SAYANG

SAYANG
Episode 51


__ADS_3

“Sayang...”


Lena baru saja selesai menghidangkan sarapan pagi di meja makan dengan di bantu oleh si mbok dan pelayan lainnya saat Erlan memanggilnya. Lena menoleh dan tersenyum saat mendapati Erlan yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri. Para pelayan yang tau mereka harus melakukan apa segera pamit undur diri tidak ingin berada di antara Erlan dan Lena saat itu.


Lena melangkah mendekat pada Erlan dan berdiri tepat di depan pria tampan itu. Begitu melihat kerah kemeja putih suaminya yang kurang rapi menurutnya, Lena pun berinisiatif merapikannya.


Erlan tersenyum merasa sangat bahagia karena itu artinya Lena mulai memperhatikannya. Sebenarnya Erlan memang sengaja tidak merapikan kerah kemejanya untuk mengecek sejauh mana Lena memperhatikannya.


“Pagi ini aku dan si mbok juga mbak yang lain membuat nasi goreng seafood. Aku harap kamu suka.” Ujar Lena setelah selesai merapikan kerah kemeja Erlan.


“Tentu saja aku suka sayang. Aku menyukai semua masakan yang kamu buat.” Senyum Erlan menjawab.


Lena tertawa pelan. Erlan memang tidak pernah protes dengan apapun yang dia hidangkan. Itu menunjukan bahwa Erlan sangat menghargai usahanya dalam melayani Erlan sebagai suaminya.


“Baiklah, kalau kita ayo kita sarapan sekarang.”


Lena melingkarkan tangannya di lengan kekar Erlan kemudian mengajak Erlan melangkah menuju meja makan. Mungkin saat ini Lena memang belum tau apakah dirinya sudah mencintai Erlan atau belum. Lena hanya sedang berusaha menjadi istri yang baik yang bisa menyenangkan hati suaminya. Lena sendiri yakin dirinya pasti bisa mencintai Erlan yang memang hampir tidak mempunyai kekurangan itu.


Mereka berdua sarapan berdua dengan di selingi obrolan ringan. Sesekali Erlan juga menyuapi Lena yang tentu Lena terima dengan senang hati.


“Sayang siang nanti nggak usah masak yah.. Kita makan di luar saja.”


Lena berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya. Erlan memang sangat disiplin dengan selalu pulang untuk makan siang bersamanya. Dan Lena merasa sangat tersanjung dengan apa yang di lakukan suaminya. Erlan selalu berusaha untuk selalu ada di sampingnya bahkan di tengah kesibukannya sebagai pemimpin sekaligus pemilik dari beberapa perusahaan beserta cabangnya.


“Oke..” Angguk Lena setuju saja. Lena akan menuruti semua ajakan Erlan asalkan ajakan tersebut tidak merugikannya maupun Erlan.

__ADS_1


Selesai sarapan, Lena pun mengantar Erlan yang akan berangkat ke perusahaan sampai teras depan rumah. Tidak lupa Erlan memberikan ciuman lembutnya di kening Lena sebelum masuk ke dalam mobil mewahnya. Dan lambaian tangan serta senyuman di bibir Lena menjadi pengantar kepergian Erlan untuk bekerja pagi ini.


Lena menghela napas setelah mobil Erlan keluar dari pekarangan luas kediaman mewahnya. Setelah itu Lena memutar tubuhnya dan kembali melangkah masuk ke dalam rumah mewah berlantai dua itu.


Sambil melangkah Lena tampak berpikir. Lena sedang memikirkan mau melakukan apa dirinya setelah ini. Melakukan pekerjaan rumah rasanya tidak mungkin mengingat semua pekerjaan rumah itu sudah di handle oleh para pekerja. Hal itu membuat Lena kadang merasa jenuh karena tidak tau harus melakukan kegiatan apa.


“Permisi nyonya.” Lena menoleh ketika mendengar suara Mina. Seulas senyum Lena tampilkan saat menatap pelayannya yang menunduk hormat padanya.


“Ya mbak.. Ada apa?” Sahut Lena kemudian bertanya dengan nada lembut pada Mina.


“Maaf nyonya, di depan gerbang ada teman nyonya yang mencari nyonya.”


Lena mengeryit. Teman yang berani datang ke rumah Erlan untuk mencarinya hanya Sasha. Tapi itu sangat tidak mungkin mengingat pagi ini Sasha pasti sudah berangkat bekerja.


“Ya nyonya. Katanya namanya nona Sasha.” Jawab Mina masih tetap menundukan kepalanya.


Lena tersenyum lagi. Dugaannya benar, Sasha yang datang pagi ini.


“Baik, persilahkan saja dia masuk.”


“Baik nyonya. Saya permisi.”


“Ya...” Angguk Lena.


Lena menghela napas. Baru saja terbesit di benaknya untuk menghubungi Sasha. Tapi Sasha sudah datang lebih dulu. Dan itu membuat Lena merasa sangat senang.

__ADS_1


Lena memilih menunggu Sasha di ruang tamu. Begitu Sasha masuk, Lena pun langsung menyambutnya dengan pelukan hangat.


“Kamu nggak kerja Sha?” Tanya Lena pada Sasha.


“Kerja. Tapi nanti agak siangan. Oh iya Len, gimana kabar kamu? Aku kangen banget loh kerja bareng sama kamu. Nggak ada kamu rasanya ada yang kurang. Aku nggak punya teman se asik kamu di kantor.”


Lena tertawa pelan melihat ekspresi sendu Sasha. Mereka memang selalu bersama saat masih kerja di perusahaan Alex. Meski memang Lena tidak se terbuka seperti pada Sherin saat bersama Sasha. Namun pertemanan mereka cukup akrab. Apa lagi jika sudah membahas tentang pekerjaan.


“Sedih banget loh aku Len kamu mengundurkan diri dari kantor. Tapi ya mau bagaimana lagi, kamu kan udah jadi nyonya Harrison. Mana mungkin kamu masih mau bekerja di perusahaan pak Alex. Apa lagi setelah apa yang terjadi.” Hela napas Sasha pelan.


“Ya.. Kamu tau sendirikan Sha? Kalaupun aku nggak menikah dengan Erlan, aku juga nggak mungkin tetap bertahan di perusahaan Alex. Aku akan tetap mengundurkan diri dari perusahaan Alex.” Sahut Lena dengan senyuman di bibirnya.


Sasha menganggukkan kepalanya. Sasha sendiri tau dan paham dengan perasaan Lena.


“Ya sudahlah nggak usah di bahas. Ngomong ngomong tentang kamu dan tuan Erlan, bagaimana hubungannya? Kalian berdua sudah melakukan itu belum?” Ekspresi sendu Sasha langsung berubah begitu menanyakan tentang hubungan Lena dan Erlan. Wanita itu menatap Lena dengan tatapan menggoda membuat wajah Lena langsung bersemu merah. Tanpa bertanya apa maksud Sasha pun Lena sudah tau kemana arah pembicaraan Sasha.


“Iish apaan sih kamu Sha nanya nya. Nggak boleh tau nanya nanya gitu. Itu tuh privasi.” Kata Lena malu malu.


Sasha terkikik geli melihat ekspresi malu malu Lena. Sasha benar benar merasa ikut bahagia melihat Lena yang tampak begitu sangat santai menjalani hidup meski telah di khianati oleh kekasih juga sahabatnya. Dan Sasha tau semua itu karena seorang Erlan Dallin Harrison. Pria kaya raya yang begitu sangat mencintai Lena.


“Gimana rasanya Len? Pasti beda banget yah.. Secara tuan Erlan kan pasti beda sama laki laki indonesia kebanyakan. Dia kan berdarah campuran inggris.” Sasha semakin gencar menggoda Lena yang malah semakin malu malu. Lena tidak tau berbeda atau tidaknya karena Erlan adalah pria pertama yang menyentuhnya.


“Iihh.. Apaan sih Sasha. Jangan ngomongin itu ah. Pamali tau. Ah ya, kamu mau minum apa?” Lena yang sudah tidak bisa lagi menahan malunya pun mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan minuman apa yang Sasha inginkan.


Sasha yang tau Lena merasa malu karena dia goda hanya bisa tertawa. Wanita itu sebenarnya tidak bersungguh sungguh ingin tau karena Sasha sendiri juga tau itu adalah hal pribadi yang tidak seharusnya di umbar. Sasha hanya ingin tau bagaimana reaksi Lena yang ternyata tampak malu malu. Itu Sasha anggap bahwa Lena memang benar benar merasakan bahagia bersama Erlan.

__ADS_1


__ADS_2