SAYANG

SAYANG
Episode 220


__ADS_3

“Brengsek !!” Umpat Alex marah karena tidak bisa memanggil wanita yang dia mau untuk memuaskan hasratnya malam ini. Wanita itu bahkan menghinanya karena sekarang Alex sudah tidak sekaya dulu.


Ya, tuan dan nyonya besar Smith memang mengambil semua yang Alex pegang. Meski memang apa yang Alex pegang memang sudah menjadi hal milik, namun mereka berdua tidak mau mengambil resiko. Karena jika terus di biarkan Alex pasti akan semakin meraja lela. Tuan dan nyonya besar Smith tidak mau putranya semakin terjerumus ke dalam kehidupan yang tidak semestinya. Yaitu kehidupan bebas yang sedikitpun tidak di inginkan oleh keduanya. Mereka berdua ingin Alex sadar bahwa caranya menghambur hamburkan yang sangatlah salah. Selain itu akan berdampak buruk pada kesehatan nya, itu juga pasti akan berpengaruh buruk pada sikap Alex.


Alex mendesah frustasi. Hidupnya benar benar terasa sangat hampa sekarang. Alex kehilangan arah dan tujuan dalam hidupnya. Yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana caranya dia mencari hiburan agar bisa melupakan rasa kecewa dan sakit hatinya karena tidak bisa memiliki Melisa yang sangat dia dambakan. Sempat terbesit di hati Alex untuk menculik Melisa, namun Alex tidak melakukan nya karena Alex juga tidak mau dirinya berakhir di dalam bui. Karena itu Alex mencoba memalingkan pikiran nya dengan mencari hiburan lain dengan bermain wanita.


Alex bangkit dari duduknya di sofa kemudian melangkah menuju kamar mandi untuk buang air kecil. Akhir akhir ini memang Alex sering buang air kecil. Bahkan dalam satu jam Alex bisa beberapa kali bolak balik buang air kecil ke kamar mandi.


“Ssshhh..” Alex mendesis di ikuti dengan ringisan di wajahnya saat buang air kecil. Alex merasa seperti ada sensani terbakar setiap dirinya buang air kecil. Terakhir saat dirinya berhubungan dengan wanita hiburan juga Alex merasakan nyeri yang sangat hebat di area vitalnya.


“Sial !!” Umpat Alex sembari melangkah keluar dari kamar mandi karena dirinya yang memang sudah selesai buang air kecil.


Alex terus saja meringis sembari memegangi bagian vitalnya. Pria itu tidak tau apa yang terjadi pada dirinya sehingga sering merasakan rasa tidak mengenakkan di area vitalnya. Padahal sebelumnya Alex tidak pernah merasakan rasa seperti itu.


“Alex...” Itu adalah suara nyonya besar Smith, mamahnya.


Alex menoleh pada sang mamah. Pelan pelan pria itu melangkah mendekat pada mamahnya yang memang hampir setiap hari datang ke apartemen nya.


“Mamah..” Senyum pria itu.


Nyonya besar Smith mengernyit dan menelan ludah melihat putranya yang tampak sangat kesusahan saat berjalan. Bahkan Alex juga meringis seperti orang yang sedang menahan rasa sakit.


“Alex.. Kamu baik baik saja kan?” Tanya nyonya besar Smith bertanya dengan wajah khawatir.


Alex tersenyum kecut. Keadaan nya tidak bisa di katakan baik baik saja sekarang. Bahkan akhir akhir ini Alex sebenarnya tidak baik baik saja. Selain karena Alex yang harus merasakan hidup serba pas bahkan cenderung susah, Alex juga sudah tidak punya lagi kendaraan mewah karena semua fasilitas nya memang sudah di tarik oleh sang papah.


“Mamah bisa lihat sendiri bagaimana keadaan Alex kan? Mamah juga pasti tau lah apa yang Alex rasakan sejak semua yang Alex punya Alex di tarik kembali oleh papah.” Jawab Alex tersenyum miris.

