SAYANG

SAYANG
Episode 181


__ADS_3

Alex mencengkram erat stir mobilnya saat mendapati Alvin dan David yang sedang berbaring bersama di teras depan rumah. Di malam yang sudah larut itu Alex memang sengaja datang untuk mengawasi kediaman Melisa. Namun apa yang di lihatnya justru membuat Alex merasa sangat kesal. Alvin masih berada disana bahkan terlihat sangat akrab dengan David adik Melisa.


“Tidak semudah itu kamu lepas dariku Melisa. Siapapun tidak akan bisa memiliki kamu.” Gumam Alex emosi.


Ya, sampai sekarang Alex memang masih berharap bisa memiliki Melisa. Alex bahkan sering mengawasi Melisa diam diam.


Ketika Alex hendak turun untuk menghampiri Alvin dan David, tiba tiba ponsel miliknya berdering. Alex berdecak dan segera meraih ponsel miliknya yang berada di saku dalam jas hitam yang dia kenakan.


Alex menghela napas kasar begitu mendapati kontak nama bibi yang tertera di layar ponselnya. Jika bibi yang menelepon nya sudah pasti ada hubungan nya dengan Arkana, putranya.


Tidak bisa mengabaikan begitu saja telepon tersebut, Alex pun terpaksa mengurungkan niatnya sejenak dan memilih untuk mengangkat telepon dari bibi terlebih dulu.


“Ya halo bi.. Ada apa?” Alex langsung melontarkan pertanyaan begitu mengangkat telepon dari bibi.


“Halo tuan.. Maaf kalau saya mengganggu tuan. Tapi tuan muda Arka terus menangis dari tadi tuan. Tuan muda juga menolak untuk di beri susu dan terus memanggil manggil manah.” Ujar bibi di seberang telepon. Alex juga mendengar dengan sangat jelas tangisan putranya, Arkana.


Alex berdecak. Jika sudah seperti itu mau tidak mau Alex pun harus pulang. Arkana sangat penting baginya. Dan Alex tidak mau jika sampai sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada putranya.


“Ya sudah, saya akan pulang sekarang. Bibi tolong jaga Arkana yah..”


“Baik tuan.”


Setelah bibi menjawab, Alex pun langsung memutuskan sambungan telepon nya. Pria itu berdecak lagi dan menoleh menatap Alvin yang begitu asik mengobrol dengan David. Alex sungguh sangat ingin berada di posisi Alvin sekarang. Bisa bersama Melisa dan keluarga nya, bahkan begitu sangat akrab. Tapi sepertinya itu hanya keinginan belaka Alex saja mengingat Melisa yang sangat membenci Alex dan tidak mau mengenal Alex dalam hidupnya. Melisa sudah bahagia dengan Alvin yang sangat mencintai dan menyayangi nya dengan tulus.


Alex kembali menghidupkan mesin mobilnya kemudian berlalu dengan kecepatan di atas rata-rata untuk pulang. Arkana sedang sangat membutuhkan nya sekarang.


Alex berpikir lain kali dirinya akan kembali datang untuk Melisa.

__ADS_1


Sekitar setengah jam perjalanan Alex pun sampai di apartemen nya. Pria itu segera mengambil alih Arkana dari gendongan bibi. Wajah balita bertubuh gembul itu sudah basah karena air mata. Tepi kedua mata, hidung, bahkan hampir seluruh bagian wajahnya sudah memerah pertanda balita itu sudah menangis cukup lama.


Begitu berada di gendongan Alex, Arkana langsung terdiam. Hanya ada isakan sisa tangisnya saat bersama bibi tadi.


Alex kemudian membawa Arkana ke dalam kamarnya dalam diam. Pria itu menutup pintu kamarnya dan menurunkan putranya diatas tempat tidur, menatapnya dengan tatapan serius namun tetap dengan lembut.


“Kenapa Arka menangis hem? Kenapa Arka nggak mau minum susu?” Tanya Alex.


Balita bertubuh gembul yang sudah mulai belajar berjalan itu menggelengkan kepalanya dengan ekspresi yang membuat Alex merasa sangat tidak tega.


“Papah.. Ma mam..” Celoteh Arka.


“Arka mau maem sama papah?” Tanya Alex lagi.


