
Sehari setelah kejadian itu setiap bersama Lena, Natasha selalu saja menangis. Dia merasa sangat menyesal karena selama ini selalu berprasangka buruk pada Lena. Natasha pikir Lena hanya menginginkan harta Erlan saja. Suatu pemikiran yang sangat melenceng jauh karena pada kenyataannya sedikitpun Lena tidak pernah menginginkan harta yang Erlan miliki.
“Sudahlah mom.. Kan semuanya sudah berlalu. Mommy nggak perlu mengingat apapun lagi.. Yang sudah ya sudah.. Yang penting kan sekarang mommy sudah tau kalau Lena sedikitpun tidak pernah memikirkan tentang harta Erlan. Lena tulus menjadi pendamping Erlan mom.. Lena tulus menjadi istri Erlan. Karena Lena sendiri juga tau Erlan adalah laki laki yang terbaik untuk Lena..” Ujar Lena menjelaskan.
Air mata Natasha semakin deras mengalir di pipinya mendengar itu. Natasha tidak menyangka orang yang selalu dia anggap buruk ternyata begitu sangat tulus bahkan rela mengorbankan diri untuk menolongnya.
“Nggak Lena.. Mommy salah. Mommy sudah salah menilai kamu. Mommy begitu egois dan selalu menganggap apa yang mommy lakukan benar. Mommy bahkan tidak pernah mau mendengarkan apapun kata orang lain.” Tangis Natasha.
Lena hanya bisa menghela napas. Berkali kali dia meminta agar Natasha tidak menyalahkan dirinya namun Natasha tetap saja terus menyalahkan dirinya dan menangis. Bahkan Lena juga bisa melihat dengan jelas lingkaran hitam di kedua matanya. Itu menandakan Natasha tidak bisa tidur dengan nyenyak semalaman.
“Besok mommy dan Daddy sudah harus kembali ke Amerika. Adik adik kalian membutuhkan mommy.. Tapi mommy sama sekali belum bisa meninggalkan kesan sebagai mertua yang baik untuk kamu Lena.”
Lena tersenyum. Dengan lembut dia menggenggam tangan Natasha.
“Mommy kesan baik yang kita tinggalkan itu tidak melulu harus dengan perbuatan baik yang kita sadari. Karena Lena yakin mommy adalah mommy terbaik untuk Erlan. Itu sebabnya meskipun marah tapi Erlan tetap menghormati mommy sebagai mommy nya.” Kata Lena bijak.
Natasha menggelengkan kepalanya. Natasha akui semenjak tumbuh dewasa Erlan memang sangat mengesalkan. Dia sering menentang dan membantah aturannya. Tapi sejauh itu Erlan memang tetap menghormati dan menganggapnya sebagai mommy nya. Bahkan saat hendak menikahi Lena, Erlan secara khusus datang untuk meminta izin padanya dan suaminya yang kala itu menentang dengan keras. Tentu saja karena prasangka buruk Natasha pada Lena yang tidak di kenalnya. Selain itu Natasha juga memiliki kenalan seorang model terkenal di Amerika yang menurutnya pantas bersanding dengan Erlan.
“Sayang..”
Suara Erlan membuat Lena langsung menoleh. Lena tersenyum saat melihat Erlan yang berdiri di ambang pintu.
“Mommy berhentilah menangis. Lena akan merasa bersalah jika mommy terus menangis seperti ini. Oke? Sekarang Lena harus menyambut kepulangan Erlan dulu.” Lena kembali menatap pada Natasha dengan senyuman manis di bibirnya. Setelah itu Lena melepaskan genggaman tangannya pada tangan Natasha. Lena bangkit dari duduknya di kursi yang sama dengan kursi yang di duduki Natasha kemudian melangkah mendekat pada Erlan yang sedang menunggunya.
__ADS_1
Natasha yang melihat itu tersenyum. Kebahagiaan terpancar jelas di mata Erlan setiap bersama dengan Lena. Dan itu baru Natasha sadari sekarang. Itu menunjukan bahwa Erlan memang bahagia bisa bersama dengan Lena. Erlan bahagia mempunyai Lena sebagai istrinya.
“Tuhan.. Kenapa baru sekarang aku menyadari bahwa Lena memang adalah perempuan yang baik untuk putraku sendiri, Erlan.” Natasha membatin menatap Lena yang mendekat pada Erlan. Wanita itu merasa malu pada dirinya sendiri karena menilai orang tanpa mau mengenal orang itu terlebih dulu. Apa lagi orang tersebut adalah menantunya sendiri. Orang yang seharusnya bisa dengan mudah dia kenali dan dia dekati. Tapi malah Natasha pandang sebelah mata dengan prasangka buruk yang amat sangat keterlaluan.
Natasha menghela napas pelan. Beruntung dirinya sadar sebelum semuanya terlambat. Dan itu semua berkat rencana suaminya.
“Mommy yakin Erlan.. Kamu akan selalu di liputi kebahagiaan dengan Lena. Karena Lena memang perempuan yang tepat. Kamu tidak salah pilih. Lena memang perempuan yang baik dan tulus.” Senyum Natasha sambil mengusap sisa air mata di pipinya.
------------
“Kamu lagi ngapain di belakang rumah hem?” Tanya Erlan begitu Lena sudah berada di dalam pelukannya.
“Aku hanya sedang mengobrol dengan mommy. Aku senang karena akhirnya mommy mau menerimaku.” Jawab Lena tersenyum dalam pelukan Erlan.
Lena yang mengerti dengan ekspresi suaminya tersenyum. Lena berjinjit kemudian mencium sekilas pipi Erlan.
“Aku baik baik saja.” Ujar Lena yang membuat Erlan akhirnya tersenyum.
“Aku benar benar minta maaf sayang.” Lirih Erlan masih dihantui rasa bersalah yang begitu besar pada Lena.
“Ayolah Erlan.. Kamu sudah berkali kali mengatakan itu. Aku serius. Aku tidak apa apa. Aku baik baik saja. Dan aku merasa semakin bahagia karena akhirnya mommy dan daddy mau menerima kehadiran aku disini dengan hati terbuka.” Balas Lena.
Erlan menatap tepat pada kedua mata Lena. Dengan jelas dia bisa melihat ketulusan dari sorot mata yang selalu berhasil membuatnya jatuh cinta itu.
__ADS_1
“Sayang aku...” Erlan tidak bisa meneruskan ucapannya. Pria itu tidak tau apa yang harus dia katakan untuk menggambarkan kebahagiaan yang dia rasakan karena dapat memiliki Lena sebagai pendamping hidupnya.
“Sshhtt.. Aku cinta kamu Erlan.” Bisik Lena yang kemudian berlari menjauh dari Erlan.
Sesaat Erlan terdiam. Pria itu mematung di tempatnya karena ungkapan cinta dari Lena. Meskipun Lena mengatakannya dengan cara berbisik, tapi indra pendengaran Erlan masih berfungsi dengan baik. Erlan masih bisa mendengar dengan jelas kata cinta yang Lena ungkapkan padanya.
“Apa?” Lirih Erlan merasa ingin kembali mendengar ungkapan tersebut. Erlan kemudian menoleh pada Lena yang malah tertawa dan berlari menuju arah tangga.
Karena ingin mendengar lebih jelas lagi pernyataan cinta dari istrinya, Erlan pun langsung berlari mengejar Lena tanpa mengatakan apapun. Hal itu membuat Lena memekik dan semakin mempercepat langkahnya menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya dengan Erlan yang mengejarnya dari belakang.
Sesaat mereka bermain kejar kejaran hingga akhirnya Lena tertangkap oleh Erlan.
Erlan memeluk Lena dari belakang membuat Lena tertawa.
“Kamu tidak akan bisa lari dariku sayang..” Bisik Erlan tepat di telinga Lena.
“Sekarang katakan. Katakan sekali lagi apa yang tadi kamu bisikan ke aku sayang.. Aku mohon..” Erlan kembali berbisik.
Lena yang memang sudah menyadari perasaannya sendiri pada Erlan tentu saja menuruti apa yang Erlan mau dengan senang hati. Lena mengusap lembut tangan besar Erlan yang melingkari perutnya dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
“Tuan Erlan Dallin Harrison, aku mencintai kamu. Sangat mencintai kamu.” Ungkap Lena. Kali ini dengan nada suara yang lembut dan begitu sangat jelas terdengar di telinga Erlan.
Erlan meneteskan air mata harunya mendengar itu. Pria itu semakin memper erat pelukannya dan menunduk mencium bahu terbuka Lena hingga air matanya menetes di kulit mulus lengan Lena.
__ADS_1
“Terimakasih.. Terimakasih sayang.. Aku juga mencintai kamu. Sangat mencintai kamu.” Balasnya lirih.