


“Oke...”Angguk Erlan yang kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar mandi.


Baru saja Erlan masuk ke dalam kamar mandi, terdengar suara ketukan pintu yang membuat Lena langsung melangkah menuju pintu kamar untuk membukanya. Lena berpikir mungkin yang berada di balik pintu kamarnya adalah si mbok yang akan memberitahu tentang sarapan pagi yang sudah di siapkan di meja makan. Namun begitu pintu dia buka bukan sosok si mbok yang berdiri disana, melain Natasha, mommy mertuanya.


“Mommy?” Kejut Lena menatap sosok cantik Natasha yang tersenyum manis padanya.


Natasha langsung berhambur memeluk Lena dengan erat. Hampir satu tahun tidak bertemu dengan Lena membuatnya merasa sangat rindu.


“Mommy kangen banget sama kamu sayang...” Bisik Natasha di balik punggung Lena.


Lena perlahan tersenyum mendengar nya. Dia kemudian membalas pelukan Natasha. Natasha benar benar sudah berubah. Dia tidak lagi menatap Lena sinis. Sebaliknya, Natasha terlihat sangat menyayangi Lena seperti harapan Erlan.

__ADS_1


__ADS_2