“Mam mam mam mah papah...” Sahut Arka dengan sangat menggemaskan.


“No.. Mam mam mamah pah..”


Detik itu juga Alex langsung terpaku juga terdiam. Senyum yang menghiasi wajahnya bahkan juga langsung sirna saat Arkana dengan begitu fasihnya menyebutkan kata mamah.


“Mamah?” Gumam Alex lirih.


Arkana tertawa terlihat sangat bahagia begitu Alex mengerti maksud nya. Balita itu kemudian menunjuk kearah bingkai photo yang sengaja Alex balikkan agar tidak terlihat gambar nya. Itu adalah photo pernikahan nya dengan Sherin. Photo yang di pajang oleh mamahnya nyonya Smith.


“Mamah.. Mam mam mah..” Arkana terus menunjuk photo itu membuat hati Alex tergerak.


Tanpa sadar Alex bangkit dari berjongkok nya di depan ranjang. Pria itu melangkah mendekati dinding tempat dimana bingkai photo pernikahan yang dia balikkan itu berada. Alex meraihnya dan membawanya mendekat lagi pada Arka yang terus saja berceloteh menyebut kata mamah.

__ADS_1


“Ini??” Tanya Alex lirih.


Alex meletakkan bingkai photo itu di samping Arkana. Dan begitu photo tersebut ada di samping nya Arka langsung dengan sangat semangat mendekat bahkan mendudukinya tepat di depan gambar wajah cantik Sherin yang tersenyum bahagia.


“Mam mam.. Bah... Bah..”


Alex merinding menyaksikan apa yang sedang terjadi di depan matanya. Bagaimana mungkin Arkana bisa tau bahwa wanita dalam photo itu adalah mamahnya. Sedang Sherin saja tidak pernah melihat Arka sejak Arka dia lahirkan karena Sherin terus saja tidak sadarkan diri sampai akhirnya dia meninggal.


“Bah.. Mam mam mam.. Bah.. Mah mah..” Arkana begitu sangat bahagia bermain sendiri sambil menepuk nepuk pelan bagian wajah cantik Sherin di photo itu.


Sementara Alex, tubuhnya merasa sangat kaku bahkan sangat sulit untuk dia gerakkan karena apa yang dia saksikan sekarang. Putranya terlihat sangat bahagia hanya karena melihat wajah wanita yang pernah melahirkan nya.


“Pah pah.. Bah.. Mah.. Mam mah..” Arkana terus saja berceloteh menunjukkan pada papahnya bahwa dia sedang sangat bahagia karena akhirnya bisa menatap secara langsung wajah cantik sang mamah meski itu hanya dari sebuah photo. Balita itu seolah tau bahwa wanita yang berada di dalam photo itu adalah mamahnya, wanita yang berjuang dalam kesakitan nya untuk melahirkan dia ke dunia ini.


“Enggak.. Arka belum tau apa apa. Ini pasti hanya kebetulan.” Geleng Alex begitu tersadar dari keterkejutan nya.


Pria itu dengan cepat meraih tubuh gembul Arka, menggendongnya menjauhkan balita itu dari bingkai photo pernikahan nya dan Sherin. Namun yang terjadi adalah, Arka langsung menjerit-jerit menangis sambil terus meronta berusaha melepaskan diri dari gendongan Alex.


“Hua.. Mam mam mam mah.. Hua..” Tangis Arkana di gendongan Alex.


Alex kembali terdiam karena reaksi putranya yang sangat mustahil menurut nya. Reaksi yang sama sekali tidak Alex duga. Arkana menangis hanya karena di pisahkan dari photo Sherin.


“Pah.. Mah.. Mam mam pah.. Huaa....” Arkana terus saja menangis mengiba seolah sedang memohon agar Alex kembali mendudukkan diatas bingkai photo tersebut.


Alex yang tidak tega akhirnya kembali menurunkan Arkana di samping bingkai photo pernikahan nya dan Sherin. Dan ajaibnya begitu di turunkan, Arkana pun langsung merangkak mendekat kembali ke arah wajah Sherin. Kali ini bahkan Arkana tengkurap disana dengan ekspresi yang langsung berubah. Arka, kembali terlihat sangat bahagia detik itu juga.


Dan Alex, dia semakin tidak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2