SAYANG

SAYANG
Episode 159


__ADS_3

Setelah apa yang nyonya Genie katakan padanya, Melisa pun merasa yakin dengan keputusan nya menerima Alvin sebagai pria yang akan dia cintai dan mencintai nya seumur hidup. Melisa bahkan tanpa ragu menerima Alvin karena memang mereka berdua juga sudah mengantongi restu dari kedua orang tua Alvin. Namun untuk segera menikah Melisa masih memikirkan nya. Karena Melisa sendiri masih ingin mengembangkan bisnisnya. Apa lagi dirinya juga sudah punya modal dari Lena dan Erlan yang memang cukup untuk Lena membangun toko kecil kecilan di halaman rumahnya.


Tidak jauh berbeda dengan Melisa yang mendapat bertubi tubi kebaikan, Lena pun juga mendapatkan banyak kebaikan setelah kabar kehamilan nya yang memang sangat dia dan Erlan tunggu tunggu selama ini.


Lena juga tidak pernah berhenti tersenyum saat membayangkan dirinya yang akan sibuk mengurus bayi sebentar lagi. Meski memang karena kehamilan nya itu Lena menjadi tidak bebas karena Erlan yang melarang nya untuk melakukan berbagai aktivitas yang menguras tenaga seperti memasak misalnya. Bahkan untuk sekedar memetik dan mengganti bunga di ruangan sekarang Erlan menyerahkan pada pelayan yang sebelumnya memang sudah di kasih tau lebih dulu oleh Lena bagaimana caranya. Lena sedikitpun tidak merasa terkekang dengan aturan itu, karena Lena sendiri tau dan menyadari bahwa apa yang Erlan lakukan juga semata mata untuk kebaikan dan kesehatan dirinya juga janin yang sedang berada di dalam kandungan nya sekarang.


Lena menghela napas menatap pemandangan indah bunga bunga bermekaran yang begitu segar di pandang oleh kedua matanya. Saat ini Lena sedang bersantai di taman belakang rumah sembari menunggu Erlan yang sudah dalam perjalanan menuju pulang siang ini.


Ya, Erlan menghubungi nya dan menyuruh nya untuk bersiap karena siang ini Erlan akan mengajak Lena menemui dokter kandungan yang sudah Erlan pilih sendiri untuk menangani Lena kedepan nya.


“Sayang.. Sehat sehat di dalam ya sayang.. Mommy sama Daddy sangat bahagia dengan kehadiran kamu sekarang. Kita sama sama berjuang yah, semoga kita sama sama sehat dan lancar di persalinan nanti. Mommy benar benar sudah nggak sabar gendong kamu..” Gumam Lena sambil mengusap perutnya yang masih rata.


“Ya.. Daddy juga sudah nggak sabar.”


Lena menoleh mendengar suara Erlan. Pria itu kemudian mendekat pada Lena yang sedang duduk di kursi panjang bercat putih.


“Kamu sudah sampai?” Tanya Lena dengan senyuman di bibirnya. Kehamilan pertamanya ini membuat Lena merasa tidak ingin terlalu lama jauh dengan suaminya. Lena juga merasa suaminya semakin terlihat tampan sehingga Lena tidak pernah bosan menatap wajahnya. Perasaan itu juga yang membuat Lena selalu merasa berseri seri setiap sedang bersama suaminya. Lena merasa selalu jatuh cinta setiap detiknya pada suaminya sendiri.


“Ya sayang...” Angguk Erlan. Pria itu mendekat pada Lena dan bersimpuh tepat di depan Lena yang terus menatap nya.


Erlan mengulurkan tangan nya menyentuh dengan lembut perut rata Lena. Erlan merasa sangat bahagia dengan kehamilan pertama Lena, istrinya.


“Sayang.. Aku nggak tau harus bagaimana memberitahu kamu kalau aku sangat bahagia dengan kehamilan kamu. Perasaan itu benar benar tidak bisa aku ungkapkan dengan kata kata.”


Lena terkekeh geli. Jika orang lain yang mendengar apa yang saat ini Erlan katakan pasti orang itu akan menilai Erlan berlebihan. Atau bisa saja orang itu menganggap bahwa Erlan hanya sedang berbuat saja.

__ADS_1


Tapi tidak dengan Lena. Dia tentu saja percaya dengan apa yang Erlan katakan. Tentu saja karena Lena juga percaya bahwa Erlan sangat mencintainya. Karena Erlan sudah membuktikan padanya tentang rasa cintanya itu baik secara perbuatan maupun sikapnya yang selalu lembut dan penuh perhatian pada Lena.


Lena kemudian meraih tangan Erlan yang ada di perutnya. Wanita itu mengusap lembut punggung tangan besar Erlan.


“Kamu nggak perlu mengatakan apapun Erlan. Aku percaya sepenuhnya sama kamu. Aku yakin kebahagiaan yang aku rasakan juga bisa kamu rasakan.” Katanya.


Erlan mengangguk dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Pria itu tidak pernah membayangkan penantian nya akan berbuah begitu sangat manis. Lena, wanita yang sangat dia kagumi dan dia diam idamkan bisa dia miliki kini benar benar menjadi istrinya, miliknya seutuhnya. Bahkan Lena juga membalas cintanya.


“Aku bahagia banget karena bisa mendapatkan kamu sayang.. Aku benar benar bahagia.” Ungkapnya lirih.


Lena mengangguk percaya.


“Aku juga bahagia bersuamikan kamu. Terimakasih karena sudah mencintaiku juga segala kekurangan ku.” Balas Lena dengan tulus.


Keduanya saling mengungkapkan perasaan bahagia itu dengan kata manis penuh kejujuran. Itu membuat perasaan bahagia yang mereka rasakan semakin bertambah.


“Sayang...” Panggil Erlan menatap Lena yang duduk di kursi panjang di depan nya. Ya, pria itu masih bersimpuh di hadapan istrinya.


“Ya...” Sahut Lena pelan. Dia menatap tepat pada kedua mata suaminya yang begitu indah.


“Bisa kita jalan sekarang?” Tanya Erlan kemudian.


“Tentu saja. Aku sudah menunggu kamu sejak tadi.” Jawab Lena mantap.


Erlan kemudian bangkit dari bersimpuh nya di depan Lena. Namun sebelum bangkit, Erlan lebih dulu mendaratkan ciuman nya di perut Lena yang masih rata itu.

__ADS_1


Lena tersenyum. Dia akan berusaha menjaga dengan baik janin dalam kandungan nya. Karena kehamilan nya adalah anugerah dari Tuhan yang sudah lama dia dan Erlan tunggu tunggu.


Mereka berdua kemudian berlalu dari taman belakang rumah dengan Erlan yang menggandeng tangan Lena. Mereka melangkah beriringan keluar dari rumah untuk pergi ke dokter guna memeriksakan kandungan Lena siang itu.


Sekitar setengah jam perjalanan, mereka pun sampai di tempat yang sudah Erlan tentukan sebelumnya. Yaitu sebuah rumah sakit elit yang Lena sendiri tidak pernah mendatangi nya. Lena sebenarnya merasa itu sangat berlebihan. Tapi sekali lagi demi kebaikan untuk dirinya juga janin dalam kandungan nya, Lena tidak akan protes dengan apapun yang Erlan putuskan. Lena percaya apa yang Erlan lakukan juga demi kebaikan mereka.


“Ayo sayang...” Ajak Erlan menggandeng kembali tangan Lena untuk melangkah masuk ke dalam gedung rumah sakit elit itu.


Lena menganggukkan kepalanya menurut saja. Keduanya melangkah masuk ke dalam gedung rumah sakit itu yang kemudian langsung menjadi pusat perhatian di dalam rumah sakit itu. Tentu saja, Erlan adalah pengusaha yang namanya sudah melambung tinggi.


Lena yang menyadari mereka sedang menjadi pusat perhatian hanya bisa menghela napas. Meski di dalam hatinya ada sedikit rasa kesal karena sebagian besar dari mereka yang sedang menatapnya dan Erlan adalah wanita. Dan mereka jelas sekali sangat terpana dengan ketampanan suaminya.


Tidak ingin suaminya di goda, Lena pun langsung melingkarkan kedua tangan nya di lengan kekar Erlan. Itu membuat Erlan langsung menoleh padanya.


“Kenapa sayang?” Tanya Erlan perhatian.


Cup


“I love you.” Ungkap Lena setelah memberikan ciuman singkatnya di pipi Erlan.


Erlan tersenyum dengan perlakuan manis istrinya. Pria itu merasa sangat bangga pada dirinya sendiri karena bisa menaklukan hati wanita yang sangat dia kagumi selama ini.


“I love you too sayang..” Balas Erlan mencium kening Lena.


Sontak pemandangan itu membuat semua wanita disana merasa iri. Kemesraan Lena dan Erlan benar benar terpampang begitu nyata di hadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2