__ADS_1


Nyonya besar Smith hanya bisa menghela napas. Wanita itu tidak pernah bermaksud membuat putranya susah. Karena semua yang dia lakukan adalah demi kebaikan putranya. Demi untuk mencegah putranya melakukan hal yang bisa merusak kehidupan nya sendiri.


“Alex mamah..”


“Sudahlah mah.. Percuma juga Alex ngomong. Mamah sama papah kan lebih sayang sama harta dari pada sama anak sendiri.” Sela Alex yang tidak ingin mendengar apapun yang mamahnya katakan. Alex merasa kecewa karena papahnya dengan sangat tidak berperasaan mengambil segala yang dia miliki. Hanya apartemen saja yang tidak di tarik dengan alasan yang cukup menohok bagi Alex. Yaitu karena papahnya enggan tinggal satu atap dengan pria bejat seperti dirinya.


Nyonya besar Smith hanya bisa menghela napas pelan. Niatnya melakukan itu juga demi kebaikan Alex sendiri.


“Mamah bawa apa? Alex laper banget belum makan malam.” Kata Alex yang kemudian melangkah menuju sofa dengan nyonya besar Smith yang mengikuti nya dari belakang.


“Mamah tadi masak khusus untuk kamu nak. Makanan kesukaan kamu.” Ujar nyonya besar Smith dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


“Arggghhhhh !!”


Nyonya besar Smith terkejut saat tiba tiba Alex berteriak saat mendudukkan dirinya di atas sofa.


“Ya Tuhan, Alex kamu kenapa sayang?” Tanya nyonya besar Smith khawatir. Wanita itu langsung berlari menghampiri Alex yang kesakitan diatas sofa sembari memegangi bagian bawahnya.


Dan sembari menunggu kedatangan suaminya, nyonya besar Smith terus menemani Alex yang meraung-raung kesakitan. Pria itu bahkan sampai berkeringat karena rasa sakit yang di deritanya.


Sekitar 20 menit kemudian, tuan besar Smith datang. Pria itu langsung memapah Alex yang terus kesakitan dan membawanya kerumah sakit terdekat agar mereka tau apa yang di derita oleh putranya.


“Bagaimana keadaan anak saya dokter?” Tanya nyonya besar Smith setelah dokter keluar dari tempat Alex di tangani.


Dokter pria yang mengenakan kaca mata itu menghela napas pasrah. Dan itu membuat rasa takut yang menguasai hati dan pikiran nyonya besar Smith semakin besar.


“Jawab saya dokter.” Tuntut nyonya besar Smith tidak sabaran.

__ADS_1


Dokter itu menatap tuan besar Smith sebentar sebelum akhirnya memusatkan perhatian nya pada nyonya besar Smith yang sedang menunggu jawaban atas pertanyaan nya seputar keadaan putranya, Alex.


“Tuan Alex menderita penyakit seksual menular. Itu terjadi karena gaya hidupnya yang terlalu bebas tuan, nyonya.” Jawab dokter tersebut yang membuat tuan dan nyonya besar Smith terkejut.


“Apa?” Lirih nyonya besar Smith dengan air mata yang menetes membasahi kedua pipinya. Ke khawatiran nya benar benar terjadi sekarang. Alex menderita penyakit menular itu akibat dari gaya hidupnya yang begitu bebas dengan sering bergonta-ganti wanita.


“Kami akan berusaha sebisa kami mencarikan obatnya tuan, nyonya. Selebihnya semuanya terserah pada keputusan Tuhan. Karena sebagai manusia kita hanya bisa berusaha.” Lanjut dokter tersebut dengan sangat bijak.


Nyonya besar Smith menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Putra kebanggaan nya menderita penyakit menular karena gaya hidupnya yang terlalu bebas. Dan penyakit itu adalah penyakit yang jika siapa saja mendengarnya pasti akan merasa jijik.


Tuan besar Smith yang memang sudah berpikir hal itu pasti akan terjadi hanya bisa menghela napas pasrah. Pria itu sudah bisa menebak Alex akan mengalami nya mengingat bagaimana bebasnya Alex dalam kehidupan **** nya. Bergonta ganti wanita setiap malamnya adalah gaya hidup Alex yang sudah melampaui batas.


“Pah, Alex pah...” Tangis nyonya besar Smith menangis pilu.


Tuan besar Smith yang tidak tau harus berkata apa hanya bisa memeluk istrinya itu. Dia juga berusaha menenangkan nyonya besar Smith dengan usapan lembut di punggung bergetar nya. Tuan besar Smith berpikir apa yang sekarang Alex derita adalah akibat dari kelakuan nya sendiri yang sudah seperti binatang.


Tidak lama berita tentang penyakit Alex pun menyebar di berbagai media. Bahkan selama sehari hampir semua stasiun tv memberitakan berita tersebut. Karena hal itu juga fakta fakta kehidupan Alex yang terlalu bebas langsung di Kulik dengan begitu detail. Tuan dan nyonya besar Smith yang memang tidak bisa menyangkal dengan berita yang secara singkat langsung menyebar itu hanya bisa meminta do'a pada siapapun yang menyaksikan dan mengikuti berita itu untuk kesembuhan Alex. Keadaan Alex memang langsung drop sehingga dia harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit ternama di pusat kota.


Rasa sakit yang Alex rasakan hari demi hari seolah terus menggerogoti nya. Tubuhnya semakin kering dan kurus. Wajahnya pucat. Dan setiap membuang air kecil Alex selalu meraung kesakitan.


Nyonya besar Smith yang dengan telaten mengurus Alex hanya bisa menangis. Sedikitpun wanita itu tidak merasa jijik meski harus membersihkan bagian paling rahasia putranya. Alex juga beberapa kali bertanya penyakit apa yang sebenarnya dia derita, namun nyonya dan tuan besar Smith sepakat untuk merahasiakan nya dari Alex. Mereka berdua hanya terus berusaha menyemangati Alex agar tetap semangat untuk sembuh.


Dalam waktu singkat keadaan Alex pun semakin parah. Tubuhnya benar benar di gerogoti oleh penyakitnya. Bahkan sekarang Alex sudah tidak bisa lagi melakukan apa apa. Saat buang air kecil maupun besar pun Alex tetap berada di brankarnya. Pria itu menangis meraung kesakitan saat proses menyakitkan itu dia rasakan. Ya, Alex mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian rahasianya, baik depan maupun belakang. Dokter yang menangani nya bahkan pasrah dan tidak berani menjanjikan apapun untuk kesembuhan Alex pada nyonya dan tuan besar Smith. Karena kebanyakan orang yang sudah menderita penyakit seperti itu memang tidak bisa bertahan.


------------


Berita tentang keadaan Alex yang semakin hari semakin parah akhirnya sampai juga di telinga Lena. Wanita itu sempat tidak percaya dan mengira berita yang menyebar itu hanya rumor belaka. Namun begitu melihat potret bahkan video Alex yang di siarkan di berbagai stasiun tv dan sudah tampak sangat berbeda pun Lena percaya. Video tersebut sepertinya memang sengaja di ambil secara sembunyi-sembunyi untuk kemudian menjadi bukti bahwa Alex memang sudah tidak berdaya melawan penyakit menjijikan nya.

__ADS_1


“Ya Tuhan... Alex, kenapa kamu bisa menjadi begini?” Batin Lena ikut merasa prihatin dengan keadaan Alex.


Lena benar benar tidak menyangka jika Alex akan mengalami hal se mengerikan itu. Yang Lena tau hanya dulu Alex mengkhianati nya dengan berselingkuh dengan Sherin. Lena tidak pernah berpikir bahwa Alex adalah pria yang suka bermain dengan wanita mana saja yang dia mau.


__ADS